• Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
Senin, Oktober 19, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
 
Home Info Otoritas

IHSG Naik 22% Sepanjang 2025, OJK Catat Likuiditas dan Investor Menguat

by Stella Gracia
13 Januari 2026 - 09:42
76
VIEWS
IHSG Naik 22% Sepanjang 2025, OJK Catat Likuiditas dan Investor Menguat
0
SHARES
76
VIEWS

Stabilitas.id — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat kinerja Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon (PMDK) Indonesia sepanjang 2025 tetap solid seiring terjaganya stabilitas perekonomian nasional dan sentimen positif pasar keuangan global.

Berdasarkan Siaran Pers Rapat Dewan Komisioner (RDK) OJK, 9 Januari 2025, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup pada level 8.646,94 per 31 Desember 2025, menguat 1,62% secara bulanan (mtm) dan melonjak 22,13% secara tahunan (yoy).

  • Baca juga: Investor Muda Tembus 55 Persen Tapi Kuasai Aset Minim, Analis Ingatkan Risiko Saham Rp1 dan Short Selling

Sepanjang 2025, IHSG mencatatkan rekor all-time high (ATH) sebanyak 24 kali, dengan level tertinggi mencapai 8.710,70 pada 8 Desember 2025. Pada tanggal yang sama, kapitalisasi pasar saham juga mencetak rekor tertinggi sebesar Rp16.005 triliun.
Sementara itu, Indeks LQ45 dan IDX80 masing-masing tumbuh 2,41% yoy dan 10,07% yoy.

BERITA TERKAIT

Investor Muda Tembus 55 Persen Tapi Kuasai Aset Minim, Analis Ingatkan Risiko Saham Rp1 dan Short Selling

Pemodal Asing Tarik Dana Jelang Akhir Pekan, IHSG Terpuruk ke Zona Merah Sesi Pagi

Berlaku 1 Oktober: OJK Wajibkan Pelaku Pasar Modal hingga Bursa Karbon Lapor Insidental Lewat Satu Sistem

Menanti Sinyal Moneter, IHSG Terkoreksi dan Stabilitas Rupiah Diuji

Likuiditas Saham Menguat, Investor Ritel Kian Dominan

Likuiditas pasar saham domestik terus menguat, tercermin dari Rerata Nilai Transaksi Harian (RNTH) saham bulanan Desember 2025 yang mencapai Rp27,19 triliun, sekaligus menjadi rekor ATH. RNTH bulanan tercatat konsisten berada di atas Rp20 triliun sejak Agustus 2025.

Secara tahunan, RNTH 2025 tercatat Rp18,07 triliun, meningkat signifikan dibandingkan 2024 yang sebesar Rp12,85 triliun. OJK mencatat peningkatan likuiditas ini turut didorong oleh peran aktif investor ritel domestik, dengan proporsi transaksi ritel naik dari 38% pada 2024 menjadi 50% pada 2025.

Dari sisi investor asing, pada Desember 2025 tercatat net buy saham Rp12,24 triliun secara mtm, melanjutkan tren pembelian pada bulan sebelumnya. Namun, secara akumulasi sepanjang 2025, investor asing masih membukukan net sell Rp17,34 triliun.

Obligasi, Reksa Dana, hingga Investor Tumbuh Kuat

Di pasar obligasi, indeks komposit ICBI naik 1,08% mtm pada Desember 2025 dan terapresiasi 12,27% yoy. Yield SBN tercatat turun 4,84 bps secara bulanan dan 80,91 bps secara tahunan.

  • Baca juga: Pemodal Asing Tarik Dana Jelang Akhir Pekan, IHSG Terpuruk ke Zona Merah Sesi Pagi

Investor nonresiden di pasar SBN membukukan net buy Rp6,49 triliun mtm, sementara di pasar obligasi korporasi mencatat net buy Rp0,21 triliun mtm.

Pada industri pengelolaan investasi, Asset Under Management (AUM) mencapai Rp1.033,81 triliun, tumbuh 3,08% mtm dan 23,46% yoy. Sementara Nilai Aktiva Bersih (NAB) Reksa Dana tercatat Rp675,32 triliun, meningkat 4,80% mtm dan 35,26% yoy, didukung net subscription Rp23,91 triliun mtm dan Rp138,69 triliun yoy.

Jumlah investor pasar modal juga terus bertambah. Pada Desember 2025 terdapat 694 ribu investor baru, sehingga secara tahunan jumlah investor meningkat 5,49 juta menjadi 20,36 juta, atau tumbuh 36,95% yoy.

Fundraising Lampaui Target, Derivatif dan Bursa Karbon Bertumbuh

Dari sisi penghimpunan dana, target fundraising pasar modal 2025 sebesar Rp220 triliun berhasil terlampaui. Sepanjang 2025, nilai Penawaran Umum mencapai Rp274,80 triliun, termasuk kontribusi 20 emiten baru dengan total dana Rp16,21 triliun. Adapun pipeline mencatat 29 rencana Penawaran Umum dengan nilai indikatif Rp22,28 triliun.

Pada Securities Crowdfunding (SCF), hingga Desember 2025 tercatat 978 penerbitan Efek dari 585 penerbit dengan total dana dihimpun Rp1,82 triliun, melibatkan 191.981 pemodal.

Di pasar derivatif keuangan, total volume transaksi sepanjang 2025 mencapai 1.013.294 lot dengan frekuensi 4.433.781 transaksi. Sementara di Bursa Karbon, sejak diluncurkan hingga 30 Desember 2025, total volume transaksi mencapai 1,81 juta tCO₂e dengan nilai akumulasi Rp87 miliar.

Penegakan Hukum Tetap Ketat

  • Baca juga: Berlaku 1 Oktober: OJK Wajibkan Pelaku Pasar Modal hingga Bursa Karbon Lapor Insidental Lewat Satu Sistem

Dalam aspek pengawasan, OJK mengenakan sanksi administratif denda Rp52,81 miliar kepada 52 pihak pada Desember 2025. Sepanjang 2025, total denda di bidang pasar modal mencapai Rp80,75 miliar, disertai pencabutan izin perseorangan, peringatan tertulis, serta perintah tertulis.

Selain itu, OJK juga menjatuhkan denda keterlambatan Rp50,38 miliar kepada 638 pelaku usaha jasa keuangan di pasar modal, serta sanksi administratif lainnya. ***

Tags: #ObligasiBursa KarbonDerivatif KeuanganIHSG 2025Investor RitelPasar Modal IndonesiaRDK OJK Januari 2025reksa danaRNTH saham
 
 
 
 
 
Previous Post

Asuransi Kesehatan Diperketat, OJK Atur Premi hingga Skema Cost Sharing

Next Post

OJK: Kredit Perbankan Tumbuh 7,74% per November 2025, Likuiditas dan Risiko Tetap Terjaga

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

Tak Serta-merta Otomatis, LPS Siapkan Syarat Kesehatan bagi Peserta Penjaminan Polis

Tak Serta-merta Otomatis, LPS Siapkan Syarat Kesehatan bagi Peserta Penjaminan Polis

by Sandy Romualdus
17 Oktober 2026 - 00:22

LPS menargetkan aktivasi Program Penjaminan Polis asuransi berlaku mulai Juli 2027 dengan menerapkan skema pendaftaran bertahap dan seleksi kesehatan modal....

Tanggapi Hasil Review MSCI, OJK Sebut Daya Tahan Investor Lokal Mampu Redam Outflow

Minta Pasar Tak Panik Sikapi Wacana MSCI, Peluang Bursa RI Turun Kelas Sangat Mustahil

by Stella Gracia
16 Oktober 2026 - 19:53

Hans Kwee menilai bursa RI mustahil turun kelas ke Standalone Market di tengah pendapatan emiten kuartal II/2026 yang tumbuh 13,31...

Bongkar Manipulasi Saham dan Penjatahan Semu: OJK Denda DSSA, BREN, dan CUAN Total Rp2,1 Triliun

Bongkar Manipulasi Saham dan Penjatahan Semu: OJK Denda DSSA, BREN, dan CUAN Total Rp2,1 Triliun

by Stella Gracia
16 Oktober 2026 - 19:45

OJK menjatuhkan denda rekor total Rp2,1 triliun kepada DSSA, BREN, dan CUAN atas pelanggaran manipulasi pasar dan penjatahan semu penawaran...

Ancaman Eksodus Dana Asing: Simak Pemicu Usulan Reklasifikasi Standalone Market oleh MSCI

Ancaman Eksodus Dana Asing: Simak Pemicu Usulan Reklasifikasi Standalone Market oleh MSCI

by Stella Gracia
16 Oktober 2026 - 11:34

MSCI mengusulkan penurunan status bursa saham Indonesia langsung ke Standalone Market akibat isu transparansi free float dan dugaan transaksi terkoordinasi....

Tekanan Ganda Pasar Finansial: BI Gelontorkan Intervensi Hadapi Sentimen Risk-Off dan Isu MSCI

Tekanan Ganda Pasar Finansial: BI Gelontorkan Intervensi Hadapi Sentimen Risk-Off dan Isu MSCI

by Stella Gracia
16 Oktober 2026 - 10:33

Rupiah terperosok ke level Rp18.000 per dolar AS bersamaan dengan trading halt IHSG, Bank Indonesia gelar intervensi terpadu di pasar...

Tersengat Wacana MSCI dan Inflasi AS: IHSG Kena Trading Halt di Awal Sesi I

Tersengat Wacana MSCI dan Inflasi AS: IHSG Kena Trading Halt di Awal Sesi I

by Stella Gracia
16 Oktober 2026 - 09:19

IHSG dibuka anjlok 8,01 persen ke level 5.393,92 pada Jumat (16/10/2026), memicu penghentian sementara perdagangan BEI akibat sentimen usulan MSCI...

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • OJK dan Bappebti Perkuat Sinergi dalam Pengawasan Derivatif Keuangan Berbasis Efek

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • LinkUMKM Tembus 14 Juta User, BRI Dorong Kerajinan Ramah Lingkungan Go International

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menyiapkan Talenta Hijau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Keras Dan Menghantam

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Nakhoda Baru Askrindo: Mahelan Prabantarikso Gantikan M. Fankar Umran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pacu Belanja Turis Asing ke Daerah, Garuda Indonesia Luncurkan Skema Multi-Destinasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

Tak Serta-merta Otomatis, LPS Siapkan Syarat Kesehatan bagi Peserta Penjaminan Polis

BNI Sabet Peringkat 4 BUMN Layanan Terbaik di Danantara Indonesia CX100 Award 2026

Laba Tembus Rp1 Triliun: Bank BPD Bali Pacu Kredit UMKM Rp14,43 Triliun hingga Kuartal III/2026

Minta Pasar Tak Panik Sikapi Wacana MSCI, Peluang Bursa RI Turun Kelas Sangat Mustahil

Bongkar Manipulasi Saham dan Penjatahan Semu: OJK Denda DSSA, BREN, dan CUAN Total Rp2,1 Triliun

Filosofi Bahtera di Atas Laut, Pemprov DKI Resmikan Masjid Apung An-Nur di Pantai Ancol

Ancaman Eksodus Dana Asing: Simak Pemicu Usulan Reklasifikasi Standalone Market oleh MSCI

Tekanan Ganda Pasar Finansial: BI Gelontorkan Intervensi Hadapi Sentimen Risk-Off dan Isu MSCI

Tersengat Wacana MSCI dan Inflasi AS: IHSG Kena Trading Halt di Awal Sesi I

STABILITAS CHANNEL

 
 
Next Post
IHSG Naik 22% Sepanjang 2025, OJK Catat Likuiditas dan Investor Menguat

OJK: Kredit Perbankan Tumbuh 7,74% per November 2025, Likuiditas dan Risiko Tetap Terjaga

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance