• Redaksi
  • Iklan
  • Majalah Digital
  • Kontak Kami
Senin, Maret 23, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Perbankan
  • Keuangan
  • BUMN
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Eksmud
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Interview
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Sektor Riil
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Perbankan
  • Keuangan
  • BUMN
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Eksmud
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Interview
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Sektor Riil
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
Home Ekonomi

BI: Uang Primer Adjusted Tembus Rp2.027 Triliun, Rasio Uang Kartal Terjaga Stabil

oleh Stella Gracia
9 Maret 2026 - 09:54
7
Dilihat
Uang Primer Adjusted Agustus 2025 Tumbuh 7,3% Jadi Rp1.961,3 Triliun
0
Bagikan
7
Dilihat

Stabilitas.id — Bank Indonesia (BI) mencatatkan ekspansi likuiditas yang terukur sepanjang tahun buku 2024 hingga awal 2026. Berdasarkan data Statistik Ekonomi dan Keuangan Indonesia (SEKI), instrumen Uang Primer Adjusted menunjukkan tren pertumbuhan yang konsisten sebagai dampak dari kebijakan insentif makroprudensial bank sentral.

Hingga akhir Desember 2024, posisi Uang Primer Adjusted menyentuh angka Rp2.027,32 triliun. Angka ini merepresentasikan pertumbuhan sebesar 9,35% dibandingkan posisi akhir tahun 2023 yang sebesar Rp1.853,88 triliun. Jika ditarik lebih jauh ke tahun 2022 (Rp1.809,76 triliun), pertumbuhan akumulatif dalam dua tahun terakhir mencapai 12,02%.

Data tabel menunjukkan fluktuasi signifikan pada instrumen Uang Kartal Yang Diedarkan (UYD). Sepanjang tahun 2024, posisi UYD merangkak naik ke angka Rp1.204,53 triliun dari sebelumnya Rp1.101,74 triliun di akhir 2023.

BERITA TERKAIT

Respons Dinamika Global, BI Sesuaikan Batasan Transaksi DNDF dan Swap Jadi US$10 Juta

Antisipasi Gejolak Timur Tengah, BI Kawal Rupiah 24 Jam Selama Libur Lebaran

Redam Volatilitas Global, Bank Indonesia Tahan BI-Rate di Level 4,75%

Dekati Nasabah di Jalur Mudik, Bank Jakarta Tebar Promo QRIS JakOne Mobile

Lonjakan tertinggi terpantau terjadi pada Maret 2024, di mana UYD menembus Rp1.240,11 triliun, naik tajam dari posisi Februari 2024 yang sebesar Rp1.112,21 triliun. Kenaikan bulanan sebesar Rp127,9 triliun dalam satu bulan ini merefleksikan tingginya kebutuhan likuiditas tunai masyarakat pada periode tersebut.

Sementara itu, komponen Simpanan Giro Sektor Swasta dalam uang primer juga menunjukkan volatilitas. Setelah sempat menyentuh level tertinggi di Rp520 triliun pada Maret 2024, angka ini terkoreksi ke level Rp420,74 triliun pada Mei 2024, sebelum akhirnya kembali stabil di akhir tahun.

Statistik Kunci (Y-on-Y Comparison):

  • Total Uang Primer (Basis Standar): Rp1.774,69 T (2024) vs Rp1.690,27 T (2023). Naik 4,99%.

  • Uang Primer Adjusted: Rp2.027,32 T (2024) vs Rp1.853,88 T (2023). Naik 9,35%.

  • Uang Kartal: Rp1.204,53 T (2024) vs Rp1.101,74 T (2023). Naik 9,33%.

  • Simpanan Giro: Rp570,15 T (2024) vs Rp588,52 T (2023). Turun 3,12%.

Fungsi Kontrol Moneter yang Fleksibel

Bank Indonesia menegaskan bahwa penyesuaian data uang primer mulai Januari 2025 dilakukan untuk memberikan gambaran yang lebih akurat mengenai kondisi likuiditas perbankan. “Adjusted Monetary Control” merujuk pada nilai nominal pengendalian moneter yang memasukkan kebijakan insentif BI.

Likuiditas perbankan yang tercermin dalam saldo giro bank-bank di Bank Indonesia tetap terjaga dalam level yang memadai untuk mendukung fungsi intermediasi. Penyesuaian klasifikasi data juga dilakukan secara berkala, termasuk reklasifikasi surat berharga yang diterbitkan BI (seperti SRBI/SVBI) guna memastikan statistik moneter sesuai dengan standar internasional (Monetary and Financial Statistics Manual).

Dengan posisi likuiditas yang terjaga, Bank Indonesia optimistis dapat terus menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah sekaligus memberikan ruang bagi perbankan untuk menyalurkan kredit ke sektor produktif guna mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. ***

Tags: Bank Indonesialikuiditas perbankanStatistik Moneteruang kartaluang primer adjusted
 
 
 
 
Sebelumnya

Cadef RI Februari 2026 Capai US$151,9 Miliar, Cukup Buat Bayar Utang dan Impor 6 Bulan

Selanjutnya

RUPST BNI Setujui Dividen Rp13 Triliun dan Buyback Saham Rp905 Miliar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

Bank Indonesia Tetapkan Jadwal Rapat Dewan Gubernur Bulanan 2026, Fokus Transparansi Kebijakan

Respons Dinamika Global, BI Sesuaikan Batasan Transaksi DNDF dan Swap Jadi US$10 Juta

oleh Stella Gracia
22 Maret 2026 - 20:46

Stabilitas.id – Bank Indonesia (BI) resmi mengumumkan penyesuaian batasan (threshold) transaksi valuta asing (valas) terhadap rupiah yang akan mulai diberlakukan...

Purbaya: Kebijakan Pro-Growth Berhasil Balikkan Arah Ekonomi, Fondasi 2026 Lebih Kuat

Jaga Daya Beli, Menkeu Purbaya Siap Pangkas Anggaran K/L Hingga 10 Persen

oleh Stella Gracia
21 Maret 2026 - 16:52

Stabilitas.id– Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan komitmen pemerintah untuk menjaga stabilitas harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi guna membentengi...

Indikator Ekonomi Membaik, Pemerintah Optimistis Capai Indonesia Emas

Respons Keluhan Publik, Pemerintah Kaji Kebijakan Proteksi Marketplace Domestik

oleh Stella Gracia
21 Maret 2026 - 16:33

Stabilitas.id – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan pemerintah tengah menggodok langkah strategis untuk menyeimbangkan peta persaingan di industri e-commerce...

Tekan Konsumsi BBM, Pemerintah Kaji Kebijakan WFH Satu Hari Seminggu Usai Lebaran

Tekan Konsumsi BBM, Pemerintah Kaji Kebijakan WFH Satu Hari Seminggu Usai Lebaran

oleh Stella Gracia
20 Maret 2026 - 22:50

Stabilitas.id— Pemerintah tengah mengkaji kebijakan fleksibilitas kerja melalui skema Work From Home (WFH) satu hari dalam sepekan bagi Aparatur Sipil...

Garuda Indonesia Proyeksikan Kinerja Positif pada Semester II – 2022

Rugi Garuda Indonesia (GIAA) Membengkak US$319 Juta, Tertahan Isu Rantai Pasok

oleh Stella Gracia
20 Maret 2026 - 16:34

Stabilitas.id – Emiten maskapai penerbangan nasional, PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. (GIAA), mencatatkan pembengkakan rugi bersih sepanjang tahun buku 2025...

Bank Indonesia: Perkembangan Indikator Stabilitas Nilai Rupiah (19 April 2024)

Antisipasi Gejolak Timur Tengah, BI Kawal Rupiah 24 Jam Selama Libur Lebaran

oleh Stella Gracia
19 Maret 2026 - 20:50

Stabilitas.id – Bank Indonesia (BI) menyiagakan protokol pengawasan 24 jam untuk menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah sepanjang periode libur Lebaran...

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Tekan Risiko dan Overutilitas, OJK Terbitkan POJK 33 dan POJK 36

    Catut Nama Perusahaan Asing, Satgas PASTI Blokir AMG Pantheon dan Mbastack

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • RUPST Bank Jateng Angkat Bambang Widiyatmoko Jadi Dirut, Adnas Jabat Komut

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Skandal BEBS Terkuak: OJK Geledah Kantor PT MASI Terkait Goreng Saham hingga 7.000 Persen

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Skandal BPR Panca Dana Depok: Modus Kredit Fiktif Rp32 Miliar dan Bobol Deposito

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kompak Naik! Ini Daftar Harga Terbaru BBM Pertamina, Shell, BP, dan Vivo per 2 Maret 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • RUPST BNI Setujui Dividen Rp13 Triliun dan Buyback Saham Rp905 Miliar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pakar Investasi MUFG Nobuya Kawasaki Calon Nakhoda Baru Bank Danamon

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

Efek Domino Krisis Teluk: Inflasi Impor Mengintai Jepang, Suku Bunga BOJ Jadi Sorotan

Ekspansi Kredit Digital: Pengguna Paylater BCA Tembus 189 Ribu Nasabah

Respons Dinamika Global, BI Sesuaikan Batasan Transaksi DNDF dan Swap Jadi US$10 Juta

Jaga Daya Beli, Menkeu Purbaya Siap Pangkas Anggaran K/L Hingga 10 Persen

Obituari Michael Bambang Hartono: Berpulangnya Sang Arsitek Diversifikasi Bisnis Djarum

Disrupsi LNG Qatar: Kapasitas Ekspor Lumpuh 17%, Pasokan Global Terancam 5 Tahun

Respons Keluhan Publik, Pemerintah Kaji Kebijakan Proteksi Marketplace Domestik

Stabilitas Edisi 221 : Ujian Serius Otoritas Kurs

Tekan Konsumsi BBM, Pemerintah Kaji Kebijakan WFH Satu Hari Seminggu Usai Lebaran

STABILITAS CHANNEL

Selanjutnya
RUPST BNI Setujui Dividen Rp13 Triliun dan Buyback Saham Rp905 Miliar

RUPST BNI Setujui Dividen Rp13 Triliun dan Buyback Saham Rp905 Miliar

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Perbankan
  • Keuangan
  • BUMN
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Eksmud
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Interview
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Sektor Riil
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance