JULO bermitra dengan Bank DBS menyalurkan kredit channeling Rp640 miliar bagi masyarakat underbanked dengan rasio TKB90 mencapai 99,25 persen.
Stabilitas.id – PT JULO Teknologi Finansial (JULO) memperkuat kerja sama strategis dengan PT Bank DBS Indonesia melalui skema penerusan kredit (loan channeling). Kemitraan yang telah berjalan selama satu tahun sejak Agustus 2025 ini menyediakan plafon pendanaan perbankan hingga Rp500 miliar. Sepanjang periode tersebut, platform tekfin ini telah menyalurkan pembiayaan sebesar Rp640 miliar kepada nasabah guna mendukung pembiayaan modal usaha, biaya pendidikan, hingga renovasi rumah.
Kolaborasi perbankan dan tekfin ini diarahkan untuk mempercepat penetrasi kredit nasional yang saat ini baru mencakup sekitar 5 persen dari total populasi penduduk Indonesia.
Presiden Direktur JULO Harri Suhendra menegaskan bahwa sinergi ini menjadi pilar penting dalam memperluas inklusi finansial, khususnya bagi kelompok masyarakat yang belum terlayani perbankan formal (underbanked).
BERITA TERKAIT
“Kerja sama ini bukan hanya tentang pendanaan, tetapi juga tentang membangun kepercayaan dalam ekosistem kredit digital di Indonesia. Selama satu tahun terakhir, dukungan Bank DBS Indonesia telah membantu JULO memperluas akses pembiayaan bagi lebih banyak masyarakat underbanked, termasuk untuk kebutuhan produktif seperti modal usaha dan pendidikan. Ke depannya, kami akan terus memperkuat kolaborasi ini untuk menghadirkan akses kredit digital yang semakin inklusif, aman, dan bertanggung jawab kepada lebih dari 3 juta pengguna JULO,” ujar Harri dalam siaran pers resminya di Jakarta.
Untuk menjaga profil risiko, JULO menerapkan sistem analisis skor kredit berbasis algoritma machine learning. Proses verifikasi data terhubung langsung dengan Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) OJK dan Pusat Data Fintech Lending (Pusdafil). Berkat sistem mitigasi tersebut, JULO sukses mempertahankan Tingkat Keberhasilan Bayar 90 hari (TKB90) di level 99,25 persen per Agustus 2026.
Head of Ecosystem & Digital Consumer Banking Group PT Bank DBS Indonesia Willy Lawy menyatakan kolaborasi ini memperluas portofolio pembiayaan ritel bank secara prudent.
“Kolaborasi dengan JULO merupakan bagian dari komitmen kami untuk memperluas akses keuangan ritel secara aman dan bertanggung jawab. Selama satu tahun berjalan, dukungan teknologi dan pendekatan berbasis data telah membantu memperluas penyaluran pembiayaan kepada masyarakat di berbagai wilayah Indonesia. Kami berharap kolaborasi ini dapat terus berkembang dan memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi yang produktif dan berkelanjutan,” kata Willy.
Saat ini, JULO melayani 3,3 juta pengguna aktif di 38 provinsi dengan limit pembiayaan hingga Rp50 juta dan tenor pinjaman maksimal 12 bulan.
Akselerasi kemitraan ini sejalan dengan tren ekspansi industri pinjaman daring (pindar) nasional. Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat baki debet (outstanding) pembiayaan pindar menembus Rp105,63 triliun per Juli 2026 atau tumbuh 24,76 persen secara tahunan. ***

















