Hingga akhir Oktober 2015, Perusahaan Umum Jaminan Kredit Indonesia (Perum Jamkrindo) mencatatkan volume penjaminan kredit konsumer sebesar Rp23 triliun. Perusahaan BUMN bidang penjaminan ini terus menggenjot volume melalui kerja sama bersama PT Bank BRI Agroniaga (BRI Agro.
“Total dari volume penjaminan kredit non KUR atau eksisting yang sebesar Rp49 triliun, sebanyak Rp23 triliun di antaranya dari penjaminan kredit konsumer,” ujar Direktur Perum Jamkrindo Bakti Prasetyo di sela penandatangan perjanjian kerja sama dengan BRI Agro di Jakarta Rabu (02/12/2015).
Direktur Utama Perum Jamkrindo Diding S. Anwar mengatakan kerjasama ini nantinya diharapkan bisa mendorong jangkauan akses dan layanan keuangan lebih luas di sektor kredit konsumer. Selain itu kerjasama ini lebih bertujuan untuk meningkatkan kinerja masing-masing perusahaan baik Jamkrindo maupun BRI Agro. Selain itu, diharapkan masyarakat lebih bisa memanfaatkan produk kredit di sektor konsumer.
BERITA TERKAIT
Diding mengatakan, dengan kerjasama ini Jamkrindo optimistis pertumbuhan bisnis penjaminan akan semakin baik. “Diharapkan nantinya realisasi kredit BRI Agro dan volume penjaminan Jamkrindo akan meningkat,” ujar Diding.
Lebih jauh Bakti Prasetyo mengatakan idealnya 75% pendapatan perusahaan dapat diraih dari bisnis konsumer. Sementara sisanya melalui penjaminan di sektor produktif. Diakui Perum jamkrindo menjadi best practice bahkan untuk dunia dalam hal perusahaan penjaminan yang mampu meraih laba.
“Kami ditanya Otoritas Jasa Keuangan, mengapa kami bisa untung, jawab kami ya karena 3:1 bisnis kami di dapat dari 3 bagian penjaminan dari penjaminan eksisting salah satunya konsumer ini dan sisanya satu bagiandidapat dari penjaminan sektor produktif (UMKM dan KUR-red),” ujar Bakti.
Jamkrindo sendiri menargetkan pada 2015 penjaminan kredit bisa mencapai Rp77 triliun, atau meningkat 83,3% dibandingkan tahun lalu.
Zuhri Anwar, Direktur BRI Agroniaga mengatakan, kerjasama ini merupakan lanjutan dari kerjasama penjaminan kredit untuk fasilitas bank garansi atau konstruksi. Ke depannya diharapakan penyaluran kredit sektor konsumer, baik yang berupa kredit tetap, pensiun, santunan hari tua, agro griya, agro mobil dan agro multiguna bisa dijamin di Jamkrindo.
BRI Agro memilih Perum Jamkrindo sebagai mitra karena hanya Jamkrindo yang mampu mengkover risiko PHK dan kematian sekaligus. Hal ini tidak seperti kerja sama dengan asuransi dimana keduanya, yakni life insurance dan general insurance dipisah.
“Sejauh ini kredit konsumer di BRI Agro aman karena memiliki NPL yang relatif rendah, hal ini karena tingkat kehati-hatian dalam penyaluran kredit yang terus dijaga perseroan,” ujar Zuhri.
Sampai akhir Oktober 2015, Jamkrindo mencatatkan laba sebelum pajak sebesar Rp 619,5 miliar atau naik 15,42% dari tahun lalu. Jika dilihat, capaian laba ini telah mencapai 91,53% dari target Rencana Kerja Anggaran Perusahaan (RKAP) Perum Jamkrindo tahun 2015.
Sementara total aset perusahaan sebesar Rp 10,02 triliun. Nilai ini naik jika dibandingkan total aset akhir 2014 sebesar Rp 10,48 triliun. Sedangkan nilai ekuitas per Oktober 2015 tercatat sebesar Rp 8,47 triliun atau naik 21,42% dubanding tahun lalu. Jamkrindo telah memiliki jaringan pelayanan di 34 provinsi dan 21 kabupaten kota.






.jpg)









