OJK Jabodebek dan TPAKD DKI Jakarta memperkuat ekosistem pembiayaan ekonomi kreatif lewat Program PED guna mendorong Jakarta menuju Top 20 Global City.
Stabilitas.id — Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jabodebek bersama Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Provinsi DKI Jakarta resmi mengesahkan sinergi pembiayaan dan pengembangan industri kreatif melalui Program Pengembangan Ekonomi Daerah (PED) di Jakarta Creative Hub, Jakarta, Selasa (22/9). Kolaborasi lintas sektoral yang dimeteraikan lewat penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) ini ditujukan untuk mentransformasi ekonomi kreatif menjadi mesin pertumbuhan ekonomi baru yang inklusif, sekaligus memperkuat daya saing Jakarta menuju jajaran 20 besar kota global dunia (Top 20 Global City).
Program PED di wilayah DKI Jakarta dirancang dengan mengintervensi tiga simpul hambatan utama usaha, yakni kemudahan akses permodalan perbankan dan non-bank, pembukaan akses pasar (offtaker), serta asistensi teknis dan pengembangan kapasitas usaha secara berkelanjutan. Skema ini mengintegrasikan rantai pasok industri kreatif dengan mempertemukan pelaku usaha langsung dengan agregator pasar dan lembaga jasa keuangan.
Kepala OJK Jabodebek Edwin Nurhadi menegaskan bahwa komitmen bersama ini harus menjadi pijakan strategis untuk menggerakkan dampak ekonomi ganda (multiplier effect) bagi ibu kota.
BERITA TERKAIT
“Penandatanganan MoU bukanlah tujuan akhir, melainkan titik awal untuk membangun kolaborasi yang lebih konkret dan berkelanjutan. Dengan kolaborasi tersebut, kita berharap dapat menciptakan multiplier effect yang semakin luas bagi pengembangan ekonomi kreatif dan perekonomian Jakarta,” ujar Edwin.
Penandatanganan nota kesepahaman ini melibatkan konsorsium lembaga keuangan dan BUMD strategis, antara lain Bank Jakarta, Bank Hijra, Jamkrida Jakarta, platform urun dana Ekuid, Great Eastern Life Indonesia, BPJS Ketenagakerjaan, serta PT Jakarta Tourisindo (Jakarta Experience Board). Dari sisi pelaku industri, kolaborasi merangkul asosiasi periklanan dan promosi, meliputi Ikatan Rumah Produksi Iklan Indonesia (IRPII), Persatuan Perusahaan Periklanan Indonesia (P3I), serta Industri Event Indonesia (IVENDO) DPP DKI Jakarta.
Kepala Biro Perekonomian dan Keuangan Sekretariat Daerah Provinsi DKI Jakarta Muhammad Herizkianto menekankan bahwa akselerasi riil di lapangan mendesak diwujudkan pascapenandatanganan kesepakatan.
“Momentum ini jangan berhenti pada penandatanganan, tetapi harus diwujudkan melalui program dan kolaborasi yang konkret, sehingga memberikan manfaat nyata bagi pelaku usaha ekonomi kreatif dan berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi DKI Jakarta,” tutur Herizkianto dalam forum yang turut dihadiri Kepala Dinas PPKUKM DKI Jakarta Elisabeth Ratu Rante Allo tersebut.
Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi bertajuk “Penguatan Ekosistem Industri Kreatif untuk Mengakselerasi Pertumbuhan Ekonomi Jakarta”. Kepala Bidang Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif DKI Jakarta Puji Hastuti menyoroti relevansi penguatan sektor kreatif terhadap status strategis Jakarta pascapemindahan ibu kota negara.
“Sebagai kota global, Jakarta perlu terus memperkuat kapasitas ekosistem ekonomi kreatif untuk mendukung visi menuju Top 20 Global City. Sinergi pemerintah, regulator, dan lembaga jasa keuangan menjadi kunci untuk mewujudkan hal tersebut,” ucap Puji.
Ke depan, OJK Jabodebek bersama TPAKD DKI Jakarta berkomitmen mengawal pelaksanaan asistensi teknis dan perluasan akses pembiayaan agar karya bernilai tambah tinggi dari pelaku kreatif lokal mampu menembus skala komersial yang lebih luas. ***

















