• Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
Jumat, Oktober 9, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
 
Home Finance

Suku Bunga Deposito Naik Tipis

by Sandy Romualdus
15 November 2011 - 00:00
17
VIEWS
Mandiri Salurkan Rp1,4 T Ke Anak Usaha Jasa Marga
0
SHARES
17
VIEWS

Jakarta – Analisis suku bunga perbankan yang dirilis Bank Indonesia dalam Tinjauan Kebijakan Moneter November 2011 mencatat suku bunga deposito satu bulan Agustus ke September naik tipis sebesar 3 basis poin menjadi 6,83 persen.

Pengamat ekonomi Mirza Adityaswara menilai, penurunan BI rate hingga 50 basis poin bisa jadi tidak mempengaruhi suku bunga deposito menjadi turun. Tidak meratanya kondisi ekses likuiditas diprediksi akan memaksa bank menengah kecil mempertahankan suku bunga deposito tinggi, apalagi jika perbankan didorong untuk memperluas kredit.

  • Baca juga: Bukan Cuma Urusan Tim IT: Bos Teknologi BNI dan CIMB Niaga Ungkap Kunci Sukses Adopsi AI

"Itu artinya kondisi ekses likuiditas tidak tersebar merata. Bank-bank besar bisa masuk ke pasar uang antarbank pinjam jangka pendek tenor satu bulan di bawah 6 persen, dan juga bank besar bisa masuk pasar obligasi pinjam tenor jangka panjang. Tapi bank menengah kecil yang ingin memacu kredit tapi dananya terbatas terpaksa rebutan dana pihak ketiga (DPK). Jalannya terpaksa dengan suku bunga deposito meningkat," ujar Mirza di Jakarta, Senin (14/11).

BERITA TERKAIT

Bukan Cuma Urusan Tim IT: Bos Teknologi BNI dan CIMB Niaga Ungkap Kunci Sukses Adopsi AI

Defisit APBN Tembus Rp319 Triliun per September 2026, Menkeu Pastikan Postur Fiskal Tetap Kredibel

Bank Raya Tunjuk Direktur Bisnis Baru di Tengah Pertumbuhan Kredit Digital 22 Persen

Kejar Pertumbuhan Ekonomi 6 Persen: Pemerintah Butuh Investasi Rp2.258 Triliun pada 2027

Hal tersebut, lanjut Mirza, kemungkinan tidak hanya terjadi pada periode Agustus ke September, tapi setelahnya. Bisa saja pola yang sama terjadi kemudian walaupun BI telah dua kali memangkas suku bunga acuan sebesar 25 dan 50 basis poin menjadi 6 persen.

  • Baca juga: Bank Raya Tunjuk Direktur Bisnis Baru di Tengah Pertumbuhan Kredit Digital 22 Persen

Bank kecil, kata Mirza, terpaksa melakukannya jika ingin menggenjot kredit di 2012, apalagi bank-bank yang loan to deposit ratio (LDR)-nya sudah 90 persen. "Kecuali bank-bank tersebut melambatkan laju kredit, maka tidak perlu tambahan DPK. Jadi belum tentu jika BI rate turun maka bunga DPK turun. Kecuali, BI membanjiri likuiditas pasar keuangan," terang Mirza.

Sementara itu, suku bunga kredit turun, masing-masing suku bunga kredit modal kerja turun 11 basis poin menjadi 12,39 persen, kredit investasi turun 4 basis poin menjadi 12,06 persen, sementara kredit konsumsi turun 5 basis poin menjadi 14,25 persen.

Menurut Mirza, suku bunga kredit sendiri diperkirakan tetap akan turun jika bank-bank punya keinginan mengembangkan ekonomi dengan positif. Sebelumnya kasus yang sama pernah terjadi ketika booming ekonomi pada 1994-1997. Ketika itu, perbankan memacu kredit tapi likuiditas tidak merata.

  • Baca juga: Permintaan Emas RI Melonjak 40 Persen: Bank Mandiri Hadirkan Ekosistem Bulion Terpadu di Aplikasi Livin’

Karena suku bunga kredit turun sementara suku bunga deposito tidak, keuntungan bank tergerus. "Bank-bank tersebut harus rela menurunkan sedikit bunga kreditnya karena kompetisi. Dan karena bunga DPK-nya bank menengah kecil tidak turun, bahkan naik, maka NIM (nett interest margin)-nya turun. Mereka rela NIM tergerus asalkan total laba meningkat," kata Mirza seraya menambahkan, bank-bank besar, karena mengalami ekses likuiditas, diperkirakan dapat menurunkan bunga DPK-nya.

Dikatakan Mirza, hal tersebut sebenarnya dapat dihindari jika setiap bank punya akses terhadap pasar modal. Sayangnya, pasar modal Indonesia masih belum terjangkau bank kecil, berbeda dengan bank besar yang bisa mencari pendanaan alternatif dengan obligasi dan pasar modal.

 
 
 
 
 
Previous Post

Ketika Risiko Harus Dikelola

Next Post

Kartu E-Money Terinterkoneksi di 2013

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

Bukan Cuma Urusan Tim IT: Bos Teknologi BNI dan CIMB Niaga Ungkap Kunci Sukses Adopsi AI

Bukan Cuma Urusan Tim IT: Bos Teknologi BNI dan CIMB Niaga Ungkap Kunci Sukses Adopsi AI

by Sandy Romualdus
9 Oktober 2026 - 14:57

Praktisi IT BNI dan CIMB Niaga menegaskan keberhasilan transformasi AI di perbankan bergantung pada kepemimpinan strategis dan integrasi data. Stabilitas.id...

Bank Raya Tunjuk Direktur Bisnis Baru di Tengah Pertumbuhan Kredit Digital 22 Persen

Bank Raya Tunjuk Direktur Bisnis Baru di Tengah Pertumbuhan Kredit Digital 22 Persen

by Stella Gracia
9 Oktober 2026 - 14:12

RUPSLB Bank Raya 2026 menyetujui pengangkatan Hari Basuki sebagai Direktur Bisnis di tengah pencapaian laba bersih semester I sebesar Rp12,01...

Permintaan Emas RI Melonjak 40 Persen: Bank Mandiri Hadirkan Ekosistem Bulion Terpadu di Aplikasi Livin’

Permintaan Emas RI Melonjak 40 Persen: Bank Mandiri Hadirkan Ekosistem Bulion Terpadu di Aplikasi Livin’

by Stella Gracia
9 Oktober 2026 - 14:04

Bank Mandiri resmi mengoperasikan layanan bulion di Livin' by Mandiri, menghadirkan tabungan emas mulai Rp10 ribu hingga tarik fisik via...

Modal Asing Rp8,12 Triliun Kabur dari RI Pekan Lalu, Investor Ramai Jual SBN & SRBI

Insentif Likuiditas Tembus Rp461 Triliun: BI Guyur Kredit Perumahan Rp68 Triliun Serap 500 Ribu Pekerja

by Stella Gracia
9 Oktober 2026 - 11:59

BI menyalurkan insentif likuiditas KLM Rp461 triliun hingga Oktober 2026, memicu kredit perumahan Rp68 triliun dan membuka 500 ribu lapangan...

Weekend Banking Danamon Tetap Beroperasi

KPR Bank Danamon Tumbuh 5 Persen Ditopang Segmen Rumah Rp1,5 Miliar

by Stella Gracia
9 Oktober 2026 - 10:58

Bank Danamon mencatat pertumbuhan kredit dan deposito positif sepanjang 2026, ditopang KPR yang melesat hampir 5 persen melawan tren industri...

Teken PKS dengan Kementerian UMKM, Bank BSN Siap Guyur Pembiayaan KUR

Teken PKS dengan Kementerian UMKM, Bank BSN Siap Guyur Pembiayaan KUR

by Sandy Romualdus
8 Oktober 2026 - 17:03

Bank BSN resmi menandatangani PKS dengan Kementerian UMKM untuk menyalurkan KUR syariah didukung pertumbuhan pembiayaan Rp64,6 triliun. Stabilitas.id - PT Bank...

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • OJK dan Bappebti Perkuat Sinergi dalam Pengawasan Derivatif Keuangan Berbasis Efek

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • LinkUMKM Tembus 14 Juta User, BRI Dorong Kerajinan Ramah Lingkungan Go International

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menyiapkan Talenta Hijau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Keras Dan Menghantam

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Nakhoda Baru Askrindo: Mahelan Prabantarikso Gantikan M. Fankar Umran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pacu Belanja Turis Asing ke Daerah, Garuda Indonesia Luncurkan Skema Multi-Destinasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

Bukan Cuma Urusan Tim IT: Bos Teknologi BNI dan CIMB Niaga Ungkap Kunci Sukses Adopsi AI

Defisit APBN Tembus Rp319 Triliun per September 2026, Menkeu Pastikan Postur Fiskal Tetap Kredibel

Bank Raya Tunjuk Direktur Bisnis Baru di Tengah Pertumbuhan Kredit Digital 22 Persen

Kejar Pertumbuhan Ekonomi 6 Persen: Pemerintah Butuh Investasi Rp2.258 Triliun pada 2027

Permintaan Emas RI Melonjak 40 Persen: Bank Mandiri Hadirkan Ekosistem Bulion Terpadu di Aplikasi Livin’

Investor Muda Tembus 55 Persen Tapi Kuasai Aset Minim, Analis Ingatkan Risiko Saham Rp1 dan Short Selling

Buka Akses Modal Mini: OJK Rancang Regulasi Aset Riil Tertokenisasi dan Stablecoin

Insentif Likuiditas Tembus Rp461 Triliun: BI Guyur Kredit Perumahan Rp68 Triliun Serap 500 Ribu Pekerja

KPR Bank Danamon Tumbuh 5 Persen Ditopang Segmen Rumah Rp1,5 Miliar

STABILITAS CHANNEL

 
 
Next Post
Meratakan Jalan Penurunan Bunga

Meratakan Jalan Penurunan Bunga

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance