• Redaksi
  • Iklan
  • Majalah Digital
  • Kontak Kami
Jumat, Agustus 21, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
 
Home Ekonomi

BI: Uang Primer Adjusted Tembus Rp2.027 Triliun, Rasio Uang Kartal Terjaga Stabil

oleh Stella Gracia
9 Maret 2026 - 09:54
16
Dilihat
Uang Primer Adjusted Agustus 2025 Tumbuh 7,3% Jadi Rp1.961,3 Triliun
0
Bagikan
16
Dilihat

Stabilitas.id — Bank Indonesia (BI) mencatatkan ekspansi likuiditas yang terukur sepanjang tahun buku 2024 hingga awal 2026. Berdasarkan data Statistik Ekonomi dan Keuangan Indonesia (SEKI), instrumen Uang Primer Adjusted menunjukkan tren pertumbuhan yang konsisten sebagai dampak dari kebijakan insentif makroprudensial bank sentral.

Hingga akhir Desember 2024, posisi Uang Primer Adjusted menyentuh angka Rp2.027,32 triliun. Angka ini merepresentasikan pertumbuhan sebesar 9,35% dibandingkan posisi akhir tahun 2023 yang sebesar Rp1.853,88 triliun. Jika ditarik lebih jauh ke tahun 2022 (Rp1.809,76 triliun), pertumbuhan akumulatif dalam dua tahun terakhir mencapai 12,02%.

  • Baca juga: Usung Semangat Beudaya Meusare Sare, KKI 2026 Pacu Pemulihan UMKM Terdampak Bencana di Sumatra dan NTT

Data tabel menunjukkan fluktuasi signifikan pada instrumen Uang Kartal Yang Diedarkan (UYD). Sepanjang tahun 2024, posisi UYD merangkak naik ke angka Rp1.204,53 triliun dari sebelumnya Rp1.101,74 triliun di akhir 2023.

BERITA TERKAIT

Usung Semangat Beudaya Meusare Sare, KKI 2026 Pacu Pemulihan UMKM Terdampak Bencana di Sumatra dan NTT

Lompatan Kemerdekaan dari Genggaman Digital

Jaga Stabilitas Rupiah dari Gejolak Global, Bank Indonesia Tahan BI-Rate di Level 5,75%

Pegang Teguh Stability over Growth, BI Fokus Amankan Target Inflasi dan Stabilitas Moneter

Lonjakan tertinggi terpantau terjadi pada Maret 2024, di mana UYD menembus Rp1.240,11 triliun, naik tajam dari posisi Februari 2024 yang sebesar Rp1.112,21 triliun. Kenaikan bulanan sebesar Rp127,9 triliun dalam satu bulan ini merefleksikan tingginya kebutuhan likuiditas tunai masyarakat pada periode tersebut.

Sementara itu, komponen Simpanan Giro Sektor Swasta dalam uang primer juga menunjukkan volatilitas. Setelah sempat menyentuh level tertinggi di Rp520 triliun pada Maret 2024, angka ini terkoreksi ke level Rp420,74 triliun pada Mei 2024, sebelum akhirnya kembali stabil di akhir tahun.

Statistik Kunci (Y-on-Y Comparison):

  • Total Uang Primer (Basis Standar): Rp1.774,69 T (2024) vs Rp1.690,27 T (2023). Naik 4,99%.

    • Baca juga: Lompatan Kemerdekaan dari Genggaman Digital
  • Uang Primer Adjusted: Rp2.027,32 T (2024) vs Rp1.853,88 T (2023). Naik 9,35%.

  • Uang Kartal: Rp1.204,53 T (2024) vs Rp1.101,74 T (2023). Naik 9,33%.

  • Simpanan Giro: Rp570,15 T (2024) vs Rp588,52 T (2023). Turun 3,12%.

Fungsi Kontrol Moneter yang Fleksibel

Bank Indonesia menegaskan bahwa penyesuaian data uang primer mulai Januari 2025 dilakukan untuk memberikan gambaran yang lebih akurat mengenai kondisi likuiditas perbankan. “Adjusted Monetary Control” merujuk pada nilai nominal pengendalian moneter yang memasukkan kebijakan insentif BI.

Likuiditas perbankan yang tercermin dalam saldo giro bank-bank di Bank Indonesia tetap terjaga dalam level yang memadai untuk mendukung fungsi intermediasi. Penyesuaian klasifikasi data juga dilakukan secara berkala, termasuk reklasifikasi surat berharga yang diterbitkan BI (seperti SRBI/SVBI) guna memastikan statistik moneter sesuai dengan standar internasional (Monetary and Financial Statistics Manual).

  • Baca juga: Jaga Stabilitas Rupiah dari Gejolak Global, Bank Indonesia Tahan BI-Rate di Level 5,75%

Dengan posisi likuiditas yang terjaga, Bank Indonesia optimistis dapat terus menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah sekaligus memberikan ruang bagi perbankan untuk menyalurkan kredit ke sektor produktif guna mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. ***

Tags: Bank Indonesialikuiditas perbankanStatistik Moneteruang kartaluang primer adjusted
 
 
 
 
 
Sebelumnya

Cadef RI Februari 2026 Capai US$151,9 Miliar, Cukup Buat Bayar Utang dan Impor 6 Bulan

Selanjutnya

RUPST BNI Setujui Dividen Rp13 Triliun dan Buyback Saham Rp905 Miliar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

Usung Semangat Beudaya Meusare Sare, KKI 2026 Pacu Pemulihan UMKM Terdampak Bencana di Sumatra dan NTT

Usung Semangat Beudaya Meusare Sare, KKI 2026 Pacu Pemulihan UMKM Terdampak Bencana di Sumatra dan NTT

oleh Stella Gracia
20 Agustus 2026 - 12:36

Bank Indonesia buka Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026 di JICC. Gandeng 27 K/L dan 550+ UMKM, KKI dorong UMKM bangkit,...

Kantongi Green Label dan Sertifikat SNI, Semen Gresik Kian Kokoh di Pasar Semen

Kantongi Green Label dan Sertifikat SNI, Semen Gresik Kian Kokoh di Pasar Semen

oleh Stella Gracia
20 Agustus 2026 - 07:22

Semen Gresik raih Top Brand Award 2026 kategori semen. Corporate Secretary SIG Vita Mahreyni sebut raihan ini bukti kepercayaan publik...

Lompatan Kemerdekaan dari Genggaman Digital

Lompatan Kemerdekaan dari Genggaman Digital

oleh Stella Gracia
19 Agustus 2026 - 22:57

Sambut HUT Ke-81 RI, Bank Indonesia menghadirkan Kartu Kredit Indonesia dan perluasan MDR QRIS 0% guna mendorong kemandirian serta efisiensi...

Jalankan Mandat UU P2SK, OJK Tunjuk Henry Rialdi Pimpin Pengaturan dan Pengawasan BMKS

Permodalan Negatif dan Gagal Penyehatan, OJK Cabut Izin Usaha BPR Citra Bersada Abadi

oleh Stella Gracia
19 Agustus 2026 - 17:30

OJK resmi mencabut izin usaha PT BPR Citra Bersada Abadi di Bekasi. Akibat permodalan negatif dan gagal penyehatan, LPS eksekusi...

Jalankan Mandat UU P2SK, OJK Tunjuk Henry Rialdi Pimpin Pengaturan dan Pengawasan BMKS

Jalankan Mandat UU P2SK, OJK Tunjuk Henry Rialdi Pimpin Pengaturan dan Pengawasan BMKS

oleh Stella Gracia
19 Agustus 2026 - 17:06

OJK lantik Henry Rialdi sebagai Deputi Komisioner Pengawasan BMKS. Langkah strategis cegah transfer pricing dan bentuk harga acuan komoditas dalam...

Jaga Stabilitas Rupiah dari Gejolak Global, Bank Indonesia Tahan BI-Rate di Level 5,75%

Jaga Stabilitas Rupiah dari Gejolak Global, Bank Indonesia Tahan BI-Rate di Level 5,75%

oleh Stella Gracia
19 Agustus 2026 - 16:58

RDG Bank Indonesia tahan BI-Rate di level 5,75% per Agustus 2026. Suku bunga acuan dijaga guna perkuat stabilitas rupiah dan...

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Potret Bankir Millenial dan Gen Z

    Menyiapkan Talenta Hijau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Keras Dan Menghantam

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tekanan Geopolitik Membayangi, Sinergi Fiskal-Moneter Jadi Kunci Stabilitas Sektor Keuangan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bidik US$ 1 Miliar, Pemerintah Terbitkan Panda Bonds Berperingkat AAA di Pasar China Hari Ini

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • OJK dan Bappebti Perkuat Sinergi dalam Pengawasan Derivatif Keuangan Berbasis Efek

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • LinkUMKM Tembus 14 Juta User, BRI Dorong Kerajinan Ramah Lingkungan Go International

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

Fantastis! Kado Milad Ke-1 Laba BSN Meroket 40%, Aset Tembus Rp 81,1 Triliun

Pacu Transformasi Bisnis, KB Bank Sabet Dua Penghargaan Layanan dan Reputasi Korporasi

Indeks Inklusi Syariah Baru 13,24%, OJK Bersama DPR dan LPS Pacu Ekosistem EKSiS 2026

NPL Terjaga 0,19% dan Rasio CASA 83%, Citi Indonesia Perkuat Bisnis Perbankan Institusional

BNI Hadirkan Layanan Kesehatan dan Trauma Healing bagi Masyarakat Terdampak Bencana NTT

Usung Semangat Beudaya Meusare Sare, KKI 2026 Pacu Pemulihan UMKM Terdampak Bencana di Sumatra dan NTT

Gandeng Dompet Dhuafa dan Pemdes, Manulife Indonesia Perkuat Kemandirian Komunitas Perdesaan

Kantongi Green Label dan Sertifikat SNI, Semen Gresik Kian Kokoh di Pasar Semen

Lompatan Kemerdekaan dari Genggaman Digital

STABILITAS CHANNEL

 
 
Selanjutnya
RUPST BNI Setujui Dividen Rp13 Triliun dan Buyback Saham Rp905 Miliar

RUPST BNI Setujui Dividen Rp13 Triliun dan Buyback Saham Rp905 Miliar

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance