• Redaksi
  • Iklan
  • Majalah Digital
  • Kontak Kami
Senin, September 21, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
 
Home Ekonomi

Defisit NPI Triwulan II-2026 Membaik Ditopang Inflow Investasi Langsung

oleh Stella Gracia
24 Agustus 2026 - 22:24
11
Dilihat
Modal Asing Rp8,12 Triliun Kabur dari RI Pekan Lalu, Investor Ramai Jual SBN & SRBI
0
Bagikan
11
Dilihat

Defisit NPI triwulan II-2026 menyusut tajam jadi US$ 0,9 miliar dari US$ 9,1 miliar di triwulan I. Ditopang surplus transaksi modal & finansial US$ 12 miliar.

Stabilitas.id – Kinerja Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) pada triwulan II-2026 mencatatkan perbaikan signifikan. Bank Indonesia (BI) melaporkan defisit NPI pada periode ini menyusut tajam menjadi US$ 0,9 miliar (sekitar Rp 16,02 triliun dengan asumsi kurs Rp 17.800 per dolar AS).

  • Baca juga: Anomali Utang Luar Negeri: Saat Korporasi Menahan Diri, Asing Justru Guyur SBN Internasional

Realisasi ini jauh membaik dibandingkan dengan posisi pada triwulan I-2026 yang membukukan defisit hingga US$ 9,1 miliar (sekitar Rp 161,98 triliun).

Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Ramdan Denny Prakoso menyampaikan bahwa kinerja NPI triwulan II-2026 tetap terjaga tangguh di tengah peningkatan defisit transaksi berjalan (current account deficit), didukung oleh melonjaknya surplus pada transaksi modal dan finansial.

BERITA TERKAIT

Anomali Utang Luar Negeri: Saat Korporasi Menahan Diri, Asing Justru Guyur SBN Internasional

Kinerja Penjualan Eceran Menguat, BI Prediksi Tekanan Inflasi Melandai di Akhir Tahun

Kewajiban Neto Investasi Internasional RI Susut Jadi USD197,4 Miliar di Triwulan II 2026

ULN Swasta Masih Kontraksi, Penarikan Utang Pemerintah Kuartal II/2026 Melambat

“Transaksi berjalan mencatat defisit yang lebih tinggi didorong kenaikan defisit neraca perdagangan migas dan penurunan surplus neraca perdagangan nonmigas. Sementara itu, transaksi modal dan finansial mencatat surplus ditopang oleh peningkatan aliran masuk investasi langsung dan investasi portofolio sehingga mendukung kinerja NPI yang tetap terjaga,” ujar Ramdan dalam keterangannya, Senin (24/8/2026).

Seiring dengan perkembangan tersebut, posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Juni 2026 tercatat kokoh sebesar US$ 145,6 miliar (sekitar Rp 2.591,68 triliun). Posisi ini setara dengan pembiayaan 5,6 bulan impor, atau 5,4 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah—jauh berada di atas standar kecukupan internasional sebesar 3 bulan impor.

Pelebaran Defisit Transaksi Berjalan Dipicu Impor Energi

  • Baca juga: Kinerja Penjualan Eceran Menguat, BI Prediksi Tekanan Inflasi Melandai di Akhir Tahun

Di sisi lain, transaksi berjalan (current account) pada triwulan II-2026 mencatatkan defisit sebesar US$ 12,5 miliar (sekitar Rp 222,5 triliun) atau setara 3,3% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Angka ini melebar dibanding defisit triwulan I-2026 yang sebesar US$ 3,6 miliar (1,0% PDB).

Bank Indonesia menilai pelebaran defisit transaksi berjalan ini dipengaruhi oleh faktor-faktor yang bersifat temporer, yaitu:

  • Lonjakan Impor Migas: Tingginya harga minyak dunia mengerek defisit neraca perdagangan sektor migas.
  • Kebutuhan Domestik Tinggi: Surplus perdagangan nonmigas menurun akibat peningkatan impor bahan baku dan barang modal seiring pesatnya aktivitas produksi nasional.
  • Repatriasi Hasil Investasi: Terjadinya peningkatan defisit pada neraca pendapatan primer akibat pembayaran dividen dan imbal hasil investor asing.

Pemulihan Transaksi Modal dan Finansial Tembus Surplus US$ 12 Miliar

Penyeimbang utama ketahanan eksternal Indonesia datang dari akun transaksi modal dan finansial. Pada triwulan II-2026, pos ini mencetak surplus hingga US$ 12 miliar (sekitar Rp 213,6 triliun), berbalik arah (rebound) dari triwulan I-2026 yang sempat mengalami defisit US$ 4,8 miliar.

Surplus ini utamanya didorong oleh Derasnya Penanaman Modal Foreign Direct Investment (FDI) atau investasi langsung yang mencerminkan kepercayaan investor global terhadap prospek iklim usaha di Indonesia. Selain itu, arus modal masuk (inflow) pada investasi portofolio terus meningkat seiring daya tarik imbal hasil instrumen keuangan domestik.

Ke depan, Bank Indonesia optimistis prospek NPI akan terus berada dalam kondisi baik. Pemulihan kinerja ekspor nasional diproyeksikan terakselerasi berkat kenaikan harga komoditas unggulan global serta dampak positif dari penurunan tarif resiprokal perdagangan Amerika Serikat (AS).

  • Baca juga: Kewajiban Neto Investasi Internasional RI Susut Jadi USD197,4 Miliar di Triwulan II 2026

“Sinergi kebijakan antara Pemerintah dan Bank Indonesia akan terus diperkuat untuk menopang kinerja NPI 2026 di tengah ketidakpastian global yang masih dinamis,” tutup Ramdan. ***

Perkembangan Indikator Neraca Pembayaran Indonesia (2026)

Indikator Eksternal & NPI Realisasi Triwulan I-2026 Realisasi Triwulan II-2026 Catatan & Implikasi Kebijakan
Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) Defisit US$ 9,1 Miliar Defisit US$ 0,9 Miliar Membaik tajam ditopang arus modal masuk.
Transaksi Berjalan (Current Account) Defisit US$ 3,6 Miliar (1,0% PDB) Defisit US$ 12,5 Miliar (3,3% PDB) Dipengaruhi impor migas & deviden temporer.
Transaksi Modal dan Finansial Defisit US$ 4,8 Miliar Surplus US$ 12,0 Miliar Berbalik positif berkat inflow FDI & Portofolio.
Posisi Cadangan Devisa – US$ 145,6 Miliar Cukup untuk 5,6 bulan impor nasional.
Asumsi Nilai Tukar Konversi – Rp 17.800 / US$ Menjadi acuan perhitungan pencatatan BI.
Tags: Cadangan Devisa Bank IndonesiaDefisit Transaksi Berjalan CADInvestasi Langsung FDINeraca Pembayaran Indonesia NPI Q2 2026ramdan denny prakoso
 
 
 
 
 
Sebelumnya

Mulai 1 Oktober 2026, BI Berlakukan MDR QRIS 0% Transaksi Rp 100 Ribu di Semua Merchant

Selanjutnya

Laba AI Naik tapi Saham Terkoreksi? ECB Buka-Bukaan Paradoks Risiko Pasar Keuangan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

Wujud Kepedulian Sosial, Patra Logistik Salurkan Bantuan ‘Pertamina Berkah’ di 9 Wilayah

Kompak Kerek Harga, BBM Non-Subsidi Pertamina dan Swasta Kompak Tembus Rekor Baru

oleh Stella Gracia
21 September 2026 - 09:50

Pertamina, Shell, dan BP-AKR kompak menaikkan harga BBM non-subsidi per September 2026, sementara harga Pertamax, Pertalite, dan Revvo 92 terpantau...

Konsisten Terapkan ESG, SIG Jaga Profitabilitas Lewat Praktik Tata Kelola Standar ACGS

Konsisten Terapkan ESG, SIG Jaga Profitabilitas Lewat Praktik Tata Kelola Standar ACGS

oleh Stella Gracia
21 September 2026 - 09:49

PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) berhasil meraih penghargaan Katadata ESG Insight Award 2026 berkat komitmen kuat dalam penerapan tata...

Taktik Usia Emas Polytron: Dominasi Pasar B2B Lewat Pembuktian Ketangguhan Ekosistem Motor Listrik

Taktik Usia Emas Polytron: Dominasi Pasar B2B Lewat Pembuktian Ketangguhan Ekosistem Motor Listrik

oleh Sandy Romualdus
20 September 2026 - 19:09

Memasuki usia ke-51, Polytron makin agresif menguasai pasar B2B lewat penambahan suplai motor listrik tangguh bersertifikasi IP67 bagi operasional Rentokil...

Kikis Inefisiensi, Kemenkeu Selamatkan Anggaran Rp170 Triliun Tanpa Ganggu Birokrasi

Rapor APBN Agustus 2026: Keseimbangan Primer Surplus Rp154 Triliun di Tengah Defisit Fiskal

oleh Stella Gracia
18 September 2026 - 18:18

Menteri Keuangan Suahasil Nazara melaporkan defisit APBN hingga 31 Agustus 2026 mencapai Rp240,1 triliun atau 0,93% dari PDB, diimbangi surplus...

Realisasi Pembiayaan APBN Januari Capai Rp105 Triliun, Fokus Perkuat Cadangan Pangan

Bayang-bayang The Fed: Pemerintah Akui Suku Bunga AS Bakal Picu Repricing Surat Utang Negara

oleh Stella Gracia
18 September 2026 - 17:55

Pemerintah mengantisipasi terjadinya repricing pada instrumen Surat Utang Negara (SUN) sebagai imbas dari kenaikan suku bunga The Fed ke level...

Dunia Masih Tertekan, BI Ungkap 3 Tantangan Besar yang Menghadang Ekonomi RI

Babak Akhir Krisis 1998: Surplus BI Rp55 Triliun Bawa Pemerintah Lunasi Utang BLBI

oleh Stella Gracia
18 September 2026 - 17:51

Pemerintah resmi melunasi seluruh kewajiban surat utang BLBI peninggalan krisis 1997-1998 pada Agustus 2026 berkat setoran surplus Bank Indonesia sebesar...

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • OJK dan Bappebti Perkuat Sinergi dalam Pengawasan Derivatif Keuangan Berbasis Efek

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menyiapkan Talenta Hijau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Keras Dan Menghantam

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • LinkUMKM Tembus 14 Juta User, BRI Dorong Kerajinan Ramah Lingkungan Go International

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Nakhoda Baru Askrindo: Mahelan Prabantarikso Gantikan M. Fankar Umran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • OJK Desak Bank KBMI 1 Konsolidasi, Buka Opsi Merger Demi Penuhi Free Float 15%

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

Aturan Main Demutualisasi Terbit, OJK Larang Keras Kepemilikan Mayoritas Saham BEI

Aturan Main POJK Segera Terbit, Kepemilikan Saham Mayoritas BEI Wajib Lewati Skrining Ketat OJK

IHSG Sesi I Tertekan ke Level 6.439, Aksi Jual Asing dan Sentimen Suku Bunga Jadi Pemicu

Tantangan Ganda Himbara: OJK Soroti Transmisi Bunga Kredit dan Risiko Pembiayaan Megaproyek Pemerintah

Kompak Kerek Harga, BBM Non-Subsidi Pertamina dan Swasta Kompak Tembus Rekor Baru

Konsisten Terapkan ESG, SIG Jaga Profitabilitas Lewat Praktik Tata Kelola Standar ACGS

Kinerja Semester I 2026 Mengkilap, KB Bank Catat Pertumbuhan Aset Menjadi Rp86,11 Triliun

Krisis Modal dan Likuiditas Tak Tertolong, OJK Resmi Cabut Izin Usaha BPR Pasarraya Kuta Bali

Transaksi QRIS Tembus Rp600 Triliun, BI Soroti Kesenjangan Literasi dan Darurat Anti-Scam

STABILITAS CHANNEL

 
 
Selanjutnya
Laba AI Naik tapi Saham Terkoreksi? ECB Buka-Bukaan Paradoks Risiko Pasar Keuangan

Laba AI Naik tapi Saham Terkoreksi? ECB Buka-Bukaan Paradoks Risiko Pasar Keuangan

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance