JAKARTA, Stabilitas — PT Mandiri Sekuritas, investment bank terkemuka dan perantara perdagangan efek lokal teraktif di pasar modal, menerima kunjungan studi Securities Board of Nepal (SEBON) pada Kamis (6/10) di Menara Mandiri, Jakarta.
Dalam kunjungan ini SEBON didampingi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Board of Directors Citizen Investment Trust. Kunjungan ini bertujuan untuk berbagi informasi serta transfer pengetahuan mengenai praktik bisnis perusahaan sekuritas di industri pasar modal Indonesia.
SEVP Mandiri Sekuritas Lisana Irianiwati mengatakan, kunjungan ini memberikan kesempatan bagi kami untuk berbagi pengalaman, pencapaian, serta wawasan yang dimiliki Mandiri Sekuritas selama berkiprah di industri pasar modal Indonesia. “Kami berharap kunjungan ini menjadi awal dari kerja sama dan hubungan baik antara Indonesia dan Nepal khususnya di bidang pasar modal,” katanya.
Nepal memiliki potensi ekonomi positif dan sedang merintis pengembangan industri pasar modal dengan pertumbuhan ekonomi 3,4%. Oleh sebab itu, kunjungan ini diharapkan dapat memberikan wawasan serta pengetahuan tentang pasar modal di Indonesia sebagai bekal bagi mereka untuk mengembangkan lebih lanjut industri pasar modal di Nepal. Menurut Lisana, industri pasar modal di Indonesia juga sedang berada dalam tahap membangun basis investor dengan tingkat penetrasi 0,2%.
Pada kunjungannya, delegasi SEBON sangat tertarik dengan Mandiri Sekuritas Online Trading (MOST) mengingat di Nepal transaksi masih dilakukan melalui telepon dan tatap muka. Salah satu pengembangan MOST yang telah diluncurkan Mandiri Sekuritas adalah layanan pembukaan rekening online dengan verifikasi calon nasabah atau KYC (know-your-customer) yang cukup dilakukan melalui video call. Fitur ini melengkapi layanan terintergrasi Mandiri Sekuritas Online Trading (MOST) yang dapat di akses melalui platform web, aplikasi, dan mobile.
“Mandiri Sekuritas bersedia berbagi pengalaman apabila SEBON dikemudian hari akan mengembangkan transaksi online karena digitalisasi membuka peluang bagi industri pasar modal untuk memperbesar basis investor individu,” pungkas Lisana.















