Jakarta – Untuk strategi investasi 2012, Asuransi Jiwa Bersama (AJB) Bumiputera 1912 bakal menggeser portofolio investasinya dari deposito ke saham dan reksadana. Di saham dan reksadana perusahaan akan menambah penempatan investasinya menjadi masing-masing sebesar 30 persen. Terkait strategi investasi tersebut, AJB Bumiputera akan akan meluncurkan produk unit linked di awal tahun depan.
"Perseroan kami telah memiliki rasio likuiditas hingga mencapai 250 persen. Sebagai perusahaan mutual yang dibangun atas dasar gotong-royong dan idealisme, kami berusaha menguntungkan bagi para nasabah," ungkap Direktur Utama Dirman Pardosi di Jakarta, Jumat (2/12).
Dengan adanya rencana menghadirkan produk unit linked tersebut, AJB Bumiputera menargetkan pertumbuhan pendapatan premi di tahun depan sebesar Rp 6,6 triliun atau naik 30 persen jika dibandingkan dengan pencapaian tahun 2011 sebesar Rp5,5 triliun. "Kami akan ekspansi produk Unit Linked pada Februari 2012 dan tetap fokus pada core business di produk tradisional," ungkap Dirman.
BERITA TERKAIT
Dia menjelaskan, Bumiputera ekspansi produk unit linked seperti produk-produk saham, deposito, dan lain-lainnya untuk ritel dan korporaso. Adapun komposisinya adalah adalah 80 persen untuk high class dan 20 persen untuk low class. "Namun komposisi itu fleksibel. Tidak menutup kemungkinan komposisi low class lebih besar ketimbang high. kami siapkan 3 produk unit linked," katanya.
Melihat besarnya potensi pasar di asuransi investasi, lanjut Dirman, perseroan optimis mencapai target tersebut. Di samping itu, perusahaan asuransi mutual itu getol menggenjot kinerjanya. Sebagi gambaran, untuk meningkatkan penetrasi pasar, tahun ini akan dibuka saluran distribusi alternatif. Contoh, untuk mendukung penjualan produk unitlink, AJB Bumiputera hendak menyempurnakan strategi investasi dan proses bisnis berbasis teknologi informasi.
“Untuk meningkatkan efisiensi, efektifitas, dan kinerja perusahaan, kami akan melakukan restrukturisasi dan reorganisasi perusahaan. Yang pasti, selain perbaikan internal, Bumiputera juga akan fokus menggarap peluang pasar,” katanya.
Dirman menambahkan, perseroan juga akan mendidik agen untuk menggenjot penjualan produk investasi unit linked. Dari 30.000 jumlah agen, sekitar 2000 agen dididik dan dikembangkan kemampuannya untuk memasarkan produk tersebut. "Kami juga mengembangkan kemampuan agen lainnya untuk menjaga kualitas produk tradisional yang telah kami tawarkan," terangnya.
Menurut Dirman, perseroan tetap menjaga kualitas produk tradisional karena kesadaran orang tua di Indonesia dalam hal pendidikan sangat tinggi. Dalam perkembangan bisnis, sasaran pasarnya pun tersegmentasi pada keluarga muda yang mempunyai kesempatan luas untuk merencanakan pendidikan sejak dini. Dari segi marketing, penjualan produk tradisional ini akan didongkrak dengan memperbanyak nasabah dari golongan PNS,TNI dan Polri, selain para guru.
Dari sisi aset AJB Bumiputera 1912 juga berhasil memperoleh total aset tahun 2011 sebesar Rp20 triliun. Adapun jumlah dana kelolannya mencapai Rp13 triliun dan sisanya berupa aset properti. Sementara sesuai laporan kinerja kuartal III, Bumi putera telah mencapai pendapatan premi sebesar Rp4 triliun, dari target sebesar Rp5,2 triliun hingga akhir tahun. Pendapatan premi tersebut didapat dari new bussinee sebesar Rp2 triliun dan premi lanjutan sebesar Rp2 triliun.





.jpg)










