• Redaksi
  • Iklan
  • Majalah Digital
  • Kontak Kami
Selasa, September 8, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
 
Home Ekonomi

Jaga Daya Beli, Menkeu Purbaya Pastikan Tak Ada Jenis Pajak Baru di 2027

oleh Stella Gracia
22 Mei 2026 - 09:42
26
Dilihat
Setoran PPN Melonjak 40%, Menkeu Purbaya Patahkan Isu Daya Beli Hancur
0
Bagikan
26
Dilihat

Stabilitas.id — Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memastikan tidak akan gegabah dalam merumuskan kebijakan fiskal terkait pungutan negara pada tahun depan. Pemerintah menegaskan belum memiliki rencana untuk menambah jenis pajak baru maupun menaikkan tarif pajak yang ada pada 2027, demi menjaga momentum pemulihan daya beli masyarakat dan gairah dunia usaha.

Komitmen fiskal tersebut tertuang dalam dokumen Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) 2027. Di dalam cetak biru tersebut, pemerintah memasang target pertumbuhan ekonomi nasional yang cukup optimistis, yakni berada di kisaran 5,8% hingga 6,5%.

  • Baca juga: Menkeu Purbaya: Modal Asing Masuk Rp140,6 Triliun, Stabilitas Ekonomi Jaga Kepercayaan Global

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan, penyusunan postur anggaran dan target makro 2027 digodok secara pruden dengan menimbang dinamika ekonomi domestik terkini serta proyeksi risiko global ke depan.

BERITA TERKAIT

Menkeu Purbaya: Modal Asing Masuk Rp140,6 Triliun, Stabilitas Ekonomi Jaga Kepercayaan Global

Perkuat Resiliensi Makro, Kemenkeu Dorong Sinergi Kebijakan KSSK dan Konsolidasi BUMN Danantara

Menanam Disiplin Finansial dari Celengan Sekolah Rakyat

Belanja Negara Tembus Rp4.097,2 Triliun pada RAPBN 2027, Ini Asumsi Makronya

“Dalam asumsi rancangan saat ini, belum ada skenario kenaikan atau penerapan jenis pajak baru. Kami akan melihatnya secara selektif. Kalau ke depan indikator ekonomi masyarakat sudah dinilai cukup sehat, tentu instrumen itu baru akan kami pertimbangkan kembali secara bertahap,” ungkap Purbaya di Gedung DPR RI, Jakarta, dikutip Jumat (22/5/2026).

Defisit Anggaran Dipatok Maksimal 2,4%

Guna menopang target pertumbuhan di atas 5%, pemerintah merancang arsitektur pendapatan dan belanja negara dalam batas aman guna menjaga kesinambungan fiskal (fiscal sustainability):

  • Pendapatan Negara: Ditargetkan berlayar di kisaran 11,82% hingga 12,40% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

  • Belanja Negara: Dipatok berada pada koridor 13,62% hingga 14,80% dari PDB.

  • Defisit Anggaran: Diperkirakan terkendali di level 1,80% hingga 2,40% terhadap PDB, jauh di bawah batas aman undang-undang sebesar 3,0%.

    • Baca juga: Perkuat Resiliensi Makro, Kemenkeu Dorong Sinergi Kebijakan KSSK dan Konsolidasi BUMN Danantara

Purbaya menegaskan, pengetatan atau ekpansi pajak yang agresif sangat dihindari karena berisiko menjadi kontraproduktif bagi roda ekonomi. “Kami tidak ingin kebijakan perpajakan justru berbalik menekan konsumsi domestik. Sebab, begitu daya beli melemah, pertumbuhan ekonomi makro dipastikan akan ikut melambat,” tambahnya.

Rapor Pajak April 2026

Sikap selektif pemerintah dalam menahan kenaikan tarif pajak baru juga didasari oleh performa penerimaan kas negara yang saat ini masih menunjukkan tren penguatan yang impresif. Kemenkeu mencatat realisasi penerimaan pajak hingga 30 April 2026 sukses menyentuh angka Rp646,3 triliun, alias tumbuh solid 16,1% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp556,9 triliun.

Otoritas pajak memetakan realisasi penerimaan tersebut ke dalam empat pilar kontributor utama:

  1. PPN dan PPnBM: Mencatatkan lonjakan pertumbuhan tertinggi sebesar 40,2% (yoy) dengan nilai setoran menembus Rp221,2 triliun. Melesatnya sektor ini mengonfirmasi bahwa aktivitas transaksi dan belanja riil di masyarakat bergerak sangat agresif.

  2. PPh Badan (Korporasi): Meraih realisasi sebesar Rp135,2 triliun atau tumbuh 5,1% secara tahunan (year-on-year/yoy), mencerminkan profitabilitas sektor usaha yang terjaga.

  3. PPh Final (Pasal 22, 26): Terkumpul sebesar Rp109,1 triliun, mengamankan pertumbuhan di level 9,8% yoy.

    • Baca juga: Menanam Disiplin Finansial dari Celengan Sekolah Rakyat
  4. PPh Orang Pribadi & PPh 21 (Pekerja): Mengantongi Rp101,1 triliun atau melesat tajam 25,1% (yoy). Kenaikan double digit pada PPh pekerja ini menjadi indikator kuat bahwa penyerapan tenaga kerja membaik dan pendapatan masyarakat mulai pulih. ***

Postur Target Fiskal KEM-PPKF 2027 & Realisasi Pajak Aktual (Per April 2026)

Parameter Makro & Pos Penerimaan Target KEM-PPKF 2027 Realisasi Aktual (Apr 2026) Pertumbuhan (YoY) Catatan Strategis Kemenkeu
Pertumbuhan Ekonomi 5,80% – 6,50% – – Fokus menjaga mesin konsumsi domestik
Defisit Anggaran Fiskal 1,80% – 2,40% dari PDB – – Sinergi pembiayaan tanpa pajak agresif
Total Penerimaan Pajak Rasio 11,82% – 12,40% Rp646,30 Triliun +16,10% Sinyal kuat aktivitas ekonomi menguat
Sektor PPN & PPnBM – Rp221,20 Triliun +40,20% Kontributor terbesar, gairah ritel tinggi
Sektor PPh Badan – Rp135,20 Triliun +5,10% Dunia usaha tetap ekspansif dan pruden
Sektor PPh 21 / Orang Pribadi – Rp101,10 Triliun +25,10% Konfirmasi perbaikan upah dan daya beli

Tags: #Pertumbuhan EkonomiDaya Beli MasyarakatKebijakan PerpajakanKEM-PPKF 2027kementerian keuangankonsumsi domestikPenerimaan PajakPPh 21PPh BadanPPnPurbaya Yudhi Sadewa
 
 
 
 
 
Sebelumnya

Lindungi Pedagang Lokal, Kementerian UMKM Wajibkan Marketplace Diskon Biaya Layanan 50%

Selanjutnya

Bantu Redam Gejolak Rupiah, Kemenkeu Guyur Rp2,2 Triliun untuk Borong SBN

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

Modal Asing Rp8,12 Triliun Kabur dari RI Pekan Lalu, Investor Ramai Jual SBN & SRBI

Cadangan Devisa Agustus 2026 Naik Jadi 146,5 Miliar Dolar AS, BI Pastikan Ketahanan Eksternal Tetap Kuat

oleh Stella Gracia
7 September 2026 - 12:36

Bank Indonesia melaporkan posisi cadangan devisa Indonesia Agustus 2026 meningkat menjadi 146,5 miliar dolar AS, setara 5,4 bulan impor dan...

Uang Beredar Tumbuh 4,9% di Mei 2025, Stabilitas Rupiah Tetap Terjaga di Tengah Dinamika Global

Likuiditas Agustus 2026 Terjaga, Uang Primer Tercatat Rp2.281.525 Miliar

oleh Stella Gracia
7 September 2026 - 12:34

Analisis data statistik Bank Indonesia menunjukkan Uang Primer (M0) Adjusted Agustus 2026 mencapai Rp2.281,5 triliun, didorong pertumbuhan giro bank dan...

Rasio Modal Negatif, OJK Cabut Izin Usaha PT BPRS Gaido Indonesia

Perkuat Strategi Ritel Mikro, SIG Luncurkan Semen Kujang Berteknologi Active Micro Particle

oleh Stella Gracia
4 September 2026 - 09:40

SIG resmi menghidupkan kembali merek legendaris Semen Kujang untuk menguasai pasar ritel Jawa Barat, ditopang teknologi Active Micro Particle buatan...

Rasio Modal Negatif, OJK Cabut Izin Usaha PT BPRS Gaido Indonesia

Dorong Konsep Total Building Solution, SIG Buka Prospek Positif Pasar Semen 2H26

oleh Stella Gracia
3 September 2026 - 22:37

SIG mencatatkan lonjakan laba bersih 471% yoy menjadi Rp228 miliar pada Semester I/2026, ditopang kenaikan pendapatan Rp17,65 triliun dan penurunan...

Ketergantungan Fiskal dan Tekanan Margin UMKM Bayangi Resiliensi Ekonomi Indonesia

Ketergantungan Fiskal dan Tekanan Margin UMKM Bayangi Resiliensi Ekonomi Indonesia

oleh Sandy Romualdus
3 September 2026 - 17:20

Office of Chief Economist Bank Mandiri memproyeksikan ekonomi Indonesia tumbuh 5,3%-5,4% pada 2026, ditopang belanja pemerintah di tengah pengetatan likuiditas...

Tanggapi Hasil Review MSCI, OJK Sebut Daya Tahan Investor Lokal Mampu Redam Outflow

Menkeu Purbaya: Modal Asing Masuk Rp140,6 Triliun, Stabilitas Ekonomi Jaga Kepercayaan Global

oleh Stella Gracia
2 September 2026 - 13:15

IHSG ditutup menguat 1,14% ke level 6.599,9 pada Selasa (1/9/2026) didorong net buy asing Rp2,03 triliun, di mana saham BBRI...

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • OJK dan Bappebti Perkuat Sinergi dalam Pengawasan Derivatif Keuangan Berbasis Efek

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menyiapkan Talenta Hijau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Keras Dan Menghantam

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • LinkUMKM Tembus 14 Juta User, BRI Dorong Kerajinan Ramah Lingkungan Go International

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cetak Duta Literasi Keuangan, OJK Integrasikan Kecakapan Finansial ke Dasa Dharma Pramuka

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cetak Sejarah, Bale Syariah BSN Jadi Mobile Banking Pertama Bisa Top Up KMT Commuter Line

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

Bank Mandiri Bagikan Dividen Interim Rp6,16 Triliun, Total Sepanjang 2026 Tembus Rp50,63 Triliun

Dorong Ekspansi Kredit dan Perbaikan Aset, BRI Tegaskan Komitmen Jaga Keseimbangan Modal

Pacu Volume Transaksi Mobile Banking, Bank BSN Serbu Merchant di Kota-Kota Besar

Cadangan Devisa Agustus 2026 Naik Jadi 146,5 Miliar Dolar AS, BI Pastikan Ketahanan Eksternal Tetap Kuat

Melek Finansial Sejak Dini, BRI Bekali Anak Muda dengan Tiga Mindset Penting

Hery Gunardi Tegaskan Serikat Pekerja Jadi Mitra Strategis Jaga Daya Saing BRI

Likuiditas Agustus 2026 Terjaga, Uang Primer Tercatat Rp2.281.525 Miliar

Abu Vulkanik Ancam Penerbangan dan Usaha, AAUI Beberkan Cakupan Polis Asuransi Dampak Erupsi

Cyber Security Awareness dan Digital Literacy: Benteng Baru Indonesia di Tengah Ledakan Kejahatan Digital

STABILITAS CHANNEL

 
 
Selanjutnya
Rupiah Berpotensi Jaga Tren Positif di Tengah Kejatuhan USD

Bantu Redam Gejolak Rupiah, Kemenkeu Guyur Rp2,2 Triliun untuk Borong SBN

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance