• Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
Senin, Oktober 19, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
 
Home Laporan Utama

Anatomi Risiko Digital Pada Sektor Publik

by Sandy Romualdus
19 November 2021 - 10:37
287
VIEWS
Anatomi Risiko Digital Pada Sektor Publik
0
SHARES
287
VIEWS

Manajemen risiko digital bertujuan menilai, memantau, dan menanggapi risiko baru yang dihasilkan transformasi digital dan adopsi teknologi disruptif yang berkelanjutan.

Implementasi teknologi yang dilakukan sektor publik ke dalam proses bisnis sehari-hari kerap menghasilkan berbagai hal yang tidak diinginkan. Meskipun risiko digital bukanlah hal baru, sifat risiko tersebut dapat memperbesar skala dan kecepatan risiko organisasi secara keseluruhan. Risiko digital dapat mempengaruhi organisasi dengan manifestasi sesuai dengan perjalanan transformasi digital di organisasi tersebut.

  • Baca juga: Bank BSN Perkuat Ekosistem UMKM Halal, Dorong Pertumbuhan Ekonomi Kerakyatan yang Inklusif

Oleh sebab itu, mengutip dari laman CRMS (Center for Risk Management & Sustainability), berikut adalah elemen organisasi yang rentan terpengaruhi risiko digital yang harus diantisipasi dan dipelajari secara mendalam.

Dalam beberapa tahun ini terjadi perubahan mendasar dalam kehidupan manusia terutama dalam bidang perekonomian. Minyak bumi yang sebelumnya menjadi sumber daya yang diperebutkan dan kerap memicu benturan hingga peperangan

BERITA TERKAIT

No Content Available

Tenaga Kerja

Perusahaan yang berkecimpung di sektor publik kini beralih ke tenaga kerja yang berkarakter mobile dan selalu terhubung dengan sistem perusahaan. Perubahan itu menimbulkan ketergantungan terhadap kontraktor dan pihak ketiga yang bertindak sebagai penyedia layanan sehingga pengelolaan Sumber Daya Manusia (SDM) di organisasi menjadi semakin kompleks. Transformasi tenaga kerja di era digital berisiko memunculkan berbagai masalah, misalnya ancaman orang dalam, manajemen akses, dan serangan digital.

Pihak Ketiga

Transformasi digital juga melibatkan pihak ketiga yang membuat organisasi lebih sulit dikelola. Dalam hal organisasi sektor publik, pihak ketiga belum tentu berperan sebagai vendor. Sektor publik sering berbagai informasi dengan pihak ketiga demi memfasilitasi layanan digital untuk masyarakat. Relasi dengan pihak ketiga yang kompleks membuat organisasi kesulitan mengidentifikasi dan mengelola risiko keamanan, akses, kepatuhan, dan risiko lainnya secara keseluruhan.

Sistem Penyimpanan Data di Internet (Cloud)

Organisasi juga sering kesulitan mendeteksi dan merespon ancaman berbasis cloud. Jika aplikasi dan layanan cloud tersebar di berbagai sistem internal organisasi, maka kemungkinan besar cloud tidak dapat diidentifikasi, dinilai, dan dipantau secara konsisten. Solusinya, semua aplikasi dan layanan cloud harus dikelola secara profesional demi meminimalkan risiko digital berbahaya di kemudian hari.

Kepatuhan (Compliance)

  • Baca juga: Suku Bunga Tinggi dan Rupiah Loyo, OJK Evaluasi Revisi Rencana Bisnis 105 Bank

Salah satu respon untuk menyikapi transformasi digital adalah penerapan peraturan tambahan dan kebijakan pemerintah. Kini, semakin banyak organisasi yang wajib mematuhi persyaratan baru untuk memastikan bahwa transformasi digital diterapkan secara konsisten. Proses audit kini difokuskan pada transformasi besar, contohnya aktivitas yang berkaitan dengan transformasi digital seperti upaya modernisasi Teknologi Informasi (TI) atau pembuatan platform baru untuk berinteraksi dengan pelanggan.

Otomatisasi Proses

Ketika organisasi memasukkan konsep Internet of Things (IoT) ke dalam ranah bisnisnya, biasanya organisasi tersebut akan melakukan otomatisasi proses sebagai wujud inovasi dan efisiensi. Namun, proses adopsi teknologi juga kerap memunculkan risiko seperti kegagalan operasional. Kemunculan risiko tak terduga harus diantisipasi dengan mengubah cara mengidentifikasi, menilai, menangani, dan memantau risiko operasional.

Kemampuan Beradaptasi (Resiliency)

Gangguan operasional bisnis yang disebabkan risiko digital merupakan hal lazim di zaman modern. Kini, organisasi harus berjuang menghadapi berbagai risiko gangguan dan krisis, misalnya dari segi pelanggaran data skala besar, bencana alam, serta kegagalan teknologi. Peningkatan digitalisasi proses operasional membuat organisasi menjadi lebih rentan terhadap risiko digital. Pada saat yang sama, digitalisasi meningkatkan ekspektasi ketersediaan 7 x 24 jam. Gangguan kecil yang berasal dari media sosial dan persyaratan kepatuhan harus diawasi secara serius.

Privasi Data

Transformasi digital membuat organisasi sektor publik mengelola lebih banyak data pribadi. Itulah sebabnya organisasi sektor publik wajib memahami berbagai jenis data dan tingkat perlindungan untuk mengantisipasi risiko gangguan privasi data. Sayangnya, pengumpulan dan penggunaan data di banyak organisasi masih berlangsung lebih cepat daripada kemampuan tata kelolanya.

Keamanan Siber

Ekspansi digital yang dilakukan organisasi turut memperbesar risiko serangan siber, yang dapat menyebabkan proses mendeteksi, memprioritaskan, dan menanggapi ancaman menjadi lebih sulit. Para pelaku serangan siber menargetkan informasi resmi untuk mengeruk keuntungan komersial dan diplomatik. Transformasi digital memperluas konsekuensi insiden dunia maya di berbagai sektor bisnis, termasuk urusan dengan pihak ketiga dan proteksi cloud.

  • Baca juga: Respons Aturan KUR 5% Presiden Prabowo, OJK Minta Himbara Pertebal Pencadangan

Semoga ulasan tentang anatomi risiko digital ini dapat membuat organisasi khususnya di sektor publik menyadari pentingnya pengelolaan risiko digital secara menyeluruh. Dengan begitu, organisasi sektor publik pun mampu melakukan mitigasi risiko yang akurat demi menunjang kelancaran bisnis di masa kini dan masa depan.

***

Tags: Anatomi Risiko DigitalRisiko DigitalSektor Publik
 
 
 
 
 
Previous Post

Saatnya Data Pribadi Dilindungi

Next Post

Pemerintah Waspadai Serangan Siber

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

Bank BSN Perkuat Ekosistem UMKM Halal, Dorong Pertumbuhan Ekonomi Kerakyatan yang Inklusif

Bank BSN Perkuat Ekosistem UMKM Halal, Dorong Pertumbuhan Ekonomi Kerakyatan yang Inklusif

by Sandy Romualdus
21 Juli 2026 - 07:47

Bank BSN mendorong penguatan ekonomi kerakyatan, pengembangan kewirausahaan, serta pertumbuhan ekonomi yang inklusif, berkeadilan, dan berkelanjutan Stabilitas.id - Direktur Network...

Berantas Judi Online, OJK Perintahkan Bank Blokir 33.000 Rekening Penampung

Suku Bunga Tinggi dan Rupiah Loyo, OJK Evaluasi Revisi Rencana Bisnis 105 Bank

by Sandy Romualdus
10 Juli 2026 - 12:52

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tengah mengevaluasi revisi Rencana Bisnis Bank (RBB) 2026 yang diajukan oleh sekitar 105 bank akibat penyesuaian...

Respons Aturan KUR 5% Presiden Prabowo, OJK Minta Himbara Pertebal Pencadangan

by Sandy Romualdus
21 Mei 2026 - 14:50

Stabilitas.id — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyambut positif arahan Presiden RI Prabowo Subianto yang meminta perbankan pelat merah (Himbara) untuk...

Virsem LPPI #107: Bukan Sekadar Religi, Hijrah Finansial Jadi Tren Baru Ekonomi Berkelanjutan

Virsem LPPI #107: Bukan Sekadar Religi, Hijrah Finansial Jadi Tren Baru Ekonomi Berkelanjutan

by Sandy Romualdus
13 April 2026 - 14:54

Stabilitas.id — Industri perbankan syariah nasional terus menunjukkan tren pertumbuhan positif meski masih menghadapi tantangan penetrasi pasar yang belum optimal....

Menaker Terbitkan SE WFH 1 Hari Sepekan, Dorong Ketahanan Energi Nasional

Menaker Terbitkan SE WFH 1 Hari Sepekan, Dorong Ketahanan Energi Nasional

by Stella Gracia
1 April 2026 - 21:53

Stabilitas.id – Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli resmi mengimbau perusahaan swasta, Badan Usaha Milik Negara (BUMN), dan Badan Usaha Milik Daerah...

Bank Neo Commerce

OJK Cabut Izin Mitra Pemasaran Efek Bank Neo Commerce (BBYB), Ini Alasannya

by Sandy Romualdus
27 Maret 2026 - 15:53

Stabilitas.id – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menjatuhkan sanksi administratif berupa pembatalan surat tanda terdaftar kepada PT Bank Neo Commerce Tbk. (BBYB)....

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • OJK dan Bappebti Perkuat Sinergi dalam Pengawasan Derivatif Keuangan Berbasis Efek

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • LinkUMKM Tembus 14 Juta User, BRI Dorong Kerajinan Ramah Lingkungan Go International

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menyiapkan Talenta Hijau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Keras Dan Menghantam

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Nakhoda Baru Askrindo: Mahelan Prabantarikso Gantikan M. Fankar Umran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pacu Belanja Turis Asing ke Daerah, Garuda Indonesia Luncurkan Skema Multi-Destinasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

Tak Serta-merta Otomatis, LPS Siapkan Syarat Kesehatan bagi Peserta Penjaminan Polis

BNI Sabet Peringkat 4 BUMN Layanan Terbaik di Danantara Indonesia CX100 Award 2026

Laba Tembus Rp1 Triliun: Bank BPD Bali Pacu Kredit UMKM Rp14,43 Triliun hingga Kuartal III/2026

Minta Pasar Tak Panik Sikapi Wacana MSCI, Peluang Bursa RI Turun Kelas Sangat Mustahil

Bongkar Manipulasi Saham dan Penjatahan Semu: OJK Denda DSSA, BREN, dan CUAN Total Rp2,1 Triliun

Filosofi Bahtera di Atas Laut, Pemprov DKI Resmikan Masjid Apung An-Nur di Pantai Ancol

Ancaman Eksodus Dana Asing: Simak Pemicu Usulan Reklasifikasi Standalone Market oleh MSCI

Tekanan Ganda Pasar Finansial: BI Gelontorkan Intervensi Hadapi Sentimen Risk-Off dan Isu MSCI

Tersengat Wacana MSCI dan Inflasi AS: IHSG Kena Trading Halt di Awal Sesi I

STABILITAS CHANNEL

 
 
Next Post
Pemerintah Waspadai Serangan Siber

Pemerintah Waspadai Serangan Siber

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance