JAKARTA, Stabilitas – Pada Rabu (25/9), PT Nusantara Almazia Tbk secara resmi telah mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan kode emiten NZIA. Di BEI, perusahaan properti tersebut tercatat sebagai emiten ke-38 yang mencatatkan sahamnya di sepanjang tahun 2019 ini.
Proses pencatatan tersebut merupakan tahap akhir dari program penawaran umum perdana saham (Initial Public Offering/IPO) yang dilakukan perusahaan, di mana sebanyak 461.538.000 sahamnya dilepas ke publik dengan harga penawaran sebesar Rp220 per saham. Saat perdagangan perdana dimulai pada hari ini, saham NZIA seketika melonjak jingga 50 persen menjadi Rp330 per saham.
Direktur Utama PT Nusantara Almazia Tbk, Deddy Indrasetiawan, menyatakan bahwa dana hasil IPO akan digunakan untuk ekspansi perusahaan. Selain itu, pihaknya juga ingin setelah perseroan tercatat di BEI akan menjadi perusahaan properti yang terkemuka.
“Dengan tercatatnya perusahaan ke-38 di BEI ini bisa meningkatkan tujuan kami yang ingin menjadi perusahaan yang terkemuka,” ujar dia di Gedung BEI, usai prosesi pencatatan.
Menurut dia, para investor menyambut baik kehadiran perseroan ini di pasar modal Indonesia. Pasalnya, Investor berebut untuk memiliki saham Nusantara Almazia selama masa penawaran umum (bookbuilding) yang digelar sejak tanggal 17 September 2019 sampai hari ini.
“IPO Nusantara Almazia pun mengalami kelebihan permintaan (oversubscribed) sebanyak 3 kali,” ungkap Deddy.

















