JAKARTA, Stabilitas.id — PT Wijaya Karya Beton Tbk (WTON) mencatatkan nilai kontrak baru sebesar Rp2,53 triliun hingga akhir Agustus 2025. Capaian ini menunjukkan momentum positif bagi emiten anak usaha PT Wijaya Karya (Persero) Tbk tersebut, di tengah dinamika sektor konstruksi nasional.
Corporate Secretary Wika Beton, Yushadi, menyampaikan bahwa sektor infrastruktur masih menjadi kontributor utama dengan porsi 51,76% dari total kontrak baru. Sektor industri menyusul dengan kontribusi 22,97%, kemudian kelistrikan 13,45%, properti 9,29%, serta sektor tambang dan energi sebesar 2,53%.
“Kontrak-kontrak ini memperkuat posisi Wika Beton sebagai penyedia solusi beton yang andal untuk berbagai kebutuhan pembangunan,” ujar Yushadi dalam paparan publik di Bursa Efek Indonesia, Selasa (9/9/2025).
Beberapa proyek strategis yang berhasil digarap antara lain pengiriman produk untuk pembangunan Ciputra World Mall Makassar dan Jembatan Akses Utama IKK Karawang. Berdasarkan kategori pelanggan, mayoritas kontrak baru berasal dari sektor swasta dengan porsi 68,47%, sementara BUMN menyumbang 21,77%, WIKA dan afiliasi 6,25%, serta KSO/JO sebesar 3,51%.
Sepuluh pelanggan utama yang menopang kontrak baru WTON antara lain PT PLN (Persero) dengan kontribusi 11,80%, PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk 6,27%, PT Hutama Karya Infrastruktur 6,24%, PT Duta Graha Karya 5,49%, dan PT Bangun Cipta Kontraktor 1,24%.
Selain kontrak baru, Wika Beton juga membukukan pendapatan sebesar Rp1,57 triliun hingga kuartal II 2025. Kontribusi terbesar berasal dari segmen beton pracetak, yang menjadi tulang punggung bisnis perusahaan. Dengan pengalaman lebih dari empat dekade dan jaringan pabrik di berbagai daerah, Wika Beton menegaskan komitmennya untuk melanjutkan transformasi berkelanjutan melalui inovasi produk dan layanan one stop solution di industri beton. ***

















