JAKARTA, Stabilitas – Pada hari ini, Rabu (9/10), PT Trinitan Metals and Minerals Tbk secara resmi mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI). Melantai di hari perdana, saham dengan kode emiten PURE itu langsung laris-manis diburu investor. Tak ayal, harga sahamnya yang ditawarkan perdana Rp300 per saham langsung melonjak hingga 50 persen menuju level Rp450 per saham.
Dengan demikian, perdagangan saham PURE pun otomatis dihentikan lantaran menyentuh ambang batas auto reject atas (ARA), di mana ditetapkan untuk saham dengan harga Rp200 sampai Rp5.000 maka pada perdagangan perdananya maksimal diperboleh naik atau turun maksimal 50 persen.
Proses pencatatan saham ini sendiri merupakan akhir dari proses penawaran umum perdana saham (Initial Public Offering/IPO) yang dilakukan perusahaan, dengan melepas 333,33 juta sahamnya ke publik. Jumlah tersebut setara dengan 25 persen dari total modal yang ditempatkan dan disetor penuh perusahaan pasca pelaksanaan IPO.
Pertama kali ditawarkan ke publik, saham PURE juga direspon positif oleh investor, hingga mengalami kelebihan permintaan (oversubscribed) sebanyak 324 kali dari jatah pooling yang disediakan. Hal ini diantaranya tak lepas dari kebijakan perusahaan yang selain melepas saham, bersamaan dengan itu juga menerbitkan waran sebagai pemanis. Waran Seri I tersebut diterbitkan sebanyak-banyaknya 33,33 persen dari total jumlah saham yang ditempatkan dan disetor penuh.
Nantinya setiap pemegang satu saham baru berhak mendapatkan satu Waran Seri I, di mana setiap kepemilikan satu Waran Seri I diperkenankan untuk membeli satu saham baru PURE yang dikeluarkan dalam portepel.
Pada proses IPO kali ini, PT Trinitan Metals and Minerals Tbk telah menunjuk PT Mirae Asset Sekuritas untuk berperan sebagai penjamin pelaksana emisi perusahaan.
Dengan mendapatkan suntikan dana segar hasil IPO, diharapkan dapat mendorong perusahaan untuk berkembang lebih maksimal di masa mendatang.
“Sebesar 76,28 persen dari dana hasil IPO akan kami manfaatkan untuk penguatan belanja modal, berupa pembelian mesin dan peralatan produksi. Sedangkan sisanya sekitar 23,72 persen untuk modal kerja. Terlebih dengan respon positif dari investor ini, tentu menjadi energi lebih bagi kami dalam mengembangkan bisnis ke depan,” ujar Direktur Utama PURE, Richard Tandiono, di sela seremoni pencatatan saham, di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (9/10).

















