• Redaksi
  • Iklan
  • Majalah Digital
  • Kontak Kami
Kamis, Maret 19, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Perbankan
  • Keuangan
  • BUMN
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Eksmud
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Interview
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Sektor Riil
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Perbankan
  • Keuangan
  • BUMN
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Eksmud
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Interview
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Sektor Riil
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
Home Internasional

Lima Tempat Perjalanan Bisnis yang Berubah Pasca Pandemi

BBC Travel menyoroti destinasi yang membuka perbatasan mereka dan mengeksplorasi hal-hal menarik yang dapat dilakukan wisatawan dengan aman dan berkelanjutan.

oleh Stella Gracia
2 Mei 2022 - 12:17
25
Dilihat
Lima Tempat Perjalanan Bisnis yang Berubah Pasca Pandemi
0
Bagikan
25
Dilihat

JAKARTA, Stabilitas.id – Pandemi Covid-19 memiliki dampak yang signifikan di berbagai sektor bisnis, salah satunya bisnis perjalanan. Ini membuat para pebisnis utamanya dengan tujuan destinasi internasional, mengalami kesulitan di masa pandemi ini. Hal ini diperkuat dengan berkembangnya teknologi video call dan video konferensi yang dengan cepat menggantikan kunjungan di tempat dan pertemuan klien secara langsung.

Seiring dengan membaiknya kondisi pandemi ini, perlahan-lahan perjalanan bisnis yang berkaitan dengan perkerjaan, telah bangkit kembali secara massive di tahun 2022. Menurut data dari perusahaan manajemen perjalanan TripAction yang dikutip BBC, pemesanan tiket untuk perjalanan bisnis pada tiga bulan pertama tahun 2022 saja telah melampaui lebih dari setengah pemesanan tiket di tahun 2021.

Pemesanan ini mengalami peningkatan hingga 875% pada periode Maret 2021 hingga Maret 2022. Ditambah lagi, dengan pekerjaan yang bisa dilkukan secara jarak jauh, para business traveller ini biasanya menambah waktu perjalanan mereka hingga beberapa hari. Lebih dari sepertiga business traveller memesan akomodasi lebih lama empat hingga tujuh hari dari waktu yang diberikan.

BERITA TERKAIT

QRIS Resmi Bisa Digunakan di Jepang, Tandai Ekspansi Lintas ASEAN

CIMB Niaga dan Cathay Pacific Hadirkan World Cathay Card: Revolusi Gaya Hidup Traveler Modern

Wise Indonesia: Gisella Cindy Berikan Tips Bagi Warga Indonesia Yang Ingin Pindah ke Luar Negeri

Menparekraf: Makassar Music Conference Dorong Pengembangan Musik Nasional

Saat ini pembatasan pandemi dan kewajiban untuk melakukan karantina telah diangkat di berbagai negara, beberapa tempat bahkan mengalami peningkatan tajam di sektor perjalanan bisnis ini. Dilansir dari BBC.com, terpilih lima negara yang mengalami titik balik yang mengesankan di berbagai wilayah internasional. Hal ini dipilih berdasarkan jumlah pemesanan perjalanan bisnis internasional (yang mencakup penerbangan, hotel, kereta api dan mobil hitam) dalam platform TripAction.

  1. Britania Raya (UK)

Dengan pesanan perjalanan bisnis terbanyak di eropa, berdasarkan dari TripAction, Inggris menjadi tempat favorit para pebisnis melakukan perdagangan internasional. Pertemuan secara langsung menjadi hal yang penting dalam budaya mereka.

“Banyak perusahaan Global yang memiliki Headquarters di London,” ungkap Ioanna Karelia, Founder of Be Yout Maverick online business. “Membahas bisnis secara langsung terkadang diperlukan untuk menumbuhkan rasa kepercayaan dan mempermudah kesepakatan” lanjutnya. Inggris telah mencabut aturan pembatasan perjalanan Covid-19 (termasuk tes saat kedatangan dan pengisian formulir) di pertengahan Maret 2022 dan lonjakkan wisatawan yang melakukan perjalanan bisnis telah terbukti.

“Bisnis Traveller sudah mulai berdatangan dari penjuru dunia,” ungkap Harrison Sharrett, selaku Marketing Manager dari perusahaan penyawaan kantor Prime Office Space. “Kami melihat perubahan permintaan untuk co-working spaces dan pilihan tempat fleksibel lainnya agar kondusif untuk penyewaan jangka pendek,” jelasnya.

Sementara sebagain besar aturan pembatasan telah dicabut, setiap negaranya (Inggris, Skotlandia, Wales dan Irlandia Utara) memiliki aturannya sendiri-sendiri yang harus di periksa oleh wisatawan sebelum melakukan perjalanan

  1. Spanyol

Dengan pesanan perjalanan bisnis terbanyak kedua di benua eropa (setelah UK), Spanyol telah menjadi destinasi para wisatawan yang melakukan perjalanan bisnis, khusunya holiday gathering perusahaan dan meningkat cukup kuat selama pasca-pandemi, terutama di kawasan Catalonia yang memang pusat bisnis dan berkembangnya perekonomian.

“Di masa sebelum pandemi, kami biasanya menerima rata-rata dua hingga tiga acara perusahaan dalam sebulan,” ungkap Richard Calvin, selaku pemilik dari Charming Villas Catalonia. “Sejak Natal, kami sekarang menerima rata-rata delapan hingga sepuluh pesanan dalam sebulan” lanjutnya.

Gaya perjalanan pun juga mengalami perubahan. Sebelumnya, perusahaan meminta tempat yang dekat dengan Barcelona dan menghabiskan waktu di kota, sekarang kebanyakan dari mereka meminta untuk melakukan kegiatan yang lebih countryside-based.

Perusahaan yang melakukan perjalanan bisnis ke spanyol juga memperhatikan lingkungan lebih serius dari sebelumnya. Lebih banyak perusahaan yang meminta mobil listrik atau hibrida dan memilih bisnis lokal daripada perusahaan global.

  1. Mexico

Sebagai negara dengan pesanan perjalanan bisnis di negara Amerika Latin, Mexico mempertahankan beberapa kebijakan perjalanan terbuka selama pandemi, dengan mengijinkan para wisatawan yang melakukan perjalanan melalui udara, baik itu dengan tujuan bisnis maupun liburan terlepas dari status vaksinasinya. Dengan ini, Mexico telah memanfaatkan teknologi digital yang meningkatkan pesanan retret perusahaan, karena karyawan mengambil kesempatan ini untuk berkumpul di luar ruang kantor pusat resmi.

Guadalajara sebagai kota terbesar kedua di Mexico setelah Mexico City, telah membuat investasi besar dalam dunia bisnis selama dua tahun terakhir. Convention Centre terbesar di negara itu, Expo Guadalaraja, menghasilkan lebih dari $23 juta Mexico pesos selama pandemi untuk memfasilitasi praktik higienis, menerapkan prosedur pengujian dan membangun area isolasi.

  1. India

Meskipun bisnis perjalanan mengalami kemunduran selama pandemi, India tetap menjadi pemimpin di pesanan perjalanan bisnis di kawasan Asia-Pasifik menempati urutan kedua setelah Australia. Faktanya, banyak maskapai yang menyediakan perjalanan baru tanpa henti antara kedua negara, yang akan mempermudah para business traveller.

Tanda-tanda kebangkitan bisnis di India ini dikonfirmasi oleh masyarakat lokal. “Jalanan kembali normal sekarang dan memakan banyak waktu untuk pergi dari satu tempat ke tempat lain,” ungkap Seema Roy, Managing Director Area Preferred Hotels dan Resort yang juga penduduk New Delhi.

Roy juga mengatakan bahwa travellers harus mempersiapkan diri untuk perubahan signifikan yang dilakukan hotel agar meningkatkan keamanan dan keselamatan. Seperti, thermal scanning, contactless check-in dan check-out, dan digital menu di restoran.

Para wisatawan saat ini tidak harus melakukan tes PCR saat tiba di India, namun mereka harus mengunggah self-declaration form dan mengenakan masker di sebagian besar tempat dan aturan di berbeda di setiap negara bagian.

  1. Canada

Menempati peringkat ke-9 dalam pesanan perjalanan bisnis tahun ini, Kanada mengalami peningkatan dalam destinasi perjalanan bisnis. Sebagian besar pelaku wisata Kanada adalah masyarakat dalam negeri yang melaksanakan remote-working dengan lebih dari 27% karyawan di Kanada melakukan workcation tahun ini.

Perjalanan internasional juga diharapkan mengalami peningkatan. Kanada mencabut aturan testing pada bulan April bagi para wisatawan yang sudah di vaksin. Diharapkan hal ini dapat meningkatkan minat para pencari kerja dan konferensi luar negeri.

“Kami menyadari bahwa perjalanan bisnis menjadi sektor yang mengalami peningkatan dalam usaha kami,” uangkap Connor Griffiths pemilik penginapan Lifty Life yang juga bertempat tinggal di Vancouver. Griffiths juga mengingatkan bahwa Kanada merupakan negara dengan harga mobile data termahal di dunia. Ia menyarankan para wisatawan untuk mempersiapkan layanan internet yang memiliki internasional plan, agar biayaya menjadi lebih murah.***

Tags: #PariwisataPasca-PandemiPerjalanan BisnisPerjalanan Wisata
 
 
 
 
Sebelumnya

Amazon Laporkan Kerugian dalam Penjualan Online Internasional

Selanjutnya

Kemenkes Tambah 3 Jenis Vaksin Imunisasi Rutin

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

Lampaui Level 2022, Harga BBM di Singapura Cetak Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah

Lampaui Level 2022, Harga BBM di Singapura Cetak Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah

oleh Stella Gracia
17 Maret 2026 - 16:35

Stabilitas.id — Harga bahan bakar minyak (BBM) di Singapura melesat hingga melampaui rekor tertinggi yang pernah tercatat pada 2022. Kenaikan...

Pemerintah Berkomitmen Perluas Implementasi DO dan SP2 Online

China Soroti Klausul ‘Titipan’ AS dalam Perjanjian Dagang Indonesia, Risiko Retaliasi Mengintai

oleh Sandy Romualdus
26 Februari 2026 - 10:31

Stabilitas.id — Hubungan dagang Indonesia berada di titik krusial setelah pemerintah China resmi menyatakan kekhawatirannya terhadap poin-poin dalam Agreement on...

Mulai 23 Februari, Simak Jadwal Lengkap Kereta Panoramic Tambahan Rute Jawa Tengah

Mulai 23 Februari, Simak Jadwal Lengkap Kereta Panoramic Tambahan Rute Jawa Tengah

oleh Stella Gracia
25 Februari 2026 - 12:44

Stabilitas.id — PT Kereta Api Pariwisata (KAI Wisata) resmi menghadirkan perjalanan tambahan Kereta Panoramic untuk relasi Jakarta–Yogyakarta hingga Solo (PP)...

Trump Ancam Tarif Baru ke Kanada dan Korea Selatan, Seoul Terancam Bea Masuk 25%

Trump Ancam Tarif Baru ke Kanada dan Korea Selatan, Seoul Terancam Bea Masuk 25%

oleh Stella Gracia
27 Januari 2026 - 13:56

Stabilitas.id — Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan ancaman penerapan tarif impor baru terhadap Kanada dan Korea Selatan, yang berpotensi...

IMAS: Asia Tetap Menarik di 2026 Meski Risiko Geopolitik Meningkat

IMAS: Asia Tetap Menarik di 2026 Meski Risiko Geopolitik Meningkat

oleh Stella Gracia
20 Januari 2026 - 10:39

Stabilitas.id — Manajer investasi berbasis di Singapura memandang Asia tetap menjadi kawasan dengan peluang investasi kuat pada 2026, meskipun dibayangi...

Konflik AS–Venezuela Memanas, Indonesia Peringatkan Preseden Berbahaya

Konflik AS–Venezuela Memanas, Indonesia Peringatkan Preseden Berbahaya

oleh Sandy Romualdus
5 Januari 2026 - 10:30

Stabilitas.id - Pemerintah Indonesia menyampaikan keprihatinan atas serangan Amerika Serikat (AS) ke Venezuela, serta menilai langkah tersebut berisiko menjadi preseden...

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Tekan Risiko dan Overutilitas, OJK Terbitkan POJK 33 dan POJK 36

    Catut Nama Perusahaan Asing, Satgas PASTI Blokir AMG Pantheon dan Mbastack

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • RUPST Bank Jateng Angkat Bambang Widiyatmoko Jadi Dirut, Adnas Jabat Komut

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Skandal BEBS Terkuak: OJK Geledah Kantor PT MASI Terkait Goreng Saham hingga 7.000 Persen

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Harga BBM Oktober 2025: Pertamina Naikkan Dexlite dan Pertamina Dex, Subsidi Tetap

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Skandal BPR Panca Dana Depok: Modus Kredit Fiktif Rp32 Miliar dan Bobol Deposito

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kompak Naik! Ini Daftar Harga Terbaru BBM Pertamina, Shell, BP, dan Vivo per 2 Maret 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • RUPST BNI Setujui Dividen Rp13 Triliun dan Buyback Saham Rp905 Miliar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

Milenial vs Gen Z: Siapa yang Paling Boros Belanja Baju Sarimbit Lebaran Tahun Ini?

APBN Jadi Perisai, Menkeu Purbaya Sebut Harga BBM Bisa Bertahan Hingga Akhir 2026

Berbagi Kebaikan, Bank Mandiri Berangkatkan Lebih dari 10.000 Pemudik melalui Program Mudik Bersama Gratis

Sambangi Beringharjo, Menkeu Purbaya Bantah Pasar Tradisional Mati Suri: Omzet Tembus Rp2 Triliun

Melayani Sepenuh Hati, Bank Mandiri Salurkan Program Sosial bagi Lebih dari 114.000 Penerima Manfaat

Mudik Gratis Bersama BNI Disambut Antusias, Ribuan Peserta Rasakan Manfaat

Pacu Kredit Properti Syariah, BSN Rangkul APSI

BNI Berangkatkan 7.000 Pemudik dalam Program Mudik Gratis BUMN 2026

Redam Volatilitas Global, Bank Indonesia Tahan BI-Rate di Level 4,75%

STABILITAS CHANNEL

Selanjutnya
Kemenkes Tambah 3 Jenis Vaksin Imunisasi Rutin

Kemenkes Tambah 3 Jenis Vaksin Imunisasi Rutin

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Perbankan
  • Keuangan
  • BUMN
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Eksmud
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Interview
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Sektor Riil
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance