• Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
Sabtu, Oktober 17, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
 
Home Finance

Mengangkat Nasib BPR

by Sandy Romualdus
20 Desember 2011 - 00:00
17
VIEWS
Mengangkat Nasib BPR
0
SHARES
17
VIEWS

BPR sampai kini tetap sulit bersaing dengan perbankan umum yang bermodal besar, bahkan satu persatu BPR dilikuidasi. Namun BPR bukan tanpa harapan. Dengan menyiapkan proyek percontohan BPR, BI sekaligus ingin menjaga kinerja BPR tahun depan.

Oleh : Lila Intana

  • Baca juga: BNI Sabet Peringkat 4 BUMN Layanan Terbaik di Danantara Indonesia CX100 Award 2026

Nasib bank perkreditan rakyat (BPR) semakin hari kian memprihatikan. Satu persatu BPR berguguran. Berbeda dengan bank umum, jika ada BPR yang bisnisnya bermasalah, Bank Indonesia (BI) tak segan-segan untuk menutupnya karena dianggap tidak berdampak.

BERITA TERKAIT

Tak Serta-merta Otomatis, LPS Siapkan Syarat Kesehatan bagi Peserta Penjaminan Polis

BNI Sabet Peringkat 4 BUMN Layanan Terbaik di Danantara Indonesia CX100 Award 2026

Laba Tembus Rp1 Triliun: Bank BPD Bali Pacu Kredit UMKM Rp14,43 Triliun hingga Kuartal III/2026

Minta Pasar Tak Panik Sikapi Wacana MSCI, Peluang Bursa RI Turun Kelas Sangat Mustahil

Berdasarkan data BI, pada 2005 ada sekitar 3.000 BPR yang tersebar di seluruh Indonesia. Namun hingga September tahun ini jumlahnya menyusut drastis, yakni hanya 1.683 yang masih bertahan. Sudah 17 BPR yang dilikuidasi sepanjang rentang Januari-September, termasuk di antaranya BPRS (Bank Perkreditan Rakyat Syariah). Jumlah ini hampir setara dengan yang ditutup bank sentral periode yang sama tahun 2010, yakni sebanyak 18 BPR dan BPRS.

Memang harus diakui beberapa indikator kinerja BPR tidak secermerlang bank umum lainnya. Salah satu yang paling jelas terlihat adalah kredit macetnya (non performing loan/NPL). Per September penyaluran kredit oleh BPR sebesar Rp39,66 triliun dengan NPL mencapai 6,09 persen. Angka ini jauh di atas NPL industri yang tahun ini masih bisa dipertahankan di kisaran 2 persen.

Tingginya rasio kredit macet ini bukanlah satu-satunya indikator yang meresahkan otoritas karena masih ada indikator lain yakni suku bunga yang tinggi. Bunga kredit BPR menurut data BI rata-rata mencapai 18 persen per tahun, sedangkan bunga kredit bank konvensional rata-rata hanya 14,5 persen per tahun. Persoalan bunga kredit memang menjadi masalah klasik BPR. Menurut Ketua Umum Perhimpunan Bank Perkreditan Rakyat Indonesia (Perbarindo), Joko Suyanto, tingginya suku bunga disebabkan biaya dana (cost of fund) dari BPR yang lebih tinggi dibanding bank umum karena dana pihak ketiga yang banyak di BPR adalah deposito. “Cost of fund kami lebih banyak di deposito, sehingga bunga kredit kami termasuk besar,” kata Joko.

Selain itu, yang menyebabkan biaya bunga kredit BPR tinggi adalah biaya operasional yang masih tinggi juga. BPR melakukan jemput bola kepada debitur, sehingga biaya operasional tinggi. “BPR merupakan institusi yang padat karya, pelayanannya jemput bola. Jadi, biaya overhead yang ditanggung BPR tinggi,” jelas Joko. Tak heran jika kemudian BPR kesulitan untuk menurunkan suku bunga dan pada akhirnya kesulitan pula bersaing dengan bank konvensional.

