PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) mendorong adopsi bahan bangunan rendah karbon melalui ajang Green Building Festival 2026 di lima kota, menawarkan inovasi semen hijau beremisi 38% lebih rendah.
Stabilitas.id — PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) menggandeng Green Building Council Indonesia (GBCI) untuk mengkampanyekan penggunaan bahan bangunan ramah lingkungan melalui rangkaian acara Indonesia Green Building Festival 2026. Ekshibisi ini dijadwalkan berlangsung secara estafet di lima kota besar, yakni Bandung (9 September), Yogyakarta (14 September), Makassar (24 September), Denpasar (26 September), dan Surabaya (29 September 2026).
Direktur Operasi SIG, Reni Wulandari, menegaskan bahwa penerapan konstruksi gedung dan infrastruktur berkelanjutan menuntut aksi nyata dalam pemilihan material, bukan sekadar pemenuhan standar kriteria bangunan hijau di atas kertas.
Inisiatif Keberlanjutan dan Portofolio Semen Hijau
BERITA TERKAIT
Dalam upaya menekan jejak karbon, intensitas emisi produk semen hijau SIG tercatat lebih rendah hingga 38% dibandingkan jenis semen konvensional. Pencapaian ini ditopang oleh serangkaian strategi efisiensi produksi hulu ke hilir:
- Optimalisasi Ekonomi Sirkular: Penggunaan bahan bakar alternatif yang berasal dari biomassa, limbah industri, serta refuse-derived fuel (RDF) dari sampah perkotaan, yang mendorong thermal substitution rate (TSR) pabrik menembus level 25%.
- Transisi Energi: Instalasi panel surya dan pemanfaatan gas panas buang melalui teknologi Waste Heat Recovery Power Generation (WHRPG) di wilayah operasional perseroan.
- Digitalisasi Pabrik: Penggunaan sistem plant optimizer untuk menekan beban operasional dan meningkatkan efisiensi biaya secara komprehensif.
Sebagai pionir solusi material berkelanjutan, SIG menawarkan semen bersertifikasi Green Label seperti “PwrPro” untuk pengerjaan bertenaga awal ekstra, serta “MaxStrength Pro” untuk kebutuhan pengecoran massal. Perseroan juga menyediakan portofolio beton inovatif yang mencakup ThruCrete (beton berpori), SpeedCrete (beton cepat kering), DekoCrete (beton dekoratif warna), hingga Bata Interlock Presisi yang diklaim tahan gempa dan api.
Seluruh produk tersebut telah memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI) dan memiliki Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) di atas 90%, yang mengukuhkan daya saing kompetitif perseroan dalam lanskap konstruksi modern di level nasional maupun global.***

















