Stabilitas.id – PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) mempertegas posisinya sebagai pemain utama dalam pasar obligasi negara dengan menyabet penghargaan sebagai Mitra Distribusi Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) Ritel Terbaik tahun 2025 dari Kementerian Keuangan RI.
Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kemenkeu, Suminto, kepada Senior Vice President Wealth Management BCA, Dessy Nathalia, di Gedung Frans Seda, Jakarta, beberapa waktu lalu.
Pencapaian ini didorong oleh performa solid perseroan sepanjang tahun 2025. Tercatat, jumlah investor yang bertransaksi melalui ekosistem BCA tumbuh signifikan di atas 19% secara tahunan (year-on-year/yoy). Dari sisi volume, emiten bersandi saham BBCA ini sukses memfasilitasi penjualan empat seri SBSN ritel di pasar perdana dengan nilai transaksi melampaui Rp20 triliun.
BERITA TERKAIT
Senior Vice President Wealth Management BCA, Dessy Nathalia, menyatakan bahwa apresiasi dari Kemenkeu menjadi motivasi bagi perseroan untuk terus memperluas akses dan edukasi investasi bagi masyarakat.
“BCA meyakini bahwa SBSN merupakan instrumen investasi yang aman, memberikan passive income, serta mudah dijangkau. Ini menjadi langkah awal yang sehat bagi masyarakat dalam membangun kebiasaan berinvestasi,” ujar Dessy dalam keterangan resminya, Selasa (17/3/2026).
Dorong Digitalisasi Investasi
Guna meningkatkan partisipasi publik, BCA terus mengandalkan integrasi layanan digital. Saat ini, nasabah dapat melakukan pemesanan SBSN Ritel di pasar perdana secara praktis melalui fitur investasi di aplikasi myBCA maupun KlikBCA Individu.
Tak hanya di pasar perdana, BCA juga membuka akses transaksi SBSN di pasar sekunder melalui fitur investasi di myBCA atau melalui kantor cabang yang melayani transaksi obligasi. Strategi omnichannel ini diharapkan mampu menjangkau segmen nasabah yang lebih luas, mulai dari milenial hingga nasabah prioritas.
Dessy menambahkan bahwa partisipasi masyarakat dalam instrumen negara bukan sekadar mengejar imbal hasil, melainkan juga berkontribusi pada penguatan ketahanan ekonomi nasional.
“Ke depan, BCA berkomitmen memastikan layanan investasi semakin inklusif bagi berbagai segmen masyarakat melalui infrastruktur digital yang aman dan ringkas,” pungkasnya. ***
















