• Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
Minggu, Oktober 18, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
 
Home Danantara

Dorongan Besar BUMN Primer

by Sandy Romualdus
16 November 2011 - 00:00
28
VIEWS
Dorongan Besar BUMN Primer
0
SHARES
28
VIEWS

Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menyiapkan industri primer menjadi ujung tombak untuk mendorong perekonomian. Berbagai program yang terintegrasi dan terorganisasi telah disiapkan dan bakal menjadi dorongan besar buat ekonomi. 

   

  • Baca juga: Himpun 131 CEO Global dan Peraih Nobel, Danantara Gelar Forum Investasi DTIIF 2026

Oleh : Ainur Rahman    

BERITA TERKAIT

Tak Serta-merta Otomatis, LPS Siapkan Syarat Kesehatan bagi Peserta Penjaminan Polis

BNI Sabet Peringkat 4 BUMN Layanan Terbaik di Danantara Indonesia CX100 Award 2026

Laba Tembus Rp1 Triliun: Bank BPD Bali Pacu Kredit UMKM Rp14,43 Triliun hingga Kuartal III/2026

Minta Pasar Tak Panik Sikapi Wacana MSCI, Peluang Bursa RI Turun Kelas Sangat Mustahil

 

Jika sesuatu dikerjakan bersama-sama dan dilakukan secara serentak dampaknya tentu akan lebih terlihat ketimbang dikerjakan sendiri-sendiri atau dan tak terkoordinasi. Kementerian Badan Usaha Milik Negara tampaknya mencoba menerapkan prinsip tersebut.  

Selain sebuah entitas bisnis, perusahaan-perusahan milik negara juga memiliki kewajiban mendorong perekonomian nasional. Tugas tambahan yang dibebankan di pundak BUMN itulah yang mendorong Kementerian BUMN untuk membuat program-program khusus untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat.  

Melalui BUMN-BUMN yang bergerak di industri primer, pemerintah akan mengoptimalkan rencana-rencana bisnis yang langsung bersentuhan dengan kebutuhan masyarakat. Perusahaan-perusahan pelat merah yang memproduksi hasil olahan langsung tersebut bahkan menargetkan selama kurun waktu 2011-2014 dapat menyerap 4,6 juta tenaga kerja. Jumlah itu setara dengan 69,7 persen dari target penyerapan seluruh perusahaan negara dalam kurun waktu yang sama.  

Untuk dapat menyerap tenaga kerja sebanyak itu, BUMN Industri Primer akan menggelontorkan investasi sebesar Rp162,2 triliun selama 2011-2014, kurang dari 20 persen total investasi yang akan dibenamkan seluruh BUMN yang mencapai Rp835,6 triliun.  

Tentu tak mudah untuk merealisasikan target tersebut jika BUMN-BUMN primer melakukannya sendiri-sendiri secara terpisah. Untuk itu agar program tersebut benar-benar efektif dan tidak tumpang tindih dengan program lainnya setiap BUMN yang terkait dalam industri primer akan dikelompokkan lagi. Salah satunya adalah BUMN-BUMN yang terkait pengadaan, penyediaan atau kebijakan di sektor pangan.  

BUMN yang anggota-anggotanya seperti Bulog, PT Pusri, PT Sang Hyang Seri, Jasa Tirta dan Perhutani digabung dan diserahi tugas memastikan ketersediaan pangan nasional sebagai antisipasi menghadapi ancaman krisis pangan dunia.  

Demi mencapai target tersebut, pemerintah akan akan menyediakan lahan seluas 12.657 hektar untuk ditanami tanaman pangan. Mulai tanaman padi, jagung, kedelai, ubi kayu dan kacang tanah.  

Dalam rangka menjaga ketahanan pangan, BUMN Primer juga siap memberikan bantuan untuk meningkatkan hasil produksi, berupa dana (pembiayaan), benih, pupuk dan sarana produksi lainnya. “Dengan tersedianya lahan itu dapat membuka lapangan pekerjaan untuk sekitar 2 juta orang tenaga kerja,” papar Deputi Bidang Industri Primer Kementerian BUMN Megananda Daryono.  

Selain meningkatkan produksi tanaman pangan, BUMN Industri Primer juga melakukan revitalisasi industri gula yang programnya di bawah koordinasi Kementerian Perindustrian.  

Pemerintah menargetkan akan meningkatkan produksi gula hingga mencapai 5,7 juta ton pada 2014 demi menjaga pasokan di tengah meningkatnya kebutuhan akan komoditas itu. Dari jumlah itu BUMN gula akan berkontribusi sebesar 2,32 juta ton gula untuk kebutuhan konsumsi rumah tangga.  

  • Baca juga: Sinergi BNI dan InJourney, Layanan Asistensi Bandara Joumpa Kini Hadir di Aplikasi wondr

Salah satunya yang dibebani tanggung jawab untuk mendongkrak produksi adalah PT Rajawali Nusantra Indonesia (RNI) sebagai salah satu perusahaan yang memiliki bisnis utama di agro indutri terutama pertanian tebu dan plasma sawit. Target produksi gula PT RNI hingga 2014 sebesar 532.867 ton atau 9,5 persen dari target gula nasional. “Tapi diharapkan ada tambahan potensi produksi 77.000 ton gula dengan rencana pembangunan pabrik gula baru,” kata Direktur Utama PT RNI Bambang Priyono.  

Tidak hanya sektor pangan, sektor pertambangan, yang terdiri dari PT Batubara Bukit Asam, PT Timah, PT Aneka Tambang dan PT Sarana Karya, hingga 2014 juga akan ditanamkan investasi senilai Rp 50,5 triliun. Dana investasi itu di antaranya akan digunakan untuk pengembangan industri hilir, seperti pengolahan bauksit menjadi alumina. Dana itu juga akan digunakan untuk pengembangan kereta api sebagai sarana angkutan batubara, dan pembangunan PLTU Mulut Tambang.  

Begitu juga dengan sektor kehutanan akan mengembangkan kegiatan ekonomi melalui pembangunan industri kehutanan terpadu. Baik yang berbasis kayu maupun non kayu. Sumber bahan bakunya berasal dari agroforestry, hutan tanaman industri serta hutan rakyat. Kegiatan ini mengikutsertakan masyarakat yang ada di sekitar hutan yang jumlahnya diperkirakan mencapai sekitar 4 juta orang.  

MEMBERDAYAKAN MASYARAKAT  

Di sektor perikanan khususnya di Pulau Sumatra dan Jawa akan dikembangkan industri pengolahan ikan dengan kapasitas 1.080 ton per tahun. Pengembangan usaha pendukung perikanan yakni pabrik es batu dengan kemampuan produksi 375 ton per tahun. Membangun pusat benih yang mampu menghasilkan benih ikan sebanyak 400 juta hingga 1 miliar. Tak lupa juga akan meningkatkan pabrik pakan ikan hingga mampu berproduksi sebanyak 10 ribu ton per tahun.

Selain itu, Kementerian BUMN juga meluncurkan sebuah program yang dinamakan “pemakmoe gampong.” Program yang dimaksudkan untuk memperkuat ekonomi Aceh dengan meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa (gampong) ini dilaksanakan oleh dengan pemerintah Aceh. Program ini menyediakan lahan hingga 41 ribu hektar hingga 2014 dengan pelaksana lapangan yaitu PTPN I dengan didukung PTPN III dan IV.   

Dengan lahan seluas itu, setiap kepala keluarga akan memperoleh 2 hektar, dan diperkirakan akan membuka kesempatan kerja kepada 21 ribu kepala keluarga. “Nanti akan ada 80 ribu orang yang terlibat langsung dengan program ini. Selain diberikan komoditi sawit dan karet, mereka juga bisa kerja di lahan milik PTPN,” kata Megananda dari Kementerian BUMN.  

Program lainnya adalah Gerakan Peningkatan Produksi Pangan Berbasis Korporasi (GP3K). Program ini didukung empat BUMN, yakni Perhutani, Pusri, Pertani dan Sang Hyang Seri yang menjalin dengan petani untuk meningkatkan hasil panen padi, jagung, dan kedelai. Dukungan tersebut mulai dari pendanaan, lahan, benih dan pupuk hingga budidaya.  

Tak kurang 25 pemiliki dana PKBL BUMN terbesar sebesar Rp 1,1 triliun dan Kredit Ketahanan Pangan dan Energi (KKPE) perbankan senilai Rp 700 miliar. “Dari program ini, diharapkan 570 ribu hekatr lahan akan mampu dioptimalkan untuk penanaman padi yang menghasilkan produksi beras sekitar 2 juta ton tahun 2011,” kata Menteri BUMN Mustafa Abubakar.  

Tak ketinggalan juga sektor perkebunan. Sektor ini juga rencananya akan membentuk holding yang diharapkan menjadi langkah awal untuk menata BUMN perkebunan menjadi perusahaan kelas dunia. Saat ini, luas areal perkebunan yang dikuasai oleh seluruh BUMN perkebunan mencapai 1,2 juta hektar.  

Menurut pengamat ekonomi Faisal Basri, sektor tersebut memiliki potensi besar untuk menjadi perusahaan kelas dunia. “Kalau seluruh BUMN perkebunan digabung, katakanlah di bawah suatu perusahaan induk (holding company), niscaya perusahaan perkebunan kita bakal menjelma sebagai perusahaan perkebunan paling besar di dunia,” tutur dia.  

Nantinya, jika perusahaan induk terbentuk, maka fungsinya hanya untuk menyusun strategi bisnis, pengembangan sumber daya, pengelolaan keuangan, dan kebijakan investasi. Perusahaan induk membawahi tiga unit motor penggerak operasi, yakni: unit Sawit, Unit karet dan Unit pangan yang terdiri daritebu/gula, kopi, teh, dan coklat.  

  • Baca juga: Bedah Kriteria GRE Fitch: Ketergantungan Mutlak DIM pada Likuiditas Dividen BUMN

Salah satu manfaat besar jika hal tersebut bisa terealisasi adalah daya tawar perusahaan perkebunan nasional akan naik. Kekuatan sebagai penjual akan meningkat karena bisa menyatukan sumber pasokan. “Tidak seperti sekarang, walaupun kita merupakan produsen dan pengekspor sawit terbesar di dunia, harga ditentukan di Rotterdam dan Kuala Lumpur,” lanjut Faisal.  

Jadi memang sudah seharusnya pemerintah mendorong agar BUMN bisa berperan lebih besar bagi masyarakat, dengan program-program yang dilakukan secara serentak oleh seluruh BUMN. Karena dampaknya tidak hanya untuk perekonomian nasional, pamor Indonesia pun akan terdongkrak. SP    

 
 
 
 
 
Previous Post

Berlayar dalam Badai Perubahan

Next Post

Meringkas Waktu, Memangkas Jarak

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

Himpun 131 CEO Global dan Peraih Nobel, Danantara Gelar Forum Investasi DTIIF 2026

Himpun 131 CEO Global dan Peraih Nobel, Danantara Gelar Forum Investasi DTIIF 2026

by Stella Gracia
15 Oktober 2026 - 08:21

Danantara menggelar DTIIF 2026 di Fairmont Jakarta dengan mempertemukan 131 CEO teknologi dunia dan peraih Nobel guna membiayai enam sektor...

Sinergi BNI dan InJourney, Layanan Asistensi Bandara Joumpa Kini Hadir di Aplikasi wondr

Sinergi BNI dan InJourney, Layanan Asistensi Bandara Joumpa Kini Hadir di Aplikasi wondr

by Stella Gracia
2 Oktober 2026 - 14:09

BNI menggandeng InJourney Aviation Services (IAS) untuk menghadirkan layanan asistensi bandara Joumpa langsung melalui aplikasi digital wondr by BNI. Stabilitas.id...

Bedah Kriteria GRE Fitch: Ketergantungan Mutlak DIM pada Likuiditas Dividen BUMN

Bedah Kriteria GRE Fitch: Ketergantungan Mutlak DIM pada Likuiditas Dividen BUMN

by Stella Gracia
22 September 2026 - 10:47

PT Danantara Investment Management (DIM), Fitch Ratings, peringkat utang BBB, prospek negatif, Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara, tata kelola...

Rasio Modal Negatif, OJK Cabut Izin Usaha PT BPRS Gaido Indonesia

Dorong Konsep Total Building Solution, SIG Buka Prospek Positif Pasar Semen 2H26

by Stella Gracia
3 September 2026 - 22:37

SIG mencatatkan lonjakan laba bersih 471% yoy menjadi Rp228 miliar pada Semester I/2026, ditopang kenaikan pendapatan Rp17,65 triliun dan penurunan...

Kontongi Ijin Efektif dari OJK, ADHI Optimis Kinerja Tumbuh Berkelanjutan Pasca Rights Issue

Konsolidasi 7 BUMN Karya Jadi 3 Entitas Dikebut, Dony Oskaria Jamin Tanpa Pemutusan Hubungan Kerja

by Stella Gracia
1 September 2026 - 11:34

Danantara percepat merger 7 BUMN Karya menjadi 3 entitas, termasuk penggabungan PTPP dan Adhi Karya. COO Danantara Dony Oskaria pastikan...

Perkuat Ekonomi hingga Literasi Warga Surabaya, Patra Logistik Gandeng Unair

Masuk Ekosistem Danantara, Semen Indonesia (SMGR) Pacu Penyediaan Bahan Bangunan Terjangkau

by Stella Gracia
31 Agustus 2026 - 11:14

PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) menghadirkan inovasi Bata Interlock Presisi untuk mendukung percepatan Program 3 Juta Rumah dan efisiensi...

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • OJK dan Bappebti Perkuat Sinergi dalam Pengawasan Derivatif Keuangan Berbasis Efek

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • LinkUMKM Tembus 14 Juta User, BRI Dorong Kerajinan Ramah Lingkungan Go International

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menyiapkan Talenta Hijau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Keras Dan Menghantam

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Nakhoda Baru Askrindo: Mahelan Prabantarikso Gantikan M. Fankar Umran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pacu Belanja Turis Asing ke Daerah, Garuda Indonesia Luncurkan Skema Multi-Destinasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

Tak Serta-merta Otomatis, LPS Siapkan Syarat Kesehatan bagi Peserta Penjaminan Polis

BNI Sabet Peringkat 4 BUMN Layanan Terbaik di Danantara Indonesia CX100 Award 2026

Laba Tembus Rp1 Triliun: Bank BPD Bali Pacu Kredit UMKM Rp14,43 Triliun hingga Kuartal III/2026

Minta Pasar Tak Panik Sikapi Wacana MSCI, Peluang Bursa RI Turun Kelas Sangat Mustahil

Bongkar Manipulasi Saham dan Penjatahan Semu: OJK Denda DSSA, BREN, dan CUAN Total Rp2,1 Triliun

Filosofi Bahtera di Atas Laut, Pemprov DKI Resmikan Masjid Apung An-Nur di Pantai Ancol

Ancaman Eksodus Dana Asing: Simak Pemicu Usulan Reklasifikasi Standalone Market oleh MSCI

Tekanan Ganda Pasar Finansial: BI Gelontorkan Intervensi Hadapi Sentimen Risk-Off dan Isu MSCI

Tersengat Wacana MSCI dan Inflasi AS: IHSG Kena Trading Halt di Awal Sesi I

STABILITAS CHANNEL

 
 
Next Post
Perbankan Syariah Indonesia Bakal Merajai Dunia

Perbankan Syariah Indonesia Bakal Merajai Dunia

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance