• Redaksi
  • Iklan
  • Majalah Digital
  • Kontak Kami
Jumat, Agustus 21, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
 
Home Ekonomi

Bantu Redam Gejolak Rupiah, Kemenkeu Guyur Rp2,2 Triliun untuk Borong SBN

oleh Stella Gracia
22 Mei 2026 - 09:43
39
Dilihat
Rupiah Berpotensi Jaga Tren Positif di Tengah Kejatuhan USD
0
Bagikan
39
Dilihat

Stabilitas.id — Kementerian Keuangan (Kemenkeu) resmi mengambil langkah intervensi taktis di pasar surat utang dengan menyiapkan plafon anggaran sekitar Rp2 triliun per hari untuk memborong Surat Berharga Negara (SBN). Aksi korporasi negara yang telah digulirkan sejak Rabu (13/5/2026) pekan lalu ini didesain sebagai bantalan fiskal untuk meredam gejolak pasar modal.

Kendati telah menyiapkan amunisi jumbo, hingga data penutupan pasar awal pekan ini, pemerintah tercatat baru berhasil menyerap pembalian SBN dengan akumulasi nilai total sekitar Rp2,22 triliun.

  • Baca juga: Jaga Stabilitas Rupiah dari Gejolak Global, Bank Indonesia Tahan BI-Rate di Level 5,75%

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa merincikan, pada hari pertama eksekusi, pemerintah hanya mampu menjaring SBN senilai Rp100 miliar. Namun, intensitas transaksi merangkak naik pada Senin (18/5/2026) sebesar Rp830 miliar, dan mencapai puncaknya pada perdagangan Selasa dengan realisasi Rp1,29 triliun.

BERITA TERKAIT

Jaga Stabilitas Rupiah dari Gejolak Global, Bank Indonesia Tahan BI-Rate di Level 5,75%

Dua Tokoh Danantara Indonesia Masuk Radar Calon Gubernur PFII

Suntik Pemda Rp20,5 Triliun, Menkeu Purbaya Pastikan Pembayaran Gaji PPPK Aman

Restrukturisasi KCIC: Kemenkeu Kuasai 60% Saham, Utang Dikelola via SMV

“Kalau tidak salah hari pertama itu Rp100 miliar, kemarin Rp830 miliar, dan hari ini mencapai Rp1,29 triliun,” urai Purbaya dalam konferensi pers pemaparan realisasi APBN KiTA di Gedung Kemenkeu, Jakarta, dikutip Jumat (22/5/2026).

Menkeu Purbaya mengungkapkan, minimnya realisasi pembelian dari target Rp2 triliun per hari tersebut bukan disebabkan oleh daya beli pemerintah yang seret, melainkan akibat keengganan para pelaku pasar untuk melepas portofolio surat utangnya (scarcity of supply).

Banyak investor, terutama investor institusi asing, memilih untuk menahan (holding) kepemilikan SBN mereka karena dinilai masih sangat menguntungkan. Saat ini, tingkat imbal hasil (yield) SBN bertengger di kisaran 6,7%, level premium yang sangat seksi di mata pengelolaan dana global.

“Realisasinya kecil karena memang tidak ada yang mau menjual. Investor masih sayang melepas obligasi tersebut karena tingkat keuntungan domestik saat ini dinilai masih sangat kompetitif,” jelasnya.

Misi Ganda

  • Baca juga: Dua Tokoh Danantara Indonesia Masuk Radar Calon Gubernur PFII

Operasi pasar yang digalang otoritas fiskal ini mengusung misi ganda yang krusial bagi makroekonomi nasional:

  1. Menjaga Stabilitas Kurs Rupiah: Aksi beli ini menjadi bentuk sinergi konkret fiskal guna membantu Bank Indonesia (BI) menahan laju depresiasi rupiah terhadap dolar AS.

  2. Memangkas Tingkat Keuntungan (Yield): Pemerintah membidik penurunan yield SBN agar kembali melandai ke jangkar awal tahun di kisaran 6,04%.

Secara teknis, pergerakan harga obligasi berbanding terbalik dengan tingkat yield. Kenaikan yield hingga 100 basis poin (bps) sejak awal tahun telah menekan harga pasar obligasi ke zona diskon, sehingga memicu potensi kerugian pembukuan (unrealized loss) bagi investor yang terpaksa menjual sebelum jatuh tempo.

Sebaliknya, jika intervensi Kemenkeu berhasil memotong yield kembali ke area 6,04%, otomatis harga pasar SBN akan terkerek naik (appreciation), memberikan keuntungan berupa capital gain bagi para pemegang obligasi negara.

Purbaya meyakini bahwa stabilitas harga aset dan yield SBN yang terjaga akan menurunkan premi risiko (risk perception) pasar investasi Indonesia secara menyeluruh. Hal ini diharapkan menjadi magnet penarik modal portofolio global (capital inflow) kembali membanjiri pasar keuangan domestik.

“Jika harga obligasi dan yield bergerak stabil, investor asing akan berhitung kembali. Saat masuk ke Indonesia, mereka berpotensi meraup keuntungan ganda (double return): pertama dari capital gain apresiasi harga obligasi, dan kedua dari penguatan nilai tukar rupiah,” tegas Menkeu.

  • Baca juga: Suntik Pemda Rp20,5 Triliun, Menkeu Purbaya Pastikan Pembayaran Gaji PPPK Aman

Otoritas fiskal juga memastikan bahwa pasokan pendanaan untuk operasi pasar ini berada dalam kondisi prima serta memiliki struktur yang pruden, di mana sumber dana yang dialokasikan tidak hanya mengandalkan Saldo Anggaran Lebih (SAL). Langkah ini menegaskan komitmen pemerintah untuk memastikan pengelolaan kas negara tetap agile demi memberi ruang bernapas bagi volatilitas rupiah. ***

Rapor Eksekusi Operasi Pasar SBN Kementerian Keuangan (Mei 2026)

Garis Waktu Eksekusi Nilai Realisasi Pembelian Posisi Yield SBN Pasar Target Yield Finansial Dampak Struktural Makro
Hari I (Rabu, 13/5) Rp100,00 Miliar 6,70% 6,04% Awal masuk pasar, suplai penjual minim
Hari II (Senin, 18/5) Rp830,00 Miliar 6,70% 6,04% Penyerapan mulai naik di pasar sekunder
Hari III (Selasa, 19/5) Rp1,29 Triliun 6,70% 6,04% Volume transaksi harian tertinggi
Total Akumulasi Rp2,22 Triliun – – Menjaga harga obligasi tidak jatuh dalam
Plafon Anggaran Rp2,00 Triliun / Hari – – Amunisi standby di luar dana SAL

Tags: APBN KitaCapital Gaininvestasi asingkementerian keuanganpasar obligasiPurbaya Yudhi SadewaSaldo Anggaran LebihSBNStabilitas RupiahSurat Berharga Negarayield SBN
 
 
 
 
 
Sebelumnya

Jaga Daya Beli, Menkeu Purbaya Pastikan Tak Ada Jenis Pajak Baru di 2027

Selanjutnya

Satgas PASTI 2026 Catat 2.379 Aduan, Bos BNC Ingatkan Bahaya Investasi Berkedok FOMO

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

Kantongi Green Label dan Sertifikat SNI, Semen Gresik Kian Kokoh di Pasar Semen

Kantongi Green Label dan Sertifikat SNI, Semen Gresik Kian Kokoh di Pasar Semen

oleh Stella Gracia
20 Agustus 2026 - 07:22

Semen Gresik raih Top Brand Award 2026 kategori semen. Corporate Secretary SIG Vita Mahreyni sebut raihan ini bukti kepercayaan publik...

Mereka Butuh Pengakuan, Bukan Financial

Pegang Teguh Stability over Growth, BI Fokus Amankan Target Inflasi dan Stabilitas Moneter

oleh Sandy Romualdus
19 Agustus 2026 - 15:52

BI tahan BI Rate di 5,75% pasca RDG. Ekonom Senior Ryan Kiryanto sebut kebijakan 'higher for longer' tepat jaga rupiah...

Dunia Masih Tertekan, BI Ungkap 3 Tantangan Besar yang Menghadang Ekonomi RI

Serapan Kenaikan Bunga Juni Belum Optimal, Motto Stability Over Growth Masih Relevan Bagi BI

oleh Sandy Romualdus
19 Agustus 2026 - 05:11

Jelang RDG BI, Ekonom Senior yang juga Associate Faculty LPPI Ryan Kiryanto prediksi BI Rate bertahan di 5,75%. Prinsip stability...

BNI Bawa Danantara Housing Expo Lebih Dekat dengan Masyarakat

BNI Bawa Danantara Housing Expo Lebih Dekat dengan Masyarakat

oleh Sandy Romualdus
16 Agustus 2026 - 10:52

BNI menghadirkan booth Danantara Housing Expo 2026 di Grha BNI, Jakarta, untuk memperkenalkan program serta solusi pembiayaan perumahan kepada karyawan...

Gempa M 7,7 Guncang NTT, 200 BTS Terdampak dan Sinyal Tiga Operator Terganggu

Gempa M 7,7 Guncang NTT, 200 BTS Terdampak dan Sinyal Tiga Operator Terganggu

oleh Sandy Romualdus
15 Agustus 2026 - 16:42

Komdigi pantau pemulihan 200 BTS seluler terdampak gempa M 7,7 di NTT. Layanan Telkomsel, XLsmart, dan Indosat terganggu di 10...

Lanjutan Sukses ORI030, Sukuk Ritel SR025 Ditargetkan Garap Potensi Reinvestasi Investor

Lanjutan Sukses ORI030, Sukuk Ritel SR025 Ditargetkan Garap Potensi Reinvestasi Investor

oleh Stella Gracia
14 Agustus 2026 - 09:27

Kementerian Keuangan rilis Sukuk Ritel SR025 pada 21 Agustus–16 September 2026. Indef sebut prospek SR025 kuat usai rekor penjualan ORI030...

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Potret Bankir Millenial dan Gen Z

    Menyiapkan Talenta Hijau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Keras Dan Menghantam

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tekanan Geopolitik Membayangi, Sinergi Fiskal-Moneter Jadi Kunci Stabilitas Sektor Keuangan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bidik US$ 1 Miliar, Pemerintah Terbitkan Panda Bonds Berperingkat AAA di Pasar China Hari Ini

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • OJK dan Bappebti Perkuat Sinergi dalam Pengawasan Derivatif Keuangan Berbasis Efek

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • LinkUMKM Tembus 14 Juta User, BRI Dorong Kerajinan Ramah Lingkungan Go International

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

Fantastis! Kado Milad Ke-1 Laba BSN Meroket 40%, Aset Tembus Rp 81,1 Triliun

BNI Hadirkan Layanan Kesehatan dan Trauma Healing bagi Masyarakat Terdampak Bencana NTT

Gandeng Dompet Dhuafa dan Pemdes, Manulife Indonesia Perkuat Kemandirian Komunitas Perdesaan

Kantongi Green Label dan Sertifikat SNI, Semen Gresik Kian Kokoh di Pasar Semen

Lompatan Kemerdekaan dari Genggaman Digital

Gelar Pameran Serentak di 131 Lokasi, BRI KKB National Expo 2026 Sabet Rekor MURI

Permodalan Negatif dan Gagal Penyehatan, OJK Cabut Izin Usaha BPR Citra Bersada Abadi

Jalankan Mandat UU P2SK, OJK Tunjuk Henry Rialdi Pimpin Pengaturan dan Pengawasan BMKS

Jaga Stabilitas Rupiah dari Gejolak Global, Bank Indonesia Tahan BI-Rate di Level 5,75%

STABILITAS CHANNEL

 
 
Selanjutnya
Satgas PASTI 2026 Catat 2.379 Aduan, Bos BNC Ingatkan Bahaya Investasi Berkedok FOMO

Satgas PASTI 2026 Catat 2.379 Aduan, Bos BNC Ingatkan Bahaya Investasi Berkedok FOMO

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance