• Redaksi
  • Iklan
  • Majalah Digital
  • Kontak Kami
Rabu, Mei 20, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Eksmud
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Interview
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Eksmud
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Interview
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
Home Ekonomi

Gempuran Geopolitik Global, Bank Indonesia Kerek Suku Bunga BI-Rate ke 5,25%

oleh Stella Gracia
20 Mei 2026 - 15:14
7
Dilihat
Gempuran Geopolitik Global, Bank Indonesia Kerek Suku Bunga BI-Rate ke 5,25%
0
Bagikan
7
Dilihat

Stabilitas.id — Bank Indonesia (BI) mengambil langkah agresif guna membentengi perekonomian domestik dari rambatan guncangan geopolitik global. Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 19–20 Mei 2026 memutuskan untuk mengerek suku bunga acuan atau BI-Rate sebesar 50 basis poin (bps) menjadi 5,25%.

Sejalan dengan lonjakan tersebut, suku bunga Deposit Facility dikerek 50 bps menjadi 4,25%, dan suku bunga Lending Facility naik ke level 6,00%.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia Ramdan Denny Prakoso menjelaskan bahwa pengetatan moneter ini merupakan langkah lanjutan (follow-up action) untuk menstabilkan nilai tukar Rupiah yang tertekan akibat eskalasi konflik di Timur Tengah, termasuk risiko penutupan Selat Hormuz yang memicu lonjakan harga minyak dunia.

BERITA TERKAIT

SBN Internasional Laris, ULN Pemerintah Kuartal I/2026 Tumbuh Melambat 3,8%

Kredit Mobil Listrik Melejit 70%, BI Siapkan Insentif GWM 1% untuk Bank Pelopor Hijau

Rasio Uang Palsu Turun Jadi 4 Lembar per Sejuta, BI Musnahkan 466.535 Lembar Rupiah Tiruan

Inflasi April Terkendali 2,42%, BI Beberkan Strategi 4K Lewat Peluncuran GPIPS 2026

“Keputusan ini merupakan langkah pre-emptive dan forward-looking untuk memastikan inflasi pada 2026 dan 2027 tetap jangkar pada sasaran $2,5 \pm 1\%$. Fokus moneter kami saat ini adalah pro-stability, sedangkan kebijakan makroprudensial dan sistem pembayaran tetap didesain pro-growth,” tegas Ramdan dalam siaran pers di Jakarta, Rabu (20/5/2026).

Intervensi Berlapis

Ketegangan geopolitik global telah memicu arus modal keluar (capital outflow) dari pasar negara berkembang (emerging markets) menuju aset aman (safe-haven assets), terutama obligasi AS seiring melonjaknya yield US Treasury tenor 10 tahun ke level 4,66%. Faktor musiman korporasi dalam negeri untuk pembayaran dividen dan utang luar negeri turut mempertebal tekanan, hingga memicu Rupiah terdepresiasi ke level Rp17.700 per dolar AS per 19 Mei 2026 (melemah 2,20% mtm dibanding akhir April).

Untuk memitigasi risiko tersebut, Bank Indonesia menggelar bauran kebijakan makro yang komprehensif:

  • Intervensi Pasar Valas: BI mengintensifkan operasi stabilisasi secara tripartit, mencakup transaksi Non-Deliverable Forward (NDF) di pasar luar negeri, serta transaksi spot dan Domestic NDF (DNDF) di pasar domestik.

  • Optimalisasi Instrumen Pro-Market: BI menaikkan imbal hasil Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) masing-masing menjadi 6,21% (6 bulan), 6,31% (9 bulan), dan 6,45% (12 bulan). Strategi ini terbukti ampuh menarik investasi portofolio asing dengan catatan net inflows triwulan II senilai 5,5 miliar dolar AS per 18 Mei 2026. Outstanding SRBI kini menembus Rp921,88 triliun dengan porsi kepemilikan asing mencapai 24,04% (Rp221,59 triliun).

  • Pengetatan Transaksi Valas: Mulai Juni 2026, BI resmi menurunkan ambang batas (threshold) pembelian tunai valas terhadap Rupiah tanpa dokumen acuan (underlying) menjadi USD25.000 per pelaku per bulan untuk menyumbat spekulasi di pasar spot.

  • Suntikan Likuiditas Domestik: Guna menjamin kecukupan likuiditas perbankan, BI mengamankan pertumbuhan Uang Primer (M0) di level dua digit sebesar 14,1% (yoy) pada April 2026, ditopang pembelian Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder senilai Rp73,28 triliun sejak awal tahun.

Kontra-Siklus

Meski moneter mengetat, BI justru memperlebar pelonggaran di sisi makroprudensial untuk menjaga denyut nadi kredit ke sektor riil. Otoritas merilis program PINISI (Program Percepatan Intermediasi Indonesia) serta merevisi dua aturan likuiditas utama:

  1. Rasio Intermediasi Makroprudensial (RIM): Berlaku efektif 1 Juli 2026, BI memperluas cakupan dan memperketat kriteria surat berharga korporasi yang diterbitkan bank untuk dijadikan komponen pengurang perhitungan RIM, sehingga kapasitas pembiayaan bank lebih fleksibel.

  2. Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM): Berlaku efektif 1 Agustus 2026, perbankan yang mampu memenuhi target RIM namun belum mencapai batas maksimum KLM 5,5%, akan diberikan tambahan bonus pelonggaran likuiditas hingga 0,5% dari Dana Pihak Ketiga (DPK).

Hingga awal Mei 2026, total insentif KLM yang telah digelontorkan BI ke perbankan mencapai Rp424,7 triliun, dengan serapan terbesar pada Bank BUMN (Rp214,2 triliun) dan Bank Swasta Nasional (Rp171,1 triliun). Kebijakan akomodatif ini sukses mendorong kredit perbankan April 2026 tumbuh 9,98% (yoy), ditopang oleh performa gemilang kredit investasi yang melesat hingga 19,48% (yoy). BI optimistis pertumbuhan kredit sepanjang 2026 akan aman berada pada rentang 8–12%.

QRIS Melesat 

Di sektor sistem pembayaran, digitalisasi menunjukkan lompatan eksponensial. Volume transaksi pembayaran digital per April 2026 tercatat menyentuh 5,15 miliar transaksi atau tumbuh 42,86% (yoy).

Fenomena ini dikomandani oleh pertumbuhan transaksi QRIS yang melonjak tajam 108,43% (yoy). Menatap sisa tahun ini, BI menargetkan jumlah merchant QRIS menembus angka 47 juta melalui program QRIS Jelajah Indonesia 2026.

Sebagai langkah strategis internasionalisasi Rupiah di bawah payung Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia (BSPI) 2030, BI bersiap mengimplementasikan QRIS Antarnegara Indonesia–Tiongkok. Langkah ini menyusul kesuksesan interkoneksi sistem pembayaran digital lintas batas yang sebelumnya telah berjalan dengan Malaysia, Singapura, Thailand, Jepang, dan Korea Selatan. ***

Profil Indikator Finansial & Makroekonomi RI (Mei 2026)

Indikator Capaian / Posisi Aktual Catatan Kinerja
Pertumbuhan Ekonomi 5,61% (yoy) Triwulan I-2026; naik dari 5,39% pada triwulan sebelumnya didorong stimulus Makan Bergizi Gratis (MBG)
Inflasi IHK 2,42% (yoy) Periode April 2026; mengalami penurunan drastis didukung panen raya (volatile food turun ke 3,37%)
Cadangan Devisa USD146,2 Miliar Posisi akhir April 2026; setara 5,8 bulan impor (aman di atas standar internasional)
Rasio Likuiditas (AL/DPK) 25,39% Kondisi April 2026; likuiditas perbankan sangat tebal dengan pertumbuhan DPK 11,39% (yoy)
Capital Adequacy Ratio (CAR) 25,09% Posisi Maret 2026; bantalan permodalan bank sangat kuat meredam risiko eksternal
Non-Performing Loan (NPL) 2,14% (Bruto) / 0,83% (Neto) Posisi Maret 2026; manajemen risiko pembiayaan terjaga solid di zona aman
Tags: Bank Indonesiabi rateInflasi IndonesiaKebijakan Makroprudensialkrisis Timur TengahNilai Tukar RupiahPINISIQRIS Antarnegararamdan denny prakosoSRBISuku Bunga BI
 
 
 
 
Sebelumnya

Genjot Inklusi Keuangan Pelajar, Bank Jakarta Kelola Dana Simpanan Rp1,81 Triliun

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

Pasar Properti On The Track, Penjualan Rumah Second Jadi Penopang Utama

Pasar Properti On The Track, Penjualan Rumah Second Jadi Penopang Utama

oleh Sandy Romualdus
19 Mei 2026 - 17:28

Stabilitas.id - Pasar properti pada tahun ini diproyeksikan akan tetap on the right track sejalan dengan akan adanya lonjakan pada...

Survei BI: Kenaikan Harga Bahan Baku Bakal Dongkrak Inflasi Ritel Per Juni 2026

SBN Internasional Laris, ULN Pemerintah Kuartal I/2026 Tumbuh Melambat 3,8%

oleh Stella Gracia
19 Mei 2026 - 10:58

Stabilitas.id — Bank Indonesia (BI) melaporkan posisi Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia pada triwulan I/2026 tercatat sebesar US$433,4 miliar. Posisi...

Survei BI: Kenaikan Harga Bahan Baku Bakal Dongkrak Inflasi Ritel Per Juni 2026

Kredit Mobil Listrik Melejit 70%, BI Siapkan Insentif GWM 1% untuk Bank Pelopor Hijau

oleh Stella Gracia
19 Mei 2026 - 10:58

Stabilitas.id — Otoritas moneter dan fiskal memperkuat fondasi arsitektur keuangan berkelanjutan (sustainable finance) tanah air demi memitigasi dampak risiko perubahan...

Survei BI: Kenaikan Harga Bahan Baku Bakal Dongkrak Inflasi Ritel Per Juni 2026

Rasio Uang Palsu Turun Jadi 4 Lembar per Sejuta, BI Musnahkan 466.535 Lembar Rupiah Tiruan

oleh Stella Gracia
19 Mei 2026 - 10:58

Stabilitas.id — Bank Indonesia (BI) bersama Badan Koordinasi Pemberantasan Rupiah Palsu (Botasupal) memusnahkan sebanyak 466.535 lembar uang Rupiah palsu di...

Inflasi April Terkendali 2,42%, BI Beberkan Strategi 4K Lewat Peluncuran GPIPS 2026

Inflasi April Terkendali 2,42%, BI Beberkan Strategi 4K Lewat Peluncuran GPIPS 2026

oleh Stella Gracia
19 Mei 2026 - 10:57

Stabilitas.id — Bank Indonesia (BI) bersama Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah memperketat sinergi pengendalian inflasi dengan resmi meluncurkan Gerakan Pengendalian...

Survei BI: Kenaikan Harga Bahan Baku Bakal Dongkrak Inflasi Ritel Per Juni 2026

Survei BI: Kenaikan Harga Bahan Baku Bakal Dongkrak Inflasi Ritel Per Juni 2026

oleh Stella Gracia
19 Mei 2026 - 10:56

Stabilitas.id — Bank Indonesia (BI) memprakirakan indeks penjualan eceran atau ritel nasional tetap berada dalam zona ekspansif pada periode April...

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Romy Wijayanto Resmi Terpilih Jadi Direktur Utama Bankaltimtara 2026-2030

    Romy Wijayanto Resmi Terpilih Jadi Direktur Utama Bankaltimtara 2026-2030

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • RUPS Lippo Karawaci: Indra Yuwana Jabat Presiden Direktur, Bamsoet Masuk Jajaran Komisaris

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Manajemen Kinerja Kualitatif vs Kuantitatif

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • RUPST Bank Jateng Angkat Bambang Widiyatmoko Jadi Dirut, Adnas Jabat Komut

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pasar Properti On The Track, Penjualan Rumah Second Jadi Penopang Utama

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dari AO Jadi Dirut, Kindaris Resmi Pimpin PNM Gantikan Arief Mulyadi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Resmi Berlaku! PMK 23/2026: Aturan Baru Penagihan hingga Pelunasan Piutang Negara

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

Gempuran Geopolitik Global, Bank Indonesia Kerek Suku Bunga BI-Rate ke 5,25%

Genjot Inklusi Keuangan Pelajar, Bank Jakarta Kelola Dana Simpanan Rp1,81 Triliun

Pasar Properti On The Track, Penjualan Rumah Second Jadi Penopang Utama

Bank Mandiri Kukuhkan Peran di Ekonomi Kerakyatan, Realisasi KUR Tembus Rp14,54 Triliun hingga April 2026

SBN Internasional Laris, ULN Pemerintah Kuartal I/2026 Tumbuh Melambat 3,8%

Kredit Mobil Listrik Melejit 70%, BI Siapkan Insentif GWM 1% untuk Bank Pelopor Hijau

Rasio Uang Palsu Turun Jadi 4 Lembar per Sejuta, BI Musnahkan 466.535 Lembar Rupiah Tiruan

Inflasi April Terkendali 2,42%, BI Beberkan Strategi 4K Lewat Peluncuran GPIPS 2026

Survei BI: Kenaikan Harga Bahan Baku Bakal Dongkrak Inflasi Ritel Per Juni 2026

STABILITAS CHANNEL

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Eksmud
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Interview
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance