JAKARTA, Stabilitas—Minat masyarakat terhadap keuangan syariah terus meningkat, namun hal tersebut tidak dibarengi oleh Sumber Daya Insani yang memadai. Asbisindo mencatat terdapat 13 Bank Umum Syariah, 12 Unit Usaha Syariah, dan 165 Bank Perkreditan Rakyat Syariah yang sebagian besar membutuhkan SDM dengan pemahaman syariah.
Direktur Utama Bank Syariah Mandiri, Putu Rahwidhiyasa mengutarakan beberapa aspek untuk sebuah lembaga keuangan syariah menjalankan bisnisnya yaitu pemahaman syariah, kepemimpinan, managerial, dan operasional perbankan sesuai dengan prinsip-prinsip syariah. “Seharusnya SDM syariah memenuhi kualifikasi tersebut,”katanya.
Untuk memenuhi kualifikasi tersebut, Bank Syariah Mandiri (BSM) membuka kesempatan bagi calon SDM keuangan syariah diantaranya mahasiswa konsentrasi keuangan syariah dan siswa SMK program studi keuangan syariah untuk melakukan praktek kerja lapangan (PKL) atau magang di beberapa cabang BSM sebagai upaya membentuk SDM yang memenuhi kualifikasi SDI Syariah.
“Kita sangat welcome kepada mahasiswa dan pelajar untuk magang, kita juga sudah ploting berapa presentase lulusan keuangan syariah untuk ditempatkan di BSM, jumlahnya belum bisa disebutkan,”kata Putu.
BSM juga telah menyusun kurikulum yang terdiri dari Basic Retail Banking Program dan Intermediate Retail Banking Program. Kedua unsure tersebut memiliki materi masing-masing. BSM juga telah melakukan riset mengenai beberapa aspek yang belum tercantum dalam kurikulum lembaga pendidikan diantaranya standard layanan perbankan syariah, Good Corporate Governance, Code of Product, APU dan PTT, serta Audit Perbankan.
Selain itu Teknologi aplikasi informasi perbankan syariah, Marketing toolkit, Marketing and Selling, Produk dan jasa perbankan, Pasar uang, pasar modal, investasi, Treasury, Bancassurance dan Wealth Management, Monitoring pembiayaan bermasalah, Handling complain, dan service recovery.(Ima)

















