• Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
Sabtu, Oktober 17, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
 
Home Finance

BNI Cetak Pertumbuhan Laba 41 Persen

by Sandy Romualdus
26 Juli 2011 - 00:00
9
VIEWS
BNI Cetak Pertumbuhan Laba 41 Persen
0
SHARES
9
VIEWS

Jakarta – Hingga akhir semester pertama 2011, PT Bank Negara Indonesia Tbk, (BNI) berhasil membukukan laba sebesar Rp 2,73 triliun, atau tumbuh 41 persen dari laba di semester I 2011, yakni Rp 1,93 triliun.

Menurut Direktur Utama BNI, Gatot Suwondho, peningkatan laba sebesar 41 persen ini disebabkan oleh peningkatan pendapatan bunga sebesar 5 persen, pendapatan non bunga (fee based income) sebesar 6 persen, juga peningkatan efisiensi yang ditandai dengan penurunan biaya operasional sebesar 2 persen.

  • Baca juga: BNI Sabet Peringkat 4 BUMN Layanan Terbaik di Danantara Indonesia CX100 Award 2026

Selain itu juga disebabkan perbaikan kualitas aset sehingga berhasil menurunkan beban PPAP (pembentukan pencanangan aktiva produktif) sebesar 25 persen, dari Rp 2,13 triliun pada semester I 2010, menjadi Rp 1,61 triliun pada semester I 2011.

BERITA TERKAIT

Tak Serta-merta Otomatis, LPS Siapkan Syarat Kesehatan bagi Peserta Penjaminan Polis

BNI Sabet Peringkat 4 BUMN Layanan Terbaik di Danantara Indonesia CX100 Award 2026

Laba Tembus Rp1 Triliun: Bank BPD Bali Pacu Kredit UMKM Rp14,43 Triliun hingga Kuartal III/2026

Minta Pasar Tak Panik Sikapi Wacana MSCI, Peluang Bursa RI Turun Kelas Sangat Mustahil

"Dua-tiga tahun terakhir kita tingkatkan fundamental keuangan. Dengan penurunan yang sangat signifikan pada PPAP menunjukkan kualitas kita lebih baik, PPAP turun 25 persen," ujar Gatot Suwondho saat konferensi pers paparan kinerja semester I BNI, di Wisma BNI, Jakarta, Senin (25/7).

Gatot menambahkan Net Interest Margin (NIM) yang hanya mengalami kenaikan 0,1 persen dari 5,8 persen pada semester I 2010 menjadi 5,9 persen pada semester I 2011 meskipun laba mengalami kenaikan pesat, dikarenakan pertumbuhan kredit biasayanya terjadi pada kuartal II, sehingga belum semua terabsorb.

"Di kuarta III-IV baru tergenerate, secara fundamental keuangan kita semakin kokoh, dan engine-engine revenue kita semakin berjalan, " jelas Gatot. Yang akan BNI tuju, lanjutnya adalah sustainable profit growth dengan mengejar target laba 17-20 persen pada akhir tahun ini. "Kita sedang lakukan transformasi, jadi sambil jalan, kita lakukan perbaikan didalam dengan target pertumbuhan laba 17-20 persen," tuturnya.

  • Baca juga: Laba Tembus Rp1 Triliun: Bank BPD Bali Pacu Kredit UMKM Rp14,43 Triliun hingga Kuartal III/2026

Peningkatan laba sebesar 41 persen ini juga menyebabkan Return on asset (ROA) naik dari 2,3 persen menjadi 3 persen. Di lain sisi, Return on Equity (ROE) turun dari 24,3 persen menjadi 19 persen akibat penambahan modal dari hasil right issue pada Desember 2010 lalu. Right issue ini juga menyebankan rasio kecukupan modal (CAR) masih di level 17,2 persen setelah memperhitungkan risiko kredit, risiko pasar dan risiko operasional sehingga memberikan keleluasaan bagi BNI untukj melakukan ekspansi bisnis di tahun 2011 ini.

"Fundamental keuangan juga tetap terjaga dengan naik dengan tingkat coverage ratio dipertahankan di level 120,5 persen," tutur Gatot. Selain itu Non Performing Loan (NPL) gross mengalami penurunan, dari 4,3 persen pada semester I 2010 menjadi 4 persen pada semester I 2011. NPL net juga mengalami penurunan, dari 0,9 persen menjadi 0,7 persen.

Total aset BNI per akhir Juni 2011 sbesar Rp 260, 65 triliun, atau tumbuh 16 persen dibanding posisi akhir Juni 2010 sebesar Rp 225,49 triliun. Di sisi liabilities, dana pihak ketiga (DPK) meningkat 9 persen, dari Rp 184,20 triliun menjadi Rp 200,14 triliun. Khusus untuk tabungan dan giro (CASA) mengalami pertumbuhan sebesar 10 persen. Komposisi DPK BNI pada semester I 2011 adalah 61 persen CASA dan 39 persennya adalah deposito. Sementara total kredit di semester I 2011 naik 21 persen dari Rp184,20 persen pada semester I 2010 menjadi Rp 200,14 pada semester I 2011.

Dijelaskan oleh Gatot, penyaluran kredit di segmen korporasi, segmen usaha kecil dan segmen konsumer mengalami pertumbuhan signifikan. Pada semester I 2011, kredit korporasi tumbuh 25 persen dari Rp 45,25 triliun menjadi RP 56,84 triliun. Kredit UKM tumbuh 17,3 persen dari Rp 26,98 triliun menjadi Rp 331,65 triliun. Sementara kredit konsumer naik 34 persen dari Rp 20, 40 triliun menjadi Rp 27, 33 triliun. Selain itu, bisnis pembiayaan di bisnis internasional juga tumbuh 27 persen, dari Rp 4,79 triliun menjadi Rp 6,08 triliun.

  • Baca juga: Bicara di Forum IMF-World Bank: Wadirut Bank BSN Dorong Integrasi Pasar Syariah ASEAN

"Tahun ini BNi fokus pada pembiayaan infrastruktur, terutama korporasi," ujar Gatot. Fokus penyaluran kredit di masing-masing segmen, lanjutnya, difokuskan pada bidang infrastruktur untuk segmen korporasi, sementara segmen usaha kecil difokuskan untuk mendukung perdagangan di daerah-daerah dan segmen konsumer tetap fokus pada kredit perumahan.

Untuk kredit konsumer, kredit kepemilikan rumah (KPR) dengan produk BNI Griya merupakan porsi terbesar dari kredit konsumer BNI, yakni sebesar 54 persen, mengalami pertumbuhan sebesar 49 persen dari Rp 9,96 triliun, memjadi Rp 14,79 triliun. Kredit kndaraan (BNI oto) juga mengalami pertumbuhan 32 persen dari Rp 4,85 triliun menjadi Rp 6,39 triliun. Sedangkan transaksi penggunaan kartu kredit BNI pada semester I 2011 naik 47 persen, dari Rp 1,69 triliun menjadi Rp 2,16 triliun dengan kenaikan jumlah kartu diterbitkan pada semester I 2011 sebanyak 2,13 juta kartu, sementara pada semester I 2010 sebanyak 1,69 juta kartu.

 
 
 
 
 
Previous Post

ANZ Incar Tambahan 5000 Nasabah Prioritas

Next Post

Inflasi Juli di Bawah 1 Persen

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

BNI Sabet Peringkat 4 BUMN Layanan Terbaik di Danantara Indonesia CX100 Award 2026

BNI Sabet Peringkat 4 BUMN Layanan Terbaik di Danantara Indonesia CX100 Award 2026

by Stella Gracia
16 Oktober 2026 - 21:02

BNI menyabet peringkat keempat Top 10 BUMN Layanan Terbaik di Danantara Indonesia CX100 Award 2026 berkat penguatan kanal digital wondr...

Porsi Kredit Produktif Tembus 62 Persen: Bank BPD Bali Salurkan Pembiayaan UMKM Rp14,15 Triliun

Laba Tembus Rp1 Triliun: Bank BPD Bali Pacu Kredit UMKM Rp14,43 Triliun hingga Kuartal III/2026

by Sandy Romualdus
16 Oktober 2026 - 20:36

Bank BPD Bali meraup laba Rp1 triliun dan menyalurkan kredit UMKM Rp14,43 triliun per kuartal III/2026 dengan NPL Gross terjaga...

Bicara di Forum IMF-World Bank: Wadirut Bank BSN Dorong Integrasi Pasar Syariah ASEAN

Bicara di Forum IMF-World Bank: Wadirut Bank BSN Dorong Integrasi Pasar Syariah ASEAN

by Sandy Romualdus
15 Oktober 2026 - 15:56

Wadirut Bank BSN Arga M. Nugraha menyerukan integrasi pasar keuangan syariah ASEAN guna melayani 250 juta umat Muslim di forum...

Pilar Inklusi dari Binjai Utara: Kisah Shifa Celluler Perluas Akses dan Literasi Keuangan Lansia

Lebih dari Sekadar Modal, KUR BRI Dorong Toko Grosir Fitriani Ciptakan Lapangan Kerja di Pesawaran

by Stella Gracia
15 Oktober 2026 - 11:48

Berkat pembiayaan KUR BRI, Fitriani berhasil kembangkan kios kecil di Pesawaran jadi toko grosir sembako dan buka lapangan kerja warga...

Pilar Inklusi dari Binjai Utara: Kisah Shifa Celluler Perluas Akses dan Literasi Keuangan Lansia

Pilar Inklusi dari Binjai Utara: Kisah Shifa Celluler Perluas Akses dan Literasi Keuangan Lansia

by Stella Gracia
15 Oktober 2026 - 09:49

Shifa Celluler di Binjai Utara jadi ujung tombak inklusi dan literasi keuangan BRI, layani 4.500 transaksi bulanan serta dampingi nasabah...

Porsi Kredit Produktif Tembus 62 Persen: Bank BPD Bali Salurkan Pembiayaan UMKM Rp14,15 Triliun

Apresiasi Layanan Pensiun Prima: Dirut Bank BPD Bali Nyoman Sudharma Tegaskan Komitmen Sinergi Digital

by Sandy Romualdus
14 Oktober 2026 - 20:31

Bank BPD Bali meraih predikat Terbaik II Mitra Kerja Pembayaran Pensiun dari PT Taspen dan Ditjen Perbendaharaan atas layanan prima...

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • OJK dan Bappebti Perkuat Sinergi dalam Pengawasan Derivatif Keuangan Berbasis Efek

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • LinkUMKM Tembus 14 Juta User, BRI Dorong Kerajinan Ramah Lingkungan Go International

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menyiapkan Talenta Hijau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Keras Dan Menghantam

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Nakhoda Baru Askrindo: Mahelan Prabantarikso Gantikan M. Fankar Umran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pacu Belanja Turis Asing ke Daerah, Garuda Indonesia Luncurkan Skema Multi-Destinasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

Tak Serta-merta Otomatis, LPS Siapkan Syarat Kesehatan bagi Peserta Penjaminan Polis

BNI Sabet Peringkat 4 BUMN Layanan Terbaik di Danantara Indonesia CX100 Award 2026

Laba Tembus Rp1 Triliun: Bank BPD Bali Pacu Kredit UMKM Rp14,43 Triliun hingga Kuartal III/2026

Minta Pasar Tak Panik Sikapi Wacana MSCI, Peluang Bursa RI Turun Kelas Sangat Mustahil

Bongkar Manipulasi Saham dan Penjatahan Semu: OJK Denda DSSA, BREN, dan CUAN Total Rp2,1 Triliun

Filosofi Bahtera di Atas Laut, Pemprov DKI Resmikan Masjid Apung An-Nur di Pantai Ancol

Ancaman Eksodus Dana Asing: Simak Pemicu Usulan Reklasifikasi Standalone Market oleh MSCI

Tekanan Ganda Pasar Finansial: BI Gelontorkan Intervensi Hadapi Sentimen Risk-Off dan Isu MSCI

Tersengat Wacana MSCI dan Inflasi AS: IHSG Kena Trading Halt di Awal Sesi I

STABILITAS CHANNEL

 
 
Next Post
Mandiri Biayai Proyek Pelindo II Rp. 11 T

Mandiri Biayai Proyek Pelindo II Rp. 11 T

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance