• Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
Minggu, Oktober 25, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
 
Home Ekonomi

Strategi Investasi 3Q25 DBS: Emas Naik Tahta, Saham Asia Jadi Primadona

by Stella Gracia
8 Juli 2025 - 12:22
19
VIEWS
Strategi Investasi 3Q25 DBS: Emas Naik Tahta, Saham Asia Jadi Primadona
0
SHARES
19
VIEWS

JAKARTA, Stabilitas.id – Di tengah ketidakpastian global yang kian tajam, Chief Investment Officer (CIO) DBS membagikan strategi investasi kuartal III-2025 yang menyoroti tiga tema besar: deeskalasi pragmatis ketegangan dagang, perbedaan kinerja saham global, serta tekanan fiskal yang mengguncang pasar obligasi dan mendorong reli harga emas.

DBS memandang lanskap ekonomi global saat ini sedang mengalami peralihan penting — dari dominasi aset-aset keuangan AS menuju diversifikasi global berbasis nilai dan kualitas fundamental.

  • Baca juga: IHSG Naik 22% Sepanjang 2025, OJK Catat Likuiditas dan Investor Menguat

1. Aset Tetap: Obligasi Masih Menarik di Tengah Stagflasi

BERITA TERKAIT

IHSG Naik 22% Sepanjang 2025, OJK Catat Likuiditas dan Investor Menguat

Bank Mandiri Taspen Andalkan Obligasi untuk Perkuat Pendanaan dan Dukung Ekosistem Pensiunan

Dukung Pembiayaan Inklusif dan Berkelanjutan, BRI Terbitkan Social Bond Rp5 Triliun 

BRI Terbitkan Green Bond, Wujud Komitmen Pembiayaan Berkelanjutan

DBS CIO mempertahankan pandangan positif terhadap obligasi, khususnya dengan pendekatan duration barbell di segmen tenor 2–3 tahun dan 7–10 tahun.

Obligasi berperingkat A/BBB dan US Treasury TIPS menjadi pilihan utama untuk menghadapi risiko stagflasi, di mana inflasi tinggi dan pertumbuhan ekonomi melambat secara bersamaan.

“Obligasi tetap menjadi jangkar stabilitas portofolio di tengah tekanan inflasi dan fiskal,” ujar DBS dalam laporan strateginya, dikutip Rabu (9/7).

2. Saham: Teknologi AS Masih Unggul, Asia dan Eropa Menarik

DBS menegaskan keyakinan pada saham sektor teknologi AS, dengan Nvidia sebagai simbol ketahanan dan katalis AI yang terus menarik arus modal.

Namun, untuk alokasi taktis, DBS merekomendasikan overweight pada saham Eropa dan Asia (di luar Jepang) berkat valuasi menarik, dukungan fiskal, dan pertumbuhan laba yang solid.

Asia ex-Japan menawarkan potensi deep value dengan diskon 33% terhadap pasar negara maju dan proyeksi pertumbuhan laba 2025 sebesar 12,4%.

3. Emas dan Aset Alternatif: Safe Haven Baru di Era Ketidakpastian

  • Baca juga: Bank Mandiri Taspen Andalkan Obligasi untuk Perkuat Pendanaan dan Dukung Ekosistem Pensiunan

Ketidakpastian arah kebijakan fiskal AS dan prospek de-dolarisasi global mengangkat emas sebagai primadona investasi kuartal ini, dengan target harga DBS di USD 3.765/ons pada akhir 2025.

Permintaan bank sentral terhadap emas menembus 1.045 ton pada 2024, mencerminkan langkah global menuju diversifikasi cadangan dari aset dolar AS.

Di luar emas, CIO DBS juga menyarankan eksposur ke aset privat penghasil imbal hasil seperti middle market buyouts dan growth private equity, yang dinilai tahan banting terhadap tekanan suku bunga tinggi.

4. Risiko Fiskal dan Devaluasi Dolar: Guncangan dari Washington

Strategi DBS juga mencerminkan kekhawatiran atas lonjakan defisit anggaran AS yang diperkirakan menyentuh US$1,9 triliun tahun ini, serta utang federal yang mencapai 118% dari PDB pada 2035.

Langkah kontroversial dalam 100 hari pertama pemerintahan Trump — mulai dari pemangkasan pajak DOGE hingga perang tarif terhadap China — turut memicu pelemahan dolar sebesar 9,7% year-to-date (YTD), meskipun imbal hasil obligasi AS justru melonjak.

“Pelemahan dolar dan kenaikan imbal hasil mengindikasikan pasar mulai meragukan status dolar sebagai mata uang cadangan global,” tulis DBS.

5. Fokus Tematik: Era Kemandirian Industri dan Re-shoring Global

Sebagai bagian dari strategi jangka panjang, DBS CIO menyoroti sektor humanoid, otomasi industri, serta pertahanan dan ruang angkasa sebagai pemenang dari gelombang re-shoring industri global dan dorongan kemandirian strategis.

DBS menyebut transisi global menuju “New World Order” sebagai peluang jangka panjang yang akan membentuk lanskap investasi selama dekade berikutnya.

  • Baca juga: Dukung Pembiayaan Inklusif dan Berkelanjutan, BRI Terbitkan Social Bond Rp5 Triliun 

Imbauan Taktis DBS CIO untuk 3Q25:

  • Lintas Aset: Preferensi terhadap obligasi tetap kuat, pertimbangkan sektor berkualitas di tengah risiko stagflasi.
  • Saham: Pertahankan posisi di teknologi AS, overweight pada Eropa dan Asia ex-Japan.
  • Obligasi: Strategi duration barbell di A/BBB, hindari high-yield.
  • Emas: Overweight, target USD 3.765/ons.
  • Aset Privat: Eksplorasi aset penghasil imbal hasil di pasar sekunder dan private equity.

***

Tags: #DBSCIO#DolarMelemah#Emas2025#FiskalAS#InvestasiAlternatif#MarketOutlook2025#Obligasi#SahamAsia#StrategiInvestasiStagflasi
 
 
 
 
 
Previous Post

CIMB Niaga Perkuat Layanan Digital & ESG di Jayapura

Next Post

BI dan Bank Sentral BRICS Sepakat Dorong Perdagangan Terbuka dan Inklusif

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

Himpun Dana Lebih dari Rp5 Miliar di FinFest 2026, OJK Apresiasi Bank Jakarta Dorong Inklusi Keuangan

Himpun Dana Lebih dari Rp5 Miliar di FinFest 2026, OJK Apresiasi Bank Jakarta Dorong Inklusi Keuangan

by Sandy Romualdus
25 Oktober 2026 - 08:06

OJK mengapresiasi kesuksesan FinFest 2026 yang menghimpun dana Rp5 miliar, di mana Bank Jakarta menyabet predikat Booth Teredukatif dan Teratraktif....

Jakarta Financial Festival 2026: Bank Jakarta Dinobatkan Jadi PUJK Literasi Keuangan Teraktif

Jakarta Financial Festival 2026: Bank Jakarta Dinobatkan Jadi PUJK Literasi Keuangan Teraktif

by Sandy Romualdus
24 Oktober 2026 - 15:20

Bank Jakarta meraih Anugerah Digitalisasi Pasar Inklusif 4.0 sebagai PUJK Literasi Keuangan Teraktif 1 pada ajang Jakarta Financial Festival 2026...

Kredit Tembus Rp1.605 Triliun, Laba Bersih Bank Mandiri Melesat 20,7 Persen di Kuartal III/2026

Kredit Tembus Rp1.605 Triliun, Laba Bersih Bank Mandiri Melesat 20,7 Persen di Kuartal III/2026

by Stella Gracia
23 Oktober 2026 - 17:05

Bank Mandiri membukukan laba bersih konsolidasi Rp45,5 triliun pada kuartal III 2026, tumbuh 20,7 persen ditopang kredit ekosistem dan transaksi...

Transformasi Digital dan Perang Talenta: Strategi BTN Merebut Takhta Bank Konsumer Terbesar

Transformasi Digital dan Perang Talenta: Strategi BTN Merebut Takhta Bank Konsumer Terbesar

by Sandy Romualdus
23 Oktober 2026 - 16:47

Simak strategi agresif Direksi Bank BTN mengakselerasi transformasi digital, mencetak talenta global, dan memperluas ekosistem bisnis perbankan konsumer. Stabilitas.id -...

BNI (BBNI) Serap USD700 Juta dari Global Bond, Oversubscribe hingga 3,6 Kali

Sikapi Dinamika Bursa, BNI Pacu Aksi Buyback Terukur Berlandaskan Aset Rp1.434 Triliun

by Sandy Romualdus
23 Oktober 2026 - 15:33

BNI melanjutkan aksi buyback saham dan mencermati peluang perpanjangan periode pelaksanaan, ditopang aset Rp1.434,1 triliun dan laba Rp14,33 triliun. Stabilitas.id...

Di Rakornas TPAKD 2026, Presiden Prabowo Janji Siapkan Pembiayaan Rakyat Rp400 Triliun

Di Rakornas TPAKD 2026, Presiden Prabowo Janji Siapkan Pembiayaan Rakyat Rp400 Triliun

by Sandy Romualdus
23 Oktober 2026 - 15:26

Presiden Prabowo Subianto menghadiri Rakornas TPAKD 2026, meresmikan DNKK, dan menyiapkan pembiayaan rakyat Rp400 triliun pada tahun mendatang Stabilitas.id - Presiden...

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • OJK dan Bappebti Perkuat Sinergi dalam Pengawasan Derivatif Keuangan Berbasis Efek

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • LinkUMKM Tembus 14 Juta User, BRI Dorong Kerajinan Ramah Lingkungan Go International

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menyiapkan Talenta Hijau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Keras Dan Menghantam

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pacu Belanja Turis Asing ke Daerah, Garuda Indonesia Luncurkan Skema Multi-Destinasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Nakhoda Baru Askrindo: Mahelan Prabantarikso Gantikan M. Fankar Umran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

Himpun Dana Lebih dari Rp5 Miliar di FinFest 2026, OJK Apresiasi Bank Jakarta Dorong Inklusi Keuangan

Jakarta Financial Festival 2026: Bank Jakarta Dinobatkan Jadi PUJK Literasi Keuangan Teraktif

Kredit Tembus Rp1.605 Triliun, Laba Bersih Bank Mandiri Melesat 20,7 Persen di Kuartal III/2026

Transformasi Digital dan Perang Talenta: Strategi BTN Merebut Takhta Bank Konsumer Terbesar

Sikapi Dinamika Bursa, BNI Pacu Aksi Buyback Terukur Berlandaskan Aset Rp1.434 Triliun

Di Rakornas TPAKD 2026, Presiden Prabowo Janji Siapkan Pembiayaan Rakyat Rp400 Triliun

OJK Tegaskan Sanksi Denda Rp2,1 Triliun Bukan Akhir, Buka Peluang Jerat Pidana Pasar Modal

Redam Volatilitas Pasar, BRI Siapkan Buyback Saham Tahap II Senilai Rp1 Triliun

Perkuat Diplomasi Ekonomi, BRI Dorong Korporasi dan UMKM Lokal Masuk Rantai Pasok Global

STABILITAS CHANNEL

 
 
Next Post
BI dan Bank Sentral BRICS Sepakat Dorong Perdagangan Terbuka dan Inklusif

BI dan Bank Sentral BRICS Sepakat Dorong Perdagangan Terbuka dan Inklusif

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance