• Redaksi
  • Iklan
  • Majalah Digital
  • Kontak Kami
Minggu, September 6, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
 
Home Ekonomi

Bantu Redam Gejolak Rupiah, Kemenkeu Guyur Rp2,2 Triliun untuk Borong SBN

oleh Stella Gracia
22 Mei 2026 - 09:43
39
Dilihat
Rupiah Berpotensi Jaga Tren Positif di Tengah Kejatuhan USD
0
Bagikan
39
Dilihat

Stabilitas.id — Kementerian Keuangan (Kemenkeu) resmi mengambil langkah intervensi taktis di pasar surat utang dengan menyiapkan plafon anggaran sekitar Rp2 triliun per hari untuk memborong Surat Berharga Negara (SBN). Aksi korporasi negara yang telah digulirkan sejak Rabu (13/5/2026) pekan lalu ini didesain sebagai bantalan fiskal untuk meredam gejolak pasar modal.

Kendati telah menyiapkan amunisi jumbo, hingga data penutupan pasar awal pekan ini, pemerintah tercatat baru berhasil menyerap pembalian SBN dengan akumulasi nilai total sekitar Rp2,22 triliun.

  • Baca juga: Penarikan Dana SAL Ditunda, Dirut BTN Sebut Tekanan Perebutan DPK Mulai Mereda

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa merincikan, pada hari pertama eksekusi, pemerintah hanya mampu menjaring SBN senilai Rp100 miliar. Namun, intensitas transaksi merangkak naik pada Senin (18/5/2026) sebesar Rp830 miliar, dan mencapai puncaknya pada perdagangan Selasa dengan realisasi Rp1,29 triliun.

BERITA TERKAIT

Penarikan Dana SAL Ditunda, Dirut BTN Sebut Tekanan Perebutan DPK Mulai Mereda

Mandiri Sekuritas Patok Yield SBN 10 Tahun di 6,8%–7,0%, Pasar Mulai Didominasi Investor Domestik

Menkeu Purbaya: Modal Asing Masuk Rp140,6 Triliun, Stabilitas Ekonomi Jaga Kepercayaan Global

Menanam Disiplin Finansial dari Celengan Sekolah Rakyat

“Kalau tidak salah hari pertama itu Rp100 miliar, kemarin Rp830 miliar, dan hari ini mencapai Rp1,29 triliun,” urai Purbaya dalam konferensi pers pemaparan realisasi APBN KiTA di Gedung Kemenkeu, Jakarta, dikutip Jumat (22/5/2026).

Menkeu Purbaya mengungkapkan, minimnya realisasi pembelian dari target Rp2 triliun per hari tersebut bukan disebabkan oleh daya beli pemerintah yang seret, melainkan akibat keengganan para pelaku pasar untuk melepas portofolio surat utangnya (scarcity of supply).

Banyak investor, terutama investor institusi asing, memilih untuk menahan (holding) kepemilikan SBN mereka karena dinilai masih sangat menguntungkan. Saat ini, tingkat imbal hasil (yield) SBN bertengger di kisaran 6,7%, level premium yang sangat seksi di mata pengelolaan dana global.

“Realisasinya kecil karena memang tidak ada yang mau menjual. Investor masih sayang melepas obligasi tersebut karena tingkat keuntungan domestik saat ini dinilai masih sangat kompetitif,” jelasnya.

Misi Ganda

  • Baca juga: Mandiri Sekuritas Patok Yield SBN 10 Tahun di 6,8%–7,0%, Pasar Mulai Didominasi Investor Domestik

Operasi pasar yang digalang otoritas fiskal ini mengusung misi ganda yang krusial bagi makroekonomi nasional:

  1. Menjaga Stabilitas Kurs Rupiah: Aksi beli ini menjadi bentuk sinergi konkret fiskal guna membantu Bank Indonesia (BI) menahan laju depresiasi rupiah terhadap dolar AS.

  2. Memangkas Tingkat Keuntungan (Yield): Pemerintah membidik penurunan yield SBN agar kembali melandai ke jangkar awal tahun di kisaran 6,04%.

Secara teknis, pergerakan harga obligasi berbanding terbalik dengan tingkat yield. Kenaikan yield hingga 100 basis poin (bps) sejak awal tahun telah menekan harga pasar obligasi ke zona diskon, sehingga memicu potensi kerugian pembukuan (unrealized loss) bagi investor yang terpaksa menjual sebelum jatuh tempo.

Sebaliknya, jika intervensi Kemenkeu berhasil memotong yield kembali ke area 6,04%, otomatis harga pasar SBN akan terkerek naik (appreciation), memberikan keuntungan berupa capital gain bagi para pemegang obligasi negara.

Purbaya meyakini bahwa stabilitas harga aset dan yield SBN yang terjaga akan menurunkan premi risiko (risk perception) pasar investasi Indonesia secara menyeluruh. Hal ini diharapkan menjadi magnet penarik modal portofolio global (capital inflow) kembali membanjiri pasar keuangan domestik.

“Jika harga obligasi dan yield bergerak stabil, investor asing akan berhitung kembali. Saat masuk ke Indonesia, mereka berpotensi meraup keuntungan ganda (double return): pertama dari capital gain apresiasi harga obligasi, dan kedua dari penguatan nilai tukar rupiah,” tegas Menkeu.

  • Baca juga: Menkeu Purbaya: Modal Asing Masuk Rp140,6 Triliun, Stabilitas Ekonomi Jaga Kepercayaan Global

Otoritas fiskal juga memastikan bahwa pasokan pendanaan untuk operasi pasar ini berada dalam kondisi prima serta memiliki struktur yang pruden, di mana sumber dana yang dialokasikan tidak hanya mengandalkan Saldo Anggaran Lebih (SAL). Langkah ini menegaskan komitmen pemerintah untuk memastikan pengelolaan kas negara tetap agile demi memberi ruang bernapas bagi volatilitas rupiah. ***

Rapor Eksekusi Operasi Pasar SBN Kementerian Keuangan (Mei 2026)

Garis Waktu Eksekusi Nilai Realisasi Pembelian Posisi Yield SBN Pasar Target Yield Finansial Dampak Struktural Makro
Hari I (Rabu, 13/5) Rp100,00 Miliar 6,70% 6,04% Awal masuk pasar, suplai penjual minim
Hari II (Senin, 18/5) Rp830,00 Miliar 6,70% 6,04% Penyerapan mulai naik di pasar sekunder
Hari III (Selasa, 19/5) Rp1,29 Triliun 6,70% 6,04% Volume transaksi harian tertinggi
Total Akumulasi Rp2,22 Triliun – – Menjaga harga obligasi tidak jatuh dalam
Plafon Anggaran Rp2,00 Triliun / Hari – – Amunisi standby di luar dana SAL

Tags: APBN KitaCapital Gaininvestasi asingkementerian keuanganpasar obligasiPurbaya Yudhi SadewaSaldo Anggaran LebihSBNStabilitas RupiahSurat Berharga Negarayield SBN
 
 
 
 
 
Sebelumnya

Jaga Daya Beli, Menkeu Purbaya Pastikan Tak Ada Jenis Pajak Baru di 2027

Selanjutnya

Satgas PASTI 2026 Catat 2.379 Aduan, Bos BNC Ingatkan Bahaya Investasi Berkedok FOMO

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

Rasio Modal Negatif, OJK Cabut Izin Usaha PT BPRS Gaido Indonesia

Perkuat Strategi Ritel Mikro, SIG Luncurkan Semen Kujang Berteknologi Active Micro Particle

oleh Stella Gracia
4 September 2026 - 09:40

SIG resmi menghidupkan kembali merek legendaris Semen Kujang untuk menguasai pasar ritel Jawa Barat, ditopang teknologi Active Micro Particle buatan...

Rasio Modal Negatif, OJK Cabut Izin Usaha PT BPRS Gaido Indonesia

Dorong Konsep Total Building Solution, SIG Buka Prospek Positif Pasar Semen 2H26

oleh Stella Gracia
3 September 2026 - 22:37

SIG mencatatkan lonjakan laba bersih 471% yoy menjadi Rp228 miliar pada Semester I/2026, ditopang kenaikan pendapatan Rp17,65 triliun dan penurunan...

Ketergantungan Fiskal dan Tekanan Margin UMKM Bayangi Resiliensi Ekonomi Indonesia

Ketergantungan Fiskal dan Tekanan Margin UMKM Bayangi Resiliensi Ekonomi Indonesia

oleh Sandy Romualdus
3 September 2026 - 17:20

Office of Chief Economist Bank Mandiri memproyeksikan ekonomi Indonesia tumbuh 5,3%-5,4% pada 2026, ditopang belanja pemerintah di tengah pengetatan likuiditas...

Tanggapi Hasil Review MSCI, OJK Sebut Daya Tahan Investor Lokal Mampu Redam Outflow

Menkeu Purbaya: Modal Asing Masuk Rp140,6 Triliun, Stabilitas Ekonomi Jaga Kepercayaan Global

oleh Stella Gracia
2 September 2026 - 13:15

IHSG ditutup menguat 1,14% ke level 6.599,9 pada Selasa (1/9/2026) didorong net buy asing Rp2,03 triliun, di mana saham BBRI...

Perkuat Resiliensi Makro, Kemenkeu Dorong Sinergi Kebijakan KSSK dan Konsolidasi BUMN Danantara

Tekan Kerugian Bencana Rp22,85 Triliun, Kemenkeu Dorong Strategi Pre-Disaster Planning

oleh Stella Gracia
2 September 2026 - 13:14

Kemenkeu merilis sistem ARISE bersama UNDRR dan ITB untuk membantu pemda mengidentifikasi dan mengantisipasi dampak fiskal dari risiko bencana. Stabilitas.id...

Perkuat Resiliensi Makro, Kemenkeu Dorong Sinergi Kebijakan KSSK dan Konsolidasi BUMN Danantara

Perkuat Resiliensi Makro, Kemenkeu Dorong Sinergi Kebijakan KSSK dan Konsolidasi BUMN Danantara

oleh Stella Gracia
2 September 2026 - 13:14

Wamenkeu Suahasil Nazara menegaskan resiliensi APBN dan memaparkan asumsi makro RAPBN 2027 dengan target pertumbuhan ekonomi 6% serta defisit 2,4%...

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • OJK dan Bappebti Perkuat Sinergi dalam Pengawasan Derivatif Keuangan Berbasis Efek

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menyiapkan Talenta Hijau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Keras Dan Menghantam

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • LinkUMKM Tembus 14 Juta User, BRI Dorong Kerajinan Ramah Lingkungan Go International

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cetak Duta Literasi Keuangan, OJK Integrasikan Kecakapan Finansial ke Dasa Dharma Pramuka

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cetak Sejarah, Bale Syariah BSN Jadi Mobile Banking Pertama Bisa Top Up KMT Commuter Line

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

Sinyal Hawkish The Fed Membingungkan Pasar, Keputusan Suku Bunga September Bergantung Data Inflasi

MARKET INSIGHT : IHSG Melesat ke 6.667 & Emas Antam Tembus Rp 2,71 Juta

JPMorgan Patok Target IHSG 7.000 di Akhir 2026, Soroti Resiliensi Emiten dan Disiplin Fiskal

BI Guyur Insentif Likuiditas Rp446,5 Triliun, KSSK Minta Perbankan Genjot Kredit UMKM

RUPSLB BTN Rombak Lima Kursi Direksi, Nixon Napitupulu Tetap Menjabat Dirut

AAUI Soroti Target OJK dan Tantangan Reasuransi di Tengah Tergerusnya Laba Industri

Penarikan Dana SAL Ditunda, Dirut BTN Sebut Tekanan Perebutan DPK Mulai Mereda

Perkuat Customer Experience, CIMB Niaga Tebar Promo dan Gelar Engagement di Harpelnas 2026

Arah IHSG, Nasib Rupiah, dan Prospek Saham Blue Chip Jelang Akhir Pekan

STABILITAS CHANNEL

 
 
Selanjutnya
Satgas PASTI 2026 Catat 2.379 Aduan, Bos BNC Ingatkan Bahaya Investasi Berkedok FOMO

Satgas PASTI 2026 Catat 2.379 Aduan, Bos BNC Ingatkan Bahaya Investasi Berkedok FOMO

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance