JAKARTA, Stabilitas — PT Bank Permata Tbk masuk dalam daftar Perusahaan Tercatat dengan kategori ASEAN Asset Class, berdasarkan penilaian ASEAN Corporate Governance Scorecard (ACGS). Terpilih di urutan ke-6 dari 10 Perusahaan Tercatat di Indonesia yang masuk dalam kategori tersebut, memberikan validasi bagi PermataBank sebagai bank yang dinilai memiliki tata kelola perusahaan yang baik dan layak dilirik oleh kalangan investor global.
Direktur Kepatuhan dan Hukum PermataBank, Dhien Tjahajani, mengungkapkan, pihaknya mengapresiasi penghargaan dari ACGS dengan menempatkan PermataBank sejajar dengan perusahaan-perusahaan terkemuka di ASEAN.
“Penerapan Good Corporate Governance (GCG) merupakan prinsip yang kami pegang teguh dalam menjalankan bisnis terhadap stakeholders. Dalam masa challenging pandemic COVID-19 yang sedang menghantam berbagai industri, pengakuan ini memberikan kepercayaan diri bagi kami untuk terus berkembang lebih baik di masa mendatang,”ujarnya.
BERITA TERKAIT
ACGS merupakan inisiatif mengenai tata kelola perusahaan dari Association of Southeast Asian Nations (ASEAN) dalam rencana implementasi ASEAN Capital Market Forum (ACMF) yang diselenggarakan dengan tujuan untuk mempromosikan ASEAN sebagai aset berkelas dan meningkatkan kepercayaan investor global atas kualitas perusahaan di regional ASEAN.
Pencapaian PermataBank terus membaik dari tahun sebelumnya, sehingga menjadi tolak ukur untuk terus menaikkan peringkat dalam ACGS. Dalam Kuartal I tahun 2020 sendiri PermataBank mampu membukukan pendapatan operasional sebesar Rp2,1 trilyun, atau tumbuh sebesar 15,5 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Pendapatan bunga bersih sebesar Rp1,6 trilyun bertumbuh sebesar 15,5 persen year-on-year (yoy) sejalan dengan pertumbuhan kredit yang diberikan sebesar 5,7 persen yoy.
“Jajaran Dewan Komisaris dan Direksi secara aktif memberikan dukungan untuk tercapainya proses GCG yang baik bagi PermataBank. Kami percaya dengan tetap menerapkan prinsip prudential banking dapat menjaga stabilitas performa serta tingkat kesehatan bank secara berkelanjutan” kata Dhien.















