• Redaksi
  • Iklan
  • Majalah Digital
  • Kontak Kami
Minggu, September 6, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
 
Home Ekonomi

Gempuran Geopolitik Global, Bank Indonesia Kerek Suku Bunga BI-Rate ke 5,25%

oleh Stella Gracia
20 Mei 2026 - 15:14
40
Dilihat
Gempuran Geopolitik Global, Bank Indonesia Kerek Suku Bunga BI-Rate ke 5,25%
0
Bagikan
40
Dilihat

Stabilitas.id — Bank Indonesia (BI) mengambil langkah agresif guna membentengi perekonomian domestik dari rambatan guncangan geopolitik global. Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 19–20 Mei 2026 memutuskan untuk mengerek suku bunga acuan atau BI-Rate sebesar 50 basis poin (bps) menjadi 5,25%.

Sejalan dengan lonjakan tersebut, suku bunga Deposit Facility dikerek 50 bps menjadi 4,25%, dan suku bunga Lending Facility naik ke level 6,00%.

  • Baca juga: BI Guyur Insentif Likuiditas Rp446,5 Triliun, KSSK Minta Perbankan Genjot Kredit UMKM

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia Ramdan Denny Prakoso menjelaskan bahwa pengetatan moneter ini merupakan langkah lanjutan (follow-up action) untuk menstabilkan nilai tukar Rupiah yang tertekan akibat eskalasi konflik di Timur Tengah, termasuk risiko penutupan Selat Hormuz yang memicu lonjakan harga minyak dunia.

BERITA TERKAIT

BI Guyur Insentif Likuiditas Rp446,5 Triliun, KSSK Minta Perbankan Genjot Kredit UMKM

Arah IHSG, Nasib Rupiah, dan Prospek Saham Blue Chip Jelang Akhir Pekan

Mandiri Sekuritas Patok Yield SBN 10 Tahun di 6,8%–7,0%, Pasar Mulai Didominasi Investor Domestik

Ketergantungan Fiskal dan Tekanan Margin UMKM Bayangi Resiliensi Ekonomi Indonesia

“Keputusan ini merupakan langkah pre-emptive dan forward-looking untuk memastikan inflasi pada 2026 dan 2027 tetap jangkar pada sasaran $2,5 \pm 1\%$. Fokus moneter kami saat ini adalah pro-stability, sedangkan kebijakan makroprudensial dan sistem pembayaran tetap didesain pro-growth,” tegas Ramdan dalam siaran pers di Jakarta, Rabu (20/5/2026).

Intervensi Berlapis

Ketegangan geopolitik global telah memicu arus modal keluar (capital outflow) dari pasar negara berkembang (emerging markets) menuju aset aman (safe-haven assets), terutama obligasi AS seiring melonjaknya yield US Treasury tenor 10 tahun ke level 4,66%. Faktor musiman korporasi dalam negeri untuk pembayaran dividen dan utang luar negeri turut mempertebal tekanan, hingga memicu Rupiah terdepresiasi ke level Rp17.700 per dolar AS per 19 Mei 2026 (melemah 2,20% mtm dibanding akhir April).

Untuk memitigasi risiko tersebut, Bank Indonesia menggelar bauran kebijakan makro yang komprehensif:

  • Intervensi Pasar Valas: BI mengintensifkan operasi stabilisasi secara tripartit, mencakup transaksi Non-Deliverable Forward (NDF) di pasar luar negeri, serta transaksi spot dan Domestic NDF (DNDF) di pasar domestik.

  • Optimalisasi Instrumen Pro-Market: BI menaikkan imbal hasil Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) masing-masing menjadi 6,21% (6 bulan), 6,31% (9 bulan), dan 6,45% (12 bulan). Strategi ini terbukti ampuh menarik investasi portofolio asing dengan catatan net inflows triwulan II senilai 5,5 miliar dolar AS per 18 Mei 2026. Outstanding SRBI kini menembus Rp921,88 triliun dengan porsi kepemilikan asing mencapai 24,04% (Rp221,59 triliun).

  • Pengetatan Transaksi Valas: Mulai Juni 2026, BI resmi menurunkan ambang batas (threshold) pembelian tunai valas terhadap Rupiah tanpa dokumen acuan (underlying) menjadi USD25.000 per pelaku per bulan untuk menyumbat spekulasi di pasar spot.

  • Suntikan Likuiditas Domestik: Guna menjamin kecukupan likuiditas perbankan, BI mengamankan pertumbuhan Uang Primer (M0) di level dua digit sebesar 14,1% (yoy) pada April 2026, ditopang pembelian Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder senilai Rp73,28 triliun sejak awal tahun.

    • Baca juga: Arah IHSG, Nasib Rupiah, dan Prospek Saham Blue Chip Jelang Akhir Pekan

Kontra-Siklus

Meski moneter mengetat, BI justru memperlebar pelonggaran di sisi makroprudensial untuk menjaga denyut nadi kredit ke sektor riil. Otoritas merilis program PINISI (Program Percepatan Intermediasi Indonesia) serta merevisi dua aturan likuiditas utama:

  1. Rasio Intermediasi Makroprudensial (RIM): Berlaku efektif 1 Juli 2026, BI memperluas cakupan dan memperketat kriteria surat berharga korporasi yang diterbitkan bank untuk dijadikan komponen pengurang perhitungan RIM, sehingga kapasitas pembiayaan bank lebih fleksibel.

  2. Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM): Berlaku efektif 1 Agustus 2026, perbankan yang mampu memenuhi target RIM namun belum mencapai batas maksimum KLM 5,5%, akan diberikan tambahan bonus pelonggaran likuiditas hingga 0,5% dari Dana Pihak Ketiga (DPK).

Hingga awal Mei 2026, total insentif KLM yang telah digelontorkan BI ke perbankan mencapai Rp424,7 triliun, dengan serapan terbesar pada Bank BUMN (Rp214,2 triliun) dan Bank Swasta Nasional (Rp171,1 triliun). Kebijakan akomodatif ini sukses mendorong kredit perbankan April 2026 tumbuh 9,98% (yoy), ditopang oleh performa gemilang kredit investasi yang melesat hingga 19,48% (yoy). BI optimistis pertumbuhan kredit sepanjang 2026 akan aman berada pada rentang 8–12%.

QRIS Melesat 

Di sektor sistem pembayaran, digitalisasi menunjukkan lompatan eksponensial. Volume transaksi pembayaran digital per April 2026 tercatat menyentuh 5,15 miliar transaksi atau tumbuh 42,86% (yoy).

Fenomena ini dikomandani oleh pertumbuhan transaksi QRIS yang melonjak tajam 108,43% (yoy). Menatap sisa tahun ini, BI menargetkan jumlah merchant QRIS menembus angka 47 juta melalui program QRIS Jelajah Indonesia 2026.

Sebagai langkah strategis internasionalisasi Rupiah di bawah payung Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia (BSPI) 2030, BI bersiap mengimplementasikan QRIS Antarnegara Indonesia–Tiongkok. Langkah ini menyusul kesuksesan interkoneksi sistem pembayaran digital lintas batas yang sebelumnya telah berjalan dengan Malaysia, Singapura, Thailand, Jepang, dan Korea Selatan. ***

  • Baca juga: Mandiri Sekuritas Patok Yield SBN 10 Tahun di 6,8%–7,0%, Pasar Mulai Didominasi Investor Domestik

Profil Indikator Finansial & Makroekonomi RI (Mei 2026)

Indikator Capaian / Posisi Aktual Catatan Kinerja
Pertumbuhan Ekonomi 5,61% (yoy) Triwulan I-2026; naik dari 5,39% pada triwulan sebelumnya didorong stimulus Makan Bergizi Gratis (MBG)
Inflasi IHK 2,42% (yoy) Periode April 2026; mengalami penurunan drastis didukung panen raya (volatile food turun ke 3,37%)
Cadangan Devisa USD146,2 Miliar Posisi akhir April 2026; setara 5,8 bulan impor (aman di atas standar internasional)
Rasio Likuiditas (AL/DPK) 25,39% Kondisi April 2026; likuiditas perbankan sangat tebal dengan pertumbuhan DPK 11,39% (yoy)
Capital Adequacy Ratio (CAR) 25,09% Posisi Maret 2026; bantalan permodalan bank sangat kuat meredam risiko eksternal
Non-Performing Loan (NPL) 2,14% (Bruto) / 0,83% (Neto) Posisi Maret 2026; manajemen risiko pembiayaan terjaga solid di zona aman
Tags: Bank Indonesiabi rateInflasi IndonesiaKebijakan Makroprudensialkrisis Timur TengahNilai Tukar RupiahPINISIQRIS Antarnegararamdan denny prakosoSRBISuku Bunga BI
 
 
 
 
 
Sebelumnya

Tekan Kebocoran Finansial, KPR Takeover Jadi Solusi Hemat Cicilan Hingga 40%

Selanjutnya

Kinerja Kuartal I/2026 Melesat: Laba Sebelum Pajak Krom Bank Meroket 99%

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

Belanja Akhir Pekan Lebih Hemat, BRI Hadirkan Promo Diskon Rp100 Ribu di Tokopedia!

BI Guyur Insentif Likuiditas Rp446,5 Triliun, KSSK Minta Perbankan Genjot Kredit UMKM

oleh Stella Gracia
4 September 2026 - 20:07

Bank Indonesia menyalurkan insentif likuiditas KLM sebesar Rp446,5 triliun untuk mendorong penyaluran kredit perbankan ke sektor riil dan UMKM, didukung...

Rasio Modal Negatif, OJK Cabut Izin Usaha PT BPRS Gaido Indonesia

Perkuat Strategi Ritel Mikro, SIG Luncurkan Semen Kujang Berteknologi Active Micro Particle

oleh Stella Gracia
4 September 2026 - 09:40

SIG resmi menghidupkan kembali merek legendaris Semen Kujang untuk menguasai pasar ritel Jawa Barat, ditopang teknologi Active Micro Particle buatan...

Rasio Modal Negatif, OJK Cabut Izin Usaha PT BPRS Gaido Indonesia

Dorong Konsep Total Building Solution, SIG Buka Prospek Positif Pasar Semen 2H26

oleh Stella Gracia
3 September 2026 - 22:37

SIG mencatatkan lonjakan laba bersih 471% yoy menjadi Rp228 miliar pada Semester I/2026, ditopang kenaikan pendapatan Rp17,65 triliun dan penurunan...

Ketergantungan Fiskal dan Tekanan Margin UMKM Bayangi Resiliensi Ekonomi Indonesia

Ketergantungan Fiskal dan Tekanan Margin UMKM Bayangi Resiliensi Ekonomi Indonesia

oleh Sandy Romualdus
3 September 2026 - 17:20

Office of Chief Economist Bank Mandiri memproyeksikan ekonomi Indonesia tumbuh 5,3%-5,4% pada 2026, ditopang belanja pemerintah di tengah pengetatan likuiditas...

Rasio Modal Negatif, OJK Cabut Izin Usaha PT BPRS Gaido Indonesia

Rasio Modal Negatif, OJK Cabut Izin Usaha PT BPRS Gaido Indonesia

oleh Stella Gracia
3 September 2026 - 11:38

OJK mencabut izin usaha BPRS Gaido Indonesia di Cianjur karena permasalahan permodalan dan likuiditas. LPS langsung mengambil alih proses likuidasi...

Sah Jadi Gubernur BI, Destry Damayanti Tegaskan Penguatan Bauran Kebijakan dan Sinergi Pemerintah

Sah Jadi Gubernur BI, Destry Damayanti Tegaskan Penguatan Bauran Kebijakan dan Sinergi Pemerintah

oleh Sandy Romualdus
2 September 2026 - 16:25

Gubernur BI Destry Damayanti mengusung kerangka kerja "3I plus S" sebagai landasan utama perumusan kebijakan bank sentral sepanjang masa kepemimpinannya....

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • OJK dan Bappebti Perkuat Sinergi dalam Pengawasan Derivatif Keuangan Berbasis Efek

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menyiapkan Talenta Hijau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Keras Dan Menghantam

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • LinkUMKM Tembus 14 Juta User, BRI Dorong Kerajinan Ramah Lingkungan Go International

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cetak Duta Literasi Keuangan, OJK Integrasikan Kecakapan Finansial ke Dasa Dharma Pramuka

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cetak Sejarah, Bale Syariah BSN Jadi Mobile Banking Pertama Bisa Top Up KMT Commuter Line

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

Sinyal Hawkish The Fed Membingungkan Pasar, Keputusan Suku Bunga September Bergantung Data Inflasi

MARKET INSIGHT : IHSG Melesat ke 6.667 & Emas Antam Tembus Rp 2,71 Juta

JPMorgan Patok Target IHSG 7.000 di Akhir 2026, Soroti Resiliensi Emiten dan Disiplin Fiskal

BI Guyur Insentif Likuiditas Rp446,5 Triliun, KSSK Minta Perbankan Genjot Kredit UMKM

RUPSLB BTN Rombak Lima Kursi Direksi, Nixon Napitupulu Tetap Menjabat Dirut

AAUI Soroti Target OJK dan Tantangan Reasuransi di Tengah Tergerusnya Laba Industri

Penarikan Dana SAL Ditunda, Dirut BTN Sebut Tekanan Perebutan DPK Mulai Mereda

Perkuat Customer Experience, CIMB Niaga Tebar Promo dan Gelar Engagement di Harpelnas 2026

Arah IHSG, Nasib Rupiah, dan Prospek Saham Blue Chip Jelang Akhir Pekan

STABILITAS CHANNEL

 
 
Selanjutnya
Setoran PPN Melonjak 40%, Menkeu Purbaya Patahkan Isu Daya Beli Hancur

Kinerja Kuartal I/2026 Melesat: Laba Sebelum Pajak Krom Bank Meroket 99%

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance