JAKARTA, Stabilitas– Sebagai bagian dari upaya peningkatan DPK, Bank Mandiri meningkatkan kualitas layanan bagi nasabah yang diwujudkan melalui transaksi lewat jaringan online. Selama semester I Tahun 2019, Bank Mandiri mencatat berhasil melayani 2560 transaksi melalui m-banking per menit.
Direktur Bisnis dan Jaringan Bank Mandiri Hery Gunardi dalam Public Expose menyampaikan hal itu disebabkan transaksi kini lebih banyak diakses melalui smartphone milik nasabah dan jaringan online milik nasabah.
“Untuk transaksi online tercatat nilai transaksi mencapai Rp552 triliun atau tumbuh 8,8 persen yoy yang didorong oleh transaksi mobile banking yang mencapai Rp202 triliun,”ujar Hery di Jakarta,, Rabu (17/7/2019).
BERITA TERKAIT
Hery melanjutkan, Mandiri Online kini telah memiliki 2,52 juta aktif user dengan pencapaian nilai transaksi secara signifikan mencapai Rp317,9 triliun atau tumbuh 123 persen year on year (yoy).
“Oleh karena itu rata-rata ebanyak 90 persen transaksi dilakukan melalui layanan online dan tidak di kantor cabang. Untuk efisiensi, kami perbanyak kantor cabang mikro,”paparnya.
Tercatat, hingga saat ini, Bank Mandiri memiliki 4.469 jaringan kantor cabang yang terdiri dari 2.264 kantor cabang utama dan 1.845 kantor cabang mikro. Sedangkan untuk jumlah transaksi permenitnya di kantor cabang tercatat sebanyak 334 transaksi per menit.
“Jauh lebih sedikit dari jumlah transaksi per menit via ATM sebanyak 2.690 transaksi, sementara untuk via mobile banking sebanyak 2.560 transaksi per menit,”pungkas Hery.

















