Stabilitas.id – Pemerintah berencana menerbitkan Surat Utang Negara (SUN) dalam denominasi mata uang Renminbi (CNH) atau Panda Bond di pasar China. Langkah ini diambil sebagai strategi diversifikasi pembiayaan sekaligus upaya memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah yang tengah berada di bawah tekanan dolar AS.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan bahwa penerbitan Panda Bond bertujuan untuk mengamankan sumber pendanaan dengan biaya bunga yang lebih kompetitif dibandingkan pembiayaan berbasis dolar Amerika Serikat (AS).
“Untuk memperkuat nilai tukar, kami juga akan menerbitkan Panda Bond di Cina dengan bunga yang lebih rendah, sehingga kita tidak tergantung terlalu banyak ke dolar lagi. Diversifikasi kita akan lebih baik ke depan,” ujar Purbaya di Istana Merdeka, Jakarta, dikutip Jumat (8/5/2026).
BERITA TERKAIT
Rencana ini merupakan bagian dari hasil rapat terbatas Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) bersama Presiden Prabowo Subianto. Dengan masuk ke pasar modal China, pemerintah berharap dapat memperluas basis investor internasional dan memperbaiki struktur portofolio utang luar negeri agar tidak terpaku pada satu mata uang tertentu (single currency risk).
Sebelumnya, pada Oktober 2025, pemerintah juga sukses merilis Dim Sum Bond senilai CNH 6 miliar dengan tenor 5 dan 10 tahun. Keberhasilan instrumen tersebut menjadi landasan bagi pemerintah untuk kembali memanfaatkan likuiditas mata uang renminbi tahun ini.
BI Perketat Batas Pembelian Dolar AS
Selaras dengan langkah fiskal tersebut, Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menyiapkan tujuh langkah stabilisasi rupiah yang kini telah menembus level Rp17.400 per dolar AS. Salah satu poin krusialnya adalah pembatasan pembelian valas guna meredam aksi spekulasi di pasar domestik.
“Bank Sentral menetapkan batas pembelian dolar dari sebelumnya maksimal US$ 100 ribu menjadi US$ 25 ribu per orang per bulan. Pembelian di atas ambang tersebut wajib menyertakan dokumen underlying,” tegas Perry.
Langkah sinkronisasi antara kebijakan fiskal (Panda Bond) dan moneter (pembatasan valas) ini diharapkan mampu memberikan sentimen positif bagi pasar dan mengembalikan nilai tukar rupiah ke koridor fundamentalnya di tengah volatilitas global yang masih tinggi. ***
Rekam Jejak & Rencana Instrumen Renminbi (CNH) Pemerintah:
| Instrumen | Status | Estimasi Tenor | Catatan Strategis |
| Panda Bond | Rencana 2026 | To be announced | Diterbitkan di pasar domestik China |
| Dim Sum Bond | Rilis Okt 2025 | 5 & 10 Tahun | Total emisi CNH 6 Miliar |
| Tujuan Utama | Dedolarisasi | – | Menekan biaya bunga & menjaga Rupiah |
| Batas Valas BI | Aktif Mei 2026 | – | Maksimal US$ 25.000 tanpa underlying |
















