Stabilitas.id – Dana segar hasil penerbitan obligasi global (global bond) perdana milik Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) dipastikan segera mempertebal likuiditas institusi. Dana jumbo senilai 1,5 miliar dolar AS atau setara Rp26,5 triliun (asumsi kurs Rp17.700 per dolar AS) dijadwalkan masuk ke rekening Danantara pada Kamis (18/6/2026).
Kepastian tersebut disampaikan langsung oleh Chief Executive Officer (CEO) Danantara Rosan Perkasa Roeslani. Dia menegaskan, penandatanganan (signing) kontrak penerbitan surat utang internasional tersebut telah rampung dieksekusi pada 11 Juni lalu.
Rosan menilai, kesuksesan debut Danantara di pasar modal global merupakan bukti riil tingginya kepercayaan investor internasional terhadap prospek ekonomi Indonesia dan arsitektur institusi superholding baru ini.
BERITA TERKAIT
“Ini membuktikan bahwa kepercayaan investor terhadap Indonesia ini tinggi. Dan ini terbukti, dan ini real. Kenapa? Karena tanggal 11 kemarin kita sudah signing dan tanggal 18 dananya akan masuk ke dalam rekening Danantara,” ujar Rosan saat ditemui di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta.
Book Building Tembus US$4,6 Miliar
Rosan mengungkapkan, minat pemodal global terhadap surat utang Danantara melonjak jauh di luar ekspektasi awal manajemen. Pada draf perencanaan awal, Danantara hanya menargetkan perolehan dana sebesar 1 miliar dolar AS.
Namun, saat proses penawaran dan pembentukan harga (book building) berjalan, total permintaan yang masuk dari para investor institusi global justru meroket hingga menyentuh angka 4,6 miliar dolar AS.
Melihat tingginya nilai appetite pasar yang melimpah hingga hampir 4,5 kali lipat tersebut, manajemen Danantara akhirnya memutuskan untuk melakukan upsize atau menaikkan volume emisi obligasi menjadi 1,5 miliar dolar AS.
Langkah penggalangan dana internasional ini berhasil dieksekusi setelah Danantara mengantongi peringkat kredit (credit rating) perdana yang kuat, setara dengan sovereign rating Republik Indonesia dari sejumlah lembaga pemeringkat internasional terkemuka. Rapor aman tersebut kemudian diamunisi lewat agenda roadshow intensif ke berbagai pusat keuangan dunia guna menemui sedikitnya 122 investor potensial.
Rincian Tenor dan Imbal Hasil (Yield)
Dalam proses persiapan emisi, pasar keuangan domestik dan nilai tukar rupiah sejatinya tengah berada dalam tekanan volatilitas makro. Kondisi ini sempat memicu spekulasi bahwa yield yang diminta investor akan membengkak ke kisaran 6% hingga 7%.
Kendati demikian, berkat tingginya volume penawaran yang masuk, Danantara memiliki posisi tawar kuat untuk menekan tingkat kupon imbal hasil menjadi jauh lebih efisien.
| Komponen Surat Utang | Tenor 5 Tahun | Tenor 10 Tahun |
| Tingkat Imbal Hasil (Yield) | 5,35% | 5,95% |
| Mitra Penjamin Emisi (Underwriter) | Mandiri Sekuritas, Citigroup, dan HSBC | Mandiri Sekuritas, Citigroup, dan HSBC |
| Status Penyelesaian Finansial | Closing & Setelmen Akhir 18 Juni 2026 | Closing & Setelmen Akhir 18 Juni 2026 |
Masuknya dana Rp26,5 triliun ini akan menjadi modal awal yang sangat krusial bagi Danantara dalam mengeksekusi peta jalan investasi strategis nasional, sekaligus memperkuat konsolidasi aset-aset konsorsium pelat merah di bawah naungan ekosistem lembaga baru tersebut. ***






.jpg)










