• Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
Jumat, Oktober 23, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
 
Home Asuransi

Asuransi Jiwa Kian Penting, Tertanggung Individu Meningkat 13,8%

by Sandy Romualdus
19 Maret 2015 - 00:00
5
VIEWS
Asuransi Jiwa Kian Penting, Tertanggung Individu Meningkat 13,8%
0
SHARES
5
VIEWS

Jakarta – Penetrasi asuransi terhadap penduduk Indonesia memang masih kecil, namun kesadaran akan pentingnya asuransi terus tumbuh. Bisa dilihat dari pertumbuhan tertanggung individu sebesar 13,8% menjadi 15,50 juta orang di akhir 2014, dibanding periode 2013 yang sebanyak 13,62 juta orang.

Nini Sumohandoyo, Kepala Departemen Komunikasi Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) mengungkapkan, pertumbuhan tertanggung individu menjadi gambaran bahwa masyarakat mulai sadar akan pentingnya asuransi.

  • Baca juga: Aset Dapen Terpusat di Jakarta, BPA Brokers Bidik Pendampingan Korporasi di Sentra Ekonomi Daerah

“Secara total memang pertumbuhan tertanggung masih minus 39%, itu karena dampak asuransi kumpulan yang kontraknya hanya sebulan di awal 2014. Tetapi kalau asuransi travel ini dikeluarkan, total tertanggung tumbuh 12,2% di 2014,” pungkas Nini di Jakarta, Kamis (19/3).

BERITA TERKAIT

No Content Available

Dia menambahkan, pertumbuhan tertangung individu sejalan dengan meningkatnya tenaga pemasaran atau agen berlisensi asuransi jiwa menjadi 414,595 orang di akhir 2014, atau tumbuh 16,2% dari 2013 yang sebanyak 356,731 orang.

Sementara Ketua Umum AAJI, Hendrisman Rahim mengungkapkan bahwa minat berasuransi masyarakat juga terlihat terus membaiknya pertumbuhan premi bisnis baru asuransi jiwa.

“Kalau premi bisnis baru di kuartal pertama (Q1) 2014 masih minus 15,5%, terus mengalami perbaikan yakni menjadi minus 9,6% di Q3, dan di Q4 terus tumbuh menjadi minus 2,4%,” urai Hendrisman.

Dia menjelaskan, ada dampak dari pemilu di tengah tahun 2014 membuat nasabah wait and see untuk beli produk baru. “Mereka beli premi bisnis baru dalam jumlah banyak, tetapi nilai uang sedikit. Porsi premi bisnis baru ke total premi itu 57,5%,” pungkas dia.

Namun demikian, pertumbuhan ini merupakan pertumbuhan total premi bisnis baru terbaik sepanjang tahun 2014 – dan apabila dibandingkan pertumbuhan pada kuartal ke-empat saja antara 2013 dan 2014, maka premi bisnis baru sebenarnya tumbuh cukup signifikan sebesar 20,7%.

Adapun total pendapatan industri asuransi jiwa di 2014 mencapai sebesar 33,3%. Pertumbuhan ini didorong oleh pertumbuhan total pendapatan premi sebesar 6,7 % atau senilai lebih dari Rp. 121,62 triliun dibandingkan tahun sebelumnya. Pertumbuhan total pendapatan premi tersebut merupakan yang tertinggi sepanjang tahun 2014.

  • Baca juga: Literasi Asuransi di Angka 42,84 Persen, DAI Perkuat Edukasi UMKM di 7 Kota

Hendrisman menjelaskan bahwa selain didorong pertumbuhan total pendapatan premi, pertumbuhan total pendapatan industri asuransi jiwa di tahun 2014 juga didukung adanya peningkatan hasil investasi yang tumbuh signifikan secara kumulatif sebesar 458,2 % menjadi senilai lebih dari Rp. 40,84 triliun di akhir tahun 2014.

Kenaikan hasil investasi tersebut didorong oleh kinerja pasar modal yang lebih baik dibandingkan tahun lalu.  Sepanjang 2014, pasar modal tumbuh sekitar 21 % dimana kinerja ini jauh lebih baik dibandingkan kinerja pasar modal di tahun 2013 yang turun sekitar -2,4 %.  Hal inilah yang menyebabkan hasil investasi mencatatkan pertumbuhan yang tinggi.

“Kinerja hasil investasi yang lebih baik di tahun 2014 disebabkan oleh beberapa hal seperti kepercayaan investor asing dan domestik terhadap pasar modal Indonesia semakin meningkat seiring suksesnya penyelenggaraan Pemilu dan terpilihnya presiden baru yang dianggap ’market friendly’. Defisit neraca perdagangan Indonesia yang membaik dibandingkan tahun sebelumnya. Juga jumlah investasi industri asuransi jiwa juga meningkat 26,8 % dibandingkan tahun 2013.”

Lebih lanjut lagi, Hendrisman menjelaskan bahwa peningkatan total pendapatan premi di tahun 2014, juga didukung oleh meningkatnya pemahaman nasabah akan pentingnya mempertahankan perlindungan jangka panjang yang diberikan asuransi jiwa, yang tercermin dari meningkatnya total premi lanjutan sebesar 22,2 % menjadi senilai Rp. 51,59 triliun.

Klaim

Sementara itu Togar Pasaribu, Plt Direktur Eksekutif AAJI mengatakan terjadi kenaikan pembayaran total klaim dan manfaat sebesar 4,2 % menjadi Rp 74,65 triliun pada  tahun 2014.

Adapun kaim dan manfaat yang ditujukan bagi polis yang ditebus (surrender) masih merupakan kontributor terbesar dari total klaim, yaitu sebesar 45,2%. “Namun klaim polis yang ditebus ini turun hingga minus 12,5% dibandingkan tahun 2013. Hal ini mengindikasikan bahwa nasabah makin sadar akan pentingnya asuransi sebagai kebutuhan jangka panjang.”

Selain itu, klaim untuk penarikan sebagian (partial withdrawal) mengalami kenaikan sebesar 59,6 % atau senilai 17,47 triliun. Kenaikan ini cukup tinggi mengingat hingga kuartal ke-tiga 2014 jumlahnya hanya sekitar 13,28 triliun.

  • Baca juga: Bantu Pemulihan Gempa NTT, AAJI Kucurkan Donasi Rp315 Juta dan 60 Polis Asuransi Mikro

Togar menmbahkan, terkait klaim Air Asia, rata-rata adalah polis individu dari 21 perusahan dengan tertanggung 79 orang dan jumlah polis 163. Sementaa total nilai klaim mencapai Rp78,7 miliar

Menurut Hendrisman, dari total nilai klaim tersebut baru terbayar Rp6,6 miliar untuk 20 polis. “Itu karena berkas dokumen belum lengkap seperti status ahli waris, dokumen bank belum lengkap karena ada yang beli via bancassurance. Ada ahli waris yang belum mau dihubungi. Industri siap bayar, tahun ini juga,” tegas Hendrisman.

Tags: asuransi,aaji,premi,tertanggung
 
 
 
 
 
Previous Post

Cetak Laba Rp 384,6 M, Sinarmas MSIG Life Siap Gandakan Bisnis Baru di 2015

Next Post

BRI Bagikan Dividen Rp 7,27 Triliun

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

Aset Dapen Terpusat di Jakarta, BPA Brokers Bidik Pendampingan Korporasi di Sentra Ekonomi Daerah

Aset Dapen Terpusat di Jakarta, BPA Brokers Bidik Pendampingan Korporasi di Sentra Ekonomi Daerah

by Sandy Romualdus
20 Oktober 2026 - 17:46

BPA Brokers menghadirkan layanan konsultasi tata kelola DPPK dan DPLK guna membantu korporasi menyusun strategi dana pensiun karyawan yang berkelanjutan....

Literasi Asuransi di Angka 42,84 Persen, DAI Perkuat Edukasi UMKM di 7 Kota

Literasi Asuransi di Angka 42,84 Persen, DAI Perkuat Edukasi UMKM di 7 Kota

by Sandy Romualdus
20 Oktober 2026 - 11:53

Dewan Asuransi Indonesia (DAI) dan asosiasi industri asuransi memperingati Hari Asuransi 2026 dengan menggenjot literasi dan inklusi keuangan di 7...

Bantu Pemulihan Gempa NTT, AAJI Kucurkan Donasi Rp315 Juta dan 60 Polis Asuransi Mikro

Bantu Pemulihan Gempa NTT, AAJI Kucurkan Donasi Rp315 Juta dan 60 Polis Asuransi Mikro

by Sandy Romualdus
19 Oktober 2026 - 21:55

AAJI bersama 19 perusahaan anggota dan Yayasan Benih Baik menyalurkan donasi Rp315 juta serta 60 polis asuransi mikro bagi warga...

Tak Serta-merta Otomatis, LPS Siapkan Syarat Kesehatan bagi Peserta Penjaminan Polis

Tak Serta-merta Otomatis, LPS Siapkan Syarat Kesehatan bagi Peserta Penjaminan Polis

by Sandy Romualdus
17 Oktober 2026 - 00:22

LPS menargetkan aktivasi Program Penjaminan Polis asuransi berlaku mulai Juli 2027 dengan menerapkan skema pendaftaran bertahap dan seleksi kesehatan modal....

Perkuat Lini Bancassurance, IFG Life Bidik Basis Nasabah Bank Sulselbar

Perkuat Lini Bancassurance, IFG Life Bidik Basis Nasabah Bank Sulselbar

by Stella Gracia
8 Oktober 2026 - 11:50

IFG Life gandeng Bank Sulselbar perkuat bisnis bancassurance. Sinergi hadirkan proteksi asuransi jiwa terpadu bagi debitur di Sulsel dan Sulbar....

Apresiasi Inovasi Digital dan Kepatuhan PSAK 117: Media Asuransi Ganjar 82 Korporasi dan 31 CFO Terbaik

Apresiasi Inovasi Digital dan Kepatuhan PSAK 117: Media Asuransi Ganjar 82 Korporasi dan 31 CFO Terbaik

by Sandy Romualdus
6 Oktober 2026 - 23:47

Media Asuransi menggelar Top Digital Financial Award dan CFO Award 2026 bagi 82 perusahaan keuangan dan 31 direktur keuangan berprestasi....

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • OJK dan Bappebti Perkuat Sinergi dalam Pengawasan Derivatif Keuangan Berbasis Efek

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • LinkUMKM Tembus 14 Juta User, BRI Dorong Kerajinan Ramah Lingkungan Go International

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menyiapkan Talenta Hijau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Keras Dan Menghantam

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pacu Belanja Turis Asing ke Daerah, Garuda Indonesia Luncurkan Skema Multi-Destinasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Nakhoda Baru Askrindo: Mahelan Prabantarikso Gantikan M. Fankar Umran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

Jaga Fundamental Bisnis, Direktur Keuangan Bank Jakarta Sabet Penghargaan CFO Paling Inovatif

Pacu Nilai Tambah Investor, Bank Mandiri Tebar Dividen Rp50,63 Triliun dan Buyback Saham

Optimalkan Pemulihan Aset BPR KRI, LPS Terima Hasil Sita Lelang Rp2,78 Miliar dari Kejari

BI Tahan Suku Bunga Acuan 5,75 Persen, Kerek Deposit Facility dan Pangkas GWM Perbankan

Pangsa Pasar Sentuh 7 Persen, BI Pacu Pendalaman Sukuk Sekunder dan Repo Syariah

Manufaktur Tetap Ekspansif, PMI-BI Kuartal III/2026 Naik ke Level 52,28 Persen

Sambut Libur Akhir Tahun, BI Proyeksikan SBT Kegiatan Usaha Kuartal IV/2026 Tumbuh 10,77 Persen

Jaring Talenta Vokasi Global, Kemnaker Gelar InaSkills 2026 Berstandar Internasional

Soroti AI hingga Green Transformation, Pameran INCHEM TOKYO 2027 Gandeng Industri Global

STABILITAS CHANNEL

 
 
Next Post
CIMB Niaga Raih CSR Global Awards 2015

CIMB Niaga Raih CSR Global Awards 2015

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance