• Redaksi
  • Iklan
  • Majalah Digital
  • Kontak Kami
Selasa, September 8, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
 
Home Ekonomi

Setoran PPN Melonjak 40%, Menkeu Purbaya Patahkan Isu Daya Beli Hancur

oleh Stella Gracia
20 Mei 2026 - 09:00
19
Dilihat
Setoran PPN Melonjak 40%, Menkeu Purbaya Patahkan Isu Daya Beli Hancur
0
Bagikan
19
Dilihat

BERITA TERKAIT

JPMorgan Patok Target IHSG 7.000 di Akhir 2026, Soroti Resiliensi Emiten dan Disiplin Fiskal

Menkeu Purbaya: Modal Asing Masuk Rp140,6 Triliun, Stabilitas Ekonomi Jaga Kepercayaan Global

Tekan Kerugian Bencana Rp22,85 Triliun, Kemenkeu Dorong Strategi Pre-Disaster Planning

Perkuat Resiliensi Makro, Kemenkeu Dorong Sinergi Kebijakan KSSK dan Konsolidasi BUMN Danantara

Stabilitas.id — Kementerian Keuangan melaporkan postur kuartalan instrumen fiskal nasional berada dalam kondisi prima. Realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga akhir April 2026 mencatatkan performa kokoh, mematahkan kekhawatiran publik mengenai isu pelemahan daya beli masyarakat.

Dalam konferensi pers APBN KiTA, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan bahwa fondasi makroekonomi domestik tetap resilien di tengah eskalasi tensi geopolitik Timur Tengah serta bayang-bayang ketatnya likuiditas global.

  • Baca juga: JPMorgan Patok Target IHSG 7.000 di Akhir 2026, Soroti Resiliensi Emiten dan Disiplin Fiskal

“Hingga April 2026, pendapatan negara berhasil menembus angka Rp918,4 triliun, melonjak sebesar 13% jika dibandingkan dengan capaian periode yang sama pada tahun lalu (year-on-year/yoy),” papar Purbaya, dikutip Rabu (20/5/2026).

Akselerasi pendapatan negara utamanya dikomandani oleh moncernya kinerja perpajakan yang tumbuh agresif sebesar 13,7% secara agregat, dengan pertumbuhan setoran pajak murni menyentuh 16,1% (yoy).

Menkeu secara khusus menyoroti tiga pilar penopang utama konsumsi domestik dan ketenagakerjaan:

  • Pajak Pertambahan Nilai & Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPN dan PPN-BM): Melesat tajam hingga 40% (yoy).

  • PPh Orang Pribadi (OP): Merangkak naik secara signifikan sebesar 25% (yoy).

  • PPh Pasal 21 (Gaji Karyawan): Mengamankan pertumbuhan dua digit di level 21% (yoy).

Lonjakan masif pada sektor pajak konsumsi dan pendapatan ini dinilai menjadi indikator valid bahwa aktivitas ekonomi riil masih bergerak aktif.

“PPh 21 tumbuh 21% dan PPN melonjak 40%. Ini data kuantitatif yang berbicara, bukan sekadar asumsi atau perasaan. Jadi, narasi yang menyebutkan bahwa daya beli masyarakat saat ini hancur sama sekali tidak terbukti,” tegas Menkeu.

  • Baca juga: Menkeu Purbaya: Modal Asing Masuk Rp140,6 Triliun, Stabilitas Ekonomi Jaga Kepercayaan Global

Di luar sektor perpajakan, Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) ikut menyumbang performa impresif dengan realisasi Rp171,3 triliun (tumbuh 11,8%). Sementara itu, sektor Bea dan Cukai mulai membalikkan arah (rebound) ke zona hijau dengan pertumbuhan positif 0,6% setelah sempat mengalami kontraksi pada bulan sebelumnya.

Belanja Negara Tembus Rp1.000 Triliun

Dari sisi belanja, Pemerintah mengambil strategi ekspansif guna menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional. Realisasi belanja negara per April 2026 telah melewati angka psikologis Rp1.000 triliun, meroket sebesar 34,3% (yoy).

Akselerasi pengeluaran ini dipicu oleh lonjakan Belanja Kementerian/Lembaga (K/L) yang tumbuh 57,9%. Purbaya menjelaskan bahwa percepatan penyerapan anggaran di awal tahun sengaja dirancang agar efek pengganda (multiplier effect) stimulus APBN dapat terdistribusi merata sepanjang tahun. Pemerintah juga memberikan garansi bahwa bantalan sosial berupa subsidi energi, termasuk BBM, tidak akan dikurangi hingga tutup tahun.

Defisit Fiskal Menyusut 

Kombinasi antara akselerasi pendapatan yang kuat dan manajemen belanja yang terukur membuat rapor defisit anggaran per April 2026 mengalami perbaikan yang sangat signifikan.

Defisit APBN tercatat menyusut ke level Rp164,4 triliun atau setara dengan 0,64% dari Produk Domestik Bruto (PDB). Angka ini turun drastis dibandingkan dengan posisi defisit per Maret 2026 yang sempat menyentuh level 0,93% dari PDB.

Capaian ini sekaligus menepis proyeksi linier negatif dari para analis pasar modal. “Maret kemarin defisit berada di posisi 0,93%, lalu beberapa analis menilai jika dikali empat secara linier maka defisit tahunan bisa menembus 3,6%. Itu hitungan ajaib yang mengabaikan siklus fiskal. Faktanya, per April defisit kita justru turun ke 0,64%,” urai Menkeu.

Menatap kuartal II-2026, Kemenkeu optimistis pertumbuhan ekonomi akan semakin melesat. Guna memberikan suntikan energi baru pada sektor riil, pemerintah bersama Bank Indonesia tengah mematangkan peluncuran insentif tambahan untuk sektor kendaraan listrik (mobil dan motor listrik) yang digulirkan sepanjang periode April hingga Juni ini. ***

  • Baca juga: Tekan Kerugian Bencana Rp22,85 Triliun, Kemenkeu Dorong Strategi Pre-Disaster Planning

Ringkasan Rapor APBN per April 2026

Pos Komponen APBN Nilai Realisasi / Pertumbuhan Catatan Strategis
Pendapatan Negara Rp918,4 Triliun (+13% yoy) Ditopang kuat kuartal pertumbuhan sektor perpajakan
Penerimaan Pajak Tumbuh 16,1% (yoy) PPN & PPN-BM melonjak 40%; PPh 21 tumbuh 21%
PNBP Rp171,3 Triliun (+11,8% yoy) Realisasi solid di tengah fluktuasi harga komoditas
Belanja Negara Tembus > Rp1.000 Triliun (+34,3% yoy) Belanja K/L melesat 57,9% untuk program prioritas
Defisit Anggaran Rp164,4 Triliun (0,64% PDB) Menyusut signifikan dari posisi Maret yang sebesar 0,93% PDB

Tags: #kemenkeuAPBN KitaBelanja NegaraDaya Beli Masyarakatdefisit apbnInsentif Kendaraan ListrikPendapatan NegaraPenerimaan PajakPPh 21Purbaya Yudhi Sadewa
 
 
 
 
 
Sebelumnya

Pimpin Sidang Debottlenecking, Menkeu Purbaya Urai Hambatan Investasi di Toba dan Mandalika

Selanjutnya

Tekan Emisi Konstruksi, SIG Gandeng BRIN Kembangkan Beton Pintar hingga Beton Maritim

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

Modal Asing Rp8,12 Triliun Kabur dari RI Pekan Lalu, Investor Ramai Jual SBN & SRBI

Cadangan Devisa Agustus 2026 Naik Jadi 146,5 Miliar Dolar AS, BI Pastikan Ketahanan Eksternal Tetap Kuat

oleh Stella Gracia
7 September 2026 - 12:36

Bank Indonesia melaporkan posisi cadangan devisa Indonesia Agustus 2026 meningkat menjadi 146,5 miliar dolar AS, setara 5,4 bulan impor dan...

Uang Beredar Tumbuh 4,9% di Mei 2025, Stabilitas Rupiah Tetap Terjaga di Tengah Dinamika Global

Likuiditas Agustus 2026 Terjaga, Uang Primer Tercatat Rp2.281.525 Miliar

oleh Stella Gracia
7 September 2026 - 12:34

Analisis data statistik Bank Indonesia menunjukkan Uang Primer (M0) Adjusted Agustus 2026 mencapai Rp2.281,5 triliun, didorong pertumbuhan giro bank dan...

Rasio Modal Negatif, OJK Cabut Izin Usaha PT BPRS Gaido Indonesia

Perkuat Strategi Ritel Mikro, SIG Luncurkan Semen Kujang Berteknologi Active Micro Particle

oleh Stella Gracia
4 September 2026 - 09:40

SIG resmi menghidupkan kembali merek legendaris Semen Kujang untuk menguasai pasar ritel Jawa Barat, ditopang teknologi Active Micro Particle buatan...

Rasio Modal Negatif, OJK Cabut Izin Usaha PT BPRS Gaido Indonesia

Dorong Konsep Total Building Solution, SIG Buka Prospek Positif Pasar Semen 2H26

oleh Stella Gracia
3 September 2026 - 22:37

SIG mencatatkan lonjakan laba bersih 471% yoy menjadi Rp228 miliar pada Semester I/2026, ditopang kenaikan pendapatan Rp17,65 triliun dan penurunan...

Ketergantungan Fiskal dan Tekanan Margin UMKM Bayangi Resiliensi Ekonomi Indonesia

Ketergantungan Fiskal dan Tekanan Margin UMKM Bayangi Resiliensi Ekonomi Indonesia

oleh Sandy Romualdus
3 September 2026 - 17:20

Office of Chief Economist Bank Mandiri memproyeksikan ekonomi Indonesia tumbuh 5,3%-5,4% pada 2026, ditopang belanja pemerintah di tengah pengetatan likuiditas...

Tanggapi Hasil Review MSCI, OJK Sebut Daya Tahan Investor Lokal Mampu Redam Outflow

Menkeu Purbaya: Modal Asing Masuk Rp140,6 Triliun, Stabilitas Ekonomi Jaga Kepercayaan Global

oleh Stella Gracia
2 September 2026 - 13:15

IHSG ditutup menguat 1,14% ke level 6.599,9 pada Selasa (1/9/2026) didorong net buy asing Rp2,03 triliun, di mana saham BBRI...

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • OJK dan Bappebti Perkuat Sinergi dalam Pengawasan Derivatif Keuangan Berbasis Efek

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menyiapkan Talenta Hijau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Keras Dan Menghantam

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • LinkUMKM Tembus 14 Juta User, BRI Dorong Kerajinan Ramah Lingkungan Go International

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cetak Duta Literasi Keuangan, OJK Integrasikan Kecakapan Finansial ke Dasa Dharma Pramuka

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cetak Sejarah, Bale Syariah BSN Jadi Mobile Banking Pertama Bisa Top Up KMT Commuter Line

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

Bank Mandiri Bagikan Dividen Interim Rp6,16 Triliun, Total Sepanjang 2026 Tembus Rp50,63 Triliun

Dorong Ekspansi Kredit dan Perbaikan Aset, BRI Tegaskan Komitmen Jaga Keseimbangan Modal

Pacu Volume Transaksi Mobile Banking, Bank BSN Serbu Merchant di Kota-Kota Besar

Cadangan Devisa Agustus 2026 Naik Jadi 146,5 Miliar Dolar AS, BI Pastikan Ketahanan Eksternal Tetap Kuat

Melek Finansial Sejak Dini, BRI Bekali Anak Muda dengan Tiga Mindset Penting

Hery Gunardi Tegaskan Serikat Pekerja Jadi Mitra Strategis Jaga Daya Saing BRI

Likuiditas Agustus 2026 Terjaga, Uang Primer Tercatat Rp2.281.525 Miliar

Abu Vulkanik Ancam Penerbangan dan Usaha, AAUI Beberkan Cakupan Polis Asuransi Dampak Erupsi

Cyber Security Awareness dan Digital Literacy: Benteng Baru Indonesia di Tengah Ledakan Kejahatan Digital

STABILITAS CHANNEL

 
 
Selanjutnya
Setoran PPN Melonjak 40%, Menkeu Purbaya Patahkan Isu Daya Beli Hancur

Tekan Emisi Konstruksi, SIG Gandeng BRIN Kembangkan Beton Pintar hingga Beton Maritim

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance