• Redaksi
  • Iklan
  • Majalah Digital
  • Kontak Kami
Selasa, September 8, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
 
Home Ekonomi

Defisit NPI Triwulan II-2026 Membaik Ditopang Inflow Investasi Langsung

oleh Stella Gracia
24 Agustus 2026 - 22:24
9
Dilihat
Modal Asing Rp8,12 Triliun Kabur dari RI Pekan Lalu, Investor Ramai Jual SBN & SRBI
0
Bagikan
9
Dilihat

Defisit NPI triwulan II-2026 menyusut tajam jadi US$ 0,9 miliar dari US$ 9,1 miliar di triwulan I. Ditopang surplus transaksi modal & finansial US$ 12 miliar.

Stabilitas.id – Kinerja Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) pada triwulan II-2026 mencatatkan perbaikan signifikan. Bank Indonesia (BI) melaporkan defisit NPI pada periode ini menyusut tajam menjadi US$ 0,9 miliar (sekitar Rp 16,02 triliun dengan asumsi kurs Rp 17.800 per dolar AS).

  • Baca juga: ULN Swasta Masih Kontraksi, Penarikan Utang Pemerintah Kuartal II/2026 Melambat

Realisasi ini jauh membaik dibandingkan dengan posisi pada triwulan I-2026 yang membukukan defisit hingga US$ 9,1 miliar (sekitar Rp 161,98 triliun).

Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Ramdan Denny Prakoso menyampaikan bahwa kinerja NPI triwulan II-2026 tetap terjaga tangguh di tengah peningkatan defisit transaksi berjalan (current account deficit), didukung oleh melonjaknya surplus pada transaksi modal dan finansial.

BERITA TERKAIT

ULN Swasta Masih Kontraksi, Penarikan Utang Pemerintah Kuartal II/2026 Melambat

Jaga Stabilitas Rupiah dari Gejolak Global, Bank Indonesia Tahan BI-Rate di Level 5,75%

Ditopang Penyaluran Kredit, BI Catat Uang Beredar (M2) Tumbuh 8,7% di Juni 2026

Survei BI: Indeks Penjualan Riil Juni 2026 Diproyeksi 221,6, Kontraksi Bulanan Menyusut

“Transaksi berjalan mencatat defisit yang lebih tinggi didorong kenaikan defisit neraca perdagangan migas dan penurunan surplus neraca perdagangan nonmigas. Sementara itu, transaksi modal dan finansial mencatat surplus ditopang oleh peningkatan aliran masuk investasi langsung dan investasi portofolio sehingga mendukung kinerja NPI yang tetap terjaga,” ujar Ramdan dalam keterangannya, Senin (24/8/2026).

Seiring dengan perkembangan tersebut, posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Juni 2026 tercatat kokoh sebesar US$ 145,6 miliar (sekitar Rp 2.591,68 triliun). Posisi ini setara dengan pembiayaan 5,6 bulan impor, atau 5,4 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah—jauh berada di atas standar kecukupan internasional sebesar 3 bulan impor.

Pelebaran Defisit Transaksi Berjalan Dipicu Impor Energi

  • Baca juga: Jaga Stabilitas Rupiah dari Gejolak Global, Bank Indonesia Tahan BI-Rate di Level 5,75%

Di sisi lain, transaksi berjalan (current account) pada triwulan II-2026 mencatatkan defisit sebesar US$ 12,5 miliar (sekitar Rp 222,5 triliun) atau setara 3,3% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Angka ini melebar dibanding defisit triwulan I-2026 yang sebesar US$ 3,6 miliar (1,0% PDB).

Bank Indonesia menilai pelebaran defisit transaksi berjalan ini dipengaruhi oleh faktor-faktor yang bersifat temporer, yaitu:

  • Lonjakan Impor Migas: Tingginya harga minyak dunia mengerek defisit neraca perdagangan sektor migas.
  • Kebutuhan Domestik Tinggi: Surplus perdagangan nonmigas menurun akibat peningkatan impor bahan baku dan barang modal seiring pesatnya aktivitas produksi nasional.
  • Repatriasi Hasil Investasi: Terjadinya peningkatan defisit pada neraca pendapatan primer akibat pembayaran dividen dan imbal hasil investor asing.

Pemulihan Transaksi Modal dan Finansial Tembus Surplus US$ 12 Miliar

Penyeimbang utama ketahanan eksternal Indonesia datang dari akun transaksi modal dan finansial. Pada triwulan II-2026, pos ini mencetak surplus hingga US$ 12 miliar (sekitar Rp 213,6 triliun), berbalik arah (rebound) dari triwulan I-2026 yang sempat mengalami defisit US$ 4,8 miliar.

Surplus ini utamanya didorong oleh Derasnya Penanaman Modal Foreign Direct Investment (FDI) atau investasi langsung yang mencerminkan kepercayaan investor global terhadap prospek iklim usaha di Indonesia. Selain itu, arus modal masuk (inflow) pada investasi portofolio terus meningkat seiring daya tarik imbal hasil instrumen keuangan domestik.

Ke depan, Bank Indonesia optimistis prospek NPI akan terus berada dalam kondisi baik. Pemulihan kinerja ekspor nasional diproyeksikan terakselerasi berkat kenaikan harga komoditas unggulan global serta dampak positif dari penurunan tarif resiprokal perdagangan Amerika Serikat (AS).

  • Baca juga: Ditopang Penyaluran Kredit, BI Catat Uang Beredar (M2) Tumbuh 8,7% di Juni 2026

“Sinergi kebijakan antara Pemerintah dan Bank Indonesia akan terus diperkuat untuk menopang kinerja NPI 2026 di tengah ketidakpastian global yang masih dinamis,” tutup Ramdan. ***

Perkembangan Indikator Neraca Pembayaran Indonesia (2026)

Indikator Eksternal & NPI Realisasi Triwulan I-2026 Realisasi Triwulan II-2026 Catatan & Implikasi Kebijakan
Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) Defisit US$ 9,1 Miliar Defisit US$ 0,9 Miliar Membaik tajam ditopang arus modal masuk.
Transaksi Berjalan (Current Account) Defisit US$ 3,6 Miliar (1,0% PDB) Defisit US$ 12,5 Miliar (3,3% PDB) Dipengaruhi impor migas & deviden temporer.
Transaksi Modal dan Finansial Defisit US$ 4,8 Miliar Surplus US$ 12,0 Miliar Berbalik positif berkat inflow FDI & Portofolio.
Posisi Cadangan Devisa – US$ 145,6 Miliar Cukup untuk 5,6 bulan impor nasional.
Asumsi Nilai Tukar Konversi – Rp 17.800 / US$ Menjadi acuan perhitungan pencatatan BI.
Tags: Cadangan Devisa Bank IndonesiaDefisit Transaksi Berjalan CADInvestasi Langsung FDINeraca Pembayaran Indonesia NPI Q2 2026ramdan denny prakoso
 
 
 
 
 
Sebelumnya

Mulai 1 Oktober 2026, BI Berlakukan MDR QRIS 0% Transaksi Rp 100 Ribu di Semua Merchant

Selanjutnya

Laba AI Naik tapi Saham Terkoreksi? ECB Buka-Bukaan Paradoks Risiko Pasar Keuangan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

Modal Asing Rp8,12 Triliun Kabur dari RI Pekan Lalu, Investor Ramai Jual SBN & SRBI

Cadangan Devisa Agustus 2026 Naik Jadi 146,5 Miliar Dolar AS, BI Pastikan Ketahanan Eksternal Tetap Kuat

oleh Stella Gracia
7 September 2026 - 12:36

Bank Indonesia melaporkan posisi cadangan devisa Indonesia Agustus 2026 meningkat menjadi 146,5 miliar dolar AS, setara 5,4 bulan impor dan...

Uang Beredar Tumbuh 4,9% di Mei 2025, Stabilitas Rupiah Tetap Terjaga di Tengah Dinamika Global

Likuiditas Agustus 2026 Terjaga, Uang Primer Tercatat Rp2.281.525 Miliar

oleh Stella Gracia
7 September 2026 - 12:34

Analisis data statistik Bank Indonesia menunjukkan Uang Primer (M0) Adjusted Agustus 2026 mencapai Rp2.281,5 triliun, didorong pertumbuhan giro bank dan...

Rasio Modal Negatif, OJK Cabut Izin Usaha PT BPRS Gaido Indonesia

Perkuat Strategi Ritel Mikro, SIG Luncurkan Semen Kujang Berteknologi Active Micro Particle

oleh Stella Gracia
4 September 2026 - 09:40

SIG resmi menghidupkan kembali merek legendaris Semen Kujang untuk menguasai pasar ritel Jawa Barat, ditopang teknologi Active Micro Particle buatan...

Rasio Modal Negatif, OJK Cabut Izin Usaha PT BPRS Gaido Indonesia

Dorong Konsep Total Building Solution, SIG Buka Prospek Positif Pasar Semen 2H26

oleh Stella Gracia
3 September 2026 - 22:37

SIG mencatatkan lonjakan laba bersih 471% yoy menjadi Rp228 miliar pada Semester I/2026, ditopang kenaikan pendapatan Rp17,65 triliun dan penurunan...

Ketergantungan Fiskal dan Tekanan Margin UMKM Bayangi Resiliensi Ekonomi Indonesia

Ketergantungan Fiskal dan Tekanan Margin UMKM Bayangi Resiliensi Ekonomi Indonesia

oleh Sandy Romualdus
3 September 2026 - 17:20

Office of Chief Economist Bank Mandiri memproyeksikan ekonomi Indonesia tumbuh 5,3%-5,4% pada 2026, ditopang belanja pemerintah di tengah pengetatan likuiditas...

Tanggapi Hasil Review MSCI, OJK Sebut Daya Tahan Investor Lokal Mampu Redam Outflow

Menkeu Purbaya: Modal Asing Masuk Rp140,6 Triliun, Stabilitas Ekonomi Jaga Kepercayaan Global

oleh Stella Gracia
2 September 2026 - 13:15

IHSG ditutup menguat 1,14% ke level 6.599,9 pada Selasa (1/9/2026) didorong net buy asing Rp2,03 triliun, di mana saham BBRI...

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • OJK dan Bappebti Perkuat Sinergi dalam Pengawasan Derivatif Keuangan Berbasis Efek

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menyiapkan Talenta Hijau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Keras Dan Menghantam

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • LinkUMKM Tembus 14 Juta User, BRI Dorong Kerajinan Ramah Lingkungan Go International

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cetak Duta Literasi Keuangan, OJK Integrasikan Kecakapan Finansial ke Dasa Dharma Pramuka

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cetak Sejarah, Bale Syariah BSN Jadi Mobile Banking Pertama Bisa Top Up KMT Commuter Line

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

Bank Mandiri Bagikan Dividen Interim Rp6,16 Triliun, Total Sepanjang 2026 Tembus Rp50,63 Triliun

Dorong Ekspansi Kredit dan Perbaikan Aset, BRI Tegaskan Komitmen Jaga Keseimbangan Modal

Pacu Volume Transaksi Mobile Banking, Bank BSN Serbu Merchant di Kota-Kota Besar

Cadangan Devisa Agustus 2026 Naik Jadi 146,5 Miliar Dolar AS, BI Pastikan Ketahanan Eksternal Tetap Kuat

Melek Finansial Sejak Dini, BRI Bekali Anak Muda dengan Tiga Mindset Penting

Hery Gunardi Tegaskan Serikat Pekerja Jadi Mitra Strategis Jaga Daya Saing BRI

Likuiditas Agustus 2026 Terjaga, Uang Primer Tercatat Rp2.281.525 Miliar

Abu Vulkanik Ancam Penerbangan dan Usaha, AAUI Beberkan Cakupan Polis Asuransi Dampak Erupsi

Cyber Security Awareness dan Digital Literacy: Benteng Baru Indonesia di Tengah Ledakan Kejahatan Digital

STABILITAS CHANNEL

 
 
Selanjutnya
Laba AI Naik tapi Saham Terkoreksi? ECB Buka-Bukaan Paradoks Risiko Pasar Keuangan

Laba AI Naik tapi Saham Terkoreksi? ECB Buka-Bukaan Paradoks Risiko Pasar Keuangan

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance