• Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
Minggu, Oktober 18, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
 
Home Liputan Khusus

Three Lines Of Defense

by Sandy Romualdus
10 Mei 2015 - 00:00
883
VIEWS
Three Lines Of Defense
0
SHARES
883
VIEWS

Kejadian-kejadian risiko yang makin beragam dan kompleks membutuhkan manajemen risiko yang berlapis dan tertata dengan baik. Manajemen risiko tidak hanya menjadi tugas dari fungsi manajemen risiko dan kepatuhan, tetapi menjadi tanggung jawab bersama dari berbagai fungsi yang ada dalam organisasi. Hal ini kemudian dikemas menjadi Three Lines of DefenseModel (LOD), pertama kali diperkenalkan olehThe Basel Committee on Banking Supervision’sPrinciples for Sound Management of OperationalRisk (BCBS PSMOR) pada bulan Juni 2011.

Komite ini awalnya memperkenalkan Model LOD untuk menjelaskan tanggung jawab dalam manajemen risiko operasional perusahaan, tetapi kemudian menjadi komponen kunci dari tata kelola risiko organisasi menyeluruh. Model ini menjelaskan pembagian tanggung jawab, akuntabilitas, dan sejauh mana independensi masing-masing penanggung jawab manajemen risiko tersebut. Beberapa survey yang dilaksanakan oleh PSMOR maupun The FinancialStability Board (FSB) secara jelas menunjukkan indikasi bahwa para regulator terus mencari cara agar Model LOD wajib diadopsi oleh perbankan secara utuh.

  • Baca juga: Lonjakan Inflasi dan Redupnya Manufaktur: Uji Ketahanan Sektor Konsumer vs Risk-Reward Perbankan

Menurut BCBS PSMOR, tata kelola risiko operasional membutuhkan pertahanan tiga lapis, yakni (1) Manajemen Lini Bisnis (Business LineManagement); (2) Fungsi Manajemen Risiko Korporat yang independen (Independent CorporateOperational Risk Function; dan (3) Pengkaji Independen (Independent Review). Pertahanan lapis pertama, yakni manajemen lini bisnis, bertanggung jawab untuk mengidentifikasi dan mengelola risiko yang melekat kepada produk/jasa, aktivitas-aktivitas, proses-proses, dan sistem-sistem yang menjadi tanggung jawabnya. Pertahanan lapis pertama memberikan jaminan (assurance) kepada manajemen, dan memberi informasi kepada Komite Audit dengan mengidentifikasi risiko-risiko dan program perbaikan/peningkatan, menerapkan kontrol, dan menyampaikan laporan terkini. Lini bisnis bertanggung jawab untuk memastikan risiko dan control ditetapkan sebagai bagian dari operasional sehari-hari.

BERITA TERKAIT

Tak Serta-merta Otomatis, LPS Siapkan Syarat Kesehatan bagi Peserta Penjaminan Polis

BNI Sabet Peringkat 4 BUMN Layanan Terbaik di Danantara Indonesia CX100 Award 2026

Laba Tembus Rp1 Triliun: Bank BPD Bali Pacu Kredit UMKM Rp14,43 Triliun hingga Kuartal III/2026

Minta Pasar Tak Panik Sikapi Wacana MSCI, Peluang Bursa RI Turun Kelas Sangat Mustahil

Pertahanan lapis kedua, biasanya dijalankan oleh fungsi manajemen risiko korporat yang independen, termasuk fungsi yang menjalankan proses pengukuran dan pelaporan risiko serta Komite Risiko.

Fungsi manajemen risiko korporat ini bertanggung jawab untuk membuat konsep dan implementasi kebijakan dan prosedur, menyiapkan panduan dan arahan dalam implementasi kebijakan, memonitor eksekusi, memperkenalkan praktik terbaik, menjamin kepatuhan, dan memberikan jaminan pengawasan bagi para anggota Direksi serta Komite Audit. Mereka harus terus mengkaji dan memastikan aktivitas manajemen risiko menyatu dalam sistem kontrol internal yang lebih luas sebagai bagian dari kerangka jaminan yang efisien, efektif, dan terpadu.

  • Baca juga: Banyak Suka Menjadi Mandirians

Pertahanan lapis ketiga bertugas untuk melakukan tinjauan dan mengkaji secara independen kontrol, proses, dan sistem manajemen risiko operasional. Review ini boleh jadi dilaksanakan oleh audit internal atau oleh staf independen maupun oleh pihak eksternal yang kompeten.

Audit internal bertanggung jawab untuk mengaudit kontrol-kontrol kunci, laporan formal tentang jaminan, mengaudit penyedia jaminan (assuranceprovider) maupun jaminan kontrol pada level unit bisnis secara independen. Dalam memberikan tantangan independen tersebut, jalur pelaporan bagi auditor internal (praktik terbaik langsung kepada Komite Audit) sangat penting bilamana mereka ingin bertindak secara independen dan obyektif sekaligus dapat melakukan asesmen secara efektif terhadap proses control internal, manajemen risiko, dan tata kelola. Pimpinan dari audit internal harus bertemu secara reguler dengan Komite Audit untuk mendiskusikan isu jaminan apapun.

Seperti telah diuraikan dalam Model LOD, seluruh lapis pertahanan tersebut memiliki tugas spesifik dalam kerangka kontrol internal perusahaan. Adalah tugas Komite Audit untuk memberikan pengawasan dan supervisi serta memonitor efektifitas kontrol internal dan proses-proses dari manajemen risiko maupun aktifitas dari audit internal.

  • Baca juga: Rahasia Membentuk Mandirian Tangguh

Lalu, bagaimana implementasi Model LOD ini dalam perusahaan? Menurut Institute International Finance (IIF), terdapat perbedaan yang jelas dan independensi antara pertahanan lapis pertama yang bertanggung jawab terhadap pengelolaan risiko dengan pertahanan lapis kedua, yang fungsi utamanya untuk memberikan tantangan kepada lini bisnis dalam penggunaan kerangka kontrolnya terkait dengan upaya meningkatkan manajemen risiko perusahaan.

Pada praktiknya, terdapat variasi bagaimana bank mendapatkan independensi dari kedua lapisan tersebut. Sebagai contoh, sebuah perusahaan boleh jadi hanya punya tim manajemen risiko disatukan dengan pertahanan lapis 1 tapi terpisah dengan fungsi, sedangkan beberapa perusahaan mungkin menggabungkan keduanya tergantung dengan kompleksitas, ukuran perusahaan, dan kondisi alamiah dari bisnis atau variasi profil risiko di antara area bisnis. Artinya, setiap perusahaan kemudian bias mengembangkan Model LOD sesuai kebutuhannya.

 
 
 
 
 
Previous Post

Anti Fraud Bank Syariah

Next Post

Asing Tak Bisa Dibendung

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

Tanggapi Hasil Review MSCI, OJK Sebut Daya Tahan Investor Lokal Mampu Redam Outflow

Lonjakan Inflasi dan Redupnya Manufaktur: Uji Ketahanan Sektor Konsumer vs Risk-Reward Perbankan

by Sandy Romualdus
4 September 2026 - 10:29

Ada risiko pasar dan strategi portofolio pasca-lonjakan inflasi Agustus 2026, kontraksi PMI manufaktur, serta prospek resiliensi sektor perbankan vs sektor...

Banyak Suka Menjadi Mandirians

Banyak Suka Menjadi Mandirians

by Sandy Romualdus
4 Februari 2020 - 17:25

Bekerja di Bank Mandiri berarti mendapatkan gaji mentereng, masa depan terjamin dan banyak ilmu dan pengetahuan yang didapat.

Rahasia Membentuk Mandirian Tangguh

Rahasia Membentuk Mandirian Tangguh

by Sandy Romualdus
4 Februari 2020 - 17:17

Strategi pengembangan pegawai yang dilakukan Bank Mandiri tahun-tahun sebelumnya telah membuahkan hasil fantastis.

Ketika Mandirians Mengambil Alih Panggung

Ketika Mandirians Mengambil Alih Panggung

by Sandy Romualdus
4 Februari 2020 - 17:08

Satu dekade belakangan banyak perusahaan di industri keuangan mengincar lulusan Bank Mandiri.

Gadai Emas Syariah

Inovasi Gadai Emas “Zaman Now”

by Sandy Romualdus
7 Maret 2018 - 00:00

Tidak mau tergilas zaman, Pegadaian berbenah dan meluncurkan aplikasi online untuk bisnis gadai emas serta inovasi lainnya. 

Sistem Pembayaran Tunai Dominasi Transaksi Harbolnas

Sistem Pembayaran Tunai Dominasi Transaksi Harbolnas

by Stella Gracia
16 Desember 2016 - 00:00

Jumlah transaksi tunai melalui ATM dan cash on delivery (COD) masih besar, sebab masih ada ketakutan yang besar pada masyarakat...

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • OJK dan Bappebti Perkuat Sinergi dalam Pengawasan Derivatif Keuangan Berbasis Efek

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • LinkUMKM Tembus 14 Juta User, BRI Dorong Kerajinan Ramah Lingkungan Go International

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menyiapkan Talenta Hijau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Keras Dan Menghantam

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Nakhoda Baru Askrindo: Mahelan Prabantarikso Gantikan M. Fankar Umran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pacu Belanja Turis Asing ke Daerah, Garuda Indonesia Luncurkan Skema Multi-Destinasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

Tak Serta-merta Otomatis, LPS Siapkan Syarat Kesehatan bagi Peserta Penjaminan Polis

BNI Sabet Peringkat 4 BUMN Layanan Terbaik di Danantara Indonesia CX100 Award 2026

Laba Tembus Rp1 Triliun: Bank BPD Bali Pacu Kredit UMKM Rp14,43 Triliun hingga Kuartal III/2026

Minta Pasar Tak Panik Sikapi Wacana MSCI, Peluang Bursa RI Turun Kelas Sangat Mustahil

Bongkar Manipulasi Saham dan Penjatahan Semu: OJK Denda DSSA, BREN, dan CUAN Total Rp2,1 Triliun

Filosofi Bahtera di Atas Laut, Pemprov DKI Resmikan Masjid Apung An-Nur di Pantai Ancol

Ancaman Eksodus Dana Asing: Simak Pemicu Usulan Reklasifikasi Standalone Market oleh MSCI

Tekanan Ganda Pasar Finansial: BI Gelontorkan Intervensi Hadapi Sentimen Risk-Off dan Isu MSCI

Tersengat Wacana MSCI dan Inflasi AS: IHSG Kena Trading Halt di Awal Sesi I

STABILITAS CHANNEL

 
 
Next Post
BNI Biayai Cold Storage & Pabrik Es Batu Berskala Besar

BNI Biayai Cold Storage & Pabrik Es Batu Berskala Besar

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance