Bank DBS Indonesia & Mandiri Investasi rilis referral PDNI/KPD mata uang SGD untuk nasabah affluent & HNW, mencakup obligasi, saham, dan emas.
Stabilitas.id – PT Bank DBS Indonesia memperluas penetrasi bisnis wealth management dengan menggandeng manajer investasi nasional, PT Mandiri Manajemen Investasi (Mandiri Investasi). Melalui kolaborasi strategis ini, kedua institusi meluncurkan layanan referral Pengelolaan Dana Nasabah Individu (PDNI) atau Kontrak Pengelolaan Dana (KPD) berdenominasi mata uang Dolar Singapura (SGD).
Layanan ini dirancang khusus bagi nasabah segmen affluent dan high net worth (HNW) yang membutuhkan strategi investasi personal (tailor-made) sesuai profil risiko, tujuan keuangan, dan kebutuhan diversifikasi portofolio di tengah gejolak pasar keuangan global.
Director of Consumer Banking Group PT Bank DBS Indonesia, Melfrida Gultom menjelaskan, kerja sama ini mengombinasikan kekuatan kapabilitas riset global DBS Group dengan rekam jejak pengelolaan aset Mandiri Investasi.
BERITA TERKAIT
“Peluncuran referral PDNI/KPD berdenominasi SGD ini merupakan wujud komitmen kami untuk menghadirkan all-weather solutions crafted for each individual. Ini memberikan kesempatan bagi nasabah untuk mendiversifikasi aset dalam mata uang SGD dan mengoptimalkan potensi kurs SGD sehingga portofolio menjadi lebih resilien,” ujar Melfrida dalam keterangan resminya, Rabu (12/8/2026).
Melfrida menilai bahwa pendekatan insight-driven wealth management kini menjadi kebutuhan mendasar bagi nasabah. Mengutip laporan DBS CIO Insights 3Q26, kawasan Asia dinilai tetap menawarkan peluang pertumbuhan ekonomi yang menarik. Dolar Singapura dipilih karena memiliki fundamental ekonomi yang solid, stabilitas kebijakan moneter, serta posisi Singapura sebagai hub keuangan utama di kawasan regional.
Melalui skema referral ini, nasabah DBS Indonesia yang memiliki simpanan dalam mata uang SGD dapat memberikan mandat langsung kepada Mandiri Investasi untuk mengelola dana sesuai parameter dan kesepakatan kontrak.
Strategi Tiga Kelas Aset dan Dana Kelolaan Rp 62 Triliun
Direktur Utama PT Mandiri Manajemen Investasi, Hardiyanto Pilia menyambut baik kolaborasi ini untuk memperluas pilihan solusi investasi valuta asing bagi investor domestik.
“Kolaborasi ini menggabungkan keahlian pengelolaan dana dari Mandiri Investasi dengan kapabilitas wealth management Bank DBS Indonesia untuk memberikan solusi yang dikelola secara profesional, terdiversifikasi, dan disesuaikan dengan mandat investasi masing-masing nasabah,” jelas Hardiyanto.
Layanan KPD berdenominasi SGD ini mencakup tiga instrumen kelas aset utama:
- Fixed Income: Portofolio obligasi untuk menjaga stabilitas imbal hasil.
- Equity: Penempatan pada saham-saham berkapitalisasi besar (large-cap) untuk pertumbuhan modal.
- Commodity: Instrumen emas sebagai lindung nilai (hedging) dan alternatif diversifikasi.
Sebagai informasi, Mandiri Investasi mencatatkan total dana kelolaan (Asset Under Management/AUM) menembus lebih dari Rp 62 triliun per posisi Juli 2026. Sinergi dua entitas ini diharapkan mampu membantu nasabah menangkap peluang imbal hasil jangka panjang sekaligus memperkuat fleksibilitas portofolio di tengah ketidakpastian pasar global. ***

















