Krisis keuangan yang terjadi di Eropa dan beberapa negara Asia mengancam perekonomian negara-negara berkembang, termasuk industri asuransinya. Meski begitu, di Indonesia industri asuransi diproyeksikan akan terus tumbuh mencapai 30 persen pada 2012.
"Outlook tahun 2012, industri asuransi jiwa akan tetap grow (tumbuh), market baik, meski di beberapa negara tidak begitu baik, di Indonesia baik. Kami yakin dengan grow 30% itu masih angka yang wajar," kata Ketua Umum Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) Hendrisman Rachim dalam seminar Insurance Outlook 2012 yang digelar Media Asuransi di Jakarta, Selasa (29/11).
Seminar yang dibuka Kepala Biro Perasuransian Bapepam-LK Kementerian Keuangan Isa Rachmatarwata, tersebut membahas perkembangan dunia asuransi dan diikuti para pimpinan dan perwakilan perusahaan asuransi dan pengurus asosiasi.
BERITA TERKAIT
Hendrisman lebih lanjut menjelaskan, pertumbuhan 30 persen di tahun 2012 akan sangat ditunjang dengan adanya peluang bisnis asuransi. Peluang-peluang tersebut yakni peluang pasar asuransi syariah, micro insurance, kemudian kelas ekonomi menengah yang akan terus berkembang.
"Memang kesadaran masyarakat akan pentingnya asuransi masih lemah, tapi kita melihat jumlah kelas menengah di Indonesia akan membesar. pertumbuhan ini pasar potensial asuransi jiwa," terang Hendrisman.
Ia memberikan catatan, selain pertumbuhan yang tetap tinggi pada 2012 ia meyakini akan ada perkembangan lain yang mempengaruhi industri atau bisnis asuransi. "Pada 2012 regulasi akan lebih ketat, company yang joint venture akan bertambah, peluang dan tantangan industri, penetrasi selama ini masih lemah, micro insurance akan dikembangkan, asuransi jiwa akan grow," urai Hendrisman.
Tak hanya asuransi jiwa yang tumbuh di tahun 2012, asuransi umum juga akan tetap tumbuh seiring dengan tumbuhnya perekonomian Indonesia. Pertumbuhan asuransi umum di tahun 2012 sangat dipengaruhi dengan perkembangan krisis di Eropa.

