Tantangan buat BPR tak berhenti sampai di situ. Program Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang diluncurkan pemerintah sejak 2007 lalu disebut-sebut juga makin mempersulit gerak BPR di lingkungan operasionalnya.

Selama ini bisnis BPR sangat mengandalkan kedekatannya dengan pengusaha mikro di sekitar kantornya. Usahawan mikro dan juga pedagang pasar di sekitarnya merupakan nasabah loyal BPR sehingga manajemen tahu betul karakteristik para nasabahnya.

Namun masuknya bank-bank umum ke sektor usaha mikro kecil menengah (UMKM) dalam program Kredit Usaha Mikro (KUR) yang diluncurkan pemerintah semakin mencekik BPR. Dengan bantuan pemerintah dan subsidi bunga serta penjaminan kredit, KUR jelas makin diminati oleh UMKM. Sedangkan BPR selama ini tak mendapat sokongan dari pemerintah.

“BPR semakin terjepit, karena banyak bank umum yang mulai masuk ke sektor mikro. Padahal secara operasional untuk menggarap sektor ini biayanya besar sekali,” ujar pengamat UKM, Nining I Soesilo.

  • Baca juga: Laba Tembus Rp1 Triliun: Bank BPD Bali Pacu Kredit UMKM Rp14,43 Triliun hingga Kuartal III/2026

Ketimpangan tersebut semakin terlihat, karena dengan permodalan yang tidak besar, BPR harus menanggung biaya operasional untuk menggarap sektor mikro yang sangat besar, sementara pemerintah sendiri tidak tegas akan nasib mereka, karena tidak menyertakan BPR dalam Program KUR.

Beberapa tahun belakangan juga dikenal linkage program. Program ini merupakan kerjasama antara bank umum dan BPR sehingga diharapkan tercipta pasar yang harmonis dalam pembiayaan ke sektor mikro. Linkage program menjadi jembatan penghubung keterbatasan dua belah pihak dalam menjangkau pasar UMKM. Berdasarkan data Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI), sampai dengan bulan Juni 2011, lebih dari 10 persen kredit BPR dibiayai dari pinjaman bank umum.

Namun, alih-alih kerjasama yang menguntungkan, nyatanya kerjasama itu justru menimbulkan masalah baru bagi BPR. Linkage program malah digunakan bank-bank umum memasuki pasar yang selama ini dikuasai BPR. “Dalam linkage program itu, BPR harus menyerahkan data nasabah atau debitor. Ironisnya, setelah data nasabah diserahkan, tidak lama kemudian staf bank umum itu mendatangi nasabah atau debitor tersebut dan menawarkan kredit atau pengalihan kredit ke mereka. Selain itu, bunga linkage program juga relatif mahal, minimal 13 persen. Akibatnya, BPR pun harus mematok bunga lebih tinggi ke debitor hingga 18 sampai 20 persen,” ujar Joko Suyanto, Ketua Umum Perbarindo.

NASIB KE DEPAN

Menurut Joko, harus ada kebijakan yang pro kepada BPR. Jika hal-hal yang terjadi sepanjang tahun ini dan tahun sebelumnya dibiarkan, maka akan ada lebih banyak BPR yang kolaps dan jumlah BPR tahun depan akan terus menyusut.

Salah satunya adalah dukungan dalam masalah permodalan. Untuk mengatasi permasalahan permodalan, menurut Joko, hendaknya pemerintah bersama BI dapat bekerja sama untuk mengoptimalkan peran BPR terutama dalam hal penyaluran kredit UMKM, terutama kredit mikronya.

Saat ini, ribuan BPR yang tersebar sampai ke pelosok dan banyak berkembang di sentra-sentra ekonomi rakyat lebih mudah menjangkau nasabah mikro. BPR lebih mengetahui karakteristik pengusaha mikro di daerah sehingga berani memberikan pinjaman tanpa agunan, mampu menciptakan prosedur kredit yang sederhana, dapat melakukan proses persetujuan kredit yang cepat dan lebih fleksibel dalam menerima angsuran. Berbagai kelebihan ini seringkali tidak dimiliki oleh lembaga keuangan formal seperti perbankan.

Meski demikian tetap saja, dibanding bank umum lainnya, BPR jelas akan kalah jika harus bersaing berhadap-hadapan. Direktur Direktorat Kredit BPR dan UMKM Bank Indonesia, Edy Setiadi mengatakan, daya saing BPR untuk menjaring nasabah agar menabung masih rendah, karena belum semua BPR dilengkapi fasilitas, kemudahan dan fleksibilitas penarikan uang, sebagaimana yang ditawarkan oleh bank umum.

Untuk bisa meningkatkan daya saingnya BPR, kata Edy harus menerapkan beberapa strategi. Pertama, BPR harus meningkatkan porsi tabungan dengan skema dan pendekatan yang sesuai dengan kultur setempat. Kedua, BPR juga harus saling bekerja sama untuk mewujudkan layanan Tabungan Bersama. Sehingga biaya operasional bisa lebih efisien.

Yang tak kalah penting, lanjut Edy, Direksi BPR juga harus mendorong pemilik untuk merealisasikan komitmennya mengembangkan BPR dengan cara menginvestasikan kembali sebagian dividen yang diperoleh guna meningkatkan permodalan BPR. Upaya lainnya, BPR harus menghitung margin dengan persentase yang wajar yang turut mendukung keberlangsungan usaha BPR dalam jangka panjang dan pengembangan ekonomi daerah. “BPR juga harus melakukan edukasi terhadap masyarakat terhadap transparansi BPR dalam penetapan suku bunga,” kata Edi.

  • Baca juga: Bicara di Forum IMF-World Bank: Wadirut Bank BSN Dorong Integrasi Pasar Syariah ASEAN

Untuk mendukung BPR, BI akan memilih beberapa BPR sebagai proyek percontohan berdasarkan beberapa kriteria. Di antaranya, pertama, dalam lima tahun BPR tersebut harus memiliki rasio kecukupan modal (CAR) di atas 10 persen. Kedua, loan to deposit ratio (LDR) sekitar 94 persen. Ketiga, penyaluran kredit terus meningkat. Keempat, NPL di bawah 5 persen.

“Dari hasil evaluasi terhadap 1683 BPR di seluruh Indonesia, BI akan menentukan tiga BPR sebagai percontohan,” ujar Edy. Dengan kebijakan itu kinerja BPR tetap terjaga dan diharapkan tak ada lagi penutupan kantor BPR. SP

 
 
 
 
 
Previous Post

Masih Dibelenggu Tiga Masalah

Next Post

Melenyapkan Fraud dari Perbankan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

BNI Sabet Peringkat 4 BUMN Layanan Terbaik di Danantara Indonesia CX100 Award 2026

BNI Sabet Peringkat 4 BUMN Layanan Terbaik di Danantara Indonesia CX100 Award 2026

by Stella Gracia
16 Oktober 2026 - 21:02

BNI menyabet peringkat keempat Top 10 BUMN Layanan Terbaik di Danantara Indonesia CX100 Award 2026 berkat penguatan kanal digital wondr...

Porsi Kredit Produktif Tembus 62 Persen: Bank BPD Bali Salurkan Pembiayaan UMKM Rp14,15 Triliun

Laba Tembus Rp1 Triliun: Bank BPD Bali Pacu Kredit UMKM Rp14,43 Triliun hingga Kuartal III/2026

by Sandy Romualdus
16 Oktober 2026 - 20:36

Bank BPD Bali meraup laba Rp1 triliun dan menyalurkan kredit UMKM Rp14,43 triliun per kuartal III/2026 dengan NPL Gross terjaga...

Bicara di Forum IMF-World Bank: Wadirut Bank BSN Dorong Integrasi Pasar Syariah ASEAN

Bicara di Forum IMF-World Bank: Wadirut Bank BSN Dorong Integrasi Pasar Syariah ASEAN

by Sandy Romualdus
15 Oktober 2026 - 15:56

Wadirut Bank BSN Arga M. Nugraha menyerukan integrasi pasar keuangan syariah ASEAN guna melayani 250 juta umat Muslim di forum...

Pilar Inklusi dari Binjai Utara: Kisah Shifa Celluler Perluas Akses dan Literasi Keuangan Lansia

Lebih dari Sekadar Modal, KUR BRI Dorong Toko Grosir Fitriani Ciptakan Lapangan Kerja di Pesawaran

by Stella Gracia
15 Oktober 2026 - 11:48

Berkat pembiayaan KUR BRI, Fitriani berhasil kembangkan kios kecil di Pesawaran jadi toko grosir sembako dan buka lapangan kerja warga...

Pilar Inklusi dari Binjai Utara: Kisah Shifa Celluler Perluas Akses dan Literasi Keuangan Lansia

Pilar Inklusi dari Binjai Utara: Kisah Shifa Celluler Perluas Akses dan Literasi Keuangan Lansia

by Stella Gracia
15 Oktober 2026 - 09:49

Shifa Celluler di Binjai Utara jadi ujung tombak inklusi dan literasi keuangan BRI, layani 4.500 transaksi bulanan serta dampingi nasabah...

Porsi Kredit Produktif Tembus 62 Persen: Bank BPD Bali Salurkan Pembiayaan UMKM Rp14,15 Triliun

Apresiasi Layanan Pensiun Prima: Dirut Bank BPD Bali Nyoman Sudharma Tegaskan Komitmen Sinergi Digital

by Sandy Romualdus
14 Oktober 2026 - 20:31

Bank BPD Bali meraih predikat Terbaik II Mitra Kerja Pembayaran Pensiun dari PT Taspen dan Ditjen Perbendaharaan atas layanan prima...

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • OJK dan Bappebti Perkuat Sinergi dalam Pengawasan Derivatif Keuangan Berbasis Efek

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • LinkUMKM Tembus 14 Juta User, BRI Dorong Kerajinan Ramah Lingkungan Go International

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menyiapkan Talenta Hijau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Keras Dan Menghantam

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Nakhoda Baru Askrindo: Mahelan Prabantarikso Gantikan M. Fankar Umran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pacu Belanja Turis Asing ke Daerah, Garuda Indonesia Luncurkan Skema Multi-Destinasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

Tak Serta-merta Otomatis, LPS Siapkan Syarat Kesehatan bagi Peserta Penjaminan Polis

BNI Sabet Peringkat 4 BUMN Layanan Terbaik di Danantara Indonesia CX100 Award 2026

Laba Tembus Rp1 Triliun: Bank BPD Bali Pacu Kredit UMKM Rp14,43 Triliun hingga Kuartal III/2026

Minta Pasar Tak Panik Sikapi Wacana MSCI, Peluang Bursa RI Turun Kelas Sangat Mustahil

Bongkar Manipulasi Saham dan Penjatahan Semu: OJK Denda DSSA, BREN, dan CUAN Total Rp2,1 Triliun

Filosofi Bahtera di Atas Laut, Pemprov DKI Resmikan Masjid Apung An-Nur di Pantai Ancol

Ancaman Eksodus Dana Asing: Simak Pemicu Usulan Reklasifikasi Standalone Market oleh MSCI

Tekanan Ganda Pasar Finansial: BI Gelontorkan Intervensi Hadapi Sentimen Risk-Off dan Isu MSCI

Tersengat Wacana MSCI dan Inflasi AS: IHSG Kena Trading Halt di Awal Sesi I

STABILITAS CHANNEL

 
 
Next Post
Melenyapkan Fraud dari Perbankan

Melenyapkan Fraud dari Perbankan

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance