Pemprov DKI Jakarta meneken 15 kerja sama strategis lintas BUMD dan BUMN guna memacu infrastruktur, energi bersih, dan visi Top 50 Global City 2030.
Stabilitas.id – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta terus memperkuat kolaborasi strategis antara Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), Badan Usaha Milik Negara (BUMN), dan perangkat daerah guna mempercepat transformasi Jakarta menuju kota global yang berdaya saing dan berkelanjutan. Komitmen ini diwujudkan melalui penandatanganan 15 kesepakatan yang meliputi nota kesepahaman, perjanjian kerja sama, serta perjanjian kredit di Balai Agung, Balai Kota DKI Jakarta.
Langkah akselerasi tersebut diarahkan untuk menopang visi Jakarta menembus jajaran Top 50 Global City pada 2030. Transformasi ini menuntut sinergi penguatan infrastruktur dan konektivitas, pengembangan teknologi informasi, pemanfaatan energi terbarukan, hingga peningkatan standar layanan publik.
“Pembangunan Jakarta tidak dapat dilakukan sendiri-sendiri, melainkan membutuhkan sinergi dari seluruh ekosistem kota,” ujar Gubernur DKI Jakarta dalam keterangan resmi.
BERITA TERKAIT
Dalam arsitektur pembangunan daerah, BUMD mengemban peran strategis sebagai Special Mission Vehicle (SMV). Selain menjalankan fungsi bisnis komersial, BUMD bertugas mendukung pelayanan publik dan menggerakkan roda perekonomian daerah melalui program yang konkret, terukur, dan bertata kelola baik.
“Ukuran keberhasilan kita bukan pada seberapa banyak perjanjian yang ditandatangani, melainkan pada seberapa besar manfaat yang dirasakan oleh warga Jakarta dari kerja sama ini,” tegasnya.
Kepala Badan Pembinaan BUMD (BPBUMD) Provinsi DKI Jakarta melaporkan bahwa hingga Triwulan III 2026, tercatat sebanyak 52 kerja sama strategis yang melibatkan 14 BUMD DKI Jakarta. Capaian ini terdiri atas 27 kerja sama BUMD dengan BUMN serta 25 sinergi antar-BUMD yang mencakup sektor transportasi, infrastruktur digital, pengelolaan air bersih dan air limbah, penjaminan, hingga layanan perbankan.
Selain kemitraan bisnis, BUMD turut berkolaborasi dengan Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi (Disnakertransgi) Provinsi DKI Jakarta dalam penyelenggaraan pelatihan kerja masyarakat. Hingga akhir 2026, program ini dirancang mencakup 16 kelas bagi 320 peserta dengan materi bahasa asing, pemasaran digital, pembuatan konten, juru gambar, housekeeping, hospitality, serta kelistrikan.
Adapun 15 kerja sama baru yang ditandatangani kali ini menyasar berbagai sektor krusial. Pada lini transportasi dan infrastruktur konektivitas, Bank Jakarta menjalin kerja sama dengan PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) terkait pembiayaan elektrifikasi armada operator, sekaligus meneken perjanjian kredit dengan PT MRT Jakarta (Perseroda) untuk pembangunan pedestrian deck kawasan Dukuh Atas.
Di sektor pembiayaan perumahan, Bank Jakarta bersama Jamkrida Jakarta menggandeng Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman serta Dinas PPKUKM Provinsi DKI Jakarta guna memperluas akses Fasilitas Pembiayaan Perolehan Rumah (FPPR) bagi pekerja sektor informal.
Pada sektor energi rendah karbon, Perumda Paljaya bersama PT Pertamina (Persero) menjajaki pemanfaatan limbah Fat, Oil, and Grease (FOG) sebagai bahan baku biofuel. Pertamina juga berkolaborasi dengan Transjakarta dalam pengembangan ekosistem hidrogen dan energi bersih untuk transportasi publik.
Penguatan infrastruktur digital turut dipacu PT Jakarta Infrastruktur Propertindo (JIP) melalui kerja sama sarana telekomunikasi dengan PT Infrastruktur Telekomunikasi Indonesia, serta kemitraan pusat data, CCTV, dan media periklanan bersama PT Danareksa (Persero). Sementara untuk pengembangan kawasan, PT Jakarta Industrial Estate Pulogadung (JIEP) dan MRT Jakarta bersinergi menggarap properti dan Transit-Oriented Development (TOD) pada jalur MRT Jakarta East–West, diiringi sinergi pengelolaan air bersih dan limbah antara PAM JAYA, PT JIP, dan PT Jamkrida Jakarta.
Di sektor kesehatan, delapan BUMD berkolaborasi dengan Asosiasi Rumah Sakit Daerah Seluruh Indonesia (ARSADA) yang menaungi 31 rumah sakit daerah guna mendukung rantai pasok pangan, pengelolaan limbah medis, air bersih, pembiayaan, hingga integrasi wisata kesehatan. Adapun di bidang pendidikan, PT Jakarta Tourisindo (Perseroda) menggandeng SMKN 58 Jakarta untuk memfasilitasi pameran karya peserta didik.
“Dari 15 kerja sama tersebut, kami melihat bahwa masa depan Jakarta tidak dibangun secara sektoral, tetapi melalui kemitraan strategis lintas sektor. Sinergi adalah jembatan menuju ekosistem perkotaan yang tangguh, modern, dan mandiri,” pungkas Kepala BPBUMD. ***

















