• Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
Minggu, Oktober 18, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
 
Home Ekonomi Pariwisata

7 Puncak Tertinggi Dunia

by Sandy Romualdus
28 Februari 2014 - 00:00
131
VIEWS
7 Puncak Tertinggi Dunia
0
SHARES
131
VIEWS

Para pecinta alam sejati, khususnya para petualang dan pecinta aktivitas mendaki gunung, tentunya tak asing dengan nama Seven Summits. Seven Summits adalah sebutan populer untuk 7 puncak gunung tertinggi di dunia.
Ada dua versi Seven Summits, yaitu versi Dick Bass, pendaki gunung asal AS dan Reinhold Messner, pendaki gunung legendaris asal Austria yang kemudian diperkuat oleh pendaki gunung terkenal asal Kanada, Patrick Morrow.
Versi Bass adalah 7 puncak tertinggi di 7 benua (termasuk Australia), sementara versi Messner adalah 7 puncak tertinggi di 7 lempeng benua. Seiring berjalannya waktu, versi Messner-lah yang diakui di kalangan para pendaki gunung. Tapi tahukah Anda, diantara 7 puncak tertinggi dunia versi Messner, ada nama puncak Carstenz di Papua, Indonesia? berikut ketujuh puncak tersebut:

Carstenz Pyramid (4.884 mdpl)

Terletak di kawasan pegunungan Jayawijaya, Papua, Carstenz yang dikenal penduduk setempat (suku Dani dan Damal) dengan nama Ndugu- Ndugu, merupakan salah satu gunung salju yang berada di belahan katulistiwa selain Kilimanjaro, Afrika. Puncak Carstenz Pyramid ini merupakan
puncak tertinggi di Indonesia, bahkan di Australia dan Oceania. Nama Carstenz diambil dari nama seorang pelaut Belanda, John Carstenz, orang pertama
yang menyaksikan adanya gunung salju di belahan ekuator (1623). Walaupun puncak Carstenz merupakan puncak terendah dari Seven Summits, namun memiliki pemandangan dan bentukan alam yang eksotis serta terbilang sulit untuk mencapainya (karena kondisi alam dan kondisi politik setempat yang tidak stabil, sehingga perizinannya juga terbilang sulit).

  • Baca juga: Camino de Flores: Menyusuri Spiritualitas dan Pemulihan Ekonomi di Tanah Flores

 

BERITA TERKAIT

Tak Serta-merta Otomatis, LPS Siapkan Syarat Kesehatan bagi Peserta Penjaminan Polis

BNI Sabet Peringkat 4 BUMN Layanan Terbaik di Danantara Indonesia CX100 Award 2026

Laba Tembus Rp1 Triliun: Bank BPD Bali Pacu Kredit UMKM Rp14,43 Triliun hingga Kuartal III/2026

Minta Pasar Tak Panik Sikapi Wacana MSCI, Peluang Bursa RI Turun Kelas Sangat Mustahil

Kilimanja ro (5.895 mdpl)

Terletak di kawasan Taman Nasional Kilimanjaro, Tanzania, Afrika, gunung api bertipe strato raksasa yang sudah tidak aktif lagi ini sering disebut sebagai Gunung Yang Bercahaya oleh suku Swahili yang bermukim di sana. Gletser (salju) yang menyelimuti puncak Kilimanjaro (Uhuru Peak) sejak 11.700 tahun yang lalu, kini semakin menipis. Berdasarkan penelitian dari Ohio State University, AS, salju yang menyelimuti puncak in akan habis diantara rentang waktu
2015-2020.

 

Vin son Massif (4.897 mdpl)

Terletak di Antartika, Kutub Selatan, nama Vinson diambil nama seorang anggota US Antartic Exploration, Carl Vinson yang menemukan keberadaan gunung tersebut. Walaupun secara teknis tidak terlalu sulit mendakinya, namun iklim Antartika yang ekstrem membuat pendakian ke puncak ini menjadi suatu hal yang serius. Selain itu, faktor lokasi yang sedikit terisolasi dan tidak ada penerbangan reguler ke sana, membuat perjalanan ke tempat ini membutuhkan biaya yang tidak sedikit.

 

  • Baca juga: Pacu Belanja Turis Asing ke Daerah, Garuda Indonesia Luncurkan Skema Multi-Destinasi

Elbrus (5.642 mdpl)

Terletak di pegunungan Caucaus, Rusia, Elbrus (Minggi-Tatu dalam bahasa lokal/Balkar yang berarti menyerupai seribu gunung) merupakan gunung tertinggi di daratan Eropa. Dalam urutan Seven Summits, Elbrus ditempatkan sebagai level terendah dalam tingkat kesulitannya dibandingkan 6 puncak lainnya karena tersedia kereta gantung dan chairlift yang dapat mengantar pendaki hingga ketinggian 3.750 mdpl.

 

McKinley (6.194 mdpl)

Terletak di Alaska, Amerika Serikat, dalam bahasa Indian Koyukon lebih dikenal dengan nama Denali yang berarti The High One. Kondisi alamnya yang ekstrem membuat gunung ini disebut sebagai sebagai gunung “terdingin” di dunia karena suhunya dapat mencapai -40°C pada malam hari. karena lokasinya di lintang utara bumi, kadar oksigen di puncak Denali lebih rendah ketimbang oksigen yang tersedia di khatulistiwa, sekitar 42 persen bahkan bisa lebih rendah dari angka itu.

 

Aconcagua (6.962 mdpl)

Terletak di pegunungan Andes dekat perbatasan Argentina dan Chili, Amerika Selatan, gunung Aconcagua terkenal dengan “tipuannya” karena banyak pendaki yang menganggap remeh kondisi di sana, namun kemudian mengalami cedera yang fatal, bahkan kematian.Suhu udara yang sangat dingin dan angin yang sangat kencang, menjadi beberapa kendala untuk mencapai gunung ini. Aconcagua adalah gunung kedua tertinggi pada urutan kedua seven
summits (setelah Everest).

  • Baca juga: Mulai 23 Februari, Simak Jadwal Lengkap Kereta Panoramic Tambahan Rute Jawa Tengah

 

Everest (8.848 mdpl)

Terletak di wilayah pegunungan Himalaya, di perbatasan Nepal dan Tibet (China), Everest (orang Nepal menyebutnya Sagarmatha atau Bunda Semesta dan orang Tibet menyebutnya Chomolongma atau Bunda Bumi) merupakan puncak tertinggi di dunia. Saking tingginya gunung ini, kebanyakan dari para pendaki membawa oksigen tambahan untuk menghindari gangguan pernapasan akibat semakin menipisnya kadar oksigen menuju puncak Everest. Dari sekian banyak kisah seru tentang pendakian Everest, adalah kisah tentang Edmund Hillary dan Tenzing Norgay, dua orang yang pertama kali berhasil mencapai puncaknya pada tahun 1953.

 
 
 
 
 
Previous Post

Masa Depan Uang Virtual

Next Post

Intelsmart Headset Jarvis – Asisten Digital Bertengger di Telinga

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

Camino de Flores: Menyusuri Spiritualitas dan Pemulihan Ekonomi di Tanah Flores

Camino de Flores: Menyusuri Spiritualitas dan Pemulihan Ekonomi di Tanah Flores

by Stella Gracia
13 Oktober 2026 - 13:23

Kementerian Pariwisata meluncurkan rute wisata Camino de Flores. Program ini bertujuan meratakan distribusi wisatawan dan memulihkan ekonomi masyarakat Nusa Tenggara...

Garuda – Citilink Indonesia Kuasai Pangsa Pasar Domestik

Pacu Belanja Turis Asing ke Daerah, Garuda Indonesia Luncurkan Skema Multi-Destinasi

by Stella Gracia
5 Oktober 2026 - 13:56

Garuda Indonesia, Kemenpar, dan Mastercard merilis program stopover bebas biaya terbang domestik guna memperluas distribusi turis asing ke daerah prioritas....

Mulai 23 Februari, Simak Jadwal Lengkap Kereta Panoramic Tambahan Rute Jawa Tengah

Mulai 23 Februari, Simak Jadwal Lengkap Kereta Panoramic Tambahan Rute Jawa Tengah

by Stella Gracia
25 Februari 2026 - 12:44

Stabilitas.id — PT Kereta Api Pariwisata (KAI Wisata) resmi menghadirkan perjalanan tambahan Kereta Panoramic untuk relasi Jakarta–Yogyakarta hingga Solo (PP)...

Kemenhut Pastikan Pembangunan Pulau Padar Sesuai EIA dan Prinsip Konservasi

Kemenhut Pastikan Pembangunan Pulau Padar Sesuai EIA dan Prinsip Konservasi

by Stella Gracia
16 September 2025 - 10:43

JAKARTA, Stabilitas.id – Kementerian Kehutanan menegaskan seluruh kegiatan pembangunan sarana dan prasarana wisata alam di kawasan Taman Nasional Komodo (TN Komodo)...

Kolaborasi BRI dan KAI Mudahkan Transaksi Digital di Loko Café dan Resto on Train

Kolaborasi BRI dan KAI Mudahkan Transaksi Digital di Loko Café dan Resto on Train

by Stella Gracia
23 Desember 2024 - 19:23

JAKARTA, Stabilitas.id – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI bersama PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI dan...

Wise Indonesia: Gisella Cindy Berikan Tips Bagi Warga Indonesia Yang Ingin Pindah ke Luar Negeri

Wise Indonesia: Gisella Cindy Berikan Tips Bagi Warga Indonesia Yang Ingin Pindah ke Luar Negeri

by Stella Gracia
18 Desember 2024 - 18:44

JAKARTA, Stabilitas.id – Tingginya gaji, peluang sosial-ekonomi yang lebih baik, serta prestise tinggal di luar negeri terus menarik minat banyak...

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • OJK dan Bappebti Perkuat Sinergi dalam Pengawasan Derivatif Keuangan Berbasis Efek

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • LinkUMKM Tembus 14 Juta User, BRI Dorong Kerajinan Ramah Lingkungan Go International

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menyiapkan Talenta Hijau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Keras Dan Menghantam

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Nakhoda Baru Askrindo: Mahelan Prabantarikso Gantikan M. Fankar Umran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pacu Belanja Turis Asing ke Daerah, Garuda Indonesia Luncurkan Skema Multi-Destinasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

Tak Serta-merta Otomatis, LPS Siapkan Syarat Kesehatan bagi Peserta Penjaminan Polis

BNI Sabet Peringkat 4 BUMN Layanan Terbaik di Danantara Indonesia CX100 Award 2026

Laba Tembus Rp1 Triliun: Bank BPD Bali Pacu Kredit UMKM Rp14,43 Triliun hingga Kuartal III/2026

Minta Pasar Tak Panik Sikapi Wacana MSCI, Peluang Bursa RI Turun Kelas Sangat Mustahil

Bongkar Manipulasi Saham dan Penjatahan Semu: OJK Denda DSSA, BREN, dan CUAN Total Rp2,1 Triliun

Filosofi Bahtera di Atas Laut, Pemprov DKI Resmikan Masjid Apung An-Nur di Pantai Ancol

Ancaman Eksodus Dana Asing: Simak Pemicu Usulan Reklasifikasi Standalone Market oleh MSCI

Tekanan Ganda Pasar Finansial: BI Gelontorkan Intervensi Hadapi Sentimen Risk-Off dan Isu MSCI

Tersengat Wacana MSCI dan Inflasi AS: IHSG Kena Trading Halt di Awal Sesi I

STABILITAS CHANNEL

 
 
Next Post
Ada Bank ‘Main’ Bitcoin

Ada Bank 'Main' Bitcoin

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance