• Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
Minggu, Oktober 18, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
 
Home Liputan Khusus

Anti Fraud Bank Syariah

by Sandy Romualdus
10 Mei 2015 - 00:00
527
VIEWS
Anti Fraud Bank Syariah
0
SHARES
527
VIEWS

Diakui atau tidak setiap bank memiliki kemungkinan sama besar untuk mengalami kejadian fraud. Mengutip Supriyanto (2011) kejahatan bank sudah ada sejak bank itu terbentuk. Hal ini didukung oleh penelitian Association of Certified Fraud Examiners (2004 Report to The Nation on OccupationalFraud & Abuse) yang dilakukan terhadap 500- an kasus fraud perusahaan di Amerika Serikat (AS) pada 2003. Ternyata industri perbankan menduduki peringkat kedua dari 15 klasifikasi industri yang diperiksa.

Secara khusus untuk kasus Indonesia, sederatan bank pernah mengalami kerugian akibat fraud, bahkan beberapa tahun terakhir, juga terjadi di bank syariah. Sebagai lembaga keuangan yang berbasis keyakinan dan penerapan nilai-nilai agama, bank syariah mendapat beban berat karena dianggap seharusnya mampu menjaga nilai dan etika dalam setiap kegiatannya. Kasus terakhir yang menimpa Bank Syariah Mandiri (BSM), dapat dikategorikan sebagai occupational fraud. Yakni kejahatan yang dilakukan karena adanya keterlibatan seseorang yang menduduki posisi tertentu.

  • Baca juga: Lonjakan Inflasi dan Redupnya Manufaktur: Uji Ketahanan Sektor Konsumer vs Risk-Reward Perbankan

Aktivitas ini terjadi meliputi tindakan penggelapan (clandestine), pelanggaran tugas dan tanggug jawab (fiduciary duties), serta kesengajaan melakukan kecurangan untuk kepentingan sendiri dengan membebankan biayanya kepada perusahaan. Tindakan penggelapan dilakukan dengan menempatkan aset tidak sebagaimana seharusnya (asset miss-appropriations), seperti pencurian uang kas (skimming-larceny) atau inventaris perusahaan, dan penipuan terhadap pengeluaran perusahaan (fraudulentdisbursement).

BERITA TERKAIT

Tak Serta-merta Otomatis, LPS Siapkan Syarat Kesehatan bagi Peserta Penjaminan Polis

BNI Sabet Peringkat 4 BUMN Layanan Terbaik di Danantara Indonesia CX100 Award 2026

Laba Tembus Rp1 Triliun: Bank BPD Bali Pacu Kredit UMKM Rp14,43 Triliun hingga Kuartal III/2026

Minta Pasar Tak Panik Sikapi Wacana MSCI, Peluang Bursa RI Turun Kelas Sangat Mustahil

Selain itu, bisa juga dilakukan dengan cara menggunakan pengaruhnya dalam transaksi bisnis untuk menguntungkan diri dan orang lain, bukan perusahaan tempat ia bekerja. Berupa suap atau korupsi.

Terakhir bisa dengan melakukan penyampaian laporan keuangan secara tidak benar.

Saring dengan Seleksi Lain

Sebenarnya kasus kejahatan perbankan bisa terjadi di setiap bank. Sebab utamanya terlebih jika hal itu menyangkut urusan kesalahan orang. Siapa saja tentu bisa melakukan kesalahan. Sehingga memilih Sumber Daya Manusia (SDM) dengan kredibilitas terbaik harus menjadi pijakan untuk menciptakan lingkungan dengan risiko kejahatan sekecilnya (low fraudenvironment).

Langkah awalnya, sangat bergantung pada personil yang direkrut. Tidak boleh ada kolusi dan kompromi soal penempatan SDM secara profesional.

Selain itu, rangkaian fit and proper test juga harus dilakukan sedemikian efektif agar mampu mendeteksi pihak-pihak yang berkemungkinan fraud pada kesempatan tertentu.

 

Pengendalian Internal yang Ketat

Langkah pencegahan fraud di bank perlu dilakukan dengan menciptakan pengendalian internal (internal control) yang yang solid dan komprehensif. Agar seluruh karyawan sadar dan merasa bertanggung jawab. Prosedur pengendalian yang tepat mencakup kontrol fisik atas aset, otorisasi, segregasi tugas, pengecekan independen, dan dokumentasi yang lengkap.

Kejelasan otorisasi dan segregasi, merupakan hal yang utama. Dalam pengawasan dan evaluasinya, hal ini bisa dilakukan secara strategis di antaranya dengan misalnya melakukan rotasi personal secara periodik, termasuk memantau gaya hidup karyawan.

Sehingga dapat diidentifikasi manakala ada perilaku yang agak keluar dari kewajaran. Hal ini contohnya seperti yang dilakukan Nabi Yusuf untuk menguji kebenaran tujuan dari rencana para saudaranya.

  • Baca juga: Banyak Suka Menjadi Mandirians

 

Bebas Gratifikasi

Gratifikasi dapat menjadi awal terbukanya kesempatan mengambil keuntungan secara tidak sah yang memicu fraud. Praktiknya di bank hal tersebut dapat membuka peluang untuk memberikan kemudahan pembiayaan di luar standar, korupsi dalam pengadaan barang dan jasa, juga menimbulkan hubungan pemasaran yang tidak benar.

Bank mungkin perlu mengurangi tekanan atas target keuntungan yang mengabaikan aspek kepatuhan terutama pada penerapan nilai syariah. Di sisi lain, bank juga harus menciptakan iklim jera bagi penerimanya. Seperti memberhentikan oknum yang bersangkutan, memberi tahu keluarga atau orang terdekat mengenai perilaku tidak jujurnya, atau bahkan memasukkannya ke dalam daftar banker tercela (DOT).

 

Pengawasan Berlapis

Pengawasan berlapis dapat dilakukan langsung terhadap kinerjanya, pelaporan kyc nasabah, maupun pantauan khusus kepada personil secara harian, incidental ataupun dengan cara mengawasi gaya hidupnya. Hal itu, lazimnya merupakan tugas dan fungsi dari Direktur kepatuhan dan satuan kerja audit intern (SKAI) bank.

Namun dalam bank syariah peran Dewan Pengawas Syariah diharapkan dapat lebih besar lagi. Terutama terhadap transaksi yang memiliki kecendrungan pelanggaran syariah dengan unsur risiko yang relatif besar.

 

Membangun Budaya Ihsan

Ihsan berarti selalu merasa diawasi. Dalam bahasa auditing dikenal dengan istilah proactive fraud auditing yakni membangun iklim di mana masingmasing personil setiap saat senantiasa mendapat review atas kinerjanya. Hal ini terutama untuk memastikan kepekaan auditor internal bank dan DPS dalam mendeteksi dan menanggulangi fraud.

 

  • Baca juga: Rahasia Membentuk Mandirian Tangguh

Edukasi risiko Fraud

Namun di samping hal tersebut di atas, secara jangka panjang diperlukan upaya pencegahan yang bersifat fundamental melalui pendidikan etika dan penanaman nilai-nilai syariah dalam bentuk kurikulum anti-fraud. Upaya ini dibutuhkan terutama untuk membentuk moral yang baik dan mencegah perilaku penyalahgunaan wewenang professional yang semestinya dihindari.

 
 
 
 
 
Previous Post

Zero Fraud, Sulit

Next Post

Three Lines Of Defense

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

Tanggapi Hasil Review MSCI, OJK Sebut Daya Tahan Investor Lokal Mampu Redam Outflow

Lonjakan Inflasi dan Redupnya Manufaktur: Uji Ketahanan Sektor Konsumer vs Risk-Reward Perbankan

by Sandy Romualdus
4 September 2026 - 10:29

Ada risiko pasar dan strategi portofolio pasca-lonjakan inflasi Agustus 2026, kontraksi PMI manufaktur, serta prospek resiliensi sektor perbankan vs sektor...

Banyak Suka Menjadi Mandirians

Banyak Suka Menjadi Mandirians

by Sandy Romualdus
4 Februari 2020 - 17:25

Bekerja di Bank Mandiri berarti mendapatkan gaji mentereng, masa depan terjamin dan banyak ilmu dan pengetahuan yang didapat.

Rahasia Membentuk Mandirian Tangguh

Rahasia Membentuk Mandirian Tangguh

by Sandy Romualdus
4 Februari 2020 - 17:17

Strategi pengembangan pegawai yang dilakukan Bank Mandiri tahun-tahun sebelumnya telah membuahkan hasil fantastis.

Ketika Mandirians Mengambil Alih Panggung

Ketika Mandirians Mengambil Alih Panggung

by Sandy Romualdus
4 Februari 2020 - 17:08

Satu dekade belakangan banyak perusahaan di industri keuangan mengincar lulusan Bank Mandiri.

Gadai Emas Syariah

Inovasi Gadai Emas “Zaman Now”

by Sandy Romualdus
7 Maret 2018 - 00:00

Tidak mau tergilas zaman, Pegadaian berbenah dan meluncurkan aplikasi online untuk bisnis gadai emas serta inovasi lainnya. 

Sistem Pembayaran Tunai Dominasi Transaksi Harbolnas

Sistem Pembayaran Tunai Dominasi Transaksi Harbolnas

by Stella Gracia
16 Desember 2016 - 00:00

Jumlah transaksi tunai melalui ATM dan cash on delivery (COD) masih besar, sebab masih ada ketakutan yang besar pada masyarakat...

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • OJK dan Bappebti Perkuat Sinergi dalam Pengawasan Derivatif Keuangan Berbasis Efek

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • LinkUMKM Tembus 14 Juta User, BRI Dorong Kerajinan Ramah Lingkungan Go International

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menyiapkan Talenta Hijau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Keras Dan Menghantam

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Nakhoda Baru Askrindo: Mahelan Prabantarikso Gantikan M. Fankar Umran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pacu Belanja Turis Asing ke Daerah, Garuda Indonesia Luncurkan Skema Multi-Destinasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

Tak Serta-merta Otomatis, LPS Siapkan Syarat Kesehatan bagi Peserta Penjaminan Polis

BNI Sabet Peringkat 4 BUMN Layanan Terbaik di Danantara Indonesia CX100 Award 2026

Laba Tembus Rp1 Triliun: Bank BPD Bali Pacu Kredit UMKM Rp14,43 Triliun hingga Kuartal III/2026

Minta Pasar Tak Panik Sikapi Wacana MSCI, Peluang Bursa RI Turun Kelas Sangat Mustahil

Bongkar Manipulasi Saham dan Penjatahan Semu: OJK Denda DSSA, BREN, dan CUAN Total Rp2,1 Triliun

Filosofi Bahtera di Atas Laut, Pemprov DKI Resmikan Masjid Apung An-Nur di Pantai Ancol

Ancaman Eksodus Dana Asing: Simak Pemicu Usulan Reklasifikasi Standalone Market oleh MSCI

Tekanan Ganda Pasar Finansial: BI Gelontorkan Intervensi Hadapi Sentimen Risk-Off dan Isu MSCI

Tersengat Wacana MSCI dan Inflasi AS: IHSG Kena Trading Halt di Awal Sesi I

STABILITAS CHANNEL

 
 
Next Post
BNI Biayai Cold Storage & Pabrik Es Batu Berskala Besar

BNI Biayai Cold Storage & Pabrik Es Batu Berskala Besar

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance