JAKARTA, Stabilitas.id — PermataBank terus berinvestasi dalam teknologi digital yang membangun skala dan memberikan pertumbuhan bisnis, meningkatkan pengalaman pelanggan, produktivitas, serta efisiensi. Selama tengah tahun pertama 2021 jumlah total transaksi Bank meningkat 200% YoY menjadi 937 juta. Sebagian besar peningkatan berasal dari penyerapan yang signifikan di semua kanal digital hingga 351% YoY menjadi 766 juta.
Direktur Utama PermataBank, Chalit Tayjasanant dalam pernyataan resminya mengatakan, peningkatan transaksi digital ini mencerminkan kemitraan yang kuat dan efektif dengan pihak ketiga serta dengan banyak pemain utama dalam ekosistem Bank dan ekonomi digital pada umumnya.
Pada kuartal II 2021, Bank berhasil membukukan Laba Bersih setelah pajak sebesar Rp639 miliar atau meningkat secara signifikan 74,3% dibandingkan pada periode yang sama tahun lalu sebesar Rp366 miliar.
BERITA TERKAIT
Direktur Utama PermataBank, Chalit Tayjasanant mengungkapkan, posisi likuiditas Bank terjaga kuat yang tercermin pada rasio Loan to Deposit Ratio (LDR) sebesar 75% pada akhir Juni 2021, turun dibandingkan dengan posisi tahun lalu yang sebesar 81%. Hal ini dikontribusikan antara lain oleh peningkatan simpanan nasabah yang tumbuh sebesar 25,0% YoY dengan rasio CASA sebesar 52%, menguat dibandingkan posisi Desember 2020 sebesar 51%.
“Bank akan terus fokus untuk mempercepat laju pertumbuhan kredit yang sehat, didukung oleh pertumbuhan dana pihak ketiga secara sustainable dan efisien. Solusi perbankan digital menjadi kunci sukses Bank dalam mengembangkan skala bisnis, dengan mengedepankan pengalaman bertransaksi nasabah secara sederhana, cepat dan andal,”ujar Chalit.
Rasio permodalan Bank yang sangat kuat dengan rasio CAR dan CET-1 sebesar masingmasing 35,4% dan 26,9%, jauh lebih kuat dari rasio CAR rata-rata industri perbankan di kisaran 24%, menjadi key enabler bagi Bank untuk mempercepat pertumbuhan bisnis baik secara organik maupun inorganik. Bank berkomitmen untuk mendukung Pemerintah Indonesia dalam mendukung pemulihan perekonomian dengan menjalankan fungsi intermediari secara efektif dan efisien.
PermataBank telah menyelesaikan Penawaran Umum Terbatas (PUT) IX pada tanggal 26 Juli 2021, dimana seluruh jumlah saham kelas B yang ditawarkan kepada pemegang saham Bank sejumlah 8.138.620.315 lembar saham telah secara penuh dialokasikan sesuai permintaan pemegang saham dengan harga Rp1.347 per saham.
Pelaksanaan PUT IX ini merupakan kelanjutan dari proses Integrasi antara PermataBank dan Bangkok Bank Indonesia dimana Bank mengkonversi seluruh Dana Setoran Modal yang diterima sebesar Rp10,8 triliun di Desember 2020 menjadi modal yang disetorkan sesuai dengan peraturan OJK Pasar Modal yang berlaku.

















