• Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
Selasa, Oktober 20, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
 
Home Ekonomi

Kemendag Sosialisasi Pemanfaatan IE-CEPA di Makassar

by Stella Gracia
27 September 2019 - 00:00
9
VIEWS
Kemendag Sosialisasi Pemanfaatan IE-CEPA di Makassar
0
SHARES
9
VIEWS

MAKASSAR, Stabilitas – Kementerian Perdagangan melalui Direktorat Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional bermitra dengan Swiss Cham Indonesia melakukan sosialisasi Indonesia-European Free Trade Association Comprehensive Economic Cooperation (IE-CEPA) kepada segenap pemangku kepentingan di Makassar, Sulawesi Selatan. Perjanjian kemitraan ekonomi komprehensif ini berlaku antara Indonesia dengan empat negara yang tergabung dalam European Free Trade Association (EFTA), yaitu Swiss, Liechtenstein, Islandia, dan Norwegia.

“Kita ingin agar manfaat IE-CEPA diketahui kalangan usaha dan khalayak umum sedari dini. Sehingga setelah proses ratifikasi di DPR selesai, diharapkan IE-CEPA dapat mulai berlaku selambat-lambatnya pada awal 2020. Kita harapkan pelaku usaha sudah mulai bersiap memanfaatkan skema preferensial ini, baik dalam perdagangan barang, jasa, ketenagakerjaan, investasi, dan kerja sama ekonomi,”ungkap Direktur Perundingan Bilateral Ni Made Ayu Marthini

  • Baca juga: ULN Indonesia Agustus 2026 Terjaga US$459,3 Miliar, BI Tegaskan Struktur Tetap Sehat

Lebih lanjut, Made menjelaskan bahwa secara umum terdapat tiga alasan untuk membentuk kerja sama ini. Pertama, selain karena negara EFTA memiliki daya beli yang tinggi, mereka termasuk dalam pasar nontradisional Indonesia. Kedua, EFTA dapat menjadi hub yang sangat strategis untuk ekspor tidak langsung Indonesia ke mitra perjanjian kerja sama negara-negara EFTA di seluruh dunia. Saat ini EFTA memiliki 29 perjanjian kerja sama dengan 40 negara, termasuk Uni Eropa. Ketiga, kerja sama EFTA juga diperkuat dengan kerja sama teknis di berbagai bidang untuk meningkatkan daya saing industri dalam negeri, seperti sektor pertanian, perikanan, manufaktur, transportasi. 

BERITA TERKAIT

Bantu Pemulihan Gempa NTT, AAJI Kucurkan Donasi Rp315 Juta dan 60 Polis Asuransi Mikro

Danantara Inisiasi DTIIF 2026, Tarik Modal Global dan Pacu Transformasi 6 Sektor Industri

Sasar Pekerja Muda, Bank BSN Rilis KPR DP 1 Persen dengan Tenor 40 Tahun

Masuk 3 Besar BUMN Layanan Terbaik, BRI Pacu Transformasi BRIVolution Reignite

Sedangkan, kerja sama di bidang pengembangan kapasitas, Indonesia-EFTA sepakat mewujudkan kerja sama yang konkret dalam sektor promosi ekspor, pariwisata, UMKM, Hak Kekayaan Intelektual (HKI), kakao, kelapa sawit, pendidikan vokasional, industri maritim, serta perikanan. Pengembangan kapasitas ini akan dilakukan dengan melibatkan politeknik, vocational training centres, serta pihak swasta. 

Untuk akses pasar perdagangan barang khususnya, manfaat yang didapatkan adalah tarif preferensi untuk sekitar 99 persen produk Indonesia ke EFTA, yaitu kelapa sawit, produk perikanan, emas, alas kaki, kopi, mainan, tekstil, furnitur, peralatan listrik, mesin, sepeda, dan ban. Sementara sektor jasa yang diuntungkan dalam IE-CEPA adalah jasa profesional, telekomunikasi, distribusi, pendidikan, konstruksi, lingkungan, keuangan, pariwisata, rekreasi dan budaya, serta transportasi.

  • Baca juga: Indonesia Peringkat Pertama Modest Fashion Dunia, BI dan Kemendag Pacu Ekspor Wastra Nusantara

Sedangkan, sektor yang berpotensi mendapatkan investasi langsung dari EFTA meliputi sektor keuangan dan perbankan, telekomunikasi, farmasi, kimia, plastik, pertambangan, migas, energi panas abumi, serta manufaktur dan jasa logistik. Dengan demikian, skema kerja sama ini diharapkan dapat meningkatkan daya saing Indonesia dalam berbagai lini.

Kegiatan sosialisasi IE-CEPA di Makassar dibagi dalam dua sesi. Sesi pertama dimulai dengan diskusi panel dengan panelis Direktur Perundingan Bilateral Ni Made Ayu Marthini, Ketua SwissCham Indonesia Luthfi Mardiansyah, dan Head of Swiss Business Hub Indonesia Wolfgang Schanzenbach. Sementara pada sesi kedua, disampaikan berbagai kisah sukses beberapa pelaku usaha yang berbisnis dengan mitra EFTA. Kisah sukses tersebut disampaikan Sekretaris Jenderal Asosiasi Rumput Laut Indonesia Yodya Layla Achyat.

Sebelumnya, Indonesia dan negara-negara EFTA menandatangani IE-CEPA pada 16 Desember 2018 di Jakarta. Perjanjian ini akan meningkatkan akses pasar dan kepastian hukum di bidang perdagangan barang dan jasa bagi Indonesia dan EFTA. Selain itu, perjanjian juga mencakup berbagai ketentuan mengenai investasi, perlindungan kekayaan intelektual, penghapusan hambatan nontarif, termasuk ketentuan sanitasi dan fitosanitasi, kompetisi, fasilitasi perdagangan, perdagangan dan pembanguan berkelanjutan, serta kerja sama ekonomi.

EFTA merupakan negara tujuan ekspor nonmigas Indonesia ke-23 dan negara sumber impor nonmigas ke-25 bagi Indonesia. Total perdagangan Indonesia-EFTA pada 2018 tercatat sebesar USD 1,721 miliar; dengan nilai ekspor Indonesia sebesar USD 732,7 juta dan impor Indonesia sebesar USD 988,9 juta. 

  • Baca juga: Riset Paramadina: 8 Juta UMKM Pangan Belum Tersertifikasi, Wajib Halal Serentak Berisiko Tekan Daya Beli

Acara ini mengawali roadshow IE-CEPA yang dihadiri oleh 150 peserta yang terdiri dari para pelaku usaha, pejabat aparatur daerah dan mahasiswa. Diharapkan kedepannya akan ada pelatihan teknis untuk membantu pelaku usaha untuk masuk ke dalam akses pasar negara-negara EFTA.

“Selepas dari Makassar, sosialisasi IE-CEPA akan dilaksanakan di beberapa kota lainnya di Indonesia. Hal ini bertujuan agar pelaku usaha di berbagai daerah dapat mempersiapkan diri untuk memanfaatkan perjanjian perdagangan ini,” pungkas Made.

 
 
 
 
 
Previous Post

BI dan BNM Perkuat Kerjasama Keuangan dan Sistem Pembayaran

Next Post

Digitalisasi di Sektor Asuransi Perluas Inklusi Keuangan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

Survei BI: Kenaikan Harga Bahan Baku Bakal Dongkrak Inflasi Ritel Per Juni 2026

ULN Indonesia Agustus 2026 Terjaga US$459,3 Miliar, BI Tegaskan Struktur Tetap Sehat

by Stella Gracia
15 Oktober 2026 - 12:51

Bank Indonesia mencatat ULN Indonesia Agustus 2026 tetap sehat sebesar US$459,3 miliar (tumbuh 5,6% yoy) dengan rasio PDB 30,9% didominasi...

Pilar Inklusi dari Binjai Utara: Kisah Shifa Celluler Perluas Akses dan Literasi Keuangan Lansia

Indonesia Peringkat Pertama Modest Fashion Dunia, BI dan Kemendag Pacu Ekspor Wastra Nusantara

by Stella Gracia
15 Oktober 2026 - 12:00

Indonesia peringkat 1 dunia sektor modest fashion SGIE 2025/2026. Deputi Gubernur Senior BI Aida S. Budiman buka IN2MOTIONFEST x JMFW...

Porsi Kredit UMKM BRI Capai 83,86%, Bukti Komitmen BRI pada Pemberdayaan Usaha Mikro

Riset Paramadina: 8 Juta UMKM Pangan Belum Tersertifikasi, Wajib Halal Serentak Berisiko Tekan Daya Beli

by Stella Gracia
15 Oktober 2026 - 08:18

Riset Paramadina memproyeksikan kewajiban sertifikasi halal serentak berisiko membebani 8 juta UMKM pangan dan menekan daya beli rumah tangga. Stabilitas.id...

Camino de Flores: Menyusuri Spiritualitas dan Pemulihan Ekonomi di Tanah Flores

Camino de Flores: Menyusuri Spiritualitas dan Pemulihan Ekonomi di Tanah Flores

by Stella Gracia
13 Oktober 2026 - 13:23

Kementerian Pariwisata meluncurkan rute wisata Camino de Flores. Program ini bertujuan meratakan distribusi wisatawan dan memulihkan ekonomi masyarakat Nusa Tenggara...

IKK September 2026 Bertengger di 118,1: Bank Indonesia Catat Konsumsi Rumah Tangga Meningkat

IKK September 2026 Bertengger di 118,1: Bank Indonesia Catat Konsumsi Rumah Tangga Meningkat

by Stella Gracia
12 Oktober 2026 - 12:21

Survei Konsumen BI September 2026 mencatat IKK tetap optimis di level 118,1 di tengah kenaikan rasio belanja konsumsi masyarakat menjadi...

Kikis Inefisiensi, Kemenkeu Selamatkan Anggaran Rp170 Triliun Tanpa Ganggu Birokrasi

Defisit APBN Tembus Rp319 Triliun per September 2026, Menkeu Pastikan Postur Fiskal Tetap Kredibel

by Stella Gracia
9 Oktober 2026 - 14:13

APBN membukukan defisit Rp319 triliun atau 1,24 persen PDB per September 2026, Menkeu Suahasil Nazara pastikan disiplin fiskal terjaga. Stabilitas.id...

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • OJK dan Bappebti Perkuat Sinergi dalam Pengawasan Derivatif Keuangan Berbasis Efek

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • LinkUMKM Tembus 14 Juta User, BRI Dorong Kerajinan Ramah Lingkungan Go International

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menyiapkan Talenta Hijau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Keras Dan Menghantam

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Nakhoda Baru Askrindo: Mahelan Prabantarikso Gantikan M. Fankar Umran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pacu Belanja Turis Asing ke Daerah, Garuda Indonesia Luncurkan Skema Multi-Destinasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

Bantu Pemulihan Gempa NTT, AAJI Kucurkan Donasi Rp315 Juta dan 60 Polis Asuransi Mikro

Danantara Inisiasi DTIIF 2026, Tarik Modal Global dan Pacu Transformasi 6 Sektor Industri

Sasar Pekerja Muda, Bank BSN Rilis KPR DP 1 Persen dengan Tenor 40 Tahun

Masuk 3 Besar BUMN Layanan Terbaik, BRI Pacu Transformasi BRIVolution Reignite

Pimpin Transformasi Ekosistem UMKM, Hery Gunardi Dinobatkan Best CEO BIFA 2026

Dorong Generasi Muda Cermat Berfinansial, BRI Hadirkan Gerai CERDAS PeKA di FEB Unair

Dukung Pertumbuhan Korporasi, CIMB Niaga Rilis OCTOBIZ di Business Summit 2026

Jaga Rasionalitas Pasar, OJK dan BEI Serap Masukan Pelaku Pasar Modal

Employee Volunteering Day 2026: Ratusan Karyawan CIMB Niaga Turun Tangan Benahi Ruang Publik

STABILITAS CHANNEL

 
 
Next Post

Amanah Realty Hadirkan Kost Vertikal Syariah di Bogor

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance