• Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
Sabtu, Oktober 17, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
 
Home Ekonomi

Bantu Redam Gejolak Rupiah, Kemenkeu Guyur Rp2,2 Triliun untuk Borong SBN

by Stella Gracia
22 Mei 2026 - 09:43
46
VIEWS
Rupiah Berpotensi Jaga Tren Positif di Tengah Kejatuhan USD
0
SHARES
46
VIEWS

Stabilitas.id — Kementerian Keuangan (Kemenkeu) resmi mengambil langkah intervensi taktis di pasar surat utang dengan menyiapkan plafon anggaran sekitar Rp2 triliun per hari untuk memborong Surat Berharga Negara (SBN). Aksi korporasi negara yang telah digulirkan sejak Rabu (13/5/2026) pekan lalu ini didesain sebagai bantalan fiskal untuk meredam gejolak pasar modal.

Kendati telah menyiapkan amunisi jumbo, hingga data penutupan pasar awal pekan ini, pemerintah tercatat baru berhasil menyerap pembalian SBN dengan akumulasi nilai total sekitar Rp2,22 triliun.

  • Baca juga: ULN Indonesia Agustus 2026 Terjaga US$459,3 Miliar, BI Tegaskan Struktur Tetap Sehat

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa merincikan, pada hari pertama eksekusi, pemerintah hanya mampu menjaring SBN senilai Rp100 miliar. Namun, intensitas transaksi merangkak naik pada Senin (18/5/2026) sebesar Rp830 miliar, dan mencapai puncaknya pada perdagangan Selasa dengan realisasi Rp1,29 triliun.

BERITA TERKAIT

ULN Indonesia Agustus 2026 Terjaga US$459,3 Miliar, BI Tegaskan Struktur Tetap Sehat

Defisit APBN Tembus Rp319 Triliun per September 2026, Menkeu Pastikan Postur Fiskal Tetap Kredibel

Transaksi LCT Tembus USD 42 Miliar: BI Perkuat Layanan Kebanksentralan Hadapi Risiko Geopolitik

Jaga Defisit di Bawah 3 Persen: Kemenkeu dan Bank Indonesia Kunci 5 Pilar Sinergi Hadapi Gejolak Global

“Kalau tidak salah hari pertama itu Rp100 miliar, kemarin Rp830 miliar, dan hari ini mencapai Rp1,29 triliun,” urai Purbaya dalam konferensi pers pemaparan realisasi APBN KiTA di Gedung Kemenkeu, Jakarta, dikutip Jumat (22/5/2026).

Menkeu Purbaya mengungkapkan, minimnya realisasi pembelian dari target Rp2 triliun per hari tersebut bukan disebabkan oleh daya beli pemerintah yang seret, melainkan akibat keengganan para pelaku pasar untuk melepas portofolio surat utangnya (scarcity of supply).

Banyak investor, terutama investor institusi asing, memilih untuk menahan (holding) kepemilikan SBN mereka karena dinilai masih sangat menguntungkan. Saat ini, tingkat imbal hasil (yield) SBN bertengger di kisaran 6,7%, level premium yang sangat seksi di mata pengelolaan dana global.

“Realisasinya kecil karena memang tidak ada yang mau menjual. Investor masih sayang melepas obligasi tersebut karena tingkat keuntungan domestik saat ini dinilai masih sangat kompetitif,” jelasnya.

Misi Ganda

  • Baca juga: Defisit APBN Tembus Rp319 Triliun per September 2026, Menkeu Pastikan Postur Fiskal Tetap Kredibel

Operasi pasar yang digalang otoritas fiskal ini mengusung misi ganda yang krusial bagi makroekonomi nasional:

  1. Menjaga Stabilitas Kurs Rupiah: Aksi beli ini menjadi bentuk sinergi konkret fiskal guna membantu Bank Indonesia (BI) menahan laju depresiasi rupiah terhadap dolar AS.

  2. Memangkas Tingkat Keuntungan (Yield): Pemerintah membidik penurunan yield SBN agar kembali melandai ke jangkar awal tahun di kisaran 6,04%.

Secara teknis, pergerakan harga obligasi berbanding terbalik dengan tingkat yield. Kenaikan yield hingga 100 basis poin (bps) sejak awal tahun telah menekan harga pasar obligasi ke zona diskon, sehingga memicu potensi kerugian pembukuan (unrealized loss) bagi investor yang terpaksa menjual sebelum jatuh tempo.

Sebaliknya, jika intervensi Kemenkeu berhasil memotong yield kembali ke area 6,04%, otomatis harga pasar SBN akan terkerek naik (appreciation), memberikan keuntungan berupa capital gain bagi para pemegang obligasi negara.

Purbaya meyakini bahwa stabilitas harga aset dan yield SBN yang terjaga akan menurunkan premi risiko (risk perception) pasar investasi Indonesia secara menyeluruh. Hal ini diharapkan menjadi magnet penarik modal portofolio global (capital inflow) kembali membanjiri pasar keuangan domestik.

“Jika harga obligasi dan yield bergerak stabil, investor asing akan berhitung kembali. Saat masuk ke Indonesia, mereka berpotensi meraup keuntungan ganda (double return): pertama dari capital gain apresiasi harga obligasi, dan kedua dari penguatan nilai tukar rupiah,” tegas Menkeu.

  • Baca juga: Transaksi LCT Tembus USD 42 Miliar: BI Perkuat Layanan Kebanksentralan Hadapi Risiko Geopolitik

Otoritas fiskal juga memastikan bahwa pasokan pendanaan untuk operasi pasar ini berada dalam kondisi prima serta memiliki struktur yang pruden, di mana sumber dana yang dialokasikan tidak hanya mengandalkan Saldo Anggaran Lebih (SAL). Langkah ini menegaskan komitmen pemerintah untuk memastikan pengelolaan kas negara tetap agile demi memberi ruang bernapas bagi volatilitas rupiah. ***

Rapor Eksekusi Operasi Pasar SBN Kementerian Keuangan (Mei 2026)

Garis Waktu Eksekusi Nilai Realisasi Pembelian Posisi Yield SBN Pasar Target Yield Finansial Dampak Struktural Makro
Hari I (Rabu, 13/5) Rp100,00 Miliar 6,70% 6,04% Awal masuk pasar, suplai penjual minim
Hari II (Senin, 18/5) Rp830,00 Miliar 6,70% 6,04% Penyerapan mulai naik di pasar sekunder
Hari III (Selasa, 19/5) Rp1,29 Triliun 6,70% 6,04% Volume transaksi harian tertinggi
Total Akumulasi Rp2,22 Triliun – – Menjaga harga obligasi tidak jatuh dalam
Plafon Anggaran Rp2,00 Triliun / Hari – – Amunisi standby di luar dana SAL

Tags: APBN KitaCapital Gaininvestasi asingkementerian keuanganpasar obligasiPurbaya Yudhi SadewaSaldo Anggaran LebihSBNStabilitas RupiahSurat Berharga Negarayield SBN
 
 
 
 
 
Previous Post

Jaga Daya Beli, Menkeu Purbaya Pastikan Tak Ada Jenis Pajak Baru di 2027

Next Post

Satgas PASTI 2026 Catat 2.379 Aduan, Bos BNC Ingatkan Bahaya Investasi Berkedok FOMO

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

Survei BI: Kenaikan Harga Bahan Baku Bakal Dongkrak Inflasi Ritel Per Juni 2026

ULN Indonesia Agustus 2026 Terjaga US$459,3 Miliar, BI Tegaskan Struktur Tetap Sehat

by Stella Gracia
15 Oktober 2026 - 12:51

Bank Indonesia mencatat ULN Indonesia Agustus 2026 tetap sehat sebesar US$459,3 miliar (tumbuh 5,6% yoy) dengan rasio PDB 30,9% didominasi...

Pilar Inklusi dari Binjai Utara: Kisah Shifa Celluler Perluas Akses dan Literasi Keuangan Lansia

Indonesia Peringkat Pertama Modest Fashion Dunia, BI dan Kemendag Pacu Ekspor Wastra Nusantara

by Stella Gracia
15 Oktober 2026 - 12:00

Indonesia peringkat 1 dunia sektor modest fashion SGIE 2025/2026. Deputi Gubernur Senior BI Aida S. Budiman buka IN2MOTIONFEST x JMFW...

Porsi Kredit UMKM BRI Capai 83,86%, Bukti Komitmen BRI pada Pemberdayaan Usaha Mikro

Riset Paramadina: 8 Juta UMKM Pangan Belum Tersertifikasi, Wajib Halal Serentak Berisiko Tekan Daya Beli

by Stella Gracia
15 Oktober 2026 - 08:18

Riset Paramadina memproyeksikan kewajiban sertifikasi halal serentak berisiko membebani 8 juta UMKM pangan dan menekan daya beli rumah tangga. Stabilitas.id...

Camino de Flores: Menyusuri Spiritualitas dan Pemulihan Ekonomi di Tanah Flores

Camino de Flores: Menyusuri Spiritualitas dan Pemulihan Ekonomi di Tanah Flores

by Stella Gracia
13 Oktober 2026 - 13:23

Kementerian Pariwisata meluncurkan rute wisata Camino de Flores. Program ini bertujuan meratakan distribusi wisatawan dan memulihkan ekonomi masyarakat Nusa Tenggara...

IKK September 2026 Bertengger di 118,1: Bank Indonesia Catat Konsumsi Rumah Tangga Meningkat

IKK September 2026 Bertengger di 118,1: Bank Indonesia Catat Konsumsi Rumah Tangga Meningkat

by Stella Gracia
12 Oktober 2026 - 12:21

Survei Konsumen BI September 2026 mencatat IKK tetap optimis di level 118,1 di tengah kenaikan rasio belanja konsumsi masyarakat menjadi...

Kikis Inefisiensi, Kemenkeu Selamatkan Anggaran Rp170 Triliun Tanpa Ganggu Birokrasi

Defisit APBN Tembus Rp319 Triliun per September 2026, Menkeu Pastikan Postur Fiskal Tetap Kredibel

by Stella Gracia
9 Oktober 2026 - 14:13

APBN membukukan defisit Rp319 triliun atau 1,24 persen PDB per September 2026, Menkeu Suahasil Nazara pastikan disiplin fiskal terjaga. Stabilitas.id...

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • OJK dan Bappebti Perkuat Sinergi dalam Pengawasan Derivatif Keuangan Berbasis Efek

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • LinkUMKM Tembus 14 Juta User, BRI Dorong Kerajinan Ramah Lingkungan Go International

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menyiapkan Talenta Hijau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Keras Dan Menghantam

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Nakhoda Baru Askrindo: Mahelan Prabantarikso Gantikan M. Fankar Umran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pacu Belanja Turis Asing ke Daerah, Garuda Indonesia Luncurkan Skema Multi-Destinasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

Tak Serta-merta Otomatis, LPS Siapkan Syarat Kesehatan bagi Peserta Penjaminan Polis

BNI Sabet Peringkat 4 BUMN Layanan Terbaik di Danantara Indonesia CX100 Award 2026

Laba Tembus Rp1 Triliun: Bank BPD Bali Pacu Kredit UMKM Rp14,43 Triliun hingga Kuartal III/2026

Minta Pasar Tak Panik Sikapi Wacana MSCI, Peluang Bursa RI Turun Kelas Sangat Mustahil

Bongkar Manipulasi Saham dan Penjatahan Semu: OJK Denda DSSA, BREN, dan CUAN Total Rp2,1 Triliun

Filosofi Bahtera di Atas Laut, Pemprov DKI Resmikan Masjid Apung An-Nur di Pantai Ancol

Ancaman Eksodus Dana Asing: Simak Pemicu Usulan Reklasifikasi Standalone Market oleh MSCI

Tekanan Ganda Pasar Finansial: BI Gelontorkan Intervensi Hadapi Sentimen Risk-Off dan Isu MSCI

Tersengat Wacana MSCI dan Inflasi AS: IHSG Kena Trading Halt di Awal Sesi I

STABILITAS CHANNEL

 
 
Next Post
Satgas PASTI 2026 Catat 2.379 Aduan, Bos BNC Ingatkan Bahaya Investasi Berkedok FOMO

Satgas PASTI 2026 Catat 2.379 Aduan, Bos BNC Ingatkan Bahaya Investasi Berkedok FOMO

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance