• Redaksi
  • Iklan
  • Majalah Digital
  • Kontak Kami
Selasa, April 21, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Eksmud
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Interview
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Eksmud
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Interview
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
Home Ekonomi

BI: Uang Primer Adjusted Tembus Rp2.027 Triliun, Rasio Uang Kartal Terjaga Stabil

oleh Stella Gracia
9 Maret 2026 - 09:54
12
Dilihat
Uang Primer Adjusted Agustus 2025 Tumbuh 7,3% Jadi Rp1.961,3 Triliun
0
Bagikan
12
Dilihat

Stabilitas.id — Bank Indonesia (BI) mencatatkan ekspansi likuiditas yang terukur sepanjang tahun buku 2024 hingga awal 2026. Berdasarkan data Statistik Ekonomi dan Keuangan Indonesia (SEKI), instrumen Uang Primer Adjusted menunjukkan tren pertumbuhan yang konsisten sebagai dampak dari kebijakan insentif makroprudensial bank sentral.

Hingga akhir Desember 2024, posisi Uang Primer Adjusted menyentuh angka Rp2.027,32 triliun. Angka ini merepresentasikan pertumbuhan sebesar 9,35% dibandingkan posisi akhir tahun 2023 yang sebesar Rp1.853,88 triliun. Jika ditarik lebih jauh ke tahun 2022 (Rp1.809,76 triliun), pertumbuhan akumulatif dalam dua tahun terakhir mencapai 12,02%.

Data tabel menunjukkan fluktuasi signifikan pada instrumen Uang Kartal Yang Diedarkan (UYD). Sepanjang tahun 2024, posisi UYD merangkak naik ke angka Rp1.204,53 triliun dari sebelumnya Rp1.101,74 triliun di akhir 2023.

BERITA TERKAIT

G20 dan BRICS Sepakat Perkuat Kerja Sama Ekonomi Global, Indonesia Tekankan Stabilitas Neraca Finansial

Gubernur BI Beberkan 3 Kunci Resiliensi Ekonomi RI di Hadapan IMF dan Pengusaha AS

ULN Indonesia Februari 2026 Tembus US$437,9 Miliar, Rasio PDB Tetap Stabil

IMF Sebut Indonesia ‘Bright Spot’ Ekonomi Global, Puji Sinergi Fiskal dan Moneter

Lonjakan tertinggi terpantau terjadi pada Maret 2024, di mana UYD menembus Rp1.240,11 triliun, naik tajam dari posisi Februari 2024 yang sebesar Rp1.112,21 triliun. Kenaikan bulanan sebesar Rp127,9 triliun dalam satu bulan ini merefleksikan tingginya kebutuhan likuiditas tunai masyarakat pada periode tersebut.

Sementara itu, komponen Simpanan Giro Sektor Swasta dalam uang primer juga menunjukkan volatilitas. Setelah sempat menyentuh level tertinggi di Rp520 triliun pada Maret 2024, angka ini terkoreksi ke level Rp420,74 triliun pada Mei 2024, sebelum akhirnya kembali stabil di akhir tahun.

Statistik Kunci (Y-on-Y Comparison):

  • Total Uang Primer (Basis Standar): Rp1.774,69 T (2024) vs Rp1.690,27 T (2023). Naik 4,99%.

  • Uang Primer Adjusted: Rp2.027,32 T (2024) vs Rp1.853,88 T (2023). Naik 9,35%.

  • Uang Kartal: Rp1.204,53 T (2024) vs Rp1.101,74 T (2023). Naik 9,33%.

  • Simpanan Giro: Rp570,15 T (2024) vs Rp588,52 T (2023). Turun 3,12%.

Fungsi Kontrol Moneter yang Fleksibel

Bank Indonesia menegaskan bahwa penyesuaian data uang primer mulai Januari 2025 dilakukan untuk memberikan gambaran yang lebih akurat mengenai kondisi likuiditas perbankan. “Adjusted Monetary Control” merujuk pada nilai nominal pengendalian moneter yang memasukkan kebijakan insentif BI.

Likuiditas perbankan yang tercermin dalam saldo giro bank-bank di Bank Indonesia tetap terjaga dalam level yang memadai untuk mendukung fungsi intermediasi. Penyesuaian klasifikasi data juga dilakukan secara berkala, termasuk reklasifikasi surat berharga yang diterbitkan BI (seperti SRBI/SVBI) guna memastikan statistik moneter sesuai dengan standar internasional (Monetary and Financial Statistics Manual).

Dengan posisi likuiditas yang terjaga, Bank Indonesia optimistis dapat terus menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah sekaligus memberikan ruang bagi perbankan untuk menyalurkan kredit ke sektor produktif guna mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. ***

Tags: Bank Indonesialikuiditas perbankanStatistik Moneteruang kartaluang primer adjusted
 
 
 
 
Sebelumnya

Cadef RI Februari 2026 Capai US$151,9 Miliar, Cukup Buat Bayar Utang dan Impor 6 Bulan

Selanjutnya

RUPST BNI Setujui Dividen Rp13 Triliun dan Buyback Saham Rp905 Miliar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

Sinergi CIMB Niaga-AREBI: Tingkatkan Kualitas Agen untuk Transaksi KPR yang Aman

Sinergi CIMB Niaga-AREBI: Tingkatkan Kualitas Agen untuk Transaksi KPR yang Aman

oleh Sandy Romualdus
20 April 2026 - 22:32

Stabilitas.id – PT Bank CIMB Niaga Tbk (CIMB Niaga) mempertegas komitmennya dalam memperkuat industri properti nasional melalui kolaborasi strategis dengan...

Kemenkeu Kembali Terbitkan Green Sukuk di Pasar Domestik, Cek Jadwal Lelangnya

Kemenkeu Kembali Terbitkan Green Sukuk di Pasar Domestik, Cek Jadwal Lelangnya

oleh Stella Gracia
20 April 2026 - 08:44

Stabilitas.id – Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan akan menggelar lelang Surat Berharga Syariah Negara...

Rating S&P Tetap BBB: Validasi Global atas Ketahanan Ekonomi dan Magnet Investasi Indonesia

Rating S&P Tetap BBB: Validasi Global atas Ketahanan Ekonomi dan Magnet Investasi Indonesia

oleh Stella Gracia
20 April 2026 - 08:41

Stabilitas.id – Indonesia mendapatkan "stempel" kepercayaan baru dari panggung internasional. Keputusan lembaga pemeringkat global Standard & Poor’s (S&P) yang mempertahankan...

Kinerja Manufaktur RI Kian Menguat, PMI-BI Tembus 52,03% pada Triwulan I/2026

Kinerja Manufaktur RI Kian Menguat, PMI-BI Tembus 52,03% pada Triwulan I/2026

oleh Stella Gracia
20 April 2026 - 08:34

Stabilitas.id – Sektor industri pengolahan nasional menunjukkan resiliensi dan optimisme yang solid di awal tahun 2026. Bank Indonesia (BI) melaporkan...

G20 dan BRICS Sepakat Perkuat Kerja Sama Ekonomi Global, Indonesia Tekankan Stabilitas Neraca Finansial

G20 dan BRICS Sepakat Perkuat Kerja Sama Ekonomi Global, Indonesia Tekankan Stabilitas Neraca Finansial

oleh Stella Gracia
20 April 2026 - 08:23

Stabilitas.id – Di tengah dinamika ekonomi global yang semakin kompleks, blok negara G20 dan BRICS sepakat untuk mempererat kerja sama...

IMF-World Bank 2026: Fokus pada Stabilitas Makroekonomi dan Transformasi Ekonomi Global

IMF-World Bank 2026: Fokus pada Stabilitas Makroekonomi dan Transformasi Ekonomi Global

oleh Stella Gracia
20 April 2026 - 08:20

Stabilitas.id – Pertemuan Musim Semi International Monetary Fund (IMF) dan World Bank 2026 yang berlangsung di Washington D.C. pada 16-17...

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Investasi Emas Menggeliat, Penjualan Galeri 24 Tembus 6,5 Ton

    Harga Emas Hari Ini: Antam Tembus Rp2,94 Juta, Galeri 24 Paling Kompetitif

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • CIMB Niaga (BNGA) Tebar Dividen Rp4,07 Triliun, Angkat Budiman Tanjung Jadi Direktur

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • BBRI Targetkan Dividen Rp52 Triliun, Fokus Jaga CAR di Level 20 Persen

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • RUPST Bank Jateng Angkat Bambang Widiyatmoko Jadi Dirut, Adnas Jabat Komut

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • OJK Minta BNI Tuntaskan Kasus Penyimpangan Dana Nasabah KCP Aek Nabara

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • RUPST BRI 2026: Setujui Dividen Rp52,1 Triliun, Setara 92 Persen dari Laba Bersih

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • IHSG Dibuka Rebound Pasca-Lebaran, Intip Rekomendasi Saham BNI Sekuritas Hari Ini

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

Sinergi CIMB Niaga-AREBI: Tingkatkan Kualitas Agen untuk Transaksi KPR yang Aman

Kemenkeu Kembali Terbitkan Green Sukuk di Pasar Domestik, Cek Jadwal Lelangnya

Rating S&P Tetap BBB: Validasi Global atas Ketahanan Ekonomi dan Magnet Investasi Indonesia

Kinerja Manufaktur RI Kian Menguat, PMI-BI Tembus 52,03% pada Triwulan I/2026

G20 dan BRICS Sepakat Perkuat Kerja Sama Ekonomi Global, Indonesia Tekankan Stabilitas Neraca Finansial

IMF-World Bank 2026: Fokus pada Stabilitas Makroekonomi dan Transformasi Ekonomi Global

Menaker Tekankan Pelatihan Vokasi agar Lulusan Siap Masuk Dunia Kerja

Wanti-wanti Risiko Inefisiensi dan Konflik Kepentingan dalam Program Makan Bergizi Gratis

Liburan di Luar Negeri Makin Hemat, BRI Hadirkan Promo Kartu Kredit dengan Cashback Menarik

STABILITAS CHANNEL

Selanjutnya
RUPST BNI Setujui Dividen Rp13 Triliun dan Buyback Saham Rp905 Miliar

RUPST BNI Setujui Dividen Rp13 Triliun dan Buyback Saham Rp905 Miliar

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Eksmud
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Interview
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance