Jakarta – Setelah melewati beberapa tahun berkarya bersama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, sebagai direktur keuangan, Achmad Baiquini akhirnya kembali lagi ke almamaternya, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI. Namun kini Achmad Baiquini dipercayakan oleh pemegang saham sebagai Direktur Utama menggantikan Gatot M Soewondo yang berakhir masa jabatanya dua periode.
“Direktur Utama (BNI) dijabat oleh Achmad Baiquini, yang dulunya Direktur BRI, Wakil Direktur Utama Suprajarto yang juga sebelumnya Direktur BRI,” ungkap Direktur Utama BNI, Gatot Suwondo, dalam konferensi pers usai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan di Hotel Shangri-La, Jakarta, Selasa (17/3).
Jajaran direktur terpilih Rico Rizal Budidarmo, Herry Sidharta, Adi Sulistyowati, Bob Tyasika Ananta, Anggoro Eko Cahyo, Imam Budi Sarjito, dan Sutanto. Gatot sendiri mengaku direksi yang baru tinggal melanjutkan kinerja direksi sebelumnya.
Lebih lanjut Gatot juga mengumumkan struktur dewan komisaris yakni Komisaris Utama dijabat oleh Rizal Ramli dan Wakil Komisaris Utama, Pradjoto. Komisaris Independen diduduki oleh Anny Ratnawati, Jos Luhukay, Zulkifli Zaini, dan Daniel T Sparringa. Pataniari Siahaan, Revrisond Basywir, dab Kiagus Badaruddin terpilih sebagai Komisaris Independen.
Gatot sendiri menunjukkan sejauh ini pihaknya sudah membawa BNI menjadi BNI Financial Service Group berbasis digital. Menurutnya sekarang era digital yang perlu diantisipasi. Kedepannya Gatot menyerahkan kepada direktur umum yang baru untuk kelanjutan pelayanan digital. “Kita berlibur dulu,” tandasnya saat ditanya kegiatan setelah tidak menjabat sebagai pimpinan BNI.
Bagi Dividen
RUPS juga menetapkan pembagian dividen sebesar Rp2,696 triliun atau 25% dari total laba bersih hingga Desember 2014 Rp10,783 triliun. “Dividen tahun buku 2014 akan dibayarkan para pemegang saham yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Saham Perseroan,” ujar Gatot.
Sebesar 16,65% atau sebesar Rp1,796 triliun ditujukan untuk cadangan guna mendukung investasi. Selebihnya akan ditetapkan sebagai laba ditahan.

















