• Redaksi
  • Iklan
  • Majalah Digital
  • Kontak Kami
Rabu, April 22, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Eksmud
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Interview
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Eksmud
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Interview
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
Home Finance

Maybank Cetak Laba Bersih RM4,45 Miliar

oleh Sandy Romualdus
25 Agustus 2011 - 00:00
12
Dilihat
Maybank Cetak Laba Bersih RM4,45 Miliar
0
Bagikan
12
Dilihat

Jakarta – Maybank mengumumkan rekor pencapaian kinerja dalam satu tahun dengan pendapatan setelah pajak dan kepentingan minoritas (profit after tax and minority interest -PATAMI) RM4,45 miliar untuk tahun yang berakhir 30 Juni 2011, meningkat 16,6 persen dari RM3,82 miliar tahun sebelumnya. Pendapatan sebelum pajak Grup selama setahun meningkat 16,8 persen menjadi RM6,27 miliar dari RM5,37 miliar sebelumnya.

Hasil yang dicapai didukung oleh pertumbuhan kredit yang sangat kuat di Malaysia, Singapura dan Indonesia, dan kinerja yang lebih baik di semua segmen bisnis. Selain itu, terus menurunnya penyisihan kerugian atas pinjaman yang selama satu tahun  berkurang lebih dari setengah, telah memberikan kontribusi kuat bagi laba bersih..

Kredit Grup bertumbuh sangat pesat dalam sepuluh tahun terakhir. Ini adalah hasil dari pertumbuhan kredit yang kuat di luar negeri sebesar 29,4 persen, and kenaikan 16,8 persen dari operasional Malaysia yang melampui pertumbuhan industri sebesar 13.5 persen.  Operasional Indonesia dan Singapura membukukan kenaikan kredit masing-masing sebesar 25,8 persen sementara operasional internasional sebesar 8,6 persen. Di Malaysia, Global Wholesale Banking memimpin pertumbungan dengan kontribusi sebesar 25,6 persen diikuti oleh Community Financial Services dengan 12,9 persen. Portofolio pembiayaan Syariah  juga mencatat pertumbuhan yang kuat sebe strong growth of 35.1 persen.

BERITA TERKAIT

Kemnaker Salurkan Rp32,2 Miliar untuk Pemulihan Ekonomi Korban Bencana Sumut-Aceh

Penantian 22 Tahun Berakhir, UU PPRT Resmi Disahkan Bertepatan Hari Kartini

Wanti-wanti OJK ke Mahasiswa: Waspada Risiko di Balik Kemudahan Pembiayaan Digital

Reformasi Pasar Modal: OJK Siap Hadapi Asesmen MSCI Juni 2026

Faktor utama yang mendukung pencapaian rekor kinerja tahun ini adalah kenaikan pendapatan operasional selain bunga 16,3 persen (termasuk pendapatan dari bisnis Syariah dan asuransi), terutama dari fee based income perbankan syariah yang meningkat dua kali lipat (+127,1 persen), bisnis asuransi (+31,2 persen), pendapatan investasi & trading (+48,4 persen), komisi, service charges dan fee (+12,8 persen) dan pendapatan valuta asing dari transaksi nasabah (+8,6 persen).

Selain itu, pendapatan bunga bersih yang lebih tinggi, naik 6,1 persen menjadi RM7,19 miliar meskipun terjadi pengetatan pada margin bunga bersih. Kemudian pengurangan yang signifikan pada penyisihan kerugian atas pinjaman yang turun 59 persen menjadi RM502,2 juta dari RM1,23 miliar sebelumnya. Juga peningkatan berkelanjutan kualitas aset dengan NPL bersih turun menjadi 2,25 persen pada Juni 2011 dari  2,83 persen tahun sebelumnya.

Dari sisi simpanan tumbuh 19 persen, yang merupakan tingkat kenaikan tertinggi dalam lima tahun terakhir, menyentuh RM282 miliar. Kemudian pertumbuhan aset yang kuat sebesar 22,4 persen menjadi RM412 miliar.

Sementara dari aspek bisnis, faktor penyebabnya pertumbuhan antara lain kenaikan 7,5 persen pendapatan sebelum pajak dari Community Financial Services yang meningkat menjadi RM2,99 miliar dari RM2,78 miliar sebelumnya. Peningkatan pendapatan sebelum pajak dari Global Wholesale Banking yang naik 26,9 persen menjadi RM2,54 miliar dari RM2.00 miliar sebelumnya.

Sedangkan pertumbuhan pendapatan sebelum pajak sebesar 19,1 persen pada International  Banking yang mencapai RM1,49 miliar dari RM1,25 miliar sebelumnya, termasuk RM888.2 juta kontribusi dari Singapura dan RM289,7 juta dari Bank Internasional Indonesia (BII).

Laba dari Insurance, Takaful & Asset Management juga tercatat tumbuh lebih tinggi 10,4 persen menjadi RM488 juta dari RM442 juta sebelumnya. Kinerja yang kuat dari Grup’s Perbankan Syariah yang mencatat 69 persen peningkatan pajak sebelum pendapatan dan zakat sebesar RM904,2 juta dibandingkan dengan RM535 juta sebelumnya.

Secara kuartalan, kuartal empat yang berakhir 30 Juni 2011 pendapatan sebelum pajak meningkat menjadi RM1,73 miliar dari RM1,58 miliar sebelumnya. PATAMI pada kuartal empat lebih tinggi pada RM1,15 miliar dibandingkan RM1,14 miliar pada kuartal sebelumnya.

Dibandingkan dengan kuartal empat yang berakhir 30 Juni 2010, pendapatan sebelum pajak dan PATAMI untuk kuartal empat yang berakhir 30 Juni 2011 masing-masing adalah 27,2 persen dan 26,5 persen.

Dividen

BOD telah mengajukan final dividen di bawah Dividend Reinvestment Plan (DRP) sebesar 32 sen per saham dikurangi 25 persen pajak penghasilan, tergantung pada persetujuan pemegang saham pada Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan.  Dari jumlah tersebut, 4 sen per saham (3 sen bersih) akan dibayar secara tunai sementara sisanya  sebesar 28 sen (21 sen bersih) per saham akan menjadi Electable Portion dimana pemegang saham dapat memilih untuk menerimanya dalam tunai penuh atau menginvestasikannya kembali pada saham Maybank.

Hal ini akan membawa total dividen tahun ini termasuk dividen interim bruto sebesar 28 sen per saham, untuk 60 sen per saham, mewakili rasio total pembayaran sebesar 74.9 persen selama setahun. Hal ini kembali melebihi kebijakan pembayaran dividen Grup sebesar 40-60 persen. Dividen akan didistribusikan pada Oktober 2011 setelah mendapatkan persetujuan pemegang saham pada  Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan.

“Saya gembira dengan rekor kinerja yang dicapai Grup tahun ini, yang secara jelas menunjukkan nilai yang terus kami ciptakan untuk seluruh stakeholder.  Tahun ini, kami telah meraih pencapaian yang signifikan di tingkat regional dengan laba sebelum pajak menembus  US$2 miliar, sebuah tanda bahwa visi kami untuk menjadi pemimpin penyedia jasa keuangan regional dari Malaysia telah berada di jalur yang tepat,” tukas Chairman Maybank, Tan Sri Megat Zaharuddin Megat Mohd Nor dalam siaran persnya yang diterima Rabu (24/8).

Dia menambahkan, pihaknya juga sangat senang melihat operasional Malaysia makin menguat, tidak hanya pada commercial banking tetapi juga pada investment banking, sementara pada saat yang sama, kami juga mampu memperoleh nilai yang lebih besar dari operasional internasional kami.  Kami mengantisipasi perkembangan di regional dengan penambahan Kim Eng Securities yang selanjutnya akan meningkatkan kapabilitas kami dan memberikan penawaran internasional serta memungkinkan kami untuk mendiversifikasi pendapatan kami selanjutnya.

“Kami percaya ini adalah waktu yang tepat bagi Maybank untuk memberi sinyal kepada pasar bahwa kami memperbarui komitmen kami untuk menjadi top banks di Asia dan saya dengan bangga menyampaikan bahwa Maybank akan segera melakukan penyegaran terhadap branding kami dengan logo baru dan perbaikan brand yang akan dilakukan  dalam beberapa minggu ke depan. Jelas, tujuan kami adalah memperkuat posisi kepemimpinan kami dan memperlengkapi kami dengan kemampuan untuk mengelola tantangan ke  depan, terutama dengan adanya fluktuasi   di pasar global,” tambahnya.

