• Redaksi
  • Iklan
  • Majalah Digital
  • Kontak Kami
Selasa, Maret 24, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Perbankan
  • Keuangan
  • BUMN
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Eksmud
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Interview
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Sektor Riil
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Perbankan
  • Keuangan
  • BUMN
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Eksmud
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Interview
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Sektor Riil
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
Home Ekonomi

Jaga Stabilitas 2026, Kemenkeu dan BI Sepakati Skema ‘Bilateral Debt Switch’ Rp173,4 Triliun

oleh Stella Gracia
23 Februari 2026 - 10:27
39
Dilihat
Jaga Stabilitas 2026, Kemenkeu dan BI Sepakati Skema ‘Bilateral Debt Switch’ Rp173,4 Triliun
0
Bagikan
39
Dilihat

Stabilitas.id — Kementerian Keuangan dan Bank Indonesia (BI) resmi memperkuat sinergi kebijakan fiskal dan moneter tahun 2026 untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan mendukung pertumbuhan nasional. Dalam rapat koordinasi terbaru, kedua otoritas menyepakati mekanisme pertukaran SBN secara bilateral (bilateral debt switch) senilai Rp173,4 triliun.

Langkah ini merupakan implementasi amanat UU Keuangan Negara dan UU Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK). Koordinasi ini bertujuan agar penerbitan Surat Berharga Negara (SBN) oleh pemerintah tetap selaras dengan arah kebijakan moneter bank sentral.

“Sinergi ini penting untuk menjaga stabilitas fiskal dan moneter, khususnya nilai tukar Rupiah dan harga, guna mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,” tulis Kemenkeu dan BI dalam siaran pers bersama, Jumat (20/2/2026).

BERITA TERKAIT

Respons Dinamika Global, BI Sesuaikan Batasan Transaksi DNDF dan Swap Jadi US$10 Juta

Antisipasi Gejolak Timur Tengah, BI Kawal Rupiah 24 Jam Selama Libur Lebaran

Redam Volatilitas Global, Bank Indonesia Tahan BI-Rate di Level 4,75%

Transaksi SBSN BCA Tembus Rp20 Triliun, Jumlah Investor Naik 19%

Defisit APBN dan Strategi Pembiayaan

Pemerintah berkomitmen mengelola fiskal secara pruden dengan mengarahkan defisit APBN 2026 di level 2,68% dari Produk Domestik Bruto (PDB). Untuk menutup defisit tersebut, pemerintah akan mengandalkan pembiayaan utang melalui penerbitan SBN di pasar domestik dan global, serta penarikan pinjaman.

Di sisi lain, Bank Indonesia akan mengarahkan kebijakan moneter secara konsisten untuk menjaga inflasi dalam sasaran 2,5±1%. BI juga akan tetap aktif di pasar sekunder melalui strategi operasi moneter pro-market untuk menjaga kecukupan likuiditas perbankan.

Mekanisme ‘Debt Switch’ Rp173,4 Triliun

Salah satu poin krusial dalam kesepakatan tahun 2026 adalah pelaksanaan debt switch SBN. Mekanisme ini direncanakan sesuai dengan jumlah SBN milik Bank Indonesia yang jatuh tempo tahun ini sebesar Rp173,4 triliun.

Pertukaran ini akan dilakukan secara bertahap menggunakan harga pasar yang berlaku dan bersifat dapat diperdagangkan (tradeable). Mekanisme ini sebelumnya telah sukses dilakukan pada 2021, 2022, dan 2025 sebagai alat manajemen portofolio yang akuntabel.

“Pembelian SBN oleh Bank Indonesia di pasar sekunder dilakukan secara terukur sesuai prinsip kebijakan moneter yang berhati-hati (prudent monetary policy),” tegas kedua otoritas.

Dengan koordinasi yang erat ini, pemerintah dan BI optimistis dapat menjaga disiplin pasar (market discipline) sekaligus memberikan kepastian bagi investor terkait keberlanjutan struktur utang pemerintah yang sehat dan aman.***

Tags: Bank IndonesiaDebt SwitchDefisit APBN 2026InflasiKebijakan Fiskalkebijakan moneterkementerian keuanganKeuangan NegararupiahSBN
 
 
 
 
Sebelumnya

Turnaround! Industri Asuransi Umum Balikkan Rugi Jadi Laba Rp15,82 Triliun

Selanjutnya

BI Catat Uang Beredar Capai Rp10.117 Triliun, Sinyal Ekonomi Awal 2026 Makin Ekspansif

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

Filosofi “Satu Atap” di Balik Melegitnya Bandeng Juwana Elrina

Filosofi “Satu Atap” di Balik Melegitnya Bandeng Juwana Elrina

oleh Stella Gracia
23 Maret 2026 - 23:21

Stabilitas.id – Riuh rendah suara klakson dan deretan kendaraan berpelat luar kota menjadi pemandangan lazim di sepanjang Jalan Pandanaran, Semarang,...

Menkeu: Inflasi Kita Masih Relatif Moderat

Harga BBM RI Bertahan di Tengah Gejolak Timur Tengah, Singapura dan Filipina Mulai Kerek Harga

oleh Stella Gracia
23 Maret 2026 - 23:12

Stabilitas.id – Pemerintah Indonesia memastikan harga bahan bakar minyak (BBM) di seluruh SPBU (Pertamina, Shell, bp, dan Vivo) tetap stabil...

Bank Indonesia Tetapkan Jadwal Rapat Dewan Gubernur Bulanan 2026, Fokus Transparansi Kebijakan

Respons Dinamika Global, BI Sesuaikan Batasan Transaksi DNDF dan Swap Jadi US$10 Juta

oleh Stella Gracia
22 Maret 2026 - 20:46

Stabilitas.id – Bank Indonesia (BI) resmi mengumumkan penyesuaian batasan (threshold) transaksi valuta asing (valas) terhadap rupiah yang akan mulai diberlakukan...

Purbaya: Kebijakan Pro-Growth Berhasil Balikkan Arah Ekonomi, Fondasi 2026 Lebih Kuat

Jaga Daya Beli, Menkeu Purbaya Siap Pangkas Anggaran K/L Hingga 10 Persen

oleh Stella Gracia
21 Maret 2026 - 16:52

Stabilitas.id– Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan komitmen pemerintah untuk menjaga stabilitas harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi guna membentengi...

Indikator Ekonomi Membaik, Pemerintah Optimistis Capai Indonesia Emas

Respons Keluhan Publik, Pemerintah Kaji Kebijakan Proteksi Marketplace Domestik

oleh Stella Gracia
21 Maret 2026 - 16:33

Stabilitas.id – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan pemerintah tengah menggodok langkah strategis untuk menyeimbangkan peta persaingan di industri e-commerce...

Tekan Konsumsi BBM, Pemerintah Kaji Kebijakan WFH Satu Hari Seminggu Usai Lebaran

Tekan Konsumsi BBM, Pemerintah Kaji Kebijakan WFH Satu Hari Seminggu Usai Lebaran

oleh Stella Gracia
20 Maret 2026 - 22:50

Stabilitas.id— Pemerintah tengah mengkaji kebijakan fleksibilitas kerja melalui skema Work From Home (WFH) satu hari dalam sepekan bagi Aparatur Sipil...

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Tekan Risiko dan Overutilitas, OJK Terbitkan POJK 33 dan POJK 36

    Catut Nama Perusahaan Asing, Satgas PASTI Blokir AMG Pantheon dan Mbastack

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • RUPST Bank Jateng Angkat Bambang Widiyatmoko Jadi Dirut, Adnas Jabat Komut

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Skandal BEBS Terkuak: OJK Geledah Kantor PT MASI Terkait Goreng Saham hingga 7.000 Persen

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Skandal BPR Panca Dana Depok: Modus Kredit Fiktif Rp32 Miliar dan Bobol Deposito

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kompak Naik! Ini Daftar Harga Terbaru BBM Pertamina, Shell, BP, dan Vivo per 2 Maret 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • RUPST BNI Setujui Dividen Rp13 Triliun dan Buyback Saham Rp905 Miliar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pakar Investasi MUFG Nobuya Kawasaki Calon Nakhoda Baru Bank Danamon

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

Drama Selat Hormuz: Trump Klaim Negosiasi, Harga Minyak Dunia Langsung Anjlok 11 Persen

Krisis Minyak Terburuk Sejak 1970-an: Iran Siap Tutup Jalur Pasokan Jika AS Serang Fasilitas Listrik

Kisah BeeFam’s Menembus Pasar Digital Bersama LinkUMKM

Filosofi “Satu Atap” di Balik Melegitnya Bandeng Juwana Elrina

Dukung Perjalanan Finansial PMI, Bisnis Remitansi BRI Tumbuh 27,7% Jelang Lebaran 2026

Harga BBM RI Bertahan di Tengah Gejolak Timur Tengah, Singapura dan Filipina Mulai Kerek Harga

Kisah Agen BRILink Sumbawa: Dari Solusi Transaksi Warga hingga Buka Lapangan Kerja Baru

Efek Domino Krisis Teluk: Inflasi Impor Mengintai Jepang, Suku Bunga BOJ Jadi Sorotan

Ekspansi Kredit Digital: Pengguna Paylater BCA Tembus 189 Ribu Nasabah

STABILITAS CHANNEL

Selanjutnya
BI Catat Uang Beredar Capai Rp10.117 Triliun, Sinyal Ekonomi Awal 2026 Makin Ekspansif

BI Catat Uang Beredar Capai Rp10.117 Triliun, Sinyal Ekonomi Awal 2026 Makin Ekspansif

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Perbankan
  • Keuangan
  • BUMN
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Eksmud
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Interview
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Sektor Riil
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance