Oleh Romualdus San Udika
Saat hiruk-pikuk lalu lintas Jakarta yang tak pernah reda, seorang pemuda bernama Andi berdiri di depan sebuah rumah sederhana di pinggiran ibu kota. Dengan ponsel pintar di tangan, ia membuka aplikasi Bale by BTN, menabung sebagian gajinya, dan sekaligus memeriksa opsi Kredit Pemilikan Rumah (KPR) untuk mewujudkan impian memiliki hunian sendiri.
“Aplikasi ini seperti sahabat, membuat nabung dan rencana beli rumah jadi mudah,” cerita Andi, menggambarkan betapa teknologi telah mengubah cara generasi milenial berinteraksi dengan bank.
BERITA TERKAIT
Kisah Andi bukan sekadar anekdot pribadi; ia mencerminkan gebrakan besar PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) dalam menggenjot dana murah atau Current Account Savings Account (CASA), yang menjadi tulang punggung likuiditas berkelanjutan di tengah ambisi nasional membangun 3 juta rumah pada 2026.
BTN, yang lahir pada 1950 sebagai lembaga tabungan pos, kini telah metamorfosa menjadi pemimpin pasar KPR dengan pangsa 40,8 persen untuk KPR umum dan 82,2 persen untuk KPR subsidi per akhir 2024. Namun, di era digital yang serba cepat, bank ini tak lagi puas hanya sebagai spesialis perumahan. Dengan strategi agresif, BTN menargetkan porsi CASA mencapai 60 persen dari total Dana Pihak Ketiga (DPK) pada akhir 2026, naik dari 54,1 persen tahun sebelumnya.
“Optimisme kami didasari kondisi simpanan kelas menengah yang masih stabil,” ujar Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu dalam konferensi pers akhir Januari 2026. Pendekatan ini bukan hanya soal angka, melainkan upaya membangun kepercayaan nasabah, menekan biaya dana, dan meningkatkan Net Interest Margin (NIM) hingga 4,4 persen.
Transformasi ini selaras dengan agenda pemerintah di bawah Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait, yang akrab disapa Ara. “Kita doakan dan kita pastikan ratusan rumah susun subsidi dibangun tahun ini, tahun 2026,” tegas Maruarar dalam acara sinergi program strategis sektor perumahan.
Ia menargetkan groundbreaking 141.000 unit rumah bersubsidi di tiga kawasan, sebagai bagian dari program 3 juta rumah Prabowo. BTN, sebagai mitra utama, menyalurkan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) untuk 220.000 unit pada 2025, dan siap meningkatkannya tahun ini. “Perumahan jadi agenda nasional, sinergi dan data kunci keberhasilan di 2026,” tambah Maruarar.
Pengembang properti seperti Paulus Totok Lusida, menyambut positif. “Kerjasama dengan BTN melalui Bale Korpora memperkuat supply chain perumahan, memudahkan developer mengelola dana untuk proyek subsidi,” kata Tenaga ahli Kementerian PKP ini dalam sebuah kesempatan.
Di sisi lain, nasabah seperti Andi merasakan dampak langsung: “BTN bukan cuma bank KPR, tapi partner keuangan harian.” Kisah-kisah ini menggarisbawahi bagaimana BTN membangun ekosistem perumahan terbesar di Indonesia, dengan CASA sebagai penopang utama. Pada kuartal ketiga 2025, CASA berkontribusi hampir 50 persen dari DPK Rp429,93 triliun, mendorong laba bersih naik 10,6 persen menjadi Rp2,3 triliun.
BTN Expo 2026, yang digelar di Jakarta Convention Center, menjadi etalase transformasi ini. “BTN Expo bukan sekadar pameran properti, melainkan platform ekosistem yang mempertemukan berbagai pihak,” jelas Nixon saat menutup rangkaian acara tersebut, Sabtu, 31 Januari 2026 lalu.
Acara tersebut menarik ribuan pengunjung, dari calon pembeli rumah hingga UMKM sektor properti, memperkuat kolaborasi. Di tengah tantangan ekonomi global, BTN optimistis asetnya mencapai Rp500 triliun akhir tahun, didorong CASA yang stabil. “Kami siap dukung visi Indonesia Emas 2045 melalui likuiditas berkesinambungan,” pungkas Nixon.
Menarik Dana Murah dari Pelosok hingga Elite
BTN memulai revolusi CASA dengan segmentasi nasabah yang cerdas dan inklusif, menjangkau dari ritel di daerah terpencil hingga nasabah premium di pusat kota. Pada Januari 2026, rebranding Tabungan BTN Pos menjadi produk unggulan untuk inklusi keuangan, menargetkan dana murah Rp5 triliun dalam setahun. “Rebranding ini upaya strategis untuk membawa layanan ke pelosok, di mana akses perbankan masih terbatas,” ujar Nixon Napitupulu dalam sebuah sesi wawancara. Strategi ini tidak hanya menarik simpanan ritel, tapi juga memperkuat porsi CASA terhadap DPK hingga 60 persen target akhir tahun.
Untuk generasi muda seperti milenial dan Gen-Z, BTN meluncurkan KPR Gen Z serta tabungan berbasis komunitas, seperti Tabungan BTN Huria Kristen Batak Protestan (HKBP). “Fokusnya membantu jutaan keluarga punya rumah impian melalui inovasi yang relevan dengan gaya hidup mereka,” ungkap Nixon di Instagram resmi BTN. Data internal menunjukkan, CASA dari segmen ini tumbuh double-digit pada 2025, berkontribusi signifikan terhadap pertumbuhan keseluruhan. “Dana hasil kerja sama ini akan digunakan untuk mendukung pelayanan gereja, sebagai wujud komitmen kami,” tambahnya.
Nasabah premium menjadi target selanjutnya. Melalui BTN Private, bank ini menawarkan layanan pengelolaan kekayaan untuk individu dengan aset di atas Rp15 miliar, termasuk perencanaan warisan dan gaya hidup. “BTN bukan hanya bank perumahan, tapi mitra keuangan lengkap untuk tabungan bisnis dan perencanaan jangka panjang,” tegas Nixon dalam forum Danantara Indonesia. Pendekatan ini berhasil meningkatkan CASA institusi hingga 9,0 persen pada Agustus 2025, dan diproyeksikan terus naik di 2026. “Kami fokus pada potensi nasabah UMKM dan nasabah gaya hidup untuk menopang pertumbuhan dana ritel,” jelas Direktur Network & Retail Funding BTN Rully Setiawan.
Ekspansi wilayah menjadi senjata ampuh. BTN menggarap potensi regional dengan meningkatkan produktivitas frontliner, seperti kolaborasi payroll ASN di Kepulauan Riau. “Kolaborasi komunitas seperti ini pacu CASA secara signifikan,” kata direksi BTN dalam laporan keuangan terbaru. Target 2026: CASA ritel mendominasi DPK yang diproyeksikan mencapai Rp500 triliun. Pengembang seperti Totok Lusida menilai, “BTN dukung developer melalui CASA stabil, memperkuat ekosistem perumahan.”
Menteri Maruarar Sirait memberikan dukungan penuh. “Sinergi kunci perumahan nasional 2026,” katanya. Dengan demikian, BTN menjadi jembatan antara segmen nasabah dan likuiditas nasional, membuktikan bahwa dana murah bukan hanya angka, tapi cerita kepercayaan masyarakat.

Bale : Mesin Penggerak Ekosistem
Di balik kesuksesan CASA, inovasi digital BTN menjadi pilar utama. Bale by BTN, super app yang diluncurkan resmi Februari 2025 setelah soft launch Desember 2024, menawarkan fitur lengkap: dari pembukaan rekening instan hingga transfer, split bill, investasi, dan integrasi dengan BTN Properti. “Dari cari rumah sampai bayar tagihan, semua bisa beres dengan Bale by BTN,” cerita seorang nasabah dalam testimonial TikTok resmi BTN. Transaksi melalui app ini melonjak 19,6 persen pada 2025, dengan user mencapai 3,2 juta, mendorong loyalitas dan CASA ritel.
Bale Korpora, platform wholesale banking yang diluncurkan Agustus 2025, menjadi gebrakan untuk segmen korporasi. “Bale Korpora lahir dari transformasi layanan cash management, bagian strategi akuisisi dana murah,” ujar Nixon dalam peluncuran. Fitur seperti cash pooling, invoice financing, dan payroll memudahkan pengelolaan dana bisnis, dengan target 25.000 nasabah korporasi akhir 2025. Integrasi dengan Bale Properti menciptakan ekosistem terpadu, membantu developer kelola dana proyek secara efisien.
Strategi Bale Korpora memperkuat ekosistem perumahan secara keseluruhan. “Bale Korpora bukan cuma platform, tapi alat untuk memperkuat supply chain perumahan,” tambah Nixon. Transaksi naik 138 persen YoY menjadi 3,3 juta, dengan nilai Rp228,7 triliun pada 2025. Direktur IT BTN Tan Jacky Chen menjelaskan, “Integrasi Bale by BTN dan Bale Korpora hadirkan pengalaman seamless, dorong CASA institusi.” Pada 2026, capex Rp1 triliun dialokasikan untuk ekspansi inovasi ini.
Nasabah korporasi seperti Yessy Kurnia Dyah dari PT Len Industri menyatakan apresiasinya. “Kemudahan Bale Korpora luar biasa.” pungkas Direktur Keuangan, Manajemen Portofolio & SDM PT Len Industri ini. Hadir dalam Grand Launching Bale Korpora digelar di Ritz Carlton Mega Kuningan, Jakarta, Agustus 2025 silam, Yessy meniali Bale Korpora memberikan kemudahan, kecepatan, dan pelaporan untuk pengawasan keuangan bagi perusahaan. “Tim Bale Korpora by BTN responsif dalam memberikan dukungan dan mampu memberikan solusi finansial terintegrasi terhadap dunia usaha yang terus berkembang,” ujar Yessy.
Ditemui dalam kesempatan yang sama, Rully Setiawan Direktur Network & Retail Funding BTN menegaskan, “Bale Korpora esensial untuk dana murah.” Apresiasi juga datang dari Menteri Maruarar Sirait. “Kolaborasi seperti ini wujudkan 3 juta rumah melalui digital.” Bale Korpora juga mendukung UMKM di event seperti BTN Housingpreneur 2025, melahirkan inovator muda di sektor properti. Dengan demikian, inovasi digital BTN bukan sekadar teknologi, tapi cerita bagaimana bank ini membangun kepercayaan dan likuiditas berkelanjutan, menjadikannya pemegang ekosistem perumahan terbesar di Indonesia.
CASA: Tren Positif Fondasi Likuiditas
Perkembangan CASA BTN menunjukkan trajektori positif yang mengesankan. Dalam catatan Stabilitas, di 2023, porsi CASA mencapai 53 persen pasca-peluncuran BTN Mobile, dengan transaksi digital naik 97 persen. Naik menjadi 54,1 persen pada 2024, dengan growth 9,8 persen YoY, berkat soft launch Bale by BTN. “Minimal kenaikan 5 persen dari rasio sekarang,” kata Rully Setiawan dalam sebuah sesi wawancara.
Pada 2025, porsi CASA sekitar 54 persen dari DPK Rp423,96 triliun per November, dengan NIM naik ke 4,4 persen dan cost of funds turun. “Net profit 20-22 persen karena kredit masa lalu selesai,” imbuh Nixon menegaskan. Bale Korpora mendorong growth: “Pertumbuhan 138 persen transaksi,” tambahnya.
Proyeksi 2026: CASA 60 persen dari DPK, dengan growth double-digit. Berikut tabel perkembangan CASA BTN:
| Tahun | Porsi CASA terhadap DPK | Growth CASA YoY | Catatan |
|---|---|---|---|
| 2023 | 53% | N/A | Launch BTN Mobile |
| 2024 | 54.1% | 9.8% | Soft launch Bale |
| 2025 | ~54% | 9-10% | Launch Bale Korpora, DPK Rp423 T (Nov) |
| 2026 (Proyeksi) | 60% | >10% | Target aset Rp500 T |
Sumber: Laporan keuangan BTN dan IDNFinancials. Tabel ini mengilustrasikan bagaimana CASA menjadi penopang kredit 8-9 persen dan laba 22 persen pada 2026.
Nixon optimistis, “CASA penopang likuiditas berkesinambungan.” Dia menambahkan, “Ada 26,9 juta rumah tak layak huni, CASA BTN kunci solusi.” Dengan data ini, BTN membuktikan bahwa pertumbuhan CASA bukan kebetulan, tapi hasil strategi matang.
Alhasil, BTN kini dipandang sebagai bank terpercaya untuk tabungan, bisnis, dan perencanaan keuangan, melampaui citra spesialis perumahan. “BTN dipercaya untuk tabungan bisnis dan perencanaan jangka panjang,” kata Nixon. Produk Tabungan BTN Bisnis mendukung cash flow UMKM, sementara BTN Private kelola kekayaan high-net-worth dengan moto “build, preserve, extend nilai aset.”
Kolaborasi dengan pemerintah daerah untuk payroll ASN memperkuat inklusi. “Inklusi via Tabungan BTN Pos membawa layanan ke pelosok,” ujar Nixon. Nasabah seperti Andi pasti setuju: “BTN kelola keuangan sehari-hari dengan mudah.’ Demikian juga dukungan bisnis perumahan lewat Bale Korpora. “Platform terintegrasi untuk wholesale banking,” kata Nixon. Event BTN Housingpreneur pun melahirkan inovator muda. “Kontribusi ekonomi nasional melalui UMKM,” tegas Nixon.
Benar saja jika Maruarar Sirait menekankan, “BTN kunci solusi perumahan tak layak.” Sejak 1976, BTN telah membantu 5,6 juta keluarga punya rumah. Dengan reposisi ini, BTN menjadi mitra kehidupan, bukan sekadar bank.
Memasuki 2026, BTN menargetkan aset Rp500 triliun dengan CASA 60 persen. “Optimisme didorong neraca sehat,” kata Nixon. Ini dukung program 3 juta rumah, dengan aksi korporasi seperti tambah modal Rp2 triliun dan bonds Rp4 triliun. “Penerbitan virtual capital untuk ekspansi,” tambahnya.
Bale Korpora diekspansi menjadi “One stop solution bisnis,” ujar Nixon. Integrasi dengan berbagai mitra seperti Ancol menunjukkan potensi luas. Belum lagi pemerintah sulap tanah koruptor jadi rumah subsidi. BTN siap salurkan FLPP lebih besar. BTN jadi backbone perumahan, mimpi finansial terwujud berkat CASA.
“Komitmen BTN dukung Indonesia layak huni,” tutup Maruarar. Di tangan BTN, mimpi rumah bangsa bukan lagi khayalan, tapi realitas yang dibangun atas kepercayaan dan inovasi. ***





.jpg)