Sementara Presiden & CEO Maybank, Dato’ Sri Abdul Wahid Omar mengatakan, hasil kuat yang telah kami laporkan membuktikan sukses awal dari ‘House of Maybank’ yang baru, struktur organisasi yang kami perkenalkan pada Juli 2010. “Kami telah memperoleh pendapatan yang lebih baik dan melakukan efisiensi biaya dari sinergi yang kami ciptakan dan kami yakin kami berada di jalur yang kuat untuk mencapai masa depan,” katanya.

Brand baru yang lebih segar akan memberikan kami dukungan yang lebih besar dalam meningkatkan layanan kami yang konsisten melalui jaringan kami sementara pada saat yang sama membedakan kami dari para competitor untuk memanfaatkan kesempatan yang akan muncul baik secara regional maupun lokal, khususnya dari pelaksanaan Program Transformasi Ekonomi Malaysia.

“Kami telah menetapkan key performance indicator (KPI) antara lain pencapian 16 persen ROE dan pertumbuhan kredit 12 persen dan peningkatan debt securities,untuk tahun keuangan ke depan. KPI ini mencerminkan optmisme kami untuk pertumbuhan berkelanjutan dengan memperhitungkan bisnis global dan iklim pasar yang makin menantang. Sementara kami tetap fokus pada pertumbuhan bisnis, Maybank akan terus mengembangkan jaringan, proses dan kapabilitas human capital kami untuk meraih peluang lintas batas yang terus berkembang di era globalisasi,” kata Omar.

Sumbangan BII

Sementara dari Indonesia, BII mencatat kenaikan sebesar 19 persen pada pendapatan operasional bruto selama 12 bulan yang berakhir Juni 2011 menjadi Rp6,04 triliun dari Rp5,07 trilliun pada awal tahun.  Pendapatan bunga bersih naik 21,8 persen menjadi Rp4,03 trillion meskipun margin bunga bersih yang sedikit menurun dari 5,63 persen pada Juni 2010 menjadi 5,43 persen pada Juni 2011, sementara pendapatan non bunga tumbuh 13,8 persen menjadi Rp2.01 trillion. Laba sebelum pajak meningkat 28,8 persen menjadi Rp782 miliar dari Rp607 miliar tahun sebelumnya.

Total penyisihan kerugian penurunan nilai atas kredit naik sebesar 20,1 persen menjadi Rp1,26 triliun, disebabkan adanya biaya provisi yang lebih tinggi pada portofolio WOM Finance terutama terkait pembiayaan sepeda motor bekas.  Tetapi, WOM kini telah membatasi pembiayaan untuk segmen ini dan meredefinisi model dan distribusi pembiayaan sepeda motor bekas untuk meningkatkan kualitas asetnya.

BII melihat kualitas aset terus membaik dengan net impaired loans ratio menurun menjadi 1,22 persen pada Juni 2011 dari 1,87 persen pada Juni 2010. Posisi modalnya tetap kuat dengan CAR 13,06 persen pada Juni 2011 dibandingkan 12,50 persen pada Desember 2010.

Ekspansi jaringan cabang BII tetap berada pada jalur yang tepat dengan 70 kantor cabang dibuka dalam 12 bulan menjadikan total 344 kantor cabang per Juni 2011. Jumlah self service terminals di seluruh Indonesia juga meningkat signifikan dari 844 pada June 2010 menjadi 1017 pada Juni 2011.

 
 
 
 
Sebelumnya

Bank Mandiri Berpartisipasi Dalam Mudik Bersama PBNU

Selanjutnya

BRI Perkuat Layanan Remittance di Hongkong

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

Wanti-wanti OJK ke Mahasiswa: Waspada Risiko di Balik Kemudahan Pembiayaan Digital

Wanti-wanti OJK ke Mahasiswa: Waspada Risiko di Balik Kemudahan Pembiayaan Digital

oleh Stella Gracia
22 April 2026 - 08:20

Stabilitas.id – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus menggenjot literasi dan inklusi keuangan di kalangan generasi muda. Langkah ini diambil untuk...

Peringati Hari Kartini, BRI Perkuat Inklusivitas dan Pemberdayaan Jutaan UMKM Perempuan

Peringati Hari Kartini, BRI Perkuat Inklusivitas dan Pemberdayaan Jutaan UMKM Perempuan

oleh Stella Gracia
21 April 2026 - 19:23

Stabilitas.id – Peringatan Hari Kartini pada 21 April dijadikan momentum oleh PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) untuk menegaskan...

Cetak Kartini Modern: Jajaran Manajemen BRI Raih Predikat 500 Most Outstanding Women 2026

Cetak Kartini Modern: Jajaran Manajemen BRI Raih Predikat 500 Most Outstanding Women 2026

oleh Stella Gracia
21 April 2026 - 16:33

Stabilitas.id – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) kembali mengukuhkan posisinya sebagai institusi perbankan yang memberikan ruang luas bagi...

Bank Mandiri Catat Laba Bersih Rp15,4 Triliun di Kuartal I 2026, Kukuhkan Peran sebagai Mitra Strategis Pemerintah

Bank Mandiri Catat Laba Bersih Rp15,4 Triliun di Kuartal I 2026, Kukuhkan Peran sebagai Mitra Strategis Pemerintah

oleh Stella Gracia
21 April 2026 - 16:23

Stabilitas.id - Di tengah tekanan global yang belum mereda akibat meningkatnya tensi geopolitik dan volatilitas pasar keuangan internasional, Bank Mandiri tetap...

BTN Perkuat Strategi ‘Beyond Mortgage’, Gandeng RSPON Tingkatkan Layanan Prioritas

BTN Perkuat Strategi ‘Beyond Mortgage’, Gandeng RSPON Tingkatkan Layanan Prioritas

oleh Sandy Romualdus
21 April 2026 - 13:01

Stabilitas.id – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) terus mengukuhkan langkah transformasinya menjadi the biggest consumer bank di Indonesia....

Sinergi CIMB Niaga-AREBI: Tingkatkan Kualitas Agen untuk Transaksi KPR yang Aman

Sinergi CIMB Niaga-AREBI: Tingkatkan Kualitas Agen untuk Transaksi KPR yang Aman

oleh Sandy Romualdus
20 April 2026 - 22:32

Stabilitas.id – PT Bank CIMB Niaga Tbk (CIMB Niaga) mempertegas komitmennya dalam memperkuat industri properti nasional melalui kolaborasi strategis dengan...

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Investasi Emas Menggeliat, Penjualan Galeri 24 Tembus 6,5 Ton

    Harga Emas Hari Ini: Antam Tembus Rp2,94 Juta, Galeri 24 Paling Kompetitif

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • CIMB Niaga (BNGA) Tebar Dividen Rp4,07 Triliun, Angkat Budiman Tanjung Jadi Direktur

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • BBRI Targetkan Dividen Rp52 Triliun, Fokus Jaga CAR di Level 20 Persen

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • RUPST Bank Jateng Angkat Bambang Widiyatmoko Jadi Dirut, Adnas Jabat Komut

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • OJK Minta BNI Tuntaskan Kasus Penyimpangan Dana Nasabah KCP Aek Nabara

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • RUPST BRI 2026: Setujui Dividen Rp52,1 Triliun, Setara 92 Persen dari Laba Bersih

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • IHSG Dibuka Rebound Pasca-Lebaran, Intip Rekomendasi Saham BNI Sekuritas Hari Ini

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

Kemnaker Salurkan Rp32,2 Miliar untuk Pemulihan Ekonomi Korban Bencana Sumut-Aceh

Penantian 22 Tahun Berakhir, UU PPRT Resmi Disahkan Bertepatan Hari Kartini

Wanti-wanti OJK ke Mahasiswa: Waspada Risiko di Balik Kemudahan Pembiayaan Digital

Reformasi Pasar Modal: OJK Siap Hadapi Asesmen MSCI Juni 2026

Peringati Hari Kartini, BRI Perkuat Inklusivitas dan Pemberdayaan Jutaan UMKM Perempuan

SIG Perluas Kolaborasi Global, Garap Potensi 89% Pasar Material Konstruksi

Reni Wulandari, Direktur Operasi Perempuan Pertama SIG: Dobrak Bias Gender di Industri Semen

Cetak Kartini Modern: Jajaran Manajemen BRI Raih Predikat 500 Most Outstanding Women 2026

Bank Mandiri Catat Laba Bersih Rp15,4 Triliun di Kuartal I 2026, Kukuhkan Peran sebagai Mitra Strategis Pemerintah

STABILITAS CHANNEL

Selanjutnya
Semester I, KPM CIMB Niaga Tersalur Rp14,45 T

Semester I, KPM CIMB Niaga Tersalur Rp14,45 T

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Eksmud
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Interview
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance