• Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
Sabtu, Oktober 17, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
 
Home Ekonomi

Jaga Daya Beli, Menkeu Purbaya Pastikan Tak Ada Jenis Pajak Baru di 2027

by Stella Gracia
22 Mei 2026 - 09:42
26
VIEWS
Setoran PPN Melonjak 40%, Menkeu Purbaya Patahkan Isu Daya Beli Hancur
0
SHARES
26
VIEWS

Stabilitas.id — Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memastikan tidak akan gegabah dalam merumuskan kebijakan fiskal terkait pungutan negara pada tahun depan. Pemerintah menegaskan belum memiliki rencana untuk menambah jenis pajak baru maupun menaikkan tarif pajak yang ada pada 2027, demi menjaga momentum pemulihan daya beli masyarakat dan gairah dunia usaha.

Komitmen fiskal tersebut tertuang dalam dokumen Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) 2027. Di dalam cetak biru tersebut, pemerintah memasang target pertumbuhan ekonomi nasional yang cukup optimistis, yakni berada di kisaran 5,8% hingga 6,5%.

  • Baca juga: ULN Indonesia Agustus 2026 Terjaga US$459,3 Miliar, BI Tegaskan Struktur Tetap Sehat

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan, penyusunan postur anggaran dan target makro 2027 digodok secara pruden dengan menimbang dinamika ekonomi domestik terkini serta proyeksi risiko global ke depan.

BERITA TERKAIT

ULN Indonesia Agustus 2026 Terjaga US$459,3 Miliar, BI Tegaskan Struktur Tetap Sehat

Riset Paramadina: 8 Juta UMKM Pangan Belum Tersertifikasi, Wajib Halal Serentak Berisiko Tekan Daya Beli

Defisit APBN Tembus Rp319 Triliun per September 2026, Menkeu Pastikan Postur Fiskal Tetap Kredibel

Jaga Defisit di Bawah 3 Persen: Kemenkeu dan Bank Indonesia Kunci 5 Pilar Sinergi Hadapi Gejolak Global

“Dalam asumsi rancangan saat ini, belum ada skenario kenaikan atau penerapan jenis pajak baru. Kami akan melihatnya secara selektif. Kalau ke depan indikator ekonomi masyarakat sudah dinilai cukup sehat, tentu instrumen itu baru akan kami pertimbangkan kembali secara bertahap,” ungkap Purbaya di Gedung DPR RI, Jakarta, dikutip Jumat (22/5/2026).

Defisit Anggaran Dipatok Maksimal 2,4%

Guna menopang target pertumbuhan di atas 5%, pemerintah merancang arsitektur pendapatan dan belanja negara dalam batas aman guna menjaga kesinambungan fiskal (fiscal sustainability):

  • Pendapatan Negara: Ditargetkan berlayar di kisaran 11,82% hingga 12,40% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

  • Belanja Negara: Dipatok berada pada koridor 13,62% hingga 14,80% dari PDB.

  • Defisit Anggaran: Diperkirakan terkendali di level 1,80% hingga 2,40% terhadap PDB, jauh di bawah batas aman undang-undang sebesar 3,0%.

    • Baca juga: Riset Paramadina: 8 Juta UMKM Pangan Belum Tersertifikasi, Wajib Halal Serentak Berisiko Tekan Daya Beli

Purbaya menegaskan, pengetatan atau ekpansi pajak yang agresif sangat dihindari karena berisiko menjadi kontraproduktif bagi roda ekonomi. “Kami tidak ingin kebijakan perpajakan justru berbalik menekan konsumsi domestik. Sebab, begitu daya beli melemah, pertumbuhan ekonomi makro dipastikan akan ikut melambat,” tambahnya.

Rapor Pajak April 2026

Sikap selektif pemerintah dalam menahan kenaikan tarif pajak baru juga didasari oleh performa penerimaan kas negara yang saat ini masih menunjukkan tren penguatan yang impresif. Kemenkeu mencatat realisasi penerimaan pajak hingga 30 April 2026 sukses menyentuh angka Rp646,3 triliun, alias tumbuh solid 16,1% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp556,9 triliun.

Otoritas pajak memetakan realisasi penerimaan tersebut ke dalam empat pilar kontributor utama:

  1. PPN dan PPnBM: Mencatatkan lonjakan pertumbuhan tertinggi sebesar 40,2% (yoy) dengan nilai setoran menembus Rp221,2 triliun. Melesatnya sektor ini mengonfirmasi bahwa aktivitas transaksi dan belanja riil di masyarakat bergerak sangat agresif.

  2. PPh Badan (Korporasi): Meraih realisasi sebesar Rp135,2 triliun atau tumbuh 5,1% secara tahunan (year-on-year/yoy), mencerminkan profitabilitas sektor usaha yang terjaga.

  3. PPh Final (Pasal 22, 26): Terkumpul sebesar Rp109,1 triliun, mengamankan pertumbuhan di level 9,8% yoy.

    • Baca juga: Defisit APBN Tembus Rp319 Triliun per September 2026, Menkeu Pastikan Postur Fiskal Tetap Kredibel
  4. PPh Orang Pribadi & PPh 21 (Pekerja): Mengantongi Rp101,1 triliun atau melesat tajam 25,1% (yoy). Kenaikan double digit pada PPh pekerja ini menjadi indikator kuat bahwa penyerapan tenaga kerja membaik dan pendapatan masyarakat mulai pulih. ***

Postur Target Fiskal KEM-PPKF 2027 & Realisasi Pajak Aktual (Per April 2026)

Parameter Makro & Pos Penerimaan Target KEM-PPKF 2027 Realisasi Aktual (Apr 2026) Pertumbuhan (YoY) Catatan Strategis Kemenkeu
Pertumbuhan Ekonomi 5,80% – 6,50% – – Fokus menjaga mesin konsumsi domestik
Defisit Anggaran Fiskal 1,80% – 2,40% dari PDB – – Sinergi pembiayaan tanpa pajak agresif
Total Penerimaan Pajak Rasio 11,82% – 12,40% Rp646,30 Triliun +16,10% Sinyal kuat aktivitas ekonomi menguat
Sektor PPN & PPnBM – Rp221,20 Triliun +40,20% Kontributor terbesar, gairah ritel tinggi
Sektor PPh Badan – Rp135,20 Triliun +5,10% Dunia usaha tetap ekspansif dan pruden
Sektor PPh 21 / Orang Pribadi – Rp101,10 Triliun +25,10% Konfirmasi perbaikan upah dan daya beli

Tags: #Pertumbuhan EkonomiDaya Beli MasyarakatKebijakan PerpajakanKEM-PPKF 2027kementerian keuangankonsumsi domestikPenerimaan PajakPPh 21PPh BadanPPnPurbaya Yudhi Sadewa
 
 
 
 
 
Previous Post

Lindungi Pedagang Lokal, Kementerian UMKM Wajibkan Marketplace Diskon Biaya Layanan 50%

Next Post

Bantu Redam Gejolak Rupiah, Kemenkeu Guyur Rp2,2 Triliun untuk Borong SBN

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

Survei BI: Kenaikan Harga Bahan Baku Bakal Dongkrak Inflasi Ritel Per Juni 2026

ULN Indonesia Agustus 2026 Terjaga US$459,3 Miliar, BI Tegaskan Struktur Tetap Sehat

by Stella Gracia
15 Oktober 2026 - 12:51

Bank Indonesia mencatat ULN Indonesia Agustus 2026 tetap sehat sebesar US$459,3 miliar (tumbuh 5,6% yoy) dengan rasio PDB 30,9% didominasi...

Pilar Inklusi dari Binjai Utara: Kisah Shifa Celluler Perluas Akses dan Literasi Keuangan Lansia

Indonesia Peringkat Pertama Modest Fashion Dunia, BI dan Kemendag Pacu Ekspor Wastra Nusantara

by Stella Gracia
15 Oktober 2026 - 12:00

Indonesia peringkat 1 dunia sektor modest fashion SGIE 2025/2026. Deputi Gubernur Senior BI Aida S. Budiman buka IN2MOTIONFEST x JMFW...

Porsi Kredit UMKM BRI Capai 83,86%, Bukti Komitmen BRI pada Pemberdayaan Usaha Mikro

Riset Paramadina: 8 Juta UMKM Pangan Belum Tersertifikasi, Wajib Halal Serentak Berisiko Tekan Daya Beli

by Stella Gracia
15 Oktober 2026 - 08:18

Riset Paramadina memproyeksikan kewajiban sertifikasi halal serentak berisiko membebani 8 juta UMKM pangan dan menekan daya beli rumah tangga. Stabilitas.id...

Camino de Flores: Menyusuri Spiritualitas dan Pemulihan Ekonomi di Tanah Flores

Camino de Flores: Menyusuri Spiritualitas dan Pemulihan Ekonomi di Tanah Flores

by Stella Gracia
13 Oktober 2026 - 13:23

Kementerian Pariwisata meluncurkan rute wisata Camino de Flores. Program ini bertujuan meratakan distribusi wisatawan dan memulihkan ekonomi masyarakat Nusa Tenggara...

IKK September 2026 Bertengger di 118,1: Bank Indonesia Catat Konsumsi Rumah Tangga Meningkat

IKK September 2026 Bertengger di 118,1: Bank Indonesia Catat Konsumsi Rumah Tangga Meningkat

by Stella Gracia
12 Oktober 2026 - 12:21

Survei Konsumen BI September 2026 mencatat IKK tetap optimis di level 118,1 di tengah kenaikan rasio belanja konsumsi masyarakat menjadi...

Kikis Inefisiensi, Kemenkeu Selamatkan Anggaran Rp170 Triliun Tanpa Ganggu Birokrasi

Defisit APBN Tembus Rp319 Triliun per September 2026, Menkeu Pastikan Postur Fiskal Tetap Kredibel

by Stella Gracia
9 Oktober 2026 - 14:13

APBN membukukan defisit Rp319 triliun atau 1,24 persen PDB per September 2026, Menkeu Suahasil Nazara pastikan disiplin fiskal terjaga. Stabilitas.id...

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • OJK dan Bappebti Perkuat Sinergi dalam Pengawasan Derivatif Keuangan Berbasis Efek

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • LinkUMKM Tembus 14 Juta User, BRI Dorong Kerajinan Ramah Lingkungan Go International

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menyiapkan Talenta Hijau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Keras Dan Menghantam

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Nakhoda Baru Askrindo: Mahelan Prabantarikso Gantikan M. Fankar Umran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pacu Belanja Turis Asing ke Daerah, Garuda Indonesia Luncurkan Skema Multi-Destinasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

Tak Serta-merta Otomatis, LPS Siapkan Syarat Kesehatan bagi Peserta Penjaminan Polis

BNI Sabet Peringkat 4 BUMN Layanan Terbaik di Danantara Indonesia CX100 Award 2026

Laba Tembus Rp1 Triliun: Bank BPD Bali Pacu Kredit UMKM Rp14,43 Triliun hingga Kuartal III/2026

Minta Pasar Tak Panik Sikapi Wacana MSCI, Peluang Bursa RI Turun Kelas Sangat Mustahil

Bongkar Manipulasi Saham dan Penjatahan Semu: OJK Denda DSSA, BREN, dan CUAN Total Rp2,1 Triliun

Filosofi Bahtera di Atas Laut, Pemprov DKI Resmikan Masjid Apung An-Nur di Pantai Ancol

Ancaman Eksodus Dana Asing: Simak Pemicu Usulan Reklasifikasi Standalone Market oleh MSCI

Tekanan Ganda Pasar Finansial: BI Gelontorkan Intervensi Hadapi Sentimen Risk-Off dan Isu MSCI

Tersengat Wacana MSCI dan Inflasi AS: IHSG Kena Trading Halt di Awal Sesi I

STABILITAS CHANNEL

 
 
Next Post
Rupiah Berpotensi Jaga Tren Positif di Tengah Kejatuhan USD

Bantu Redam Gejolak Rupiah, Kemenkeu Guyur Rp2,2 Triliun untuk Borong SBN

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance