Stabilitas.id — Industri asuransi umum dan reasuransi nasional mencatatkan pembalikan kinerja (turnaround) yang impresif sepanjang tahun 2025. Setelah sempat tertekan pada tahun sebelumnya, industri kini mengantongi laba bersih setelah pajak sebesar Rp15,82 triliun, didukung oleh perbaikan kualitas underwriting dan efisiensi pengelolaan risiko.
Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang diolah Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI), pendapatan premi industri pada 2025 mencapai Rp120,83 triliun atau tumbuh 2,7% secara tahunan (year-on-year/YoY). Total aset industri juga terkerek 7,4% menjadi Rp260,98 triliun.
Ketua Umum AAUI, Budi Herawan, menilai kinerja tahun 2025 menjadi fondasi penting bagi keberlanjutan industri di masa depan. Perbaikan ini tercermin dari Loss Ratio Neto yang menyusut drastis dari 98,2% di tahun 2024 menjadi 58,7% pada 2025.
BERITA TERKAIT
“Penguatan kinerja ini ditandai dengan perbaikan kualitas underwriting, penguatan permodalan, serta optimalisasi hasil investasi. Ini mencerminkan ketahanan industri menghadapi dinamika ekonomi dan peningkatan disiplin risiko,” tulis AAUI dalam keterangannya, Jumat (20/2/2026).
Efisiensi dan Profitabilitas Melompat
Senada, Wakil Ketua AAUI Bidang Statistik, Riset & Analisa, Trinita Situmeang, menyoroti perbaikan pada Combined Ratio yang membaik dari 143,0% menjadi 87,9%. Hal ini secara langsung mendongkrak rasio profitabilitas industri.
Return on Equity (ROE) industri berbalik arah dari posisi negatif 12,0% menjadi positif 19,1%. Demikian pula dengan Return on Assets (ROA) yang meningkat dari minus 3,7% menjadi 6,1%. Sektor reasuransi pun tak ketinggalan dengan pertumbuhan aset menjadi Rp39,28 triliun dan kenaikan hasil investasi sebesar 13,5%.
Properti Masih Mendominasi
Dari sisi portofolio, lini asuransi properti tetap menjadi tulang punggung dengan pangsa pasar mencapai 29,1%. Posisi berikutnya ditempati oleh asuransi kendaraan bermotor (Motor Vehicle) dan asuransi kredit (Credit Insurance) yang masing-masing berkontribusi sebesar 16,9%.
Meski mencatatkan pertumbuhan positif pada lini lain seperti Marine Hull dan Suretyship, AAUI mengingatkan para anggota untuk tetap waspada menghadapi tantangan tahun 2026, mulai dari faktor regulasi, geopolitik, hingga risiko bencana alam.
“Kami menghimbau anggota untuk mempersiapkan diri agar pertumbuhan di tahun 2026 bisa lebih baik. Komitmen kami tetap pada penguatan tata kelola dan manajemen risiko untuk menjaga stabilitas industri,” pungkas AAUI.***
















