• Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
Sabtu, Oktober 17, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
 
Home Finance

Maybank Cetak Laba Bersih RM4,45 Miliar

by Sandy Romualdus
25 Agustus 2011 - 00:00
22
VIEWS
Maybank Cetak Laba Bersih RM4,45 Miliar
0
SHARES
22
VIEWS

Jakarta – Maybank mengumumkan rekor pencapaian kinerja dalam satu tahun dengan pendapatan setelah pajak dan kepentingan minoritas (profit after tax and minority interest -PATAMI) RM4,45 miliar untuk tahun yang berakhir 30 Juni 2011, meningkat 16,6 persen dari RM3,82 miliar tahun sebelumnya. Pendapatan sebelum pajak Grup selama setahun meningkat 16,8 persen menjadi RM6,27 miliar dari RM5,37 miliar sebelumnya.

Hasil yang dicapai didukung oleh pertumbuhan kredit yang sangat kuat di Malaysia, Singapura dan Indonesia, dan kinerja yang lebih baik di semua segmen bisnis. Selain itu, terus menurunnya penyisihan kerugian atas pinjaman yang selama satu tahun  berkurang lebih dari setengah, telah memberikan kontribusi kuat bagi laba bersih..

  • Baca juga: BNI Sabet Peringkat 4 BUMN Layanan Terbaik di Danantara Indonesia CX100 Award 2026

Kredit Grup bertumbuh sangat pesat dalam sepuluh tahun terakhir. Ini adalah hasil dari pertumbuhan kredit yang kuat di luar negeri sebesar 29,4 persen, and kenaikan 16,8 persen dari operasional Malaysia yang melampui pertumbuhan industri sebesar 13.5 persen.  Operasional Indonesia dan Singapura membukukan kenaikan kredit masing-masing sebesar 25,8 persen sementara operasional internasional sebesar 8,6 persen. Di Malaysia, Global Wholesale Banking memimpin pertumbungan dengan kontribusi sebesar 25,6 persen diikuti oleh Community Financial Services dengan 12,9 persen. Portofolio pembiayaan Syariah  juga mencatat pertumbuhan yang kuat sebe strong growth of 35.1 persen.

BERITA TERKAIT

Tak Serta-merta Otomatis, LPS Siapkan Syarat Kesehatan bagi Peserta Penjaminan Polis

BNI Sabet Peringkat 4 BUMN Layanan Terbaik di Danantara Indonesia CX100 Award 2026

Laba Tembus Rp1 Triliun: Bank BPD Bali Pacu Kredit UMKM Rp14,43 Triliun hingga Kuartal III/2026

Minta Pasar Tak Panik Sikapi Wacana MSCI, Peluang Bursa RI Turun Kelas Sangat Mustahil

Faktor utama yang mendukung pencapaian rekor kinerja tahun ini adalah kenaikan pendapatan operasional selain bunga 16,3 persen (termasuk pendapatan dari bisnis Syariah dan asuransi), terutama dari fee based income perbankan syariah yang meningkat dua kali lipat (+127,1 persen), bisnis asuransi (+31,2 persen), pendapatan investasi & trading (+48,4 persen), komisi, service charges dan fee (+12,8 persen) dan pendapatan valuta asing dari transaksi nasabah (+8,6 persen).

Selain itu, pendapatan bunga bersih yang lebih tinggi, naik 6,1 persen menjadi RM7,19 miliar meskipun terjadi pengetatan pada margin bunga bersih. Kemudian pengurangan yang signifikan pada penyisihan kerugian atas pinjaman yang turun 59 persen menjadi RM502,2 juta dari RM1,23 miliar sebelumnya. Juga peningkatan berkelanjutan kualitas aset dengan NPL bersih turun menjadi 2,25 persen pada Juni 2011 dari  2,83 persen tahun sebelumnya.

Dari sisi simpanan tumbuh 19 persen, yang merupakan tingkat kenaikan tertinggi dalam lima tahun terakhir, menyentuh RM282 miliar. Kemudian pertumbuhan aset yang kuat sebesar 22,4 persen menjadi RM412 miliar.

Sementara dari aspek bisnis, faktor penyebabnya pertumbuhan antara lain kenaikan 7,5 persen pendapatan sebelum pajak dari Community Financial Services yang meningkat menjadi RM2,99 miliar dari RM2,78 miliar sebelumnya. Peningkatan pendapatan sebelum pajak dari Global Wholesale Banking yang naik 26,9 persen menjadi RM2,54 miliar dari RM2.00 miliar sebelumnya.

Sedangkan pertumbuhan pendapatan sebelum pajak sebesar 19,1 persen pada International  Banking yang mencapai RM1,49 miliar dari RM1,25 miliar sebelumnya, termasuk RM888.2 juta kontribusi dari Singapura dan RM289,7 juta dari Bank Internasional Indonesia (BII).

Laba dari Insurance, Takaful & Asset Management juga tercatat tumbuh lebih tinggi 10,4 persen menjadi RM488 juta dari RM442 juta sebelumnya. Kinerja yang kuat dari Grup’s Perbankan Syariah yang mencatat 69 persen peningkatan pajak sebelum pendapatan dan zakat sebesar RM904,2 juta dibandingkan dengan RM535 juta sebelumnya.

Secara kuartalan, kuartal empat yang berakhir 30 Juni 2011 pendapatan sebelum pajak meningkat menjadi RM1,73 miliar dari RM1,58 miliar sebelumnya. PATAMI pada kuartal empat lebih tinggi pada RM1,15 miliar dibandingkan RM1,14 miliar pada kuartal sebelumnya.

Dibandingkan dengan kuartal empat yang berakhir 30 Juni 2010, pendapatan sebelum pajak dan PATAMI untuk kuartal empat yang berakhir 30 Juni 2011 masing-masing adalah 27,2 persen dan 26,5 persen.

Dividen

  • Baca juga: Laba Tembus Rp1 Triliun: Bank BPD Bali Pacu Kredit UMKM Rp14,43 Triliun hingga Kuartal III/2026

BOD telah mengajukan final dividen di bawah Dividend Reinvestment Plan (DRP) sebesar 32 sen per saham dikurangi 25 persen pajak penghasilan, tergantung pada persetujuan pemegang saham pada Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan.  Dari jumlah tersebut, 4 sen per saham (3 sen bersih) akan dibayar secara tunai sementara sisanya  sebesar 28 sen (21 sen bersih) per saham akan menjadi Electable Portion dimana pemegang saham dapat memilih untuk menerimanya dalam tunai penuh atau menginvestasikannya kembali pada saham Maybank.

Hal ini akan membawa total dividen tahun ini termasuk dividen interim bruto sebesar 28 sen per saham, untuk 60 sen per saham, mewakili rasio total pembayaran sebesar 74.9 persen selama setahun. Hal ini kembali melebihi kebijakan pembayaran dividen Grup sebesar 40-60 persen. Dividen akan didistribusikan pada Oktober 2011 setelah mendapatkan persetujuan pemegang saham pada  Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan.

“Saya gembira dengan rekor kinerja yang dicapai Grup tahun ini, yang secara jelas menunjukkan nilai yang terus kami ciptakan untuk seluruh stakeholder.  Tahun ini, kami telah meraih pencapaian yang signifikan di tingkat regional dengan laba sebelum pajak menembus  US$2 miliar, sebuah tanda bahwa visi kami untuk menjadi pemimpin penyedia jasa keuangan regional dari Malaysia telah berada di jalur yang tepat,” tukas Chairman Maybank, Tan Sri Megat Zaharuddin Megat Mohd Nor dalam siaran persnya yang diterima Rabu (24/8).

Dia menambahkan, pihaknya juga sangat senang melihat operasional Malaysia makin menguat, tidak hanya pada commercial banking tetapi juga pada investment banking, sementara pada saat yang sama, kami juga mampu memperoleh nilai yang lebih besar dari operasional internasional kami.  Kami mengantisipasi perkembangan di regional dengan penambahan Kim Eng Securities yang selanjutnya akan meningkatkan kapabilitas kami dan memberikan penawaran internasional serta memungkinkan kami untuk mendiversifikasi pendapatan kami selanjutnya.

“Kami percaya ini adalah waktu yang tepat bagi Maybank untuk memberi sinyal kepada pasar bahwa kami memperbarui komitmen kami untuk menjadi top banks di Asia dan saya dengan bangga menyampaikan bahwa Maybank akan segera melakukan penyegaran terhadap branding kami dengan logo baru dan perbaikan brand yang akan dilakukan  dalam beberapa minggu ke depan. Jelas, tujuan kami adalah memperkuat posisi kepemimpinan kami dan memperlengkapi kami dengan kemampuan untuk mengelola tantangan ke  depan, terutama dengan adanya fluktuasi   di pasar global,” tambahnya.

Sementara Presiden & CEO Maybank, Dato’ Sri Abdul Wahid Omar mengatakan, hasil kuat yang telah kami laporkan membuktikan sukses awal dari ‘House of Maybank’ yang baru, struktur organisasi yang kami perkenalkan pada Juli 2010. “Kami telah memperoleh pendapatan yang lebih baik dan melakukan efisiensi biaya dari sinergi yang kami ciptakan dan kami yakin kami berada di jalur yang kuat untuk mencapai masa depan,” katanya.

Brand baru yang lebih segar akan memberikan kami dukungan yang lebih besar dalam meningkatkan layanan kami yang konsisten melalui jaringan kami sementara pada saat yang sama membedakan kami dari para competitor untuk memanfaatkan kesempatan yang akan muncul baik secara regional maupun lokal, khususnya dari pelaksanaan Program Transformasi Ekonomi Malaysia.

“Kami telah menetapkan key performance indicator (KPI) antara lain pencapian 16 persen ROE dan pertumbuhan kredit 12 persen dan peningkatan debt securities,untuk tahun keuangan ke depan. KPI ini mencerminkan optmisme kami untuk pertumbuhan berkelanjutan dengan memperhitungkan bisnis global dan iklim pasar yang makin menantang. Sementara kami tetap fokus pada pertumbuhan bisnis, Maybank akan terus mengembangkan jaringan, proses dan kapabilitas human capital kami untuk meraih peluang lintas batas yang terus berkembang di era globalisasi,” kata Omar.

Sumbangan BII

Sementara dari Indonesia, BII mencatat kenaikan sebesar 19 persen pada pendapatan operasional bruto selama 12 bulan yang berakhir Juni 2011 menjadi Rp6,04 triliun dari Rp5,07 trilliun pada awal tahun.  Pendapatan bunga bersih naik 21,8 persen menjadi Rp4,03 trillion meskipun margin bunga bersih yang sedikit menurun dari 5,63 persen pada Juni 2010 menjadi 5,43 persen pada Juni 2011, sementara pendapatan non bunga tumbuh 13,8 persen menjadi Rp2.01 trillion. Laba sebelum pajak meningkat 28,8 persen menjadi Rp782 miliar dari Rp607 miliar tahun sebelumnya.

Total penyisihan kerugian penurunan nilai atas kredit naik sebesar 20,1 persen menjadi Rp1,26 triliun, disebabkan adanya biaya provisi yang lebih tinggi pada portofolio WOM Finance terutama terkait pembiayaan sepeda motor bekas.  Tetapi, WOM kini telah membatasi pembiayaan untuk segmen ini dan meredefinisi model dan distribusi pembiayaan sepeda motor bekas untuk meningkatkan kualitas asetnya.

  • Baca juga: Bicara di Forum IMF-World Bank: Wadirut Bank BSN Dorong Integrasi Pasar Syariah ASEAN

BII melihat kualitas aset terus membaik dengan net impaired loans ratio menurun menjadi 1,22 persen pada Juni 2011 dari 1,87 persen pada Juni 2010. Posisi modalnya tetap kuat dengan CAR 13,06 persen pada Juni 2011 dibandingkan 12,50 persen pada Desember 2010.

Ekspansi jaringan cabang BII tetap berada pada jalur yang tepat dengan 70 kantor cabang dibuka dalam 12 bulan menjadikan total 344 kantor cabang per Juni 2011. Jumlah self service terminals di seluruh Indonesia juga meningkat signifikan dari 844 pada June 2010 menjadi 1017 pada Juni 2011.

 
 
 
 
 
Previous Post

Bank Mandiri Berpartisipasi Dalam Mudik Bersama PBNU

Next Post

BRI Perkuat Layanan Remittance di Hongkong

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

BNI Sabet Peringkat 4 BUMN Layanan Terbaik di Danantara Indonesia CX100 Award 2026

BNI Sabet Peringkat 4 BUMN Layanan Terbaik di Danantara Indonesia CX100 Award 2026

by Stella Gracia
16 Oktober 2026 - 21:02

BNI menyabet peringkat keempat Top 10 BUMN Layanan Terbaik di Danantara Indonesia CX100 Award 2026 berkat penguatan kanal digital wondr...

Porsi Kredit Produktif Tembus 62 Persen: Bank BPD Bali Salurkan Pembiayaan UMKM Rp14,15 Triliun

Laba Tembus Rp1 Triliun: Bank BPD Bali Pacu Kredit UMKM Rp14,43 Triliun hingga Kuartal III/2026

by Sandy Romualdus
16 Oktober 2026 - 20:36

Bank BPD Bali meraup laba Rp1 triliun dan menyalurkan kredit UMKM Rp14,43 triliun per kuartal III/2026 dengan NPL Gross terjaga...

Bicara di Forum IMF-World Bank: Wadirut Bank BSN Dorong Integrasi Pasar Syariah ASEAN

Bicara di Forum IMF-World Bank: Wadirut Bank BSN Dorong Integrasi Pasar Syariah ASEAN

by Sandy Romualdus
15 Oktober 2026 - 15:56

Wadirut Bank BSN Arga M. Nugraha menyerukan integrasi pasar keuangan syariah ASEAN guna melayani 250 juta umat Muslim di forum...

Pilar Inklusi dari Binjai Utara: Kisah Shifa Celluler Perluas Akses dan Literasi Keuangan Lansia

Lebih dari Sekadar Modal, KUR BRI Dorong Toko Grosir Fitriani Ciptakan Lapangan Kerja di Pesawaran

by Stella Gracia
15 Oktober 2026 - 11:48

Berkat pembiayaan KUR BRI, Fitriani berhasil kembangkan kios kecil di Pesawaran jadi toko grosir sembako dan buka lapangan kerja warga...

Pilar Inklusi dari Binjai Utara: Kisah Shifa Celluler Perluas Akses dan Literasi Keuangan Lansia

Pilar Inklusi dari Binjai Utara: Kisah Shifa Celluler Perluas Akses dan Literasi Keuangan Lansia

by Stella Gracia
15 Oktober 2026 - 09:49

Shifa Celluler di Binjai Utara jadi ujung tombak inklusi dan literasi keuangan BRI, layani 4.500 transaksi bulanan serta dampingi nasabah...

Porsi Kredit Produktif Tembus 62 Persen: Bank BPD Bali Salurkan Pembiayaan UMKM Rp14,15 Triliun

Apresiasi Layanan Pensiun Prima: Dirut Bank BPD Bali Nyoman Sudharma Tegaskan Komitmen Sinergi Digital

by Sandy Romualdus
14 Oktober 2026 - 20:31

Bank BPD Bali meraih predikat Terbaik II Mitra Kerja Pembayaran Pensiun dari PT Taspen dan Ditjen Perbendaharaan atas layanan prima...

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • OJK dan Bappebti Perkuat Sinergi dalam Pengawasan Derivatif Keuangan Berbasis Efek

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • LinkUMKM Tembus 14 Juta User, BRI Dorong Kerajinan Ramah Lingkungan Go International

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menyiapkan Talenta Hijau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Keras Dan Menghantam

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Nakhoda Baru Askrindo: Mahelan Prabantarikso Gantikan M. Fankar Umran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pacu Belanja Turis Asing ke Daerah, Garuda Indonesia Luncurkan Skema Multi-Destinasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

Tak Serta-merta Otomatis, LPS Siapkan Syarat Kesehatan bagi Peserta Penjaminan Polis

BNI Sabet Peringkat 4 BUMN Layanan Terbaik di Danantara Indonesia CX100 Award 2026

Laba Tembus Rp1 Triliun: Bank BPD Bali Pacu Kredit UMKM Rp14,43 Triliun hingga Kuartal III/2026

Minta Pasar Tak Panik Sikapi Wacana MSCI, Peluang Bursa RI Turun Kelas Sangat Mustahil

Bongkar Manipulasi Saham dan Penjatahan Semu: OJK Denda DSSA, BREN, dan CUAN Total Rp2,1 Triliun

Filosofi Bahtera di Atas Laut, Pemprov DKI Resmikan Masjid Apung An-Nur di Pantai Ancol

Ancaman Eksodus Dana Asing: Simak Pemicu Usulan Reklasifikasi Standalone Market oleh MSCI

Tekanan Ganda Pasar Finansial: BI Gelontorkan Intervensi Hadapi Sentimen Risk-Off dan Isu MSCI

Tersengat Wacana MSCI dan Inflasi AS: IHSG Kena Trading Halt di Awal Sesi I

STABILITAS CHANNEL

 
 
Next Post
Semester I, KPM CIMB Niaga Tersalur Rp14,45 T

Semester I, KPM CIMB Niaga Tersalur Rp14,45 T

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance