• Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
Minggu, Oktober 18, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
 
Home Ekonomi

Setoran PPN Melonjak 40%, Menkeu Purbaya Patahkan Isu Daya Beli Hancur

by Stella Gracia
20 Mei 2026 - 09:00
22
VIEWS
Setoran PPN Melonjak 40%, Menkeu Purbaya Patahkan Isu Daya Beli Hancur
0
SHARES
22
VIEWS

BERITA TERKAIT

Riset Paramadina: 8 Juta UMKM Pangan Belum Tersertifikasi, Wajib Halal Serentak Berisiko Tekan Daya Beli

Defisit APBN Tembus Rp319 Triliun per September 2026, Menkeu Pastikan Postur Fiskal Tetap Kredibel

Kerek Belanja Tanpa Tambah Utang: Banggar DPR Patok Target Pertumbuhan Ekonomi 6 Persen

Steroid Likuiditas Rp200 Triliun Kemenkeu: Ujian Tata Kelola Himbara dan Jebakan Maturity Mismatch

Stabilitas.id — Kementerian Keuangan melaporkan postur kuartalan instrumen fiskal nasional berada dalam kondisi prima. Realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga akhir April 2026 mencatatkan performa kokoh, mematahkan kekhawatiran publik mengenai isu pelemahan daya beli masyarakat.

Dalam konferensi pers APBN KiTA, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan bahwa fondasi makroekonomi domestik tetap resilien di tengah eskalasi tensi geopolitik Timur Tengah serta bayang-bayang ketatnya likuiditas global.

  • Baca juga: Riset Paramadina: 8 Juta UMKM Pangan Belum Tersertifikasi, Wajib Halal Serentak Berisiko Tekan Daya Beli

“Hingga April 2026, pendapatan negara berhasil menembus angka Rp918,4 triliun, melonjak sebesar 13% jika dibandingkan dengan capaian periode yang sama pada tahun lalu (year-on-year/yoy),” papar Purbaya, dikutip Rabu (20/5/2026).

Akselerasi pendapatan negara utamanya dikomandani oleh moncernya kinerja perpajakan yang tumbuh agresif sebesar 13,7% secara agregat, dengan pertumbuhan setoran pajak murni menyentuh 16,1% (yoy).

Menkeu secara khusus menyoroti tiga pilar penopang utama konsumsi domestik dan ketenagakerjaan:

  • Pajak Pertambahan Nilai & Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPN dan PPN-BM): Melesat tajam hingga 40% (yoy).

  • PPh Orang Pribadi (OP): Merangkak naik secara signifikan sebesar 25% (yoy).

  • PPh Pasal 21 (Gaji Karyawan): Mengamankan pertumbuhan dua digit di level 21% (yoy).

Lonjakan masif pada sektor pajak konsumsi dan pendapatan ini dinilai menjadi indikator valid bahwa aktivitas ekonomi riil masih bergerak aktif.

“PPh 21 tumbuh 21% dan PPN melonjak 40%. Ini data kuantitatif yang berbicara, bukan sekadar asumsi atau perasaan. Jadi, narasi yang menyebutkan bahwa daya beli masyarakat saat ini hancur sama sekali tidak terbukti,” tegas Menkeu.

  • Baca juga: Defisit APBN Tembus Rp319 Triliun per September 2026, Menkeu Pastikan Postur Fiskal Tetap Kredibel

Di luar sektor perpajakan, Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) ikut menyumbang performa impresif dengan realisasi Rp171,3 triliun (tumbuh 11,8%). Sementara itu, sektor Bea dan Cukai mulai membalikkan arah (rebound) ke zona hijau dengan pertumbuhan positif 0,6% setelah sempat mengalami kontraksi pada bulan sebelumnya.

Belanja Negara Tembus Rp1.000 Triliun

Dari sisi belanja, Pemerintah mengambil strategi ekspansif guna menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional. Realisasi belanja negara per April 2026 telah melewati angka psikologis Rp1.000 triliun, meroket sebesar 34,3% (yoy).

Akselerasi pengeluaran ini dipicu oleh lonjakan Belanja Kementerian/Lembaga (K/L) yang tumbuh 57,9%. Purbaya menjelaskan bahwa percepatan penyerapan anggaran di awal tahun sengaja dirancang agar efek pengganda (multiplier effect) stimulus APBN dapat terdistribusi merata sepanjang tahun. Pemerintah juga memberikan garansi bahwa bantalan sosial berupa subsidi energi, termasuk BBM, tidak akan dikurangi hingga tutup tahun.

Defisit Fiskal Menyusut 

Kombinasi antara akselerasi pendapatan yang kuat dan manajemen belanja yang terukur membuat rapor defisit anggaran per April 2026 mengalami perbaikan yang sangat signifikan.

Defisit APBN tercatat menyusut ke level Rp164,4 triliun atau setara dengan 0,64% dari Produk Domestik Bruto (PDB). Angka ini turun drastis dibandingkan dengan posisi defisit per Maret 2026 yang sempat menyentuh level 0,93% dari PDB.

Capaian ini sekaligus menepis proyeksi linier negatif dari para analis pasar modal. “Maret kemarin defisit berada di posisi 0,93%, lalu beberapa analis menilai jika dikali empat secara linier maka defisit tahunan bisa menembus 3,6%. Itu hitungan ajaib yang mengabaikan siklus fiskal. Faktanya, per April defisit kita justru turun ke 0,64%,” urai Menkeu.

Menatap kuartal II-2026, Kemenkeu optimistis pertumbuhan ekonomi akan semakin melesat. Guna memberikan suntikan energi baru pada sektor riil, pemerintah bersama Bank Indonesia tengah mematangkan peluncuran insentif tambahan untuk sektor kendaraan listrik (mobil dan motor listrik) yang digulirkan sepanjang periode April hingga Juni ini. ***

  • Baca juga: Kerek Belanja Tanpa Tambah Utang: Banggar DPR Patok Target Pertumbuhan Ekonomi 6 Persen

Ringkasan Rapor APBN per April 2026

Pos Komponen APBN Nilai Realisasi / Pertumbuhan Catatan Strategis
Pendapatan Negara Rp918,4 Triliun (+13% yoy) Ditopang kuat kuartal pertumbuhan sektor perpajakan
Penerimaan Pajak Tumbuh 16,1% (yoy) PPN & PPN-BM melonjak 40%; PPh 21 tumbuh 21%
PNBP Rp171,3 Triliun (+11,8% yoy) Realisasi solid di tengah fluktuasi harga komoditas
Belanja Negara Tembus > Rp1.000 Triliun (+34,3% yoy) Belanja K/L melesat 57,9% untuk program prioritas
Defisit Anggaran Rp164,4 Triliun (0,64% PDB) Menyusut signifikan dari posisi Maret yang sebesar 0,93% PDB

Tags: #kemenkeuAPBN KitaBelanja NegaraDaya Beli Masyarakatdefisit apbnInsentif Kendaraan ListrikPendapatan NegaraPenerimaan PajakPPh 21Purbaya Yudhi Sadewa
 
 
 
 
 
Previous Post

Pimpin Sidang Debottlenecking, Menkeu Purbaya Urai Hambatan Investasi di Toba dan Mandalika

Next Post

Tekan Emisi Konstruksi, SIG Gandeng BRIN Kembangkan Beton Pintar hingga Beton Maritim

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

Survei BI: Kenaikan Harga Bahan Baku Bakal Dongkrak Inflasi Ritel Per Juni 2026

ULN Indonesia Agustus 2026 Terjaga US$459,3 Miliar, BI Tegaskan Struktur Tetap Sehat

by Stella Gracia
15 Oktober 2026 - 12:51

Bank Indonesia mencatat ULN Indonesia Agustus 2026 tetap sehat sebesar US$459,3 miliar (tumbuh 5,6% yoy) dengan rasio PDB 30,9% didominasi...

Pilar Inklusi dari Binjai Utara: Kisah Shifa Celluler Perluas Akses dan Literasi Keuangan Lansia

Indonesia Peringkat Pertama Modest Fashion Dunia, BI dan Kemendag Pacu Ekspor Wastra Nusantara

by Stella Gracia
15 Oktober 2026 - 12:00

Indonesia peringkat 1 dunia sektor modest fashion SGIE 2025/2026. Deputi Gubernur Senior BI Aida S. Budiman buka IN2MOTIONFEST x JMFW...

Porsi Kredit UMKM BRI Capai 83,86%, Bukti Komitmen BRI pada Pemberdayaan Usaha Mikro

Riset Paramadina: 8 Juta UMKM Pangan Belum Tersertifikasi, Wajib Halal Serentak Berisiko Tekan Daya Beli

by Stella Gracia
15 Oktober 2026 - 08:18

Riset Paramadina memproyeksikan kewajiban sertifikasi halal serentak berisiko membebani 8 juta UMKM pangan dan menekan daya beli rumah tangga. Stabilitas.id...

Camino de Flores: Menyusuri Spiritualitas dan Pemulihan Ekonomi di Tanah Flores

Camino de Flores: Menyusuri Spiritualitas dan Pemulihan Ekonomi di Tanah Flores

by Stella Gracia
13 Oktober 2026 - 13:23

Kementerian Pariwisata meluncurkan rute wisata Camino de Flores. Program ini bertujuan meratakan distribusi wisatawan dan memulihkan ekonomi masyarakat Nusa Tenggara...

IKK September 2026 Bertengger di 118,1: Bank Indonesia Catat Konsumsi Rumah Tangga Meningkat

IKK September 2026 Bertengger di 118,1: Bank Indonesia Catat Konsumsi Rumah Tangga Meningkat

by Stella Gracia
12 Oktober 2026 - 12:21

Survei Konsumen BI September 2026 mencatat IKK tetap optimis di level 118,1 di tengah kenaikan rasio belanja konsumsi masyarakat menjadi...

Kikis Inefisiensi, Kemenkeu Selamatkan Anggaran Rp170 Triliun Tanpa Ganggu Birokrasi

Defisit APBN Tembus Rp319 Triliun per September 2026, Menkeu Pastikan Postur Fiskal Tetap Kredibel

by Stella Gracia
9 Oktober 2026 - 14:13

APBN membukukan defisit Rp319 triliun atau 1,24 persen PDB per September 2026, Menkeu Suahasil Nazara pastikan disiplin fiskal terjaga. Stabilitas.id...

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • OJK dan Bappebti Perkuat Sinergi dalam Pengawasan Derivatif Keuangan Berbasis Efek

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • LinkUMKM Tembus 14 Juta User, BRI Dorong Kerajinan Ramah Lingkungan Go International

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menyiapkan Talenta Hijau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Keras Dan Menghantam

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Nakhoda Baru Askrindo: Mahelan Prabantarikso Gantikan M. Fankar Umran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pacu Belanja Turis Asing ke Daerah, Garuda Indonesia Luncurkan Skema Multi-Destinasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

Tak Serta-merta Otomatis, LPS Siapkan Syarat Kesehatan bagi Peserta Penjaminan Polis

BNI Sabet Peringkat 4 BUMN Layanan Terbaik di Danantara Indonesia CX100 Award 2026

Laba Tembus Rp1 Triliun: Bank BPD Bali Pacu Kredit UMKM Rp14,43 Triliun hingga Kuartal III/2026

Minta Pasar Tak Panik Sikapi Wacana MSCI, Peluang Bursa RI Turun Kelas Sangat Mustahil

Bongkar Manipulasi Saham dan Penjatahan Semu: OJK Denda DSSA, BREN, dan CUAN Total Rp2,1 Triliun

Filosofi Bahtera di Atas Laut, Pemprov DKI Resmikan Masjid Apung An-Nur di Pantai Ancol

Ancaman Eksodus Dana Asing: Simak Pemicu Usulan Reklasifikasi Standalone Market oleh MSCI

Tekanan Ganda Pasar Finansial: BI Gelontorkan Intervensi Hadapi Sentimen Risk-Off dan Isu MSCI

Tersengat Wacana MSCI dan Inflasi AS: IHSG Kena Trading Halt di Awal Sesi I

STABILITAS CHANNEL

 
 
Next Post
Setoran PPN Melonjak 40%, Menkeu Purbaya Patahkan Isu Daya Beli Hancur

Tekan Emisi Konstruksi, SIG Gandeng BRIN Kembangkan Beton Pintar hingga Beton Maritim

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance