Stabilitas.id — PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk. (BJTM) atau Bank Jatim mencatatkan lompatan aset konsolidasi yang signifikan mencapai Rp168,85 triliun atau tumbuh 42,93% secara tahunan (year-on-year/yoy) sepanjang tahun buku 2025. Pertumbuhan akseleratif pada pos neraca ini kian mempertebal ruang bagi perseroan untuk memperluas gurita bisnisnya melalui potensi kerja sama skema Kelompok Usaha Bank (KUB) lintas daerah.
Langkah ekspansif BJTM dalam menggalang konsolidasi tersebut mendapat restu dan dukungan penuh dari otoritas daerah. Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak memberikan dukungan penuh terhadap pembentukan KUB bentukan Bank Jatim guna memperkuat jangkar sinergi sekaligus mendorong transformasi digital antar-Bank Pembangunan Daerah (BPD).
“Kolaborasi melalui skema KUB ini merupakan langkah adaptif yang sangat penting untuk mendukung akselerasi transformasi digital perbankan serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah maupun nasional secara inklusif,” urai Emil dalam Rapat Kerja Tahunan bersama anggota KUB Bank Jatim di Jakarta, Rabu (20/5/2026).
BERITA TERKAIT
Hingga pertengahan tahun berjalan 2026, peta jalan ekspansi KUB Bank Jatim telah mencakup beberapa poin strategis dan komitmen modal yang rill:
-
Pemberian Modal Inti BPD: Bank Jatim tercatat telah menuntaskan setoran modal strategis masing-masing sebesar Rp100 miliar kepada sejumlah BPD yang sepakat bergabung ke dalam ekosistem kelompok usahanya, meliputi Bank NTB Syariah, Bank NTT, Bank Lampung, dan Bank Sultra.
-
Integrasi Infrastruktur Digital: Di luar skema penyertaan modal murni, BJTM juga menjalin kerja sama strategis dengan Bank Banten. Dalam kemitraan ini, Bank Jatim bertindak sebagai penyedia utama (provider) infrastruktur operasional dan ekosistem layanan digital guna memodernisasi sistem perbankan di tanah jawara tersebut.
Sinergi digital ini terbukti menjadi mesin pertumbuhan baru. Sepanjang tahun 2025, Bank Jatim sukses membukukan nilai transaksi digital menembus Rp65,77 triliun melalui super apps JConnect yang kini penggunanya hampir menyentuh angka psikologis 1 juta nasabah (tepatnya 993.000 pengguna aktif). Di sisi lain, volume transaksi QRIS perseroan ikut meroket sebesar 60,76% yoy.
Gerbang Aliansi Ekonomi
Gayung bersambut, komitmen investasi BJTM mendapat respons positif dari wilayah sasaran. Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena menegaskan komitmen penuh Pemerintah Provinsi NTT untuk mendukung KUB antara Bank NTT dan Bank Jatim.
Gubernur Melkiades mengungkapkan bahwa aksi korporasi ini merupakan instrumen paling krusial untuk menyelamatkan dan memperkuat struktur pembiayaan daerah sekaligus menjadi gerbang aliansi ekonomi lintas daerah.
“Kami berterima kasih kepada Bank Jatim yang telah memberi kesempatan kepada Bank NTT untuk bergabung dalam KUB. Ini menjadi kesempatan bagi kedua daerah ini untuk memperkuat kerjasama di berbagai bidang,” jelas Melki di sela Rapat Kerja Tahunan bersama anggota KUB Bank Jatim ini.
Menurut Melki, aliansi ini tidak boleh dilihat secara sempit sebagai pemenuhan aspek regulasi modal di atas kertas semata. Lebih dari itu, masuknya Bank Jatim ke dalam struktur saham Bank NTT akan menjadi gerbang pembuka bagi kolaborasi ekonomi terpadu yang jauh lebih luas antara Provinsi Nusa Tenggara Timur dan Jawa Timur, khususnya dalam memacu peningkatan daya saing sektor riil dan pembangunan daerah.
Dukungan LPPI
Akselerasi ekspansi kelembagaan KUB Bank Jatim ini dipastikan akan berjalan beriringan dengan penguatan kualitas modal manusia. Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI) menyatakan komitmen penuhnya untuk menjadi mitra strategis (strategic partner) bagi Bank Jatim beserta seluruh anggota BPD yang tergabung dalam ekosistem KUB ini.
Direktur Utama LPPI Heru Kristiyana menegaskan bahwa keberhasilan jangka panjang dari pembentukan KUB tidak hanya bersandar pada aspek pemenuhan modal di atas kertas atau kepemilikan saham semata, melainkan dari kualitas kepemimpinan dan budaya kolaborasinya. Oleh karena itu, kesiapan kapasitas sumber daya manusia menjadi instrumen vital dalam menghadapi kompleksitas industri dan risiko siber.
“LPPI berkomitmen mendukung pengembangan kapasitas SDM perbankan anggota KUB Bank Jatim. Dukungan kami diintegrasikan secara komprehensif, tidak hanya melalui program pelatihan dan sertifikasi tradisional, tetapi juga mencakup layanan advisory, executive education, leadership development, hingga penguatan kompetensi digital serta risk management. Kami ingin memastikan transformasi kelembagaan BPD berjalan selaras dengan peningkatan kualitas manusianya ,” pungkas Heru saat memberikan Welcoming Speech bagi peserta Rapat Kerja Tahunan bersama anggota KUB Bank Jatim ini. ***
Rapor Kinerja Keuangan Bank Jatim (BJTM) Tahun Buku 2025
| Indikator Keuangan | Posisi Konsolidasi | Pertumbuhan (YoY) | Posisi Induk (Bank Only) | Pertumbuhan (YoY) |
| Total Aset | Rp168,85 Triliun | +42,93% | Rp105,85 Triliun | +3,70% |
| Penyaluran Kredit | Rp110,50 Triliun | +46,65% | Rp67,24 Triliun | +4,98% |
| Dana Pihak Ketiga (DPK) | Rp127,24 Triliun | +41,36% | Rp78,60 Triliun | +1,43% |
| Laba Bersih | Rp1,61 Triliun | +24,80% | Rp1,54 Triliun | +20,65% |
















