• Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
Jumat, Oktober 23, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
 
Home Ekonomi

Purbaya LPS: Dari Depresi AS ke Pandemi, Soemitronomics Jadi Tameng Ekonomi RI

by Sandy Romualdus
20 Agustus 2025 - 18:42
40
VIEWS
Purbaya LPS: Dari Depresi AS ke Pandemi, Soemitronomics Jadi Tameng Ekonomi RI
0
SHARES
40
VIEWS

MEDAN, Stabilitas.id – Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan Indonesia terbukti mampu bertahan dari berbagai guncangan ekonomi global berkat jurus kearifan lokal atau local wisdom yang telah diperkenalkan oleh ekonom nasional Prof. Soemitro Djojohadikusumo sejak 1943.

Dalam ajarannya yang kemudian dikenal sebagai Soemitronomics, Soemitro menekankan trilogi pembangunan dengan tiga pilar utama: pertumbuhan ekonomi yang tinggi, pemerataan hasil pembangunan, serta stabilitas nasional yang dinamis. Salah satu poin pentingnya adalah stabilitas perbankan, yang ia rumuskan setelah mempelajari dampak The Great Depression di Amerika Serikat terhadap ekonomi Indonesia.

  • Baca juga: Dirut Bank BSN, Alex Sofjan Noor: Masa Depan Keuangan Syariah Butuh Peran Serta Generasi Muda

“Local wisdom ala Soemitro terbukti ampuh meredam krisis. Indonesia bisa melewati krisis global 2008 maupun pandemi Covid-19 dengan relatif cepat karena bertumpu pada domestic demand,” ujar Purbaya dalam LPS Financial Festival 2025 di Medan, Rabu (20/8).

BERITA TERKAIT

Dirut Bank BSN, Alex Sofjan Noor: Masa Depan Keuangan Syariah Butuh Peran Serta Generasi Muda

Dorong Generasi Muda Cermat Berfinansial, BRI Hadirkan Gerai CERDAS PeKA di FEB Unair

Pilar Inklusi dari Binjai Utara: Kisah Shifa Celluler Perluas Akses dan Literasi Keuangan Lansia

Tembus 4 Juta Pengunjung Online: BCA Wealth Summit 2026 Perkokoh Literasi Finansial dan Rencana Warisan

Ia mencontohkan, saat krisis keuangan global 2008 akibat subprime mortgage di Amerika Serikat, pemerintah mengambil langkah cepat dengan memastikan ketersediaan likuiditas. Uang beredar yang tumbuh menjaga aktivitas ekonomi tetap berjalan, sehingga ekonomi nasional mampu kembali tumbuh positif 4,9% pada 2009.

Situasi serupa terjadi pada pandemi Covid-19. Meskipun aktivitas ekonomi sempat terhenti, pemerintah cepat menyesuaikan kebijakan dengan pelonggaran fiskal dan moneter terbatas. Respon cepat tersebut membuat Indonesia keluar dari resesi dan segera kembali tumbuh. “Pada 2020 juga kita pakai ilmu yang sejenis, karena sudah pintar yaitu menjaga domestic demand,” kata Purbaya.

  • Baca juga: Dorong Generasi Muda Cermat Berfinansial, BRI Hadirkan Gerai CERDAS PeKA di FEB Unair

Namun, kondisi berbalik saat krisis moneter 1997–1998. Kala itu, menurut Purbaya, kebijakan ekonomi tidak konsisten. Suku bunga melonjak hingga 60% sementara pertumbuhan uang beredar menembus lebih dari 100%. “Dengan bunga tinggi, pelaku usaha tidak berani meminjam, sementara uang beredar yang melimpah justru dipakai menyerang rupiah. Kebijakan yang membingungkan memberi bahan bakar menyerang rupiah kita,” jelasnya.

Purbaya menekankan, dari tiga krisis besar yang dihadapi Indonesia, dua di antaranya berhasil dilewati dengan baik karena menggunakan pendekatan local wisdom. Sementara krisis 1998 meninggalkan luka dalam karena lebih banyak menggunakan resep luar. “Jadi kita sudah punya modal yang besar, tinggal di-manage dengan baik. Fokus pada diri sendiri dengan memanfaatkan domestic demand,” ujarnya.

Optimisme itu juga ia kaitkan dengan target pertumbuhan ekonomi 2026 yang dipatok pemerintah di level 5,4%. Menurut Purbaya, target tersebut realistis, terutama jika potensi daerah dioptimalkan. “Ekonomi dari pasar, sawah, dan UMKM merupakan penopang ekonomi nasional,” tegasnya.

  • Baca juga: Pilar Inklusi dari Binjai Utara: Kisah Shifa Celluler Perluas Akses dan Literasi Keuangan Lansia

Secara khusus, ia menilai Sumatera Utara memiliki peran strategis karena didukung sektor perkebunan dan pariwisata. Kedua sektor ini padat karya sehingga mampu menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar. “Ekonomi Sumut relatif lebih kuat dalam menopang perekonomian nasional,” tambah Purbaya.

Lebih jauh, ia menjelaskan bahwa penyelenggaraan LPS Financial Festival di Medan pada 20–21 Agustus 2025 bertujuan meningkatkan literasi keuangan masyarakat. Festival ini dikemas dengan memadukan edukasi dan hiburan agar lebih mudah dipahami. “Kami ingin literasi keuangan dipelajari dengan cara ringan, menyenangkan, dan dekat dengan keseharian masyarakat. Selain itu, festival ini juga menjadi cara kami memperluas jangkauan komunikasi LPS, agar masyarakat semakin mengenal peran LPS dalam menjaga simpanan dan stabilitas sistem keuangan,” katanya di hadapan ribuan pelajar dan mahasiswa. ***

Tags: #Ekonomi Indonesia#Lembaga Penjamin Simpanandomestic demandkearifan lokal ekonomikrisis 2008Krisis Ekonomi Globalkrisis moneter 1998literasi keuanganLPS Financial Festival 2025pandemi covid-19Purbaya Yudhi SadewaSoemitro DjojohadikusumoSoemitronomicsstabilitas perbankantrilogi pembangunan
 
 
 
 
 
Previous Post

Digitalisasi Ubah Peran Agen, AAJI TAA 2025 Tekankan Kompetensi dan Integritas

Next Post

BI Turunkan BI-Rate Jadi 5,00%, Fokus Jaga Stabilitas dan Pacu Pertumbuhan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

Di Rakornas TPAKD 2026, Presiden Prabowo Janji Siapkan Pembiayaan Rakyat Rp400 Triliun

Di Rakornas TPAKD 2026, Presiden Prabowo Janji Siapkan Pembiayaan Rakyat Rp400 Triliun

by Sandy Romualdus
23 Oktober 2026 - 15:26

Presiden Prabowo Subianto menghadiri Rakornas TPAKD 2026, meresmikan DNKK, dan menyiapkan pembiayaan rakyat Rp400 triliun pada tahun mendatang Stabilitas.id - Presiden...

Kuasai 20 Persen Pangsa Pasar Perth, TransNusa Kini Terbangi Rute Melbourne–Bali

Kuasai 20 Persen Pangsa Pasar Perth, TransNusa Kini Terbangi Rute Melbourne–Bali

by Sandy Romualdus
23 Oktober 2026 - 14:46

TransNusa resmi meluncurkan rute langsung Melbourne–Bali empat kali sepekan, membuka konektivitas jaringan Beyond Bali ke 11 destinasi dan hub Asia....

Dominasi Mesin Pencari Tergerus, Pengguna GenAI Global Melonjak 57,2 Persen

Manufaktur Tetap Ekspansif, PMI-BI Kuartal III/2026 Naik ke Level 52,28 Persen

by Stella Gracia
22 Oktober 2026 - 09:15

Bank Indonesia mencatat PMI-BI kuartal III 2026 naik ke level 52,28 persen dan diproyeksikan menguat ke 52,37 persen pada kuartal...

Dominasi Mesin Pencari Tergerus, Pengguna GenAI Global Melonjak 57,2 Persen

Sambut Libur Akhir Tahun, BI Proyeksikan SBT Kegiatan Usaha Kuartal IV/2026 Tumbuh 10,77 Persen

by Stella Gracia
22 Oktober 2026 - 09:10

Hasil SKDU Bank Indonesia menunjukkan kegiatan dunia usaha kuartal III 2026 terjaga dengan SBT 11,46 persen dan kapasitas produksi 73,75...

Dominasi Mesin Pencari Tergerus, Pengguna GenAI Global Melonjak 57,2 Persen

Jaring Talenta Vokasi Global, Kemnaker Gelar InaSkills 2026 Berstandar Internasional

by Stella Gracia
22 Oktober 2026 - 09:09

Kemnaker menggelar InaSkills 2026 pada 26–31 Oktober untuk menjaring talenta vokasi berstandar internasional menuju WorldSkills. Stabilitas.id - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) akan...

Soroti AI hingga Green Transformation, Pameran INCHEM TOKYO 2027 Gandeng Industri Global

Soroti AI hingga Green Transformation, Pameran INCHEM TOKYO 2027 Gandeng Industri Global

by Stella Gracia
22 Oktober 2026 - 09:08

Pameran kimia terbesar di Jepang INCHEM TOKYO 2027 resmi membuka pendaftaran eksibitor global guna memperluas adopsi AI, GX, dan kemitraan...

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • OJK dan Bappebti Perkuat Sinergi dalam Pengawasan Derivatif Keuangan Berbasis Efek

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • LinkUMKM Tembus 14 Juta User, BRI Dorong Kerajinan Ramah Lingkungan Go International

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menyiapkan Talenta Hijau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Keras Dan Menghantam

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pacu Belanja Turis Asing ke Daerah, Garuda Indonesia Luncurkan Skema Multi-Destinasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Nakhoda Baru Askrindo: Mahelan Prabantarikso Gantikan M. Fankar Umran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

Kredit Tembus Rp1.605 Triliun, Laba Bersih Bank Mandiri Melesat 20,7 Persen di Kuartal III/2026

Transformasi Digital dan Perang Talenta: Strategi BTN Merebut Takhta Bank Konsumer Terbesar

Sikapi Dinamika Bursa, BNI Pacu Aksi Buyback Terukur Berlandaskan Aset Rp1.434 Triliun

Di Rakornas TPAKD 2026, Presiden Prabowo Janji Siapkan Pembiayaan Rakyat Rp400 Triliun

OJK Tegaskan Sanksi Denda Rp2,1 Triliun Bukan Akhir, Buka Peluang Jerat Pidana Pasar Modal

Redam Volatilitas Pasar, BRI Siapkan Buyback Saham Tahap II Senilai Rp1 Triliun

Perkuat Diplomasi Ekonomi, BRI Dorong Korporasi dan UMKM Lokal Masuk Rantai Pasok Global

Buka Akses Permodalan UMKM Perempuan, Kredivo Catat Lonjakan Pengguna hingga 10 Kali Lipat

Kick-Off HUT ke-131, BRI Pacu Transformasi BRIvolution Reignite dan Gerakan Ramah Lingkungan

STABILITAS CHANNEL

 
 
Next Post
BI Turunkan BI-Rate Jadi 5,00%, Fokus Jaga Stabilitas dan Pacu Pertumbuhan

BI Turunkan BI-Rate Jadi 5,00%, Fokus Jaga Stabilitas dan Pacu Pertumbuhan

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance