Prudential Indonesia gandeng CarbonEthics tanam 5.500 bibit mangrove di Pulau Harapan. Aksi ini diproyeksikan menyerap 181,5 ton CO₂e selama 20 tahun.
Stabilitas.id – PT Prudential Life Assurance (Prudential Indonesia) terus memperkuat komitmen keberlanjutan lingkungan dan mitigasi perubahan iklim di wilayah pesisir DKI Jakarta. Berkolaborasi dengan lembaga sosial lingkungan CarbonEthics, perseroan menanam 5.500 bibit pohon mangrove di Pulau Harapan, Kabupaten Administratif Kepulauan Seribu.
Aksi penanaman vegetasi pesisir ini diproyeksikan mampu menyerap emisi karbon hingga 181,5 ton setara karbon dioksida ($CO_2e$) secara kumulatif selama rentang waktu 20 tahun ke depan. Program ini diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Mangrove Sedunia sekaligus memperkuat benteng alami pesisir dari ancaman abrasi dan kenaikan permukaan air laut.
Direktur Kepatuhan sekaligus Chief Risk & Compliance Officer Prudential Indonesia, Maria Rosalinda menyampaikan bahwa inisiatif keberlanjutan lingkungan (Environmental, Social, and Governance/ESG) ini sejalan dengan bisnis inti perseroan dalam memberikan perlindungan jangka panjang bagi masyarakat.
BERITA TERKAIT
“Sebagai perusahaan asuransi jiwa yang memberikan perlindungan jangka panjang, kami percaya bahwa keberlanjutan juga berarti menjaga lingkungan tempat masyarakat hidup dan bertumbuh. Melalui penanaman mangrove ini, kami ingin mengajak karyawan dan tenaga pemasar untuk berkontribusi langsung dalam menjaga ekosistem pesisir,” ujar Maria dalam keterangannya (12/8/2026).
Langkah restorasi berbasis alam (nature-based solutions) ini dinilai krusial di tengah tekanan kerusakan lingkungan di wilayah pesisir Jakarta. Data Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mencatat laju penurunan muka tanah (land subsidence) di Jakarta mencapai rata-rata 5,71 sentimeter per tahun, yang didominasi oleh wilayah Jakarta Utara dan Jakarta Barat.
Kondisi tersebut diperparah oleh degradasi kawasan hutan bakau. Berdasarkan data Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta tahun 2024, dari total 608,22 hektare kawasan mangrove di Ibu Kota, sekitar 36,54 hektare berada dalam kategori jarang. Pemantauan di 25 lokasi juga menemukan 9,95% tegakan mangrove mengalami kerusakan akibat pencemaran limbah domestik, sampah kiriman laut, serta abrasi banjir rob.
Restorasi mangrove berfungsi sebagai penahan abrasi pantai, tempat memijah biota laut, serta penyerap karbon alami (carbon sink) yang efisien. Sejak tahun 2022 hingga 2026, Prudential Indonesia mencatat telah menanam sebanyak 30.800 pohon mangrove di berbagai wilayah pesisir.
Dukung Target Indonesia’s FOLU Net Sink 2030
Upaya penyerapan 181,5 ton $CO_2e$ dari penanaman 5.500 bibit mangrove ini turut mendukung pencapaian target iklim nasional melalui agenda Indonesia’s Forestry and Other Land Use (FOLU) Net Sink 2030. Melalui kebijakan tersebut, pemerintah Indonesia menargetkan sektor kehutanan dan penggunaan lahan mampu mencapai tingkat emisi bersih sebesar -140 juta ton $CO_2e$ pada tahun 2030.
Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, lebih dari 50 karyawan dan tenaga pemasar Prudential Indonesia juga mendapatkan pembekalan edukasi ekologi serta mengikuti seremoni penanaman di Taman Wisata Alam Angke Kapuk, Jakarta Utara.
Integrasi antara kegiatan perlindungan risiko finansial dan edukasi pelestarian lingkungan ini diharapkan dapat memberikan dampak sosial dan ekologis yang berkelanjutan bagi masyarakat pesisir Jakarta dalam jangka panjang.***

















